Masuk
Kaisar Ceptra benar. Selama rencana itu berhasil, selama mereka bisa menghancurkan aturan langit dan memusnahkan prajurit kuat misterius di baliknya. Chandra tidak hanya akan mencapai Alam Leluhur Agung, dia bahkan mungkin melampaui Alam Leluhur Agung dan mencapai tingkat yang belum pernah ada sebelumnya.“Ngomong-ngomong, Kaisar turun tangan bantu aku, nggak takut dengan konsekuensinya?” tanya Chandra penasaran.Saat Chandra masih sangat lemah, Sasa telah berkata kepadanya kalau Sasa tidak akan bertindak gegabah untuk membantunya. Karena Sasa takut akan konsekuensinya.Kaisar Ceptra tertawa pelan, “Apa yang perlu ditakutkan? Saat kamu mewarisi Istana Abadi, kita sudah terikat dalam ikatan karma yang besar. Ini bukanlah apa-apa.”Chandra tidak bertanya lebih lanjut. Dia mengeluarkan Gulungan Naskah Kuno yang dilelangnya dan bertanya, “Apa ini?”Kaisar Ceptra mengambil Gulungan Naskah Kuno itu dan melihatnya dengan serius. Sesaat kemudian, dia baru berkata, “Huruf-huruf di gulungan ini
Yanu langsung tahu ketika Chandra meninggalkan ruangan. Karena dia terus mengawasi setiap gerak-gerik Chandra. Chandra telah merebut Cairan Kesengsaraan yang seharusnya menjadi miliknya. Bagaimana mungkin dia membiarkan Chandra pergi begitu saja?Begitu Chandra keluar dari tempat lelang, seorang pria paruh baya langsung datang mencegatnya. Pria paruh baya itu berusia sekitar 40 tahun. Dia mengenakan jubah abu-abu panjang dan memiliki bentuk wajah bulat dengan ekspresi muram. Chandra spontan mengerutkan kening. Orang yang menghalangi jalannya tidak lain adalah Yanu.Yanu mengulurkan tangannya dan berkata dengan dingin, “Berikan padaku.”Chandra langsung mengenali pria itu. Siapa lagi kalau bukan Yanu. Tepat saat Chandra hendak bicara, tiba-tiba terdengar suara dingin dari belakangnya.“Yanu, kamu anggap tempat apa ini?”Chandra berbalik dan mendapati Yaya sedang berjalan keluar. Yaya berjalan mendekat, lalu berhenti di depan Chandra.“Ini Kota Pil, wilayah kekuasaan Pavilion Pil. Kamu b
“Kaisar, kalau sudah dapat Cairan Kesengsaraan, berapa banyak jiwamu yang bisa dipulihkan?”Chandra bertanya kepada Kaisar Ceptra yang berada di dalam Istana Abadi. Kekhawatiran utamanya saat ini adalah berapa banyak Kekuatan Jiwa Kaisar Ceptra yang dapat dipulihkan setelah mendapatkan Cairan Kesengsaraan.“Itu tergantung seberapa langkanya Cairan Kesengsaraan itu sendiri,” jawab Kaisar Ceptra.“Apa? Begitukah?” Chandra sedikit terkejut.“Iya. Cairan Kesengsaraan adalah benda ajaib yang lahir dari Bencana Langit. Bencana Langit sendiri terbagi menjadi beberapa tingkat. Kalau Cairan Kesengsaraan yang didapatkan dari hanya menerobos Alam Ajaib, efeknya nggak akan sebagus itu. Kalau Cairan Kesengsaraan yang didapatkan dari Alam Kekaisaran, seharusnya bisa memulihkan setengah dari Kekuatan Jiwa,” jelas Kaisar Ceptra.“Ternyata begitu.” Chandra baru mengerti.Setelah bertanya-tanya kepada Kaisar Ceptra, Chandra baru tersadar ada orang lain di depannya. Dia menatap Yaya yang sedang duduk di
Chandra hanya mengincar dua barang itu. Yang lainnya tidak berguna baginya. Setelah membeli Gulungan Naskah Kuno kedua, dia berdiri dan meninggalkan ruangan.Di depan pintu ruangan, berdiri seorang pelayan yang diatur oleh keluarga Kirana. Pelayan itu sangat cantik. Meskipun bukan cantik yang sampai sangat memukau, setidaknya pelayan itu memiliki aura yang tidak biasa serta bentuk tubuh yang sangat bagus.Begitu melihat Chandra keluar, perempuan itu pun bertanya dengan sopan, “Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”“Mau bayar,” kata Chandra.“Baik, silakan ke sini.”Perempuan itu membuat gestur mempersilakan kepada Chandra.. Kemudian, dia membawa Chandra ke ruang VIP di bagian belakang aula lelang. Sementara itu, Yaya yang berada di panggung lelang juga telah mendapatkan kabar.“Maaf, minta orang lain gantikan aku memandu lelang. Aku ada urusan.”Usai berkata, Yaya langsung pergi. Pada saat yang sama, juru lelang lain naik ke panggung. Yaya pergi karena Chandra. Dia ingin melihat siapa orang
