Home / Romansa / Jerat Cinta Pak Dosen / Bab 6 - Jim Curiga

Share

Bab 6 - Jim Curiga

Author: Riski Hakiki
last update publish date: 2026-04-03 13:36:02

Hari mulai gelap.

Setelah menjelajahi area yang Jim tempati selama beberapa jam lamanya, Jim pun memutuskan untuk masuk ke restoran bernuansa klasik yang berada di seberang jalan untuk mengisi perutnya yang kembali keroncongan setelah dia isi dengan satu buah burger yang dia beli di sebuah kedai.

Pertama kali melihat restoran itu, Jim langsung tertarik untuk melihat isi di dalamnya juga mencicipi menu yang tersedia di sana karena pengunjung restoran itu lumayan ramai. 

Biasanya, restoran yang ramai pengunjung begini makanannya enak dan pelayanannya sempurna.

Sebuah kursi di dekat jendela pun, menjadi pilihannya. Lumayan, dari sini dia bisa melihat orang-orang yang berlalu lalang dengan kesibukan mereka.

“Selamat datang di restoran kami, Tuan. Adakah yang ingin Anda pesan?"

Suara seorang pelayan yang terdengar di sana, sontak saja membuat fokus Jim yang menatapi sekitar teralih kan. Terlebih pada lilin aroma yang ada di tengah-tengah meja. Tiba-tiba saja  dia teringat pada Angelina yang suka sekali mengoleksi benda itu dengan bermacam wewangian.

Jim membuka buku menu kemudian mencari sesuatu yang menggugah selera. Setelahnya, dia pun menunjuk beberapa menu yang dia inginkan. “Aku ingin memesan Cappuccino hangat lalu steak porsi sedang dan Roti yang ini.”

“Baik, Tuan. Akan segera kami siapkan dan maaf karena Anda harus menunggu sebentar." Pelayan itu pamit undur diri sedang Jim hanya mengangguki.

Setelahnya, dia kembali sibuk menjelajahi seisi ruangan dengan pandangan kagumnya. Interior ruangan itu sangat pas memanjakan mata.

“Selamat! Kue dan masakanmu sangat enak. Kami suka dan oleh karena itu, mami akan memesan dalam jumlah banyak.”

“Terima kasih banyak, Tuan.”

Deg!

Jim membatu. Serupa petir yang menyambar di siang bolong, tubuhnya mendadak kaku.

Pikirnya, kenapa suara pelayan wanita yang saat ini berada tak jauh dari tempat duduknya sangatlah tidak asing di telinga?

“Suaranya begitu mirip dengan suara Angel. Tapi, mungkinkah?”  Jim membatin kemudian menggelengkan kepalanya kuat. Dia merutuki kebodohannya sendiri yang berpikir di luar nalar. Mana mungkin seorang Angelina menjadi pelayan restoran? Membayangkannya saja sangat mustahil Angel lakukan.

Belum lagi saat dia mengingat betapa manjanya tuan putri keluarganya itu? Jangankan untuk membuat kue, memasak mie rebus saja Angel membutuhkan bantuan orang lain agar dapurnya tidak kebakaran.

Wanita yang memang benar Angelina tersenyum lebar. Akhirnya, ada kalangan atas yang mau memakai jasa katering restoran tempatnya bekerja. Tidak sia-sia perjuangannya selama ini yang mau repot-repot mengikuti les memasak, membuat kue dan lainnya. Restoran milik Mike semakin ramai dan setelah ini, dia yakin benar jika restoran Mike akan semakin dikenal banyak orang.

"Kalau begitu, saya pamit, Tuan. Masih ada pekerjaan dan selamat menikmati hidangan Anda." Angel pamit undur diri dari sana. Wangi parfum yang tercium dari tempat duduk yang berada di belakang sana  membuatnya risih dan sedikit mual. Dia pernah mendambakan aroma parfum itu 5 tahun lalu dan sekarang, aroma parfum itu  membuat perutnya bergejolak ingin muntah.

“Angel? Ada apa?” Mike mendekati Angel yang datang dengan wajah memerah. Sebelumnya, Angel memang menemui salah satu pelanggan yang berniat memakai jasa katering restorannya. "apa kau sakit?” tanyanya dengan raut wajah cemas sehingga membuat Angel tersenyum kilas.

Sejujurnya, dia sangat sehat. Tapi wangi itu lah yang membuatnya meradang dan ingin pergi secepatnya. “Aku pusing, Mike. Bisakah aku pulang lebih awal?” ucapnya dengan rasa bersalah. Seharusnya,  dia tidak lagi terpengaruh oleh apa pun yang berkaitan dengan si monster itu. Apalagi ini hanya parfum.

“Aku akan mengantarmu.”

“Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri. Restoran sedang ramai, dan Tuan Evans sedang menunggumu di luar," tolak Angel halus. Dia sedang ingin sendiri sekarang.

“Lalu bagaimana denganmu? Hari sudah malam dan kondisimu tidak baik-baik saja.” Mike terus membujuk. Sungguh, dia tidak mau terjadi sesuatu pada wanita yang sangat dia kagumi secara diam-diam itu.

“Aku baik. Terima kasih untuk perhatianmu.” Angel menepuk bahu Mike pelan kemudian pergi dari sana agar Mike tak bersikukuh lebih  keras.

Selama ini, dia sudah banyak merepotkan Mike. Dia tidak mau terlalu banyak berhutang budi pada pria baik hatu itu.

Sedangkan Mike?

Dia hanya bisa menghembuskan napasnya pelan begitu melihat punggung Angel yang tidak lagi terlihat. Sikap Angel yang tegar dan mandiri seperti inilah yang membuat perasaan kagumnya berlipat kian hari . Gadis itu tidak pernah merepotkan orang lain dan selalu menghadapi masalahnya sendiri.

Pada akhirnya, Mike menyerah. Dia pun memilih untuk menemui tuan Evans yang tentu saja menunggunya. Beberapa minggu lagi pria pengusaha itu akan mengadakan acara. Tentulah dia harus melakukan yang terbaik agar tuan Evans memilih restorannya  sebagai penyedia jasa.

“Selamat malam, Tuan. Maaf baru bisa menemui Anda,” ucap Mike memulai percakapan begitu berhadapan dengan pengusaha yang masih berusia sekitar 35 tahun itu.

“Tidak masalah, Tuan. Koki Anda yang cantik itu sudah lebih dari cukup untuk meyakinkan saya," jawab tuan Evans sehingga membuat Mike tertawa pelan. Pria di depannya ini,  tetap bersahaja walaupun sedang bercanda.

"Jadi, tuan Evans akan menggunakan jasa kami?"

"Tentu saja. Apakah ...  siapa nama gadis itu? Saya lupa menanyakannya.”

“Angelina. Namanya Angelina, Tuan."

“Uhuk!”

Mike dan tuan Evans menoleh ke sumber suara. Entah apa yang salah dari percakapan mereka sehingga membuat pria yang berada tak jauh dari tempat duduk mereka,  tiba-tiba tersedak oleh minumannya.

Ya, pria itu adalah Jim. Rupanya, Jim kembali di buat terkejut oleh nama yang para pria itu sebutkan tadi.

Tadinya suara pelayan wanita itu dia pikir mirip dengan suara Angel. Dan sekarang, nama pelayan wanita itu memang benar Angel.

"Ya Tuhan ... haruskah aku mengingat Angel dua kali dalam beberapa detik? Bagaimana mungkin, Angel berada di kota ini dan menjadi pelayan di restoran kecil ini? Ini sangatlah mustahil."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 10 - Dia Ada Di sini

    Angel sesekali mengusap pipinya yang basah. Rasa sesak yang menggerogoti dadanya karena pertemuannya dengan Jim tadi, masih begitu membekas sehingga membuatnya sulit untuk menghentikan laju air mata yang berjatuhan.Sekalipun dia sudah melarikan tatapannya ke arah jalanan kota London yang ramai, bayangan wajah Jim tetap saja sulit untuk dia enyahkan dari pikirannya. Pria itu seperti virus mematikan yang merenggut kinerja otaknya sehingga sulit untuk dia kendalikan."Ada apa, Angel? Kenapa kau menangis seperti ini?"Suara Mike yang terdengar memecah kesunyian, sontak saja membuat Angel mengalihkan tatapannya dari tepian jalan.Saat ini, dia memang tengah berada di perjalanan pulang dengan Mike yang setia mengantarnya. Dia terpaksa meninggalkan universitas karena perasaannya yang terlanjur kacau. Dia tidak mau terus-menerus berada di sana sedangkan ada Jim yang akan menontonnya seperti opera."Tidak ada apa-apa, Mike. Aku hanya merasa buruk." Angel terpaksa berbohong karena tidak mungk

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 9 - Gadis Pembangkang

    Bibir Angel mengetat seiring langkahnya menaiki tangga. Tidak hanya telapak tangannya yang terasa panas karena bergesekan dengan lengan kursi tetapi, kedua pipinya pun sampai memerah--begitu kontras dengan kulitnya yang putih. Sedari beberapa menit yang lalu, sekuat tenaga dia mencoba untuk tak menjatuhkan riak air mata yang sudah membentuk genangan. Walaupun dadanya terasa sesak, pun dunianya seolah hancur seketika saat monster paling menakutkan dalam hidupnya itu muncul begitu saja di depan mata, dia harus menunjukkan pada dunia jika dirinya bukan lagi Angelina yang lemah. Selama 5 tahun terakhir, dia sudah mencoba berdamai dengan semuanya. Belajar melupakan rasa sakitnya pun terbiasa dengan kehidupan barunya. Tapi sekarang? Semuanya kembali ke titik awal. Begitu saja mengingatkannya pada rasa sakit dan juga kecewa. "Apa mereka pikir, mempertemukanku dengan Jim akan membawa perubahan yang lebih baik?" Angel membatin pedih. Dia tau, pertemuannya dengan Jim pastilah pertemuan yan

