Se connecterWuraz tidak tahu bagaimana Chandra bisa tahu tentang Gunung Seratus Gua. Dia juga tidak tahu mengapa Chandra tahu kalau dia tahu tentang Gunung Seratus Gua itu. Namun, rahasia Gunung Seratus Gua terlalu besar. Dia tidak boleh mengungkapkannya kepada siapa pun.Sementara itu, Banyu sudah kehabisan akal. Dia bahkan sudah mengeluarkan Token Aliansi Bela Diri, tapi tetap saja tidak berguna. Token itu tidak membuat Wuraz bergeming. Token Aliansi Bela Diri adalah pemberian kakek Banyu. Sang kakek khawatir akan keselamatan Banyu saat mengembara di luar. Oleh karena itu, sang kakek memberikan token itu kepada Banyu.Banyu menatap Chandra. Chandra sedang duduk di kursi samping, sambil diam termenung. Sejujurnya, Banyu takut Chandra kehilangan kesabaran dan berakhir menggila. Dia telah menyaksikan sendiri seperti apa kekuatan Chandra. Jika Chandra menggila, Sekte Jagat benar-benar akan hancur. Banyu masih ingin menikahi Merzia. Dia tidak ingin Sekt Jagat hancur.Akan tetapi, Chandra hanya berpik
Raut wajah Wuraz tampak serba salah. “Aku benar-benar nggak tahu,” ujarnya.Chandra mengluarkan pil yang diberikan Kaisar Ceptra kepadanya. Kemudian, dia menyerahkan pil itu sambil berkata, “Aku tahu kamu terluka di Gunung Seratus Gua dan lukanya cukup parah. Kalau nggak segera diobati, kamu mungkin akan mati. Ini pil penyembuh yang bisa sembuhkan lukamu.”Wuraz yang penasaran mengambil botol yang disodorkan Chandra. Dia membuka tutup botol pil dan melihat sebutir pil berwarna emas di dalamnya. Pil itu seukuran buah lengkeng dan terdapat aksara misterius di permukaannya. Uniknya, aksara itu tampak seperti bisa bergerak.Banyu adalah seorang peramu tingkat dewara. Sekali lihat, dia pun langsung mengenali dan tahu harga pil itu.“Pil tingkat Kekaisaran,” seru Banyu sambil tersentak.Seorang senior memang benar-benar senior. Begitu kasih obat langsung kasih pil tingkat Kekaisaran. Wuraz sendiri juga telah merasakan kekuatan ajaib pil di tangannya. Dia pun percaya kalau pil itu pasti bisa
Bagi Merzia, Chandra hanyalah seorang penipu ulung. Namun, dia cukup mengagumi kemampuan Chandra dalam menipu karena dia mampu menipu seorang Tuan Muda Pavilion Pil. Di sisi lain, Gurza sedang menuju tempat terpencil, di mana Ketua Sekte Jagat sedang mengasingkan diri untuk berkultivasi. Di gunung belakang sekte, terdapat sebuah dinding tebing yang sangat curam. Gurza mengangkat tangannya lalu beberapa simbol misterius muncul dari telapak tangannya dan menghilang ke dalam dinding batu yang ada di depannya. Tidak lama kemudian, suara gemuruh terdengar yang diikuti oleh retakan di dinding tebing. Gurza memasuki retakan di tebing itu , sampai muncul di depan sebuah pondok kecil yang ada di dalam gua.Di dalam pondok batu itu, terdapat seorang laki-laki paruh baya berusia sekitar empat puluh tahunan sedang duduk bersila. Rambutnya acak-acakan dan di sekitarnya terdapat banyak simbol misterius yang mengitarinya. “Ketua Sekte,” ujar Gurza sambil mendekat. Walaupun Ketua Sekte adalah put
Gurza pergi bersama seorang Tetua Agung lainnya setelah melontarkan kalimatnya. Sekarang, hanya Merzia yang tersisa di aula. Gadis itu terus memperhatikan Chandra dan Banyu. Sebenarnya, namanya dahulu bukanlah Merzia Jagat, tapi Ketua Sekte Jagat memberikan namanya yang sekarang setelah Merzia masuk ke dalam Sekte Jagat. Gadis ini memiliki potensi yang sangat besar. Dia adalah seorang prajurit jenius yang jarang sekali ditemukan di Dunia Yuanlinga. Dia sudah pernah melihat berbagai macam hal selama dia hidup, tapi dia baru melihat kejadian aneh seperti ini sekarang. “Apa latar belakang pemuda ini? Apa kekuatannya jauh lebih besar dari Pavilion Pil?” tanya Merzia di dalam hati. Namun, Banyu tidak memiliki waktu untuk memperhatikan Merzia. Dia terus menatap Chandra dan beberapa kali mengajukan pertanyaan. “Senior, siapa prajurit misterius yang mengetahui jurus kutukan ketika kita berada di dunia terkutuk saat itu?”Walaupun Banyu adalah seorang Tuan Muda Pavilion Pil dan hanya tertar
Sekte jagat adalah sekte berbasis keluarga. Pendirinya adalah pemimpin sekte saat ini yang bernama Wuraz Jagat. Wuraz dahulu adalah seorang prajurit liar dan berhasil berkultivasi sampai tingkat Kaisar Semu. Kemudian dia mendirikan Sekte Jagat dan para tetua dari sekte ini adalah anggota inti dari keluarga Jagat.Tetua Agung saat ini adalah ayah dari Wuraz. Namun, Merzia adalah orang luar yang bergabung dengan Sekte Jagat dan bukan anggota keluarga Jagat. Namun, dia memiliki bakat luar biasa, sampai banyak diterima sebagai murid khusus dari para tetua Sekte Jagat dan berhasil berkultivasi sampai tingkat Kaisar Semu. Bahkan dia juga mendapatkan gelar kehormatan Dewi Agung dan posisinya berada tepat di bawah Tetua Agung. Tetua Agung tidak berani menunda kepergiannya menuju aula setelah mendengar kedatangan Tuan Muda Pavilion Pil. Sesampainya di aula utama, Tetua Agung melihat ada banyak orang sekaligus kotak yang terpajang di sana. Dia melihat seorang pemuda yang mengenakan jubah Peram
Merzia merasa kalau Banyu kemungkinan bukanlah Tuan Muda Pavilion Pil jika dilihat dari sikapnya yang sangat merendah di depan Chandra. Bagaimana mungkin seorang tuan muda kelompok ternama bisa menunjukkan sikap yang sangat hormat kepada seorang pemuda dengan kekuatan yang sangat lemah?Tidak lama kemudian, mereka tiba di aula Paviliun Sekte Jagat lalu Merzia berkata, “Kalian tunggulah di sini. Aku akan memanggil Tetua Agung.”Merzia pergi meninggalkan Chandra dan yang lainnya di aula setelah mengucapkan beberapa patah kata. Kemudian Chandra duduk di sebuah kursi dengan santainya lalu mengambil buah dewa dan memakannya. Dia juga melemparkan satu buah dewa kepada Ayu seraya berkata, “Buah ini sangatlah bagus. Makan sebuah saja setara dengan kultivasi selama bertahun-tahun.”Ayu dengan cepat langsung memakan buah itu. “Senior Chandra, sekitar dua ribu tahun lagi akan diadakan perekrutan murid Pavilion Pil. Atas nama Pavilion Pil, aku ingin mengundangmu sebagai juri dari perekrutan ini.
“Apa kamu tahu berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan sampai penelitian itu selesai? Aku yakin kamu nggak tahu dan nggak akan bisa membayangkan berapa besar biaya itu,” ujar Hendi penuh semangat. Kemudian dia berdiri dan kembali berkata dengan penuh antusias, “Chandra, lebih baik kamu segera kel
"Ok, kamu aturkan dulu. Setelah itu kabari aku."Setelah selesai menghubungi Alex dari Istana Gelap, dia menatap Paul dengan raut wajah puas. Lelaki itu tersenyum dan berkata, "Beres. Sekarang kita istirahat dulu dan pikirkan alasan yang tepat untuk pergi selama beberapa hari.""Ok," jawab Paul tanpa
“Benar.”Tama lanjut berkata, “Ketua Langit Mistika itu yang dimaksud. Senjata yang ada di tangannya adalah Pedang Keji Sejati. Pedang yang dulu ditinggalkan Raja Januar di gua es Kelompok Gunung Langit.”Mendengar itu, orang yang ada di balik tirai tenggelam dalam keheningan. Sesaat kemudian terdenga
Dia belum pernah melihat orang yang bisa menangkap peluru dengan dua jari saja. Apakah lelaki di depannya ini adalah manusia? Keringat dingin semakin membanjiri kening lelaki itu. Lily yang ada di sisi Chandra melirik lelaki itu lagi dengan mata berbinar. Tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh







