Home / Romansa / Jerat Manis Istri Siri / 12. Open Relationship

Share

12. Open Relationship

last update publish date: 2026-03-14 09:46:58

Tak berapa lama, Lana keluar dengan pakaian berbeda. Sebuah tas selempang tersampir di bahunya, sementara tangannya menggenggam kunci mobil.

"Mau ke mana kamu, Lan? Kabur?"

"Kabur? Itu bukan gayaku untuk menyerahkanmu secara cuma-cuma pada Kimmy," ucapnya sambil tertawa hambar, mengejek tuduhan Rey.

"Lalu? Kenapa bawa kunci mobil segala?"

"Aku mau ke supermarket beli cobek dan ulekan." Lana langsung melangkah pergi dengan santai.

Rey sege
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Manis Istri Siri   68. Ada Yang mengintai

    Lana sedang membacakan cerita untuk Debby ketika tiba-tiba ponselnya bergetar. Panggilan dari Reyner."Halo, Istriku? Nyaman di sana?""Nyaman sekali, banyak makanan