Share

Bab 168

Author: Angin
Besar sekali nyali Helen, dia memeluk Chandra semesra itu.

Chandra terkejut, dia langsung menyingkirkan tangan Helen. "Eh, apa yang kamu lakukan?"

Helen tertawa terbahak-bahak. "Kak Chandra, kok kamu tersipu malu? Dari gosip yang aku dengar, kamu dan Kak Nova nggak sekamar, ya? Jangan bilang ... kamu masih perjaka?"

Seketika, wajah Chandra langsung memerah. Dia memang masih perjaka.

Chandra baru berusia 27 tahun. Dia memang pernah pacaran saat berusia 17 tahun, tapi paling banyak hanya pegangan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Isra Ismu
kok up date nya sdikit2 sih..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jenderal Naga   Bab 3008

    Tingkat kekuatan fisik Chandra meningkat drastis dan sudah setara dengan Integritas Satu Dewa Agung. Di sisi lain, tingkat kultivasinya juga sudah mencapai tingkat dua puluh Alam Ajaib. Namun, semua itu bukanlah inti dari keadaannya saat ini. Karena Chandra saat ini, sudah berhasil menyerap seluruh kekuatan kutukan dunia ini. Di saat yang bersamaan, karakter hitam terus bermunculan di dalam tubuhnya. Setiap kutukan memiliki cirinya masing-masing dan membawa kekuatan yang sangat besar. Chandra sadar kalau semua ini pastinya adalah prasasti kutukan yang menjadi kunci untuk mengultivasi kekuatan kutukan. Chandra baru bisa menguasai jurus kutukan sepenuhnya jika kekuatan kultivasinya sudah mencapai tingkat Dewara. Tubuh Chandra perlahan turun dari langit dan mendarat di tanah. Nova bergegas menghampirinya dan muncul di hadapan Chandra dalam sekejap mata. “Apa kamu baik-baik saja?” tanya Nova. Chandra tersenyum tipis lalu berkata, “Memangnya hal buruk apa yang bisa terjadi padaku? Wal

  • Jenderal Naga   Bab 3007

    Dunia ini masih terdapat banyak kekuatan kutukan. Chandra tahu dia bisa menekan kekuatan kutukan ini dan mengubahnya menjadi prasasti yang menakjubkan. Dia pun tidak melewatkan kesempatan ini. Dia menggunakan Segel Kerajaan untuk menyerap kekuatan kutukan dunia ini.Sesaat kemudian, Nova, Dewi, Burando dan yang lainnya datang. Setelah sampai di lokasi, mereka melihat Chandra duduk di udara. Saat ini, seluruh tubuh Chandra diselimuti kekuatan kutukan berwarna hitam.Banyak prajurit kuat tahu kalau Chandra sedang menekan kekuatan kutukan. Jadi mereka tidak ingin mengganggu. Mereka hanya mengamati dari samping.Kaisar Ceptra khawatir si penasihat kerajaan akan kembali. Oleh karena itu, dia membuat Formasi Waktu di sekitar Chandra agar Chandra bisa menekan kekuatan kutukan secepat mungkin. Pada saat yang sama, dia juga minum obat untuk menyembuhkan rohnya serta mempertahankan kekuatannya sehingga Chandra dapat terus menekan kekuatan kutukan.Dalam sekejap mata, sepuluh tahun telah berlalu.

  • Jenderal Naga   Bab 3006

    “Hah?” Dewi tampak kaget. “Kasih ke orang lain?”Dewi sama sekali tidak memahami konsep bencana ketiga Bumi. Namun, dilihat dari dua bencana sebelumnya, bencana ketiga juga pasti sangat mengerikan.“Bencana ketiga itu bencana apa? Kenapa Ayah kasih ke orang lain? Kasih ke siapa?”“Singkatnya, setelah mendapatkan Keberuntungan tertinggi dari bencana ketiga itu, orang yang mendapatkannya bisa mencapai Alam Kekaisaran dengan lancar tanpa harus menghadapi Bencana Langit,” jelas Nova.Setelah itu, Nova menambahkan, “Dia kasih ke seorang perempuan.”Saat mengatakan itu, ada sedikit rasa cemburu di hati Nova. Setelah mendengar cerita singkat sang ibu, Dewi pun mengerti. Dia spontan tersenyum dan berkata, “Nggak disangka, Ayah yang tampak serius begitu ternyata sedikit pemain juga, ya.”Pada saat ini, pertarungan sengit masih berlanjut. Dalam waktu sepuluh hari, si penasihat kerajaan telah kehilangan kekuatan dua tingkat. Itu yang membuatnya semakin marah. Ambisinya semakin kuat. Selama sepul

  • Jenderal Naga   Bab 3005

    “Sialan. Apa ini?” Wajah penasihat kerajaan menjadi sangat muram.Pria tua itu mengangkat pedang, berniat untuk menangkis Segel Kerajaan. Namun, saat pedang itu menghunus ke arah Segel Kerajaan, segel itu malah menghisap pedang itu. Si penasihat kerajaan mencoba menariknya kembali, tapi kekuatan hisap segel itu sangat kuat. Sekalipun dia menggunakan sekuat tenaga untuk menarik pedangnya, pedang itu tidak bergeming sama sekali.Pada saat yang sama, kekuatan kutukan di dalam tubuh si penasihat kerajaan terus diserap. Ekspresinya seketika berubah. Dia cepat-cepat membuang senjatanya. Setelah itu, dia melarikan diri. Senjatanya pun jatuh ke tanah.“Mengerikan sekali. Apa ini? Kenapa benda itu bisa menaklukkan kekuatan kutukanku?”Si penasihat kerajaan muncul di tempat yang jauh dari Segel Kerajaan. Dia menatap Segel Kerajaan berwarna hitam yang melayang di udara dengan ekspresi serius. Sepengetahuannya, kekuatan kutukan tidak terkalahkan, melampaui kekuatan apa pun. Akan tetapi, kekuatan k

  • Jenderal Naga   Bab 3004

    Demi membangkitkan kembali seorang tokoh besar, Istana Hitam telah mempersiapkan segalanya selama berabad-abad. Selama itu pula, mereka telah mengendalikan banyak prajurit kuat. Kini, keberhasilan sudah di depan mata. Akan tetapi, tiba-tiba muncul seorang Chandra yang mencoba untuk merusak rencana Istana Hitam. Oleh karena itu, Chandra harus mati. Jika Chandra tidak mati, maka rencana mereka akan gagal.Apabila rencana gagal, kepala istana akan murka. Si penasihat kerajaan tidak akan sanggup memikul tanggung jawab. 12 Dewa Petaka boleh mati, tapi rencana harus berhasil. Niat membunuh di dalam hati si penasihat kerajaan pun semakin kuat.Pria tua itu memegang pedang panjang hitam. Tubuhnya memancarkan aura yang sangat menakutkan. Pada dasarnya, dia seorang prajurit kuat Alam Kekaisaran tingkat dua. Namun, setelah menyerap kekuatan kutukan dunia ini, kekuatannya setara dengan Alam Kekaisaran tingkat sembilan. Kekuatan ini menempatkannya di posisi prajurit kuat teratas, tidak hanya di zam

  • Jenderal Naga   Bab 3003

    Sebilah pedang panjang muncul di tangan si penasihat kerajaan. Sekali diayunkan, pedang itu mengeluarkan energi hitam yang langsung menyapu ke depan. Ekspresi Chandra seketika berubah. Karena tidak memungkinkan untuk melarikan diri lagi, mau tidak mau dia harus menahan serangan itu.Tugu Langit Tanpa Batas berputar, melepaskan kekuatan untuk menghadapi serangan si penasihat kerajaan. Ketika kekuatan kutukan berwarna hitam mengenai Tugu Langit Tanpa Batas, Tugu Langit Tanpa Batas langsung terpental, lalu jatuh dengan keras ke tanah. Tanah tempat Tugu Langit Tanpa Batas langsung hancur. Pada saat yang sama, muncul retakan di sekitar area itu.Retakan itu menyebar dengan cepat, seperti jaring laba-laba. Chandra terus mengaktifkan Tugu Langit Tanpa Batas untuk melawan. Akan tetapi, satu per satu Tugu Langit Batas berjatuhan. Tak lama kemudian, 108 Tugu Langit Tanpa Batas jatuh semua.Si penasihat kerajaan tertawa dan berkata, “Kaburlah, aku mau lihat bisa kabur ke mana lagi kamu. Matilah k

  • Jenderal Naga   Bab 2602

    “Josan, apa yang sedang kamu pikirkan?”Sebuah suara membuyarkan lamunan Josan. Dia tersadar, lalu mendongak dan mendapati seorang perempuan cantik sedang berjalan mendekat. Perempuan itu berjalan masuk ke aula, lalu duduk di pangkuan Josan dan meringkuk dalam pelukannya.Josan juga merangkul peremp

  • Jenderal Naga   Bab 2507

    Energi Iblis mengalir ke seluruh tubuh Chandra. Luka-lukanya pun sembuh dengan sangat cepat. Sesaat kemudian, tubuhnya telah pulih sepenuhnya. Setelah itu, Chandra kembali menyerap energi pedang lagi dan tubuhnya kembali dirusak lagi oleh energi tersebut.Chandra berlatih membentuk tubuh pedang seka

  • Jenderal Naga   Bab 2546

    Chandra langsung menghubungi Sasa setelah keluar dari kamar pengantin. Sasa berhasil memulihkan diri selama beberapa bulan terakhir di dalam Ruang Waktu. Sekarang, bukanlah masalah besar baginya untuk membantu Chandra mencuri Pohon Bodhi. “Ya,” jawab Sasa dari dalam Istana Abadi. Di saat yang bers

  • Jenderal Naga   Bab 2627

    “Anak mudah, ini nggak akan berhasil,” kata pria itu, dengan suara yang menggema.“Siapa itu?”Chandra yang sedang berada di tengah pertarungan sengit terkejut ketika tiba-tiba mendengar sebuah suara. Dia menyerang beberapa Inkarnasi Langit dengan satu tebasan pedang, lalu melihat ke arah datangnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status