LOGIN"Maaf Kenapa, Baby Ran?" tanya Andrea. Nada pacarnya terdengar heran.
Kyrran terdiam beberapa jenak. Kata maaf yang ia ucapkan tiba-tiba tak sadar keluar dari bibirnya setelah mengecup pipi Andrea.Alih-alih menjawab, cowok itu hanya menatap manik kecokelatan Andrea dalam-dalam.Ia tahu waktunya tak lama lagi, per hari itu tersisa sekitar tiga bulan lagi. Namun, sampai detik ini, Kyrran belum bisa menyampaikan yang sebenarnya pada Andrea."Aku—"Uc"Maaf Kenapa, Baby Ran?" tanya Andrea. Nada pacarnya terdengar heran.Kyrran terdiam beberapa jenak. Kata maaf yang ia ucapkan tiba-tiba tak sadar keluar dari bibirnya setelah mengecup pipi Andrea.Alih-alih menjawab, cowok itu hanya menatap manik kecokelatan Andrea dalam-dalam.Ia tahu waktunya tak lama lagi, per hari itu tersisa sekitar tiga bulan lagi. Namun, sampai detik ini, Kyrran belum bisa menyampaikan yang sebenarnya pada Andrea."Aku—"Ucapan Kyrran terjeda lantaran Andrea menyentuh rahang Kyrran dan mengusapnya pelan dengan ibu jari."Kamu merasa bersalah karena dikerumuni cewek-cewek ya tadi," ucap Andrea.Kyrran berkedip pelan, lalu akhirnya mengangguk meski bukan karena itu penyebabnya."Iya, aku memang cemburu sih, tapi aku tahu…" Andrea menurunkan tangannya ke dada bidang Kyrran, "cuma aku yang di sini.""Jadi kamu gak perlu merasa bersalah," sambung Andrea menyunggingkan senyum manis di
"Aduh aku bingung mau kostum couple apa sama Derby," gerutu Noela di seberang panggilan grup."Aku sama Jeremy sudah tentukan pakai yang simpel saja, kostum Daphne dan Fred," ungkap Jolina.Teressa tertawa di seberang, "yang jomlo kayak aku, Cassandra dan Elsye saja bingung, apalagi kalian yang punya pasangan.""Makanya cari pacar deh kalian bertiga," kata Noela."Adik kelas banyak yang cakep tuh," lontar Jolina.Andrea tertawa kecil mendengar celoteh para sahabatnya di seberang telepon grup."Kamu sama Kyrran bagaimana, Rea?" tanya Jolina."Belum ada ide juga, nanti aku bicarakan sama dia," kata Andrea.Gadis itu melanjutkan. "Aku tutup dulu teleponnya ya, guys."Andrea memasukkan ponselnya ke dalam saku blazer, lalu berjalan menyusuri koridor utama Alveroz High. Siswa-siswi di sekitar Andrea sibuk membicarakan hal yang sama. Festival Halloween.Tak terasa salah satu acara besar tersebut tingg
"Aku perlu bicara empat mata denganmu," kata Kyrran serius.Davin menatap Kyrran beberapa sebelum mengangguk. "Oke."Kedua cowok itu kemudian meninggalkan bengkel klub otomotif, berjalan menuju lapangan belakang sekolah, tempat yang biasanya digunakan siswa untuk bersantai setelah kegiatan klub. Namun siang itu hampir tidak ada siapa pun di sana.Dua cowok itu kemudian berhenti di dekat pagar yang menghadap lapangan.Kyrran berdiri dengan kedua tangan masuk ke saku celananya dan Davin berdiri di sampingnya.Untuk beberapa saat, mereka hanya memandang lapangan yang mulai kosong. Tidak ada yang membuka pembicaraan.Sampai akhirnya Kyrran mengembuskan napas kasar. "Davin, aku punya permintaan… Tolong jaga Andrea dan buat dia bahagia."Davin langsung menoleh dengan kerutan tega di alisnya. Cowok bermata biru itu kembali menatap lurus ke depan. Sorotnya tajam. "Sudah kuduga kau akan bilang begitu," ucap Davin datar.
"Kenapa kau mengumpulkan kami di sini, Ran?" tanya Jeremy, memecah keheningan begitu memasuki bengkel klub otomotif yang berada di bagian belakang sekolah, terpisah cukup jauh dari gedung utama. Biasanya hanya anggota klub otomotif yang datang ke sana setelah jam pelajaran berakhir.Hari itu suasananya jauh lebih sepi dari biasanya. Pintu rolling setengah tertutup, mesin-mesin praktik berjajar di sudut ruangan.Rasya yang baru datang meletakkan tasnya ke atas meja kerja. "Aku juga penasaran."Davin ikut mengangguk. "Biasanya kalau meeting mendadak begini pasti ada misi ya."Derby dan Vanko berdiri bersebelahan di dekat rak perkakas sambil melipat kedua tangan di dada. Keduanya saling melirik, seolah tahu tujuan Kyrran mengumpulkan mereka.Sementara itu, Kyrran duduk di atas kap mobil proyek milik klub dengan wajah datar tanpa senyum dan itu membuat semua orang mulai merasa tidak nyaman.Kyrran kemudian mengembuskan napas panjang.
Berkat bantuan Noela, Kyrran akhirnya berhasil keluar dari asrama putri tanpa ketahuan.Mereka menyelinap melalui koridor belakang yang jarang dilewati siswa, turun menggunakan tangga darurat, lalu keluar melalui pintu samping gedung yang mengarah ke taman belakang sekolah.Begitu memastikan tidak ada siapa pun di sekitar, Noela mengembuskan napas lega.Gadis berambut sebahu itu berbalik tajam, menghadap Kyrran. "Sekarang hapus fotonya!" ujar Noela tajam.Kyrran terkekeh kecil, lalu mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya pada Noela. "Ini, hapus sendiri."Noela menyipit curiga sebelum menarik benda pipih hitam itu dari tangan Kyrran. Noela berkutat dengan ponsel tersebut sesaat, mengirim foto ciumannya dengan Derby ke ponselnya sendiri, lalu menghapusnya di ponsel Kyrran."Kau gak simpan cadangannya, kan?" tanya Noela, nadanya waspada."Gak ada," kata Kyrran mengambil kembali ponselnya."Oke." Noela hendak ber
Kalau sampai ketahuan ada siswa laki-laki di asrama putri saat subuh, bukan hanya Kyrran yang akan mendapat masalah. Tetapi Andrea kekasihnya juga akan terseret.Kyrran bergerak cepat ke belakang pintu. "Sayang, sini," panggil cowok itu.Andrea langsung mengikuti dengan pandangan panik. "Kamu mau ngapain?""Kamu mending ngumpet dulu di lemari," sambung Andrea menyarankan."Bisa ketahuan kalau di situ, Sayang.""Di situ malah lebih jelas, Kyrran.""Sayang, ini bukan saat yang tepat untuk debat.""Kyrran—""Dengerin dulu, Sayang." Cowok itu meraih kedua bahu Andrea sebentar. Tatapannya dalam dan serius, seolah ingin memberikan pengertian pada kekasihnya itu."Kamu alihkan perhatian pengawasnya. Begitu Miss siapa pun itu masuk, bikin dia fokus ke kamu," urai Kyrran tenang.Andrea mengerjap pelan. "Drama seperti biasa ya."Kyrran mengangguk, lalu mengusap pucuk kepala kekasihnya itu. "Tepa
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan







