登入“Sialan, Ayden. Apa kami perlu menjelaskan?” Hans berujar tanpa menoleh ke arah temannya yang masih terlihat tidak mengerti itu. Sedangkan, Arion pada akhirnya menoleh ke arah temannya yang paling muda itu dan menjawab, “Kau … perhatikan baik-baik layar monitor itu!”Ayden pun segera memutar arah pandang dan benar-benar menatapnya dengan serius.Dua detik selanjutnya dia melotot, “Hah? Ba-bagaimana bisa mereka melakukannya secepat itu?”“Itulah yang aku tidak mengerti. Hanya … dalam beberapa menit mereka melakukannya,” kata Hans.Arion menggelengkan kepalanya, sementara Ayden kembali berkomentar, “Apa … Mikael benar-benar melakukannya? Maksudku dia berhasil membantu mereka?”Kieran Lyn yang tadinya begitu merasa bersalah sampai hanya bisa menundukkan kepalanya kini mengangkat kepalanya perlahan dan mulai memberanikan diri untuk menatap ke layar monitor. Betapa kagetnya dirinya ketika melihat skor temannya itu naik cukup drastis. “Hah? Mereka … berada di peringkat 83 hanya … dalam b
Kieran pun mengangguk dan menjawabnya sembari tersenyum lemah, “Ya, itu … Kit, temanku.”“Dia … orang yang pernah membuatmu ….” Kieran menelan ludah dan sedikit agak salah tingkah ketika mengingat bagaimana temannya itu melemparkan kata-kata buruk yang membuat rekan satu timnya itu menjadi tersinggung.Keduanya bahkan hampir berkelahi akibat kata-kata Kit yang memang menurutnya cukup menjengkelkan.Akibatnya Kieran menjadi tidak tahu bagaimana caranya dia melanjutkan penjelasannya.Tentu saja, dia tidak ingin membuat Mikael teringat akan peristiwa menyebalkan itu.Tapi, dia malah tiba-tiba saja mendengar Mikael bertanya, “Apa dia memiliki keunggulan?” “Hah? Keunggulan seperti apa maksudnya?” Kieran balik bertanya karena kebingungan.Mikael dengan begitu santai menjawab, “Menembak, memanah, berpedang atau ….”Kieran mengernyitkan dahi, terkejut lantaran pertanyaan itu.Sejenak dia memikirkan Kit.Seketika dia sadar bahwa jelas kemampuan temannya itu tidak ada yang bisa dikatakan unggu
Howard terkekeh pelan, “Menurutmu … adakah kemungkinan kalau orang ini pernah bertemu dengan Jenderal Avery?”Kedua mata gelap Sean melebar seketika, “Kau ….”Howard mengangkat bahu lalu melanjutkan, “Kurasa … dengan semua yang telah terjadi, bagaimana orang ini terlihat begitu mirip dengan Jenderal Avery dalam beberapa hal, rasanya paling masuk akal jika dia pernah bertemu dengan Jenderal Avery dan mungkin memang pernah memiliki hubungan.”“Howard. Kau … terlalu berpikir jauh!” ucap Sean yang seketika membuat Howard memutar bola matanya dengan jengkel. “Tidak. Aku justru berpikir sangat realistis. Menurutmu mana mungkin ada orang yang begitu mirip dengan orang lain dan bahkan memiliki kemampuan yang juga cukup bagus seperti dia?” Sean enggan menyatakan persetujuan atas analisis Howard.Sementara Howard dengan begitu sangat bersemangat berkata lagi, “Ingat, Wakil Jenderal Henley. Orang seperti Jenderal Avery ini sangatlah langka. Jika ada satu orang yang bisa menirunya, penyebabnya
Kylan seketika menjadi ragu-ragu.Sebagian dari dirinya tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Mikael Summer, tapi sebagian dirinya yang lain mengingatkan dirinya agar tidak berbuat bodoh. Akan tetapi, pada akhirnya Kylan memilih untuk tidak menginjak batu itu dan malah berjalan dengan sangat hati-hati. Hal ini sontak membuat Stanley tersenyum, “Bagus.”Kylan membalasnya dengan senyuman tipis. Mereka semua pun tiba di seberang tanpa sedikitpun menginjak batu-batu kecil. Meskipun memang mereka terlihat kesusahan, tak ada satupun diantara mereka yang merasa lelah.Hans malah dengan santai berkomentar, “Ini pertama kalinya aku berjalan dengan begitu sangat pelan dan hati-hati seperti ini.”“Sama. Aku tadi hampir berulang kali menginjak batu-batu imut itu, astaga! Tapi kita semua ternyata berhasil,” kata Ashton.Kieran mengelap keringatnya membasahi dahinya dan kemudian ikut berkata, “Tapi, serius! Jarak batunya terlalu dekat-dekat.”Arion membuang napas dengan kasar, “Mereka itu b
‘Itu tidak mungkin!’ pikir Kylan, yang benar-benar merasa hal itu terlalu mustahil untuk dilakukan. Dia bahkan mengira bahwa mungkin dia tadi hanya salah dengar saja. Akan tetapi, beberapa detik kemudian dia kembali mendengar Mikael berkata pada Arion, “Berapa pelurumu yang masih tersisa?” Arion memeriksa pistolnya lalu mengangguk lemah, “Hanya tersisa 7.” Hans kembali melirik ke arah layar monitor seakan sedang hitung sesuatu lalu kemudian dia menoleh ke arah Ayden, “ Kurasa itu sudah cukup untuk membuatnya naik beberapa tingkat. Bagaimana menurutmu, Ayden?” Ayden dengan segera menanggapi, “Tentu saja itu sudah cukup. Tembakannya tidak meleset. Ayo, Arion!” Arion menjawab dengan sebuah anggukkan kecil lalu segera menarik Kylan yang sebenarnya masih terlalu terkejut dengan situasi saat itu agar ikut bersamanya. “Di sana,” Stanley tunjuk ke arah area dekat sungai di mana Di sana terdapat batu-batu besar di bagian tengah sungai. “Oh, benar. Lihatlah! Di belakang batu besa
Kylan menggelengkan kepalanya, tak tahu apakah dia harus berkata jujur pada calon prajurit yang saat ini menjadi rekan satu timnya itu. Sementara Arion, selain teringat pada Ayden Lorraine, Arion juga teringat pada temannya, Dilon Mess. Seorang temannya yang dianggapnya telah berubah.Tetapi melihat bagaimana Arion terlihat menganggap orang-orang itu sebagai teman, Kylan pun memilih untuk membuka mulut, “Tentu saja. Maksudku … kau tidak sedang pergi untuk mencari teman di sini. Bukankah kita semua di sini sedang memperjuangkan tempat di sini? Lalu, apa gunanya mencari teman di sini? Lagipula, kita juga tidak tahu apakah kita bisa bertemu lagi atau tidak.”Arion kembali tersenyum dan mulai menjelaskan, “Yah, aku tahu. Kita tidak tahu nasib kita di sini. Tapi … tidak ada yang salah dengan berteman. Berada di arena pelatihan dan bukan tentu saja berbeda. Bukankah sangat menyenangkan jika ada seseorang yang bisa kita ajak berbagi apapun di sini?”Kylan terdiam mendengar penjelasan Arion.
Mikael tidak menjawab pertanyaan istrinya dan malah tersenyum misterius. Pria itu menoleh ke arah mertua laki-lakinya, “Tuan Brown, sebaiknya kau segera mencari jam tangan tua milikku itu. Kalau tidak, kau … mungkin tidak akan berani membayangkan apa yang bisa aku lakukan.”Setelah berkata demikian
“Habisi dia!” Liza Brown yang berdiri di belakang suaminya ikut menyemangati beberapa pengawal itu.Wanita itu terlihat tidak sabar melihat menantu laki-lakinya itu terbunuh.Sementara Mikael dengan santai malah menoleh ke arah istrinya, “Jenna, keluargamu sampai berbuat seperti ini hanya karena ing
“Ayah, apa kau … yakin ini tidak akan menimbulkan masalah?” Jenna bertanya dengan nada khawatir saat dia melihat ayahnya meminta istrinya untuk menaruh racun di makanan. Bobby mendecakkan lidah, “Tidak akan. Orang hanya akan berpikir kalau dia overdosis obat. Dia baru saja keluar dari rumah sakit,
“Ten-tentu saja.”Begitu Jonah setuju, Mikael segera berganti pakaian dan membereskan beberapa barang-barangnya. Jonah tertegun dan berkedip beberapa kali saat melihat bagaimana Mikael bertindak. Di tengah perjalanan, Jonah berulang kali melirik ke arah Mikael dengan dahi mengerut. “Ada apa?” Mik







