Share

2. Pria yang Malang

Penulis: Zila Aicha
last update Tanggal publikasi: 2026-05-27 17:18:08

Meskipun Mikael ingin segera mencari tahu soal itu, dia tentu tidak bisa melakukannya saat itu juga. 

Dia masih harus menyesuaikan diri dengan tubuh barunya dan mempelajari area baru di sekitarnya.

Dia tidak tahu waktu saat itu dan tidak tahu apa yang telah terjadi ataupun sedang terjadi di dunia. Dia bahkan tidak tahu apakah dirinya hidup di area yang sama atau malah terlempar di dimensi yang berbeda.

Mikael pun melirik meja di sebelah kanan tempat tidur. Ada sebuah ponsel di atasnya. Tanpa berpikir panjang, Mikael segra mengambil ponsel itu.

Dia mencoba mencari informasi melalui mesin pencarian di internet. 

Dia menghela napas lega ketika dia mengetahui bahwa dia berada di dunia yang sama dan bahkan dia juga hidup di negeri yang sama, Kerajaan Arans.

Dengan terburu-buru dia mencari berita tentang dirinya. Dan tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan informasi yang dia cari.

Rupanya kejadian pembunuhan terhadapnya telah menjadi berita besar di negeri itu. Kejadian yang menimpa dirinya itu terjadi tiga hari yang lalu.

Artinya jiwanya telah meninggalkan tubuhnya itu sejak hari itu dan masuk ke dalam tubuh Mikael Summer.

Mikael pun mulai membaca berita pertama yang dia temukan dengan hati-hati.

“Jenderal Avery dikabarkan terbunuh setelah diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal di tengah perjalanan pulang menuju ke kediamannya. Diduga Mikael Avery begitu sangat kelelahan setelah baru saja pulang dari medan perang sehingga dia dengan mudah terbunuh.”

Mikael tertawa sinis.

“Kelelahan? Yang benar saja?”

Tentu saja kelelahan fisik tidak akan membuat seorang Mikael Avery dengan mudah bisa dikalahkan begitu saja oleh sekelompok berandalan yang tidak jelas asal usulnya. 

Mikael tahu dengan pasti bahwa ada yang salah dengan tubuhnya saat malam itu. Hanya saja dia belum bisa memastikan apa yang menyebabkan dirinya menjadi begitu lemah dan kehilangan tenaga dengan tiba-tiba.

Mikael menggelengkan kepala dan lanjut membaca, “Sang Jenderal Perang Kerajaan Arans akan dimakamkan pada Senin depan.”

Mikael menggenggam ponsel itu dengan erat. “Brengsek!”

“Siapapun kalian yang telah melakukan ini kepadaku, aku pastikan … kalian akan membayarnya dengan mahal.”

Mikael pun mencari informasi lain, yakni tentang adik perempuannya, Diana Avery dan menemukan sebuah fakta bahwa sang adik ternyata masih berada di istana. 

Hal ini semakin membuat Mikael marah. Dia mulai menaruh curiga pada raja karena menurutnya Philip Graham jelas mendapatkan keuntungan besar dari kematiannya, salah satunya dia bisa menahan Diana di sisinya.

Dia tidak akan pernah sanggup membayangkan adik kesayangannya jatuh ke raja yang gemar bermain dengan wanita itu.

Maka, Mikael pun bertekad, “Aku harus masuk ke istana. Diana tidak boleh menjadi istrinya.”

Saat ini dia hanyalah seorang pria biasa. Tentu saja dia menyadari bahwa akan sulit baginya untuk masuk ke dalam istana begitu saja.

Akan tetapi, saat dia masih memikirkan banyak hal, pintu kamarnya kembali terbuka secara tiba-tiba. Sesosok pria bertubuh gemuk dan pendek masuk sambil membawa bingkisan.

“Mike. Astaga! Kau sudah bangun!” pria yang terlihat sedikit agak lebih tua darinya itu memekik senang.

Dia buru-buru berjalan mendekati Mikael yang terlihat agak terkejut atas kehadirannya.

“Saat aku bertanya kepada perawat di depan, dia bilang kau sudah sadar. Aku hampir tak percaya rasanya … tapi ternyata kau benar-benar sudah sadar,” seru Jonah, pria yang merupakan sahabat baik dari Mikael Summer sembari tersenyum lebar.

Pria itu meletakkan bingkisan yang berisi buah di atas meja dan menoleh ke arah Mikael lagi. “Bagaimana keadaanmu sekarang, Mike? Kenapa kau tidak tidur? Kenapa malah duduk?”

“Aku baik-baik saja.”

Jonah mendesah pelan, “Semalam aku pikir kau benar-benar akan … mati. Dokter mengatakan kemungkinan kau akan bangun dari koma itu sangatlah kecil. Tapi sungguh ini benar-benar ajaib. Kau malah bangun dan sekarang sedang berbicara denganku. Aku senang sekali, Mike.”

“Si Tua Brown itu ….” Jonah berhenti tiba-tiba dan menampar mulutnya sendiri. 

Pria itu menggelengkan kepala, “Sudahlah, seharusnya aku tidak bicara tentang laki-laki tua tidak tahu diri itu.”

Tapi, Mikael yang ingin tahu lebih banyak pun bertanya, “Ada apa dengan Bobby Brown?”

Jonah enggan menjelaskan hal itu, tapi pada akhirnya dia pun menjawab, “Kau … Mike, terlalu baik pada mereka.”

Mikael tahu benar soal itu. 

Di dalam ingatan tubuh itu Mikael Avery mengetahui bahwa Mikael Summer merupakan pria yang baik yang bahkan rela melakukan apa saja demi keluarga istrinya. 

Dia melakukan semua itu untuk membalas kebaikan orang yang telah menolongnya di masa lalu yang merupakan kakek dari istrinya. 

'Sungguh pria yang malang,' pikir Mikael.

“Tapi … kali ini mereka benar-benar sangat keterlaluan. Kau pasti ingat bagaimana kau bisa kecelakaan kan, Mike?” 

Mikael mengangguk, “Aku menyelamatkan ibu mertuaku dari mobil yang hampir menabraknya.”

Jonah menganggukan kepalanya dan tiba-tiba saja wajahnya menjadi muram. “Kau tahu … itu semua hanyalah rekayasa saja, Mike.”

“Maksudmu?”

Jonah menelan ludah, “Yah, saat kau kecelakaan hingga berakhir koma, aku mendengar sendiri bahwa mereka mengatakan Liza, ibu mertuamu itu sengaja berdiri di depan mobil karena tahu kau pasti akan menyelamatkannya. Kecelakaan itu merupakan rencana mereka dan si pengemudi mobil itu adalah … anak buah dari Jack Rolland.”

Mikael tertegun.

Dia tidak menyangka bila kehidupan pria yang saat ini tubuhnya dia gunakan juga cukup menyedihkan. 

Dunia benar-benar tidak adil pada Mikael Summer.

“Mike, bercerai sajalah kau dengan Jenna. Dia … benar-benar tak layak untuk kau pertahankan. Aku melihat sendiri bagaimana dia malah terlihat begitu senang saat kau kecelakaan. Dia bahkan secara terang-terangan bermesraan dengan Jack di rumah sakit ini,” Jonah berkata dengan menatap khawatir ke arah Mikael.

Mikael terdiam dan hal ini membuat Jonah merasa semakin geram pada istri Mikael. “Aku tahu Jenna memang cantik dan kau sangat menyukainya, tapi … kau sudah terlalu banyak berbuat baik dan mengalah. Kau-”

“Dia memintaku untuk menandatangani surat cerai besok.”

Jonah melongo, “Kau serius? Ya … kalau begitu baguslah. Kau bisa lepas dari wanita tidak setia itu.”

“Aku menolak untuk tanda tangan.”

“A-apa? Mike, ayolah! Untuk apa kau mempertahankan wanita yang sama sekali tidak menyukaimu?” Jonah melotot tak percaya.

