Share

Bab 28. Rencana

Author: Mylilcosmos
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-18 14:11:51

Tangan Wu Zhaojun mengepal. Ia bersiap untuk maju jika wanita berpakaian Hu akhirnya tidak mampu mengatasi para penjahat.

Ketika si pria gemuk terlebih dulu berada dalam jangkauan, ia melihat sang wanita dengan gesit berputar ke belakang—kaki kanannya melesat ke udara, menampar keras pipi kanan si pria gemuk.

Dengan mata membelalak, ia roboh seketika.

Beberapa detik belum berlalu saat wanita itu dengan sigap kembali ke posisi semula.

Membidik si pria cempreng yang kini menatapnya dengan luapa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 290. Akhir

    Jadi di sore hari, ketika Bing’er dibawa bermain ke halaman neneknya, Li Yuan meminta izin untuk berjalan-jalan keluar.Beberapa hari lagi keluarga kecilnya akan kembali ke perbatasan demi mengikuti sang suami yang harus kembali bertugas. Dia hanya punya waktu ini untuk menjalankan rencananya.Li Yuan keluar dari kediaman Marquis dengan kereta. Karena tidak terbiasa dengan pelayan wanita, kecuali jika ia sedang bersama putranya, maka ia menolak ketika salah seorang pelayannya ingin ikut.Kereta kemudian membawanya ke sebuah restoran di distrik timur.Begitu masuk ke dalam, bukannya memesan sebuah ruang pribadi maupun duduk dan memesan hidangan, Li Yuan terus berjalan hingga ke halaman belakang restoran.Melihat tidak ada siapa-siapa di sana, ia mengeluarkan cadar gelap yang dibawa dan mengenakannya. Setelah itu ia dengan mudah melompati tembok.Beberapa waktu kemudian…“Hei, yang di sana, berhenti!”Empat orang pelayan laki-laki dari kediaman Shen berlari di jalanan, melewati kerumuna

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 289

    Ketika mengingat kejadian setahun yang lalu, Li Yuan kembali kesal karena merasa tertipu.Siapa yang menyangka, setelah ia mengatakan kondisi tubuhnya kepada Wu Zhaojun, tiga bulan kemudian ia mendapati dirinya telah mengandung.Dua orang itu terkejut setengah mati. Namun tidak lama setelah kejutan itu, Tuan Kedua Wu segera dipenuhi kebahagiaan, merasa keberuntungan sedang berpihak padanya.Jadi dengan keadaan itu, ia membujuk Li Yuan untuk menikah. Mengatakan padanya bahwa dia harus memikirkan status anak mereka di masa depan. Li Yuan yang memang tidak lagi keberatan, hanya mengangguk menyetujui usulannya. Setelah mengirim surat kepada ibunya di ibu kota, Tuan Kedua Wu mengajak Li Yuan kembali ke rumah keluarga kelahirannya di Nanling. Itu hanya membutuhkan satu hari berkendara dari desa.Tidak lama kemudian mereka telah bertukar surat pertunangan. Hanya menunggu kembali ke ibu kota agar upacara pernikahan secara resmi bisa diadakan.Jadi ketika masa cuti sang jenderal hampir berakh

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 288

    Ibu KotaTidak biasanya Marquis Wu, seorang pria baruh baya yang santai berjalan mondar-mandir di pelataran depan. Wajahnya terlihat amat serius, alisnya yang tebal sejak tadi terus berkerut.“Marquis, Tuan Muda Kedua telah tiba!” Seorang pelayan pria yang mengenakan ikat kepala abu-abu bergegas masuk dari luar gerbang. Setelah melaporkan hal itu, ia kemudian berdiri sedikit di belakang sang majikan.Di luar gerbang yang terbuka, moncong kuda ferghana kemerahan segera muncul. Sang penunggang sedikit menarik kekangnya, lalu turun dengan ringan dari pelana. Setelah menyerahkan Zhuifeng kepada seorang penjaga di depan, dengan langkah yang lebar ia masuk ke dalam gerbang.Melihat sang ayah berdiri di halaman depan, ia mempercepat langkahnya menghampirinya. Wajahnya dipenuhi kegembiraan.Ia menyapa dengan senyum lebar, “Ayah.”Namun begitu ia kembali mengangkat kepalanya, sebuah tongkat kayu telah melayang ke tubuh.Sang marquis tanpa ampun memukulinya, alih-alih menyambutnya riang. Oran

