Share

Menyelamatkan Li Lian

Penulis: Strawberry
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-08 08:03:39

"Pengawal!" seru Chen Xu, suaranya parau namun penuh wibawa.

Seorang pengawal pribadi segera masuk dan berlutut. "Hamba, Jenderal."

"Periksa ke Paviliun Teratai. Apakah Nyonya Muda Chen sudah selesai menghadap Ibu Suri? Ini sudah terlalu lama," perintahnya dengan rahang terkatup rapat.

"Baik, Jenderal."

"Lapor, Jenderal!" pengawal itu kembali dengan napas memburu. "Beberapa pelayan melihat rombongan Putri Agung membawa seseorang yang tertutup kain ke arah paviliun samping."

Mendengar kata "Putr
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Retaknya Sebuah Cermin

    Kepergian Ibu Suri meninggalkan kekosongan yang mengerikan di Aula Merak Emas, namun ketegangan di dalamnya justru memuncak hingga ke titik didih. Permaisuri Xiao bangkit dari sujudnya dengan gerakan yang kaku, sisa air mata masih mengalir di pipinya, namun sorot matanya telah berubah menjadi belati yang haus darah.Tanpa peringatan, tangan Permaisuri melayang cepat di udara.PLAK!Suara tamparan itu berdentum keras, lebih menyakitkan daripada tamparan Ibu Suri sebelumnya karena kali ini datang dari seseorang yang sempat Li Lian anggap sebagai sekutu. Kepala Li Lian tersentak ke samping, dan meninggalkan sedikit rasa pening. Rasa anyir darah kembali memenuhi mulutnya, dan pipinya yang sudah membiru kini terasa seolah terbakar api.Li Lian terdiam sejenak, membiarkan rambutnya terurai menutupi wajah. Perlahan, ia mengangkat tangan, memegangi pipinya yang berdenyut panas, lalu ia mendongak. Di bibirnya, terukir sebuah senyum tipis yang merayap perlahan—sebuah senyuman yang tenang, na

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Membalik Papan Catur

    Lantai pualam Aula Merak Emas terasa semakin membeku seiring dengan keheningan yang mencekam setelah titah penghancuran janin itu diucapkan. Namun, Permaisuri Xiao, dengan sisa-sisa martabat yang hancur, tidak berhenti bersujud. Ia tahu bahwa Ibu Suri adalah tembok yang tidak bisa ditembus dengan air mata, maka ia mulai menyusun bidak caturnya sendiri."Hamba memohon, Yang Mulia... biarkan bayi ini tetap dilahirkan," suara Permaisuri Xiao bergetar, namun perlahan berubah menjadi nada yang dingin dan penuh perhitungan. "Tidak apa jika ia harus diasingkan jauh dari ibu kota, tidak apa jika ia tak dianggap oleh dinasti. Tapi—" Permaisuri menjeda, matanya melirik tajam ke arah Li Lian yang masih sibuk dengan jarum peraknya. "Li Lian harus menemaninya."Li Lian menghentikan gerakannya sejenak. Jemarinya membeku di atas pergelangan tangan Putri Agung. Di dalam hatinya, sebuah senyum getir mengembang. Politik memang tidak mengenal kawan sejati, batinnya. Permaisuri Xiao, yang beberapa wak

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Meributkan Asal-Usul

    "TIDAK!" teriak Ibu Suri seketika. Wajahnya memucat, menyadari bahaya besar jika berita ini tersebar. "Berita ini tidak boleh keluar dari kamar ini! Jika ada satu telinga pun di luar sana yang mendengar tentang kehamilan ini, berarti salah satu dari kalian di ruangan ini yang akan kehilangan kepala! Kasim Zhang, jaga pintu! Jangan biarkan seekor lalat pun lewat!"Ibu Suri mondar-mandir dengan napas memburu. Pikirannya berputar cepat. Jika Putri Agung hamil, maka rencananya untuk menjodohkan ulang atau membuangnya sudah tidak relevan lagi. Baginya, janin itu bukanlah berkat, melainkan aib sekaligus ancaman bagi aliansi politik yang sedang ia bangun.Li Lian memperhatikan setiap gerak-gerik Ibu Suri. Meskipun Ibu Suri bersikap seolah ia baru saja mengetahuinya, Li Lian tetap waspada. Jika ia benar-benar baru tahu, maka racun yang ia berikan sebelumnya ditujukan hanya untuk membunuh putrinya yang gagal. Namun jika ia berpura-pura terkejut, berarti ia adalah monster yang memang ingin