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 8 - Bukan Angel Yang Dulu

    Tangan Angel terkepal kuat dengan keringat dingin yang membasahi pori-pori kulitnya. Ingin rasanya dia menganggap semua ini mimpi. Tapi mungkinkah? Sedangkan Jim begitu nyata?Tidak hanya Angel, Jim pun kehilangan kata-kata begitu wajah yang teramat dia rindukan benar berada di depannya.Angelina ...Saudara perempuannya yang menghilang selama 5 tahun terakhir dan tidak pernah dia kabarnya ...? gadis polos yang sudah dia tinggalkan setelah dia hisap madunya ...?"Angel?"Suara Jim terdengar lagi sehingga menyadarkan Angel dari rasa sakit yang mulai menyayat hati.Tidak! Dia tidak boleh lari walaupun dia ingin. Dia harus membuktikan pada Jim jika dirinya bukan lagi Angelina si bodoh itu. Angelina yang rela menyerahkan segalanya hanya demi omong kosong bernama cinta.Cinta?Bahkan semboyan itu, sudah lama mati dalam hidupnya setelah pria itu menyakitinya begitu dalam."Angel kau--?" Jim melangkah mendekat dan Angel malah mundur selangkah. Angel tau, apa maksud dari tatapan itu. Dia men

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 7 - Pertemuan Tak Terduga

    Angel berjalan tergesa.Hari ini, mau tidak mau dia harus menemui dosen itu kemudian meminta maaf atas kesalahannya kemarin. Selain karena surat peringatan yang sudah mendarat sempurna di atas meja kakaknya, buku gambar miliknya pun harus dia dapatkan kembali karena demi Tuhan, buku gambar itu sangatlah berarti.Yang membuatnya tak habis pikir sampai saat ini adalah? Bisa-bisanya dosen itu mengambil buku gambarnya juga? Apakah dosen itu berpikir jika di dalam buku gambarnya terdapat rahasia atau harta karun berharga?Dasar manusia menyebalkan! Awas saja jika terjadi sesuatu pada buku gambarku. Batin Angelina menahan kesal sembari melangkah cepat di sepanjang koridor yang mana, membuatnya menjadi pusat perhatian.Tadinya dia berpikir jika ada yang salah dengan penampilannya sehingga dia menjadi pusat perhatian orang-orang yang sebelumnya bahkan tidak mengetahui keberadaanya. Akan tetapi, setelah dia mendengar celetukan seorang mahasiswi yang mengatakan jika maut sudah menunggunya, dia

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 6 - Jim Curiga

    Hari mulai gelap.Setelah menjelajahi area yang Jim tempati selama beberapa jam lamanya, Jim pun memutuskan untuk masuk ke restoran bernuansa klasik yang berada di seberang jalan untuk mengisi perutnya yang kembali keroncongan setelah dia isi dengan satu buah burger yang dia beli di sebuah kedai.Pertama kali melihat restoran itu, Jim langsung tertarik untuk melihat isi di dalamnya juga mencicipi menu yang tersedia di sana karena pengunjung restoran itu lumayan ramai. Biasanya, restoran yang ramai pengunjung begini makanannya enak dan pelayanannya sempurna.Sebuah kursi di dekat jendela pun, menjadi pilihannya. Lumayan, dari sini dia bisa melihat orang-orang yang berlalu lalang dengan kesibukan mereka.“Selamat datang di restoran kami, Tuan. Adakah yang ingin Anda pesan?"Suara seorang pelayan yang terdengar di sana, sontak saja membuat fokus Jim yang menatapi sekitar teralih kan. Terlebih pada lilin aroma yang ada di tengah-tengah meja. Tiba-tiba saja dia teringat pada Angelina yan

  • Jerat Cinta Pak Dosen   Bab 5 - Surat Peringatan

    “Sampai kapan, kau akan bersembunyi seperti ini, Angelina?”Angel menutup mulutnya tak percaya. Dia pun segera menghambur ke dalam pelukan pelanggan yang ternyata berjenis kelamin pria dan tentu saja dia kenali sejak balita.“Kakak ... kapan datang? Ya Tuhan ... aku sangat rindu sampai rasanya tidak bisa bernapas.”Angel menahan diri untuk tak menangis sekarang. Bisa-bisa penyamarannya sebagai gadis miskin terbongkar jika seseorang sampai melihat sosok pria yang dipeluknya saat ini adalah Davio William--sang penguasa.Beruntungnya saudara lelakinya yang anti perempuan itu memakai pakaian yang cukup merakyat. Tidak berkelas seperti biasa atau orang-orang di sini akan menjadikan Dave sebagai pusat perhatian. Angel tersungut saat melepaskan diri dari pelukan Dave. Sebenarnya, dia masih ingin memeluk tubuh tegap kakaknya itu lebih lama demi mengurangi sedikit rasa sesaknya karena kerinduan. Tapi, apa daya? Tempat dan drama publik menjadi penghalang dan bisa jadi malapetaka untuk penyam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status