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 287

    Alih-alih menjawabnya, air mata itu mengalir makin deras. Wu Zhaojun panik. Ia bangkit lalu duduk di sampingnya. Merendahkan suaranya, ia mencoba membujuk, “Kau bisa ceritakan padaku setelah tenang.”Hatinya terasa tidak nyaman. Ketika ia akan menariknya ke dalam pelukannya, ia berhenti sejenak, menurunkan kepalanya, bertanya ragu-ragu, “A-Yuan, apakah kau kesal karena aku masih di sini?”Saat berkata begini, wanita itu kembali mencengkram kerahnya. Matanya yang sembab menatapnya lama sebelum menggeleng, kemudian bergumam, “Jangan pergi.”Wu Zhaojun melihat ke dalam sorot matanya yang penuh tekad. Menunggu beberapa saat, memastikan dia tidak mengubah ucapannya barusan. Kedua tangannya kembali terulur, menyeka basah di wajahnya.Meski hatinya tidak nyaman melihat semua air mata itu, ia tidak bisa menahan senyum lebar yang perlahan merekah di wajahnya. Tanpa ragu ia menariknya untuk memeluknya, mengangguk di atas kepalanya, “Mmh, aku tidak akan pergi.”Ia menepuk pelan punggungnya, “Ja

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 286

    Li Yuan melewati gerbang desa di mana orang berlalu-lalang. Dalam kesunyiannya, suara orang-orang bagaikan dengungan nyamuk di telinga. Hanya lewat tanpa kesan.Hingga ia mendengar dua gadis yang lewat membicarakan seseorang yang terasa tidak asing baginya.“...aku belum pernah melihat pria tampan itu ada di desa sebelumnya. Dia tinggal di rumah yang mana?”“Tidak tahu. Mungkin hanya tamu yang datang berkunjung.”“Ng? Mengapa tamu itu dibiarkan pergi ke sungai di udara yang begini dingin? Jika tidak berhati-hati, dia bisa terpeleset oleh lumut dan jatuh ke air.”Temannya menimpali, “Jatuh ke air? Paling buruk

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 285

    Tak lama kemudian, Tuan Kedua Wu membuktikan kata-katanya. Hidangan yang ia buat untuk sarapan mereka memang berkualitas restoran. Meski Li Yuan tidak tahu seberapa mirip itu dengan yang asli.Pria itu tersenyum bangga melihatnya begitu lahap. Ia menambahkan sup kerang lagi ke dalam mangkuknya yang segera kosong, “Makan yang banyak, aku bisa memasak bahan lain di siang hari.”Memikirkan sesuatu, Li Yuan berhenti makan, alisnya terangkat padanya, “Darimana kau dapatkan semua bahan langka ini?”Kuan’er yang baru saja selesai menyeruput dari mangkuk supnya segera menimpali, “Kakak laki-laki itu yang membawa semua bahan tadi pagi.”“Kakak laki-laki yang mana?” Li Yua

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 37. Kunjungan Seorang Tabib

    Wu Zhaojun menuangkan teh dari teko untuk ibunya.Wangi yang elegan dan lembut dari teh mawar memenuhi udara saat dituang ke dalam cangkir. Nyonya Wu menyesap tehnya perlahan lalu menyandarkan punggungnya. Matanya menerawang, memandang lurus ke depan."Pertama kali Ibu melihat Nyonya Muda itu di p

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 29. Pencurian di Malam Hari

    Bulan telah menggantung tinggi di langit saat Li Yuan menyelinap ke dapur.Seorang pelayan berdiri di depan tungku, memindahkan kentang kukus satu per satu ke dalam wadah anyaman.Di belakang, Li Yuan melangkah tanpa suara mendekati meja tempat sebuah nampan diletakkan. Di atas nampan terdapat satu

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 27. Pria-pria Cabul

    Di sebuah halaman kecil, lampu minyak dengan cahaya yang terbatas menyinari sebagian pekarangan.Beberapa ikat besar Rumput Wangi ditumpuk rapi di sepanjang tembok rumah. Tampak telah dikeringkan dengan baik.Di atas bangku lebar, seorang pria dan wanita sedang duduk dengan wajah dan bagian tubuh a

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 22. Akibat

    Alis Xiao Qi terangkat tinggi. Matanya berkedip dua kali saat bertanya, "Lalu?"Ia melirik dua orang lainnya yang juga memiliki ekspresi enggan yang sama.Mengabaikan rasa tidak nyamannya, pelayan itu kembali bercerita, "Namun, saat membalik tubuh Xiao Liu, Bibi Wang langsung berteriak ngeri! Wajah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status