Home / Romansa / Jerat Manis Istri Siri / 43. Satu Ronde Lagi

Share

43. Satu Ronde Lagi

last update publish date: 2026-03-24 11:26:14

Di kontrakan kecil itu, lampu utama telah padam, digantikan temaram lampu tidur.

"Ternyata punya istri sepertimu menyenangkan begini. Kenapa dulu aku sempat marah saat kamu menjebakku, ya? Sekarang aku malah bersyukur karena jebakan gilamu itu." Rey terkekeh geli menertawakan kebodohannya dulu yang gengsi disertai oleh amarah.

"Tanya saja pada dirimu sendiri kenapa," jawab Lana terkikik, teringat awal pernikahan mereka yang penuh ketegangan.

"Aku... sebenarnya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Manis Istri Siri   45. Rencana Pindah

    ​"Darimana kau tahu alamat Reyner di sini? Perasaan tak satu pun keluarga Papa Julian tahu letak persisnya. Kau memata-matai kami, ya? Dan apa tujuanmu kemari? Kau lupa, ya, kalau tidak ada bonding apalagi hubungan fisik dengan Rey?" desak Lana telak.​Kimmy menyesap es tehnya perlahan, lalu tersenyum miring dengan sorot mata licik. "Jangan terlalu percaya diri, Lana. Di dunia ini tidak ada rahasia yang tidak bisa dibeli, apalagi kalau sekadar alamat kontrakan kumuh seperti ini. Soal hubungan fisik? Kau saja yang terlalu naif menganggap suamimu itu malaikat yang bisa tahan iman setiap saat!""Rey sedang di proyek dan baru pulang sore nanti. Kontrakan itu memang kumuh karena begitulah cara Rey menghemat biaya sebagai pria lajang sebelum kami menikah. Jadi, kalau kau berniat menguras harta suamiku, pakai otakmu sedikit." Kedatangan pesanan seblak seketika menjeda ultimatum Lana."Satu lagi, aku tidak akan menyewakan hotel berbintang untukmu. Aku akan ca

  • Jerat Manis Istri Siri   44. Pengganggu Datang

    Pagi itu di Jakarta."Pa, beritahu mantu kesayanganmu itu agar tidak berdrama bunuh diri dengan menyalahkan Lana. Jelas-jelas yang salah itu Roy, anakmu," peringat Dian pada Julian, suaminya yang sedang membaca koran di meja makan sebelum sarapan."Jangan menyalahkan Lana sepihak, Papa harus objektif kalau memang Roy yang menyelinap ke toilet," pungkas Dian sekali lagi, setelah tahu duduk perkara mengapa Intan nekat menyilet nadinya.Bukan tanpa sebab Dian berkata demikian, karena Julian cenderung pilih kasih antara Lana dan Intan.Julian melipat korannya dengan kasar, lalu meletakkannya di meja hingga menimbulkan suara dentuman pelan. Ia melepas kacamata bacanya dengan wajah yang mengeras."Cukup, Dian! Intan itu sedang bertaruh nyawa di rumah sakit. Apa pun alasannya, Lana tidak seharusnya memprovokasi keadaan sampai kakak iparnya nekat begitu!""Lana tidak pernah memprovokasi! Roy yang lebih dulu menggoda Lana sampai bera

  • Jerat Manis Istri Siri   43. Satu Ronde Lagi

    Di kontrakan kecil itu, lampu utama telah padam, digantikan temaram lampu tidur."Ternyata punya istri sepertimu menyenangkan begini. Kenapa dulu aku sempat marah saat kamu menjebakku, ya? Sekarang aku malah bersyukur karena jebakan gilamu itu." Rey terkekeh geli menertawakan kebodohannya dulu yang gengsi disertai oleh amarah."Tanya saja pada dirimu sendiri kenapa," jawab Lana terkikik, teringat awal pernikahan mereka yang penuh ketegangan."Aku... sebenarnya mulai menyukaimu sejak awal kamu masuk ke komunitas hiking. Hanya saja..." Rey menjedanya sejenak dengan berpikir."Hanya saja kenapa?""Aku masih waspada karena kamu mantan pacar Bang Roy. Rasanya aneh bagiku kalau mendekati mantan kakak sendiri.""Padahal aku berharap kamu mendekatiku, lho. Tapi karena kamu kelamaan, ya sudah aku jebak saja sekalian," ucap Lana terkekeh. "Eh, dianya malah mengamuk," lanjutnya sambil menunjuk Reyner dengan geli.Reyner menari

