/ Young Adult / Jerat Ketos Galak / Bab 2. Ketua OSIS Galak

공유

Bab 2. Ketua OSIS Galak

작가: Sweety
last update 게시일: 2026-03-31 12:00:35

Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. 

Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan dingin. Rambut hitam legamnya terpotong rapi dengan sedikit poni yang jatuh ke dahi. Aura disiplin melekat padanya, seperti seseorang yang selalu tahu apa yang harus dilakukan.

Namun yang paling mencolok dari semua itu adalah tatapan Kyrran.

Sepasang mata tajam yang selalu terlihat tenang, tapi juga… terlihat galak. Bukan galak karena berteriak atau marah-marah, melainkan jenis ketegasan yang cukup membuat orang lain langsung menyingkir dari jalannya. Sekali dia melirik saja, siswa yang ribut di sekitarnya langsung diam.

Cowok itu tidak pernah tersenyum. Bahkan ketika berbicara, nada suaranya datar dan tegas, membuat setiap kata yang keluar terdengar seperti perintah yang tidak bisa ditolak.

Hampir semua siswi di Alveroz High diam-diam mengagumi Kyrran karena ketampanannya yang dingin itu. Tapi pada saat yang sama, tidak banyak yang berani benar-benar mendekat.

Beberapa yang pernah menyatakan cinta padanya ditolak mentah-mentah. Dari sana julukan ketos iblis disematkan padanya. 

Untuk Andrea, meski pernah berada di kelas utama yang sama saat tahun pertama dengan Kyrran, tapi dia dan cowok itu hampir tidak pernah berbicara.

Terakhir kali Andrea berbincang panjang dengan Kyrran saat dia mewawancarai cowok itu setelah resmi dilantik jadi ketua OSIS.

Di tahun kedua sekarang, mereka sudah di kelas utama yang berbeda—Kyrran di 11-A sedangkan Andrea di kelas 11-D. Di beberapa mata pelajaran mereka satu kelas dan tidak pernah saling bicara lagi.

Kini, mereka bertemu secara tidak sengaja.

Kyrran tampaknya baru selesai latihan. Bola basket tergeletak di dekat kakinya dan sebuah skateboard bersandar di pagar pembatas, sementara dia berdiri diam seolah sedang mengatur napas. Uap tipis keluar dari mulutnya di udara senja yang dingin.

Tatapan mereka bertemu di tengah cahaya keemasan langit. 

Andrea yang masih setengah berjongkok pelan-pelan meluruskan punggung, tangannya terangkat merapikan rambutnya yang berantakan.

Kyrran mengalihkan wajah dan membungkuk meraih skateboard dan bola basketnya. Buru-buru dia memasukkan kedua benda itu ke dalam ke semak-semak. 

Sementara itu, Andrea mengikuti punggung Kyrran dengan lirikan heran. 

Alih-alih menjawab pertanyaan Kyrran, gadis itu mau menyapa saja. Tangannya sudah terangkat setengah. "Hai—"

Tapi, tangannya ditarik tiba-tiba oleh Kyrran. Mereka masuk ke dalam lemari penyimpanan yang sudah tak terpakai. Tubuh keduanya jadi merapat di ruang sempit itu. Jantung Andrea mendadak diisi suara sirine. Tak pernah Andrea menyangka akan ada hari di mana dia dan Kyrran berdekatan tanpa sekat seperti ini. 

"Kita ngapa—" lagi-lagi suara Andrea dicekat. Tangan Kyrran menutup mulutnya. Mata Andrea mengerjap bingung. 

Kyrran melirik ke arah celah lemari tepat saat Pak Handoko muncul di area itu. Andrea pun langsung menilai benar tindakan Kyrran yang menyeretnya masuk ke dalam lemari. 

Merasa guru biologi itu sudah pergi, Kyrran mendorong pintu lalu membawa tungkainya keluar. Andrea menyusul. 

Cowok yang tingginya seratus delapan puluh dua sentimeter itu berbalik tiba-tiba. Andrea tersentak kecil. 

"Dengar, aku gak tertarik dengan apa yang kamu lakuin sore ini. Jadi, mari kita buat kesepakatan sederhana," ujar Kyrran. 

Suaranya tenang, namun mengandung ancaman absolut. Andrea terpaku di tempat. Bayangan Kyrran yang menyesap rokok di lab tadi kembali terlintas. Cowok itu tidak sedang membela diri, dia sedang memberikan peringatan.

Lebih baik tidak berurusan lebih jauh dengan ketos iblis ini. Lagipula dia punya berita skandal yang lebih penting. 

Andrea menghela napas tipis, tatapannya terangkat ke iris hitam Kyrran. "Aku juga gak tertarik," imbuhnya lalu melengang jalan, meninggalkan Kyrran yang masih memicing penuh selidik.

Sementara itu, Andrea mengepalkan tangannya yang masih memegang ponsel berisi rekaman skandal Pak Handoko. Dia baru saja lolos dari singa, tapi sekarang dia justru masuk ke kandang serigala.

