Share

Bab 1966

Author: Angin
Wajah mereka semua tampak penuh ketegangan.

"Bagaimana, tidak ada yang mau bicara?"

Pria yang memimpin, Yamesa, berkata dengan nada dingin, "Kalau tidak ada yang bicara, maka aku hanya punya satu pilihan: membunuh."

Srett! Dia tiba-tiba menghunus pedangnya.

Tidak ada yang bisa melihat gerakannya dengan jelas. Hanya ada kilatan cahaya pedang, dan seketika itu juga, para prajurit bersenjata yang berada di sekitarnya roboh dalam genangan darah. Semua tewas dengan satu tebasan.

Melihat prajurit mereka dibantai, para petinggi Negara Naga dipenuhi amarah.

Paul berbicara dengan suara dingin, "Jangan terlalu memandang rendah kami."

Namun, seorang pria di belakang Yamesa tiba-tiba mengayunkan tangannya. Dengan tenaga besar yang menyapu udara, tubuh Paul ditarik paksa ke arahnya. Pria itu mencengkeram rambut Paul dan menampar wajahnya dengan keras.

Wajah Paul yang gelap langsung memerah dengan bekas tamparan. Dalam hitungan detik, wajahnya bengkak, dan darah mengalir dari sudut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jenderal Naga   Bab 2777

    Karena teratai hitam memberi Chandra kekuatan yang luar biasa. Keduanya mematung di udara. Waktu seolah berhenti. Seluruh pemandangan seperti berhenti. Tidak ada yang bergerak. Namun, cahaya pedang yang mengerikan terus muncul dari titik benturan. Ribuan cahaya pedang berputar bersama.Chandra melawan dengan sekuat tenaga. Pada saat yang sama, dia juga berpikir keras. Untuk mengalahkan Afa, dia hanya bisa mengandalkan kekuatan pedang ketiga dan pedang keempat. Akan tetapi, Chandra baru di tahap pemahaman pedang ketiga dan keempat. Dia belum sepenuhnya memahaminya.“Nggak peduli lagi, ah.”Chandra menarik napas dalam-dalam. Kemudian, dia mengaktifkan Pengubah Lima Elemen. Kekuatan Abadi Lima Elemen mengalir ke pedang. Aura pedangnya seketika berubah. Niat pedang yang terbentuk dari perpaduan Kekuatan Abadi Lima Elemen menerpa. Niat pedang itu menyebar seiring gerakan Pedang Suci Zuwei.Tubuh Afa langsung terlempar ke belakang, lalu dia memuntahkan seteguk darah. Lima Alam Pedang. Alam P

  • Jenderal Naga   Bab 2776

    Afa pelan-pelan menenangkan diri. Dia berhenti menghadapi Tugu Langit Tanpa secara langsung. Dia memilih untuk menghindar. Dia ingin mencari kesempatan untuk mendekati Chandra, lalu memberinya serangan fatal.Namun, Chandra mengetahui rencana Afa. 108 Tugu Langit Tanpa Batas mengelilingi tubuh Chandra yang berdiri di tengah dan membentuk formasi magis. Afa terus mencari kesempatan, tapi tidak berhasil. Dia berulang kali menyerang Chandra dari semua sisi. Namun, setiap serangannya diblokir oleh Tugu langit Tanpa Batas.Untuk sesaat, Afa tidak berdaya, tidak tahu harus berbuat apa lagi. Pertarungan ini mencapai titik jalan buntu.“Apakah aku benar-benar harus pakai taktik terakhir?”Afa sudah terus mencoba, tapi dia tidak menemukan kesempatan untuk mendekati Chandra. Serangannya sangat kuat, tapi Chandra dikelilingi oleh Tugu Langit Tanpa Batas. Semua serangannya diblokir tugu.Sebenarnya, Afa masih memiliki cara lain. Namun, itu adalah modalnya untuk bersaing memperebutkan Keberuntungan

  • Jenderal Naga   Bab 2775

    Seiring bergemanya suara, Chandra mengangkat Pedang Zuwei dan menyerang lagi. Dia muncul di hadapan Afa dalam sekejap dengan kecepatan luar biasa. Namun, tepat saat itu juga, darah Afa bergejolak dan melepaskan kekuatan yang sangat menakutkan.Saat ini, Afa menggunakan kekuatan garis keturunannya. Kekuatan garis keturunan Azura aktif. Dengan bantuan kekuatan ini, dia menghancurkan Jurus Kutukan Chandra. Vitalitasnya kembali pulih, mengubahnya dari seorang pria tua menjadi seorang pemuda.Tepat saat Chandra muncul, Afa pun melancarkan serangan balik. Kedua senjata pamungkas saling berbenturan sekali lagi.Duar!Benturan kedua senjata menimbulkan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Chandra sampai terlempar ke belakang.“Sial,” rutuk Chandra. Bahkan dengan cara ini pun tidak bisa membunuh Afa. Afa benar-benar menakutkan.“Hahaha.” Afa tertawa terbahak-bahak. “Anak muda, kamu sudah sangat hebat bisa paksa aku sampai ke titik ini. Dari dulu, aku belum pernah pakai kekuatan garis keturuna

  • Jenderal Naga   Bab 2774

    Semua makhluk yang ada di sana percaya kalau Chandra sudah mati. Namun, seberkas cahaya tiba-tiba saja melesat dari balik reruntuhan dan menarik perhatian semua orang. Seseorang berdiri di udara. Sosok itu tampak tidak utuh dan rambut yang acak-acakan. Penampilannya sungguh menyedihkan. Dia berdiri di atas bunga teratai berwarna hitam dan berkelopak sembilan. Teratai itu memancarkan kekuatan yang sangat dahsyat.Moko bergegas maju beberapa langkah dengan raut wajah kegirangan. Itu adalah bunga teratai milik ayahnya.“Apa itu?”“Bunga teratai itu terasa sangat jahat.”“Kekuatan yang dipancarkannya sungguh jahat.”Semua makhluk tampak sangat terkejut. Teratai itu mengeluarkan aura kekuatan yang berwarna hitam. Kekuatan penghancur tampak menyebar ke area di sekitarnya dan membuat tanaman layu dalam sekejap mata.“Dia belum mati?” gumam Afa sambil menatap Chandra tajam dan penuh dengan rasa tidak percaya.Dia sadar, betapa kuat kekuatannya ketika menyerang Chandra. Namun, Chandra belum ju

  • Jenderal Naga   Bab 2773

    Firasat akan bahaya muncul di benaknya.“Aaa!” raung Afa.Dia terus mengepakkan sayapnya dan mengerahkan kekuatannya untuk bisa lepas dari belenggu Chandra. Tidak lama kemudian, dia berhasil melepaskan diri dan Pedang Azura kembali melayang ke atas. Afa dengan cepat mencengkeram Pedang Azura lalu menebas dengan ganas. Di saat yang bersamaan, Chandra mengangkat pedangnya untuk menangkis tebasan pedang Afa. Trang!Suara tajam kembali terdengar menggema di langit. Chandra merasakan kekuatan dahsyat yang menjalar dari Pedang Suci Zuwei. Kekuatan itu membuat lengannya mati rasa dan darah di dalam tubuhnya bergejolak. Tubuhnya tak kuasa menahan kekuatan ini dan langsung terjatuh ke atas tanah.Namun, energi pedang tiba-tiba saja muncul sebelum tubuh Chandra menyentuh tanah. Untung saja, Chandra dengan cepat menyadarinya dan langsung buru-buru menghindar. Sayangnya, Afa dengan cepat menusuk punggung Chandra dengan Pedang Azuranya tepat ketika Chandra hendak menghindar.Kekuatan Afa benar-ben

  • Jenderal Naga   Bab 2772

    Afa sangat marah. Bagaimanapun juga, dia adalah sosok yang terpilih dan hidup dengan berbagai kemewahan. Dia lahir dengan kekuatan tingkat manusia abadi. Selain itu, dia tidak pernah terluka sejak lahir. Namun sekarang, dia justru terluka oleh kekuatan Chandra. Afa menatap lubang di dadanya. Kemarahan langsung meluap dengan niat membunuh yang memenuhi udara. Dia perlahan berdiri lalu tubuhnya mulai melayang di udara. Sebuah kekuatan muncul di telapak tangannya ketika dia mengangkat tangannya. Kekuatan itu menyebar ke dadanya dan lubang di dadanya langsung menutup dalam sekejap mata.Di saat yang bersamaan, aura kekuatannya terasa semakin meningkat. Pakaian besinya kembali berubah menjadi warna putih. Selain itu, sayap di punggungnya juga ikut berubah dengan pola dan urat yang semakin banyak. Sebuah tanduk juga tampak muncul dari kepalanya yang memancarkan kekuatan. “Apa ... apa dia bertransformasi lagi?”“Aura kekuatannya terasa semakin kuat. Seharusnya dia juga kembali bertransforma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status