  • Jerat Manis Istri Siri   42. Aku Mencontaimu

    "Halo, Bang? Aku butuh bantuanmu sekarang," ucap Kimmy dengan suara bergetar karena emosi begitu sambungan telepon diangkat. "Kirimkan aku alamat lengkap kontrakan Reyner di Semarang. Aku tidak peduli apa risikonya, besok pagi aku harus sudah ada di depan pintu mereka!"​Di seberang telepon, terdengar kekehan rendah dari Garry yang sedang menikmati kemenangannya. "Tenang, Kimmy sebentar lagi akan kukirim. Jangan lupa buat pertunjukan yang meriah untuk mereka."Setelah mandi dan berpakaian santai, Lana menyiapkan minuman dingin untuk menyegarkan suasana. Sementara itu, Reyner sudah berkutat kembali dengan laptopnya di meja kayu kecil. Sebagai arsitek, ia harus memeriksa setiap detail proyek hotelnya; tuntutan ketelitian dan akurasinya sangat tinggi.Lana melirik layar laptop suaminya yang penuh dengan kerumitan garis-garis blueprint di aplikasi AutoCAD. "Kamu tidak pusing setiap hari melihat garis-garis yang saling bertumpuk begitu?" tanya Lana heran s

  • Jerat Manis Istri Siri   41. Ranjang Berderit

    Di atas ranjang kayu dalam kontrakan tiga petak itu, Lana dan Reyner melupakan sejenak segala kekacauan yang terjadi di Jakarta. Keduanya terjebak dalam badai gairah yang mereka ciptakan sendiri, membuat suasana kamar yang sempit itu terasa panas dan menyesakkan. Suara derit ranjang yang ritmis menjadi musik latar bagi penyatuan mereka."Rey, jangan terlalu bersemangat! Bisa-bisa ranjang ini roboh kalau kamu terlalu heboh begitu," bisik Lana dengan napas tersengal, jemarinya mencengkeram kuat bahu kokoh Reyner saat suaminya itu terus memacu tempo dengan beringas.Reyner tidak berhenti, justru semakin menunduk untuk mengunci tatapan Lana yang sayu karena gairah. Keringat bercucuran dari pelipisnya, menetes mengenai dada Lana yang naik-turun tak beraturan."Biar saja roboh, Sayang! Kalau sampai hancur, kita lanjut main di lantai sampai kau menyerah memohon ampun padaku malam ini!"Reyner mengerang tertahan, mengecap kenikmatan yang membuncah se

  • Jerat Manis Istri Siri   40. Akhirnya Mengaku

    Di kos sederhana itu, Lana sibuk menata bahan-bahan segar ke dalam kulkas mini yang ada di pantry kecil. Ia berencana memasak ayam teriyaki menggunakan panci listrik yang baru saja dibelinya. Ada pula rice cooker mini, beberapa sendok-garpu, gelas dan piring melamin yang ia beli mendadak juga sudah tersusun rapi; maklum, selama ini Reyner lebih sering makan di luar saat bertugas di Semarang. Namun, karena kini ada Lana, tak ada salahnya ia memanjakan lidah suaminya yang memang selalu cocok dengan masakannya. Tiba-tiba, suara ketukan pintu memecah keheningan. "Paket...!" "Paket? Perasaan aku belum memesan apa-apa," gumam Lana heran. "Apa mungkin Reyner mengirim makanan dari lokasi proyek? Katanya sibuk, tapi kok masih sempat-sempatnya?" Lana menggelengkan kepala, tak habis pikir suaminya akan memesan makanan padahal ia sudah bilang akan memasak. Lana melangkah keluar dan mendapati seorang k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status