Andrea geleng-geleng kemudian memeriksa isi hapenya. “Sekarang waktunya memproses berita skandal di lab biologi.” Dia mengedikkan bahu sebelum memasukkan benda pipih itu ke dalam saku cardigannya.

Begitu tiba dalam kamarnya di asrama putri, Andrea tidak langsung berganti pakaian, noda di wajahnya dibiarkan. Dia malah duduk di kursi belajar dan membuka laptop di meja lalu mengaktifkan benda itu.

Dalam waktu singkat, Andrea menggerakkan kursor di monitor untuk memilih sebuah aplikasi notes.

Tak menunggu lama, ia sudah mengetik pada keyboard. Namun setelah terbentuk enam paragraf, Andrea berhenti sejenak. Tatapannya terarah serius ke layar laptop.

"Aku harus wawancara Kepala Sekolah."

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
댓글 (7)
goodnovel comment avatar
Devisa
Ayo Andrea ungkap skandal
goodnovel comment avatar
Pooh Winnie
naskah nomor satu buat andrea
goodnovel comment avatar
Kirari
Gk mau berusan bnran nih? yakin?
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Jerat Ketos Galak   Bab 326. Live… My Brother

    Malam itu, Alveroz High begitu sunyi. Sebagian besar lampu asrama sudah padam, menyisakan beberapa jendela yang masih memancarkan cahaya hangat. Angin malam berembus pelan membawa aroma rumput basah dari taman sekolah.Andrea berada dalam kamar Kyrran di asrama putra. Seperti biasanya, gadis itu akan berpakaian seperti cowok agar bisa menyusup masuk.Dua remaja itu sedang membereskan akuarium ubur-ubur milik Kyrran yang bercahaya lembut memantulkan warna keunguan ke seluruh ruangan.Mereka mengganti air, embersihkan kaca dan memastikan sistem filternya bekerja dengan baik. Sesekali mereka saling menyiram air tanpa sengaja lalu berdebat soal siapa yang memulai lebih dulu.Untuk beberapa saat, masalah operasi, rumah sakit dan semua ketakutan mereka seakan menghilang. Yang ada hanya mereka berdua dan rutinitas kecil keduanya.Mereka selesai membersihkan akuarium bundar itu setelah satu jam lebih.Kyrran kemudian mematikan lampu utama kamarnya, menjadikan ruangan langsung menjadi gelap. N

  • Jerat Ketos Galak   Bab 325. Jangan di Sini

    "Kamu masih marah?" tanya Kyrran, menatap profil samping Andrea.Gadis itu tetap diam, lalu lanjut menggerakkan ujung kuasnya ke kanvas. Kyrran menghela napas, menarik kursi di sebelahnya lalu duduk."Aku tahu kamu sengaja menghindar. Tapi apa harus begitu caranya?" keluh Kyrran.Andrea mengulum bibir lalu menaruh kuas di atas meja. "Aku cuma sedang ingin sendiri, Kyrran."Gadis itu akhirnya menoleh dan tatapan mereka bertemu. Mata Andrea masih menyimpan bekas tangisan semalam. Namun kali ini gadis itu tidak menangis.Andrea menyahut, "kalau aku bilang iya, kamu mau berubah pikiran?"Kyrran terdiam. Jujur saja ia masih berpegang pada pendiriannya yang tidak ingin kehilangan ingatan.Andrea menatapnya lekat. "Aku sudah membujuk kamu," ujar gadis itu pelan."Papa mama kamu sudah membujuk kamu. Dua keluarga besar kamu. Noela juga. Darell juga. Sahabat-sahabat kita juga.""Tapi kamu tetap gak mau melakukan operasi itu," sambung Andrea dengan suara lirih.Kyrran menunduk, memejamkan mata s

  • Jerat Ketos Galak   Bab 324. Masih Marah?

    Pagi berikutnya, Alveroz High kembali dipenuhi hiruk-pikuk seperti biasanya. Suara langkah kaki siswa beradu dengan lantai koridor, pintu kelas terbuka dan tertutup, beberapa guru berjalan tergesa membawa tumpukan buku. Semuanya tampak normal di sekolah elit itu.Hanya Andrea yang merasa harinya jauh dari kata normal. Ya, sejak datang ke sekolah, gadis itu sengaja menghindari Kyrran.Tidak ada alasan lain karena ingin cowoknya itu mau memikirkan kembali keputusan tentang operasi yang jadi jalan kesembuhannya.Maka dari itu, Andrea tidak akan berbicara dengan Kyrran untuk sementara.Sudah terlalu banyak orang yang membujuk Kyrran. Kedua orang tuanya, Noela, Darell, semua keluarganya, para sahabat di geng mereka, bahkan Andrea sendiri sudah memohon kepadanya.Namun Kyrran tetap keras kepala. Cowok itu tidak mau menjalani operasi yang berisiko membuatnya kehilangan seluruh ingatan.Andrea memahami ketakutannya. Tetapi memahami bukan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 323. Maaf, Rea