“Ada sesuatu yang harus aku dapatkan sebelum kami resmi bercerai, Jonah,” Mikael menjelaskan.

Jonah mengerutkan kening, tampak tidak rela tapi setelah dia memikirkan hal itu baik-baik, dia pun menanggapi, “Baiklah, selesaikan saja urusanmu itu dan segera tandatangani surat cerai itu. Kau pria baik, pasti akan menemukan wanita yang akan menghargaimu.”

“Jangan khawatir! Aku pasti akan bercerai dengannya. Ini … hanya masalah waktu.” 

Mikael jelas tidak tertarik untuk melanjutkan pernikahan itu. Dia bukan Mikael Summer yang tergila-gila pada wanita yang bahkan tidak pantas menerima perhatiannya itu, meskipun hanya sedikit. 

Dia adalah Mikael Avery yang tidak akan membiarkan siapapun mempermalukan dirinya ataupun mengambil keuntungan darinya. Siapapun yang berani menyinggung dirinya sudah pasti akan menanggung dosa yang mengerikan.

Mikael mulai menghitung hari. Dia masih memiliki enam hari penuh sebelum pemakaman dirinya akan digelar oleh pihak istana. 

“Jonah, bisakah kau tanyakan pada pihak rumah sakit apa aku bisa keluar hari ini?” 

Jonah menatap kaget, “Kau gila ya? Kau baru saja sadar dari koma, Mike. Bagaimana bisa kau ingin keluar dari rumah sakit? Apalagi sekarang?” 

“Tolong tanyakan saja, Jonah!”

Jonah mendengus tapi pada akhirnya tetap melakukan permintaan temannya itu. Ketika dua dokter memeriksa tubuhnya dengan teliti, mereka berdua cukup terkejut dengan hasil pemeriksaan kesehatan Mikael.

“Bagaimana, Dokter? Apa aku bisa keluar dari rumah sakit ini sekarang?”

Dua dokter itu saling lempar pandang, tampak agak bingung sekaligus heran. Tapi salah satu dari mereka akhirnya berbicara, “Anda pulih dengan cepat, Tuan Mikael. Semua pemeriksaan menyatakan bahwa Anda tidak memiliki gangguan apapun.”

“Anda … bisa pulang sekarang juga!” lanjut dokter yang lain.

Jonah hanya bisa ternganga, menatap penuh rasa terkejut pada Mikael yang bahkan kini telah turun dari tempat tidur lalu berjalan menuju ke arah tas miliknya.

“Jonah, apa kau bisa mengantarku pulang ke rumah keluarga Brown sekarang?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jenderal dari Laut Kematian    110. Akhir

    Mikael terdiam cukup lama.Diana masih berdiri di hadapannya, sementara Jake memperhatikan mereka berdua dengan tatapan penuh curiga.Akhirnya Mikael mengembuskan napas.Mikael menatap mereka bergantian, “Diana, kau... tidak mengenali kakakmu sendiri?”Diana membeku.Jake langsung mengernyit, “Jangan bercanda.”“Aku tidak bercanda.”Mikael duduk di atas peti kayu tua yang berada di dekatnya. “Aku tahu cerita ini terdengar gila. Bahkan kalau aku berada di posisi kalian, mungkin aku juga tidak akan mempercayainya.”Dia menatap kedua orang di depannya, “Setelah aku dibunuh pengawal-pengawal suruhan raja, aku...”“...terbangun di tubuh Mikael Summer.”Diana menahan napas.Tidak ada yang berbicara.Mikael kemudian menceritakan semuanya.Tentang kematiannya. Tentang bagaimana dia membuka mata dan mendapati dirinya berada di tubuh seorang pemuda bernama Mikael Summer. Tentang enam babak seleksi yang harus dia lalui, hingga akhirnya dia bertemu kembali dengan orang-orang yang dulu menjadi bag

  • Jenderal dari Laut Kematian    109. Jangan Berpikir Sembarangan!

    Mikael tidak menjawab pertanyaan Diana.Dia justru berjalan mendekati pintu kamar lalu menempelkan telinga pada permukaannya. Tidak terdengar langkah kaki ataupun suara percakapan dari luar.“Kita harus segera keluar dari istana.”Diana masih memandangnya dengan penuh tanda tanya.“Mikael, aku bertanya bagaimana kau bisa tahu tentang Moonvale.”“Ya, aku tahu.”“Itu bukan jawaban.”“Aku akan menjelaskannya nanti, Diana.”Diana mengerutkan kening, “Kapan?”“Setelah kita keluar dari sini.”Jake yang sejak tadi diam akhirnya ikut berbicara, “Untuk pertama kalinya aku setuju dengannya.”Diana menoleh.Jake mengangkat bahu, “Kalau penjaga menemukan kita di kamar ini, kurasa kita tidak akan punya kesempatan untuk membahas apa pun.”Diana terdiam. Mau tidak mau, perkataan Jake masuk akal.Mikael membuka pintu kamar sedikit dan mengintip ke luar. Setelah memastikan lorong kosong, dia memberi isyarat kepada mereka, “Sekarang.”Diana segera mengambil mantel tipis yang tergantung di dekat tempat

  • Jenderal dari Laut Kematian    108. Kau Tahu darimana?

    Mikael hanya tersenyum tipis.Dia tidak menjawab pertanyaan Jake. Pemuda itu justru berjalan menuju pintu dan memeriksa lorong di luar sebelum kembali menoleh. “Kita tidak punya banyak waktu.”Jake mengerutkan kening, “Maksudmu?”“Diana masih ada di istana.”Nama itu langsung membuat ekspresi Jake berubah. Jake tidak bertanya lagi. Dia segera mengikuti Mikael keluar dari bangunan kosong itu.Keduanya bergerak melalui jalur belakang istana, memilih lorong yang jarang dilewati para prajurit. Mikael beberapa kali berhenti untuk memastikan keadaan aman sebelum melanjutkan perjalanan.Jake berjalan di belakangnya sambil memperhatikan setiap sudut. Dia masih belum sepenuhnya percaya kepada pemuda ini.Namun setelah dibebaskan dari Penjara A, Jake tahu bahwa Mikael bukan orang biasa. Beberapa menit kemudian, mereka tiba di belakang kediaman keluarga Avery.Mikael berhenti di dekat sebuah bangunan kecil yang hampir tertutup tanaman merambat. Jake memandang tempat itu dengan heran.“Ini apa?”

  • Jenderal dari Laut Kematian    107. Siapa Kau Sebenarnya?

    Mikael menatap Sean tanpa menghindari tatapan sang Wakil Jenderal.“Saya hanya sedang melindungi diri sendiri, Wakil Jenderal Henley.”Beberapa orang kembali berbisik.Namun Sean tidak menunjukkan perubahan apa pun. Dia hanya menatap Mikael selama beberapa detik sebelum mengalihkan pandangan kepada seluruh barisan.“Kalau begitu, kau boleh melindungi dirimu sendiri.” Nada suaranya datar.“Tapi tes ketujuh tetap dilanjutkan.”Mikael terdiam.Sean kembali naik ke panggung dan memberikan beberapa instruksi kepada para prajurit kelas satu. Tidak ada perdebatan lagi. Tidak ada usaha untuk membujuk Mikael agar kembali masuk ke dalam barisan.Keputusan Raja sudah dibuat. Tes terakhir akan tetap berlangsung.Para calon prajurit yang masih bertahan segera diarahkan menuju tempat persiapan. Sebagian tampak tegang, sebagian lain justru bersemangat karena merasa memiliki kesempatan untuk membuktikan diri.Tidak seorang pun berani memberikan komentar setelah melihat sikap Sean. Bahkan Kevin, Jay,

  • Jenderal dari Laut Kematian    106. Warga Sipil

    Tawa yang semula memenuhi lapangan perlahan mereda ketika Mikael tidak menunjukkan sedikit pun keinginan untuk membalas ejekan. Dia tetap berdiri tegak di tempatnya, membiarkan ratusan pasang mata mengarah kepadanya.Sean menyipitkan mata. “Jadi benar kau takut?”Mikael mengangkat dagunya sedikit. “Saya tidak takut perang, Wakil Jenderal Henley.”“Lalu kenapa kau keberatan, Summer?”Mikael menarik napas sebelum menjawab. “Karena kami belum resmi menjadi prajurit Kerajaan Arans.”Beberapa peserta langsung saling berpandangan.Mikael melanjutkan, “Kami memang mengikuti seluruh rangkaian seleksi. Kami juga bersedia mengikuti perintah selama tes berlangsung. Tapi secara teknis, kami belum mengenakan seragam sebagai prajurit Arans.”Sean tidak menyela dan membiarkan Mikael terus berbicara.“Artinya, kami masih warga sipil,” lanjut Mikael. “Dan sebagai warga sipil, kami seharusnya dilindungi oleh kerajaan, bukan dikirim ke wilayah perang, Wakil Jenderal Henley.”Lapangan mendadak sunyi sek

  • Jenderal dari Laut Kematian    105. Kau Takut?

    Malam menyelimuti Istana Kerajaan Arans ketika Sean Henley masih berada di dalam ruang kendali bersama dengan beberapa ahli IT terbaik di kerajaan itu. Dia mendampingi mereka untuk membuat sistemnya berjalan dengan lancar untuk esok hari. Setelah selesai dia bergegas menuju ke kediaman raja lagi.Penjaga segera membuka pintu besar ketika melihat Wakil Jenderal Henley datang. Di dalam ruangan, Raja Philip masih duduk membaca laporan dari berbagai wilayah. Pria berambut keemasan itu mengangkat kepala dan tersenyum tipis.“Masih bekerja selarut ini, Sean?”“Ada sesuatu yang harus saya laporkan, Yang Mulia.”Sean meletakkan rancangan tes di atas meja. Raja Philip membacanya perlahan, mulai dari tujuan operasi, pembagian regu, hingga lokasi konflik yang akan digunakan sebagai medan ujian.Ruangan menjadi sunyi beberapa saat.“Jadi babak ketujuh bukan lagi simulasi?” ujar sang raja.“Benar. Mereka akan mendampingi pasukan Arans di Valen di bawah pengawasan prajurit kelas satu.”Raja Philip

  • Jenderal dari Laut Kematian    6. Dia Bukan Mikael!

    Mikael tidak menjawab pertanyaan istrinya dan malah tersenyum misterius. Pria itu menoleh ke arah mertua laki-lakinya, “Tuan Brown, sebaiknya kau segera mencari jam tangan tua milikku itu. Kalau tidak, kau … mungkin tidak akan berani membayangkan apa yang bisa aku lakukan.”Setelah berkata demikian

  • Jenderal dari Laut Kematian    5. Itu Milikku!

    “Habisi dia!” Liza Brown yang berdiri di belakang suaminya ikut menyemangati beberapa pengawal itu.Wanita itu terlihat tidak sabar melihat menantu laki-lakinya itu terbunuh.Sementara Mikael dengan santai malah menoleh ke arah istrinya, “Jenna, keluargamu sampai berbuat seperti ini hanya karena ing

  • Jenderal dari Laut Kematian    4. Jam Tangan Tua

    “Ayah, apa kau … yakin ini tidak akan menimbulkan masalah?” Jenna bertanya dengan nada khawatir saat dia melihat ayahnya meminta istrinya untuk menaruh racun di makanan. Bobby mendecakkan lidah, “Tidak akan. Orang hanya akan berpikir kalau dia overdosis obat. Dia baru saja keluar dari rumah sakit,

  • Jenderal dari Laut Kematian    3. Kau Terlihat Berbeda!

    “Ten-tentu saja.”Begitu Jonah setuju, Mikael segera berganti pakaian dan membereskan beberapa barang-barangnya. Jonah tertegun dan berkedip beberapa kali saat melihat bagaimana Mikael bertindak. Di tengah perjalanan, Jonah berulang kali melirik ke arah Mikael dengan dahi mengerut. “Ada apa?” Mik

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status