Hampir semua tokoh yang berada di aula mengetahui tentang tanah terlarang Gurun Langit. Tempat itu adalah area terlarang sekaligus tempat hilangnya Leluhur Agung. Namun, tempat itu sungguh berbahaya. Bahkan prajurit dengan tingkat Kaisar Agung sekalipun bisa binasa jika menghadapi bahaya di sana. Oleh karena itu, hanya sedikit prajurit tingkar Kaisar Agung yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk masuk ke wilayah itu, sekalipun ada banyak harta karun di sana.Ada banyak prajurit di aula yang menyetujui pendapat Yaya. Semua benda yang berhasil digali dari area terlarang Gurun Langit memang layak untuk dijual dengan harga tinggi. Mungkin saja mereka akan mendapatkan hasil tak terduga setelah mengeluarkan beberapa Batu Pionir untuk membeli gulungan itu. “Aku menawar lima Batu Pionir.”“Aku menawar sepuluh.”Tidak lama kemudian, beberapa prajurit mulai mengajukan penawaran. Namun, peningkatan penawaran berlangsung cukup lambat. Bahkan tidak ada lagi prajurit yang mengajukan nilai lebih tin
Para prajurit kuat yang berada di aula terus berspekulasi tentang identitas Chandra yang berada di dalam ruang pribadi. “Siapa orang itu?”“Bahkan dia berani menganggap remeh seorang pemimpin Dunia Yuanlinga.”“Setahuku, penguasa Dunia Yuanlinga adalah seorang prajurit dengan kekuatan yang mencapai tingkat empat Alam Kaisar Agung.”“Benar, rumor mengatakan kekuatan penguasa Dunia Yuanlinga yang bernama Yanu berada di tingkat empat Alam Kaisar Agung. Tapi, itu sudah lama sekali. Dia tidak pernah aktif dan keluar selama lebih dari seratus zaman. Jadi, kemungkinan kekuatannya sekarang sudah meningkat setidaknya satu tingkatan.”Para prajurit saling berdiskusi satu sama lain di aula. Chandra mendengar percakapan orang-orang yang mengatakan penguasa Dunia Yuanlinga bernama Yanu dengan kekuatan yang berada di tingkat empat Alam Kaisar Agung. Dia langsung tersenyum tipis. Kekuatan tingkat empat Kaisar Agung tidaklah berarti selama dia memiliki bantuan kekuatan Kaisar Ceptra. Selain itu, Cha
Terutama dengan ilmu pedangnya yang disebut Pedang Lexer, yang terkenal luar biasa. Shadow juga ingin melihat seberapa jauh Pedang Lexer dari aliran ini dibandingkan dengan Rahasia 13 Pedang dari keluarga Atmaja.Sekarang dia mulai merasa penasaran. Chandra juga berdiri di puncak sebuah pohon besar,
Pandangan Alden menyapu satu per satu puluhan orang yang ada di dalam penjara. Ketika matanya tertuju pada Kadir dan melihat ada yang tidak beres, Alden segera memberi isyarat, berkata, "Bawa Kadir kemari."Beberapa anak buah Suku Dukun berjalan mendekat, menyeret Kadir ke samping Chandra. Alden meli
“Tapi ….”Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Shadow berjalan masuk ke ruangan.“Saya datang sebentar lagi,” ujar Shadow ketika melihat Mandy.“Katakan saja,” kata Raja menghentikan Shadow. Dia menatap Mandy dan berkaata, “Mandy, kamu keluar dulu. Papa ada urusan.” “Oh.” Perempuan itu melirik Shadow sekila
Chandra dan Sandra menunggu di luar selama beberapa waktu. Seorang pria gemuk datang dengan tergesa-gesa. Setelah muncul di hadapan Chandra, dia menunjukkan rasa hormat, "Pak Chandra, kenapa Anda datang tanpa memberi tahu terlebih dahulu? Beraninya kalian membiarkan Pak Chandra menunggu di luar?""Pa