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Menyelamatkan Kehamilan Putri

    "Kasim Zhang," panggil Li Lian tanpa menoleh. "Saya butuh air murni dari mata air utara dan arang bambu hitam. Segera. Jika tidak, hamba tidak bisa menjamin beliau akan melihat matahari esok pagi."Melihat Kasim Zhang yang tak acuh dan malas, Li lian pun menambahkan.“Kalau terjadi apa-apa dengan Putri Agung, maka Saya akan mengatakan kalau saya sudah mengatakan pada Anda tapi Anda tidak mau mencarikan”Mendengar ancaman itu, raut wajah Kasim Zhang berubah. Ia tahu benar bahwa Ibu Suri tidak akan segan-segan mencari kambing hitam jika rencananya berantakan. Dengan gerutuan pelan, ia akhirnya memberi isyarat kasar pada pelayan di luar untuk segera memenuhi permintaan Li Lian, sebelum akhirnya ia sendiri melangkah pergi untuk memastikan bahan-bahan itu diambil dengan benar.Sembari menunggu, Li Lian berbisik sangat pelan di dekat telinga Putri Agung yang tak sadarkan diri."Jika Anda bisa mendengarku, bertahanlah. Seseorang ingin Anda mati sebelum Anda sempat bicara, dan aku tidak akan

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Kehamilan

    "Kasim Zang! Masuk!"Sosok tinggi kurus dengan langkah yang tak bersuara masuk ke dalam aula. Kasim Zang, orang kepercayaan paling setia sekaligus algojo bayangan Ibu Suri, membungkuk dalam. Matanya yang sipit dan dingin segera tertuju pada Li Lian, menyapu bekas tamparan yang mulai membiru di pipi gadis itu tanpa ekspresi sedikit pun."Kasim Zang, mulai detik ini, kau akan mengawasi setiap hela napas Li Lian," perintah Ibu Suri dengan nada yang tidak terbantahkan. "Bawa Putri Agung ke paviliun samping Istana Merak Emas. Li Lian akan tinggal di sana dan merawatnya sampai benar-benar sembuh. Tidak ada satu pun obat yang masuk ke mulut Putri tanpa seizinmu, dan tidak ada satu pun orang yang boleh menemui Li Lian—terutama Jenderal pengkhianat itu."Li Lian mengepalkan tangannya di balik lengan baju, namun wajahnya tetap tenang. Ia tahu bahwa berada di bawah pengawasan Kasim Zang sama saja dengan berjalan di atas mata pedang.Ibu Suri kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Li Lian, ar

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Merawat Putri Zhao Xinyi

    "Kenapa kau diam?" cecar Ibu Suri, suaranya kian menusuk. "Apakah kau sadar bahwa kau adalah kehancuran bagi Chen Xu? Jika dia dihukum mati esok hari karena desersi, maka kaulah yang memegang pisau eksekusinya! Kau menyeretnya ke dalam lubang kehinaan hanya karena ego cintamu yang picisan!"Kata-kata itu terus menyerang tanpa henti. Li Lian menyadari, jika ia terus diam, Ibu Suri akan terus bicara tanpa akhir, menggunakan otoritasnya untuk menghancurkan mentalitas Li Lian sebelum ia sempat menyelamatkan nyawa sang Putri. Li Lian akhirnya berhenti bekerja sesaat. Ia mendongak, menatap langsung ke dalam mata Ibu Suri yang haus akan kekuasaan."Jika Anda terus bicara tanpa henti, Yang Mulia, hamba khawatir Putri Agung benar-benar akan pergi sebelum Anda sempat menyalahkan orang lain atas kematiannya," potong Li Lian dengan suara yang rendah namun mampu menghentikan rentetan kata Ibu Suri.Tangan Ibu suri mengepal erat di sisi tubuhnya, dia ingin menampar Li Lian tapi menahan dirinya k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status