    Andrea perlahan beranjak dari pasir. Kakinya masih terasa lemas setelah terlalu lama duduk di sana, tetapi ia tidak peduli. Pandangannya hanya tertuju pada Kyrran yang mendekat perlahan. Gadis itu juga ikut melangkah ke arah Kyrran hingga mereka sama-sama berhenti di hadapan satu sama lain. Andrea menatap wajah Kyrran dengan mata sembab. Ia mengusap rambut hitam legamnya yang sedikit berantakan karena angin pantai. "Ya, aku sudah dengar semuanya," ucapnya pelan. Kyrran mengembuskan napas panjang, menatap Andrea beberapa lama, lalu tangannya terangkat dan memegang kedua pundak Andrea. Tanpa mengatakan apa-apa lagi, ia menarik gadis itu ke dalam pelukannya dengan erat. Andrea langsung membalas. Kedua tangan gadis itu melingkar di punggung Kyrran dengan wajahnya yang tersembunyi di dada bidang cowok itu. Begitu hangat dan nyata. Dan hal itu membuat air mata Andrea kembali mengalir. "Maaf, Rea…" Suara Kyrran terdengar berat di atas kepalanya. "Maaf aku gak bicara lagi sama kamu."

  • Jerat Ketos Galak   Bab 322. Keputusan Andrea

    Andrea melewati pintu sebuah kafe dengan bunyi lonceng kecil yang bergemerincing di atasnya. Gadis itu masuk dengan langkah pelan.Sejak menerima telepon dari Darell kakak sepupu Kyrran, pikirannya tidak berhenti berputar. Ia bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dibicarakan cowok itu sampai matanya menemukan sosok yang duduk sendirian di sudut kafe.Darell mengangkat tangan begitu melihatnya."Andrea."Gadis itu menghampiri lalu duduk di kursi berhadapan dengannya. "Ada apa, Darell? Sepertinya kamu mau membicarakan hal yang sangat penting sampai minta bertemu."Darell tidak langsung menjawab. Tatapan cowok itu tampak serius."Ya, memang sangat penting, karena ini mengenai Kyrran."Jantung Andrea langsung berdegup lebih cepat. "Kyrran kenapa? Beberapa hari ini dia ada jadwal kontrol rutin, apa terjadi sesuatu di rumah sakit?"Darell menghela napas. "Tidak terjadi apa-apa, hanya saja hasil pasti dari dokter

  • Jerat Ketos Galak   Bab 321. Kyrran My Brother

    Brooooooommmm…Brooooooommmm…Kyrran terus menekan pedal gas lebih dalam dan kencang. Mesin mobil sport miliknya meraung nyaring, memecah keheningan malam di Yoseviano International Circuit—sirkuit pribadi milik keluarga pihak papanya yang terletak di pinggiran kota.Jarum speedometer terus bergerak naik. Angin menghantam bodi mobil dengan keras saat kendaraan itu melesat di lintasan lurus sebelum menikung tajam ke tikungan berikutnya.Kedua tangan Kyrran yang terbalut sarung tangan balap mengunci kemudi erat. Jemarinya menegang di balik material hitam itu, seolah seluruh emosinya tertumpah pada genggaman tersebut.Sudah dua hari sejak kedua orang tuanya memberi tahu soal risiko operasi yang bisa menyembuhkan Kyrran. Dan setiap kali memejamkan mata, ia selalu teringat soal kehilangan ingatan yang akan dialami jika ia menerima melakukan operasi itu.Kenapa bayaran kesembuhannya harus dengan kehilangan semua yang pernah membentuk d

  • Jerat Ketos Galak   Bab 50. Sarkasme Kyrran dan Andrea

    "Kamu lebih mendalami soal teknologi sejak pindah ke sini, kan?" tanya Andrea. Gadis itu menusuk-nusuk pelan nasi mentega yang ada di foodtray. "Ya, kenapa, Andrea?" Derby menyendok sup krim jagung ke dalam mulutnya. "Kamu… bisa hack handphone orang lain gak?"Derby h

  • Jerat Ketos Galak   Bab 46. Menemani Kyrran Berenang

    "Gosh! Dia—" Andrea menggigit bibir bawahnya untuk menahan ucapan yang tak seharusnya diungkapkan. Tapi dalam benaknya, ia mendengar secara gamblang. Hot banget, ujarnya dalam hati sambil cengo menatap sosok cowok di sisi kolam dekat matras hitam dan alat latihan calisthenics. Tak lain

  • Jerat Ketos Galak   Bab 32. Would You Lend Me Your Lips?

    "Rea! Aku punya berita penting!" Teriakan heboh Noela membuat Andrea terkejut. Dia tidak mengenakan headphone dan pintu kamarnya memang terbuka lebar, sehingga suara melengking sahabatnya itu langsung menyerang pendengarannya. Andrea menoleh, iris kecokelatannya yang bening beralih dari layar l

  • Jerat Ketos Galak   Bab 5. Ancaman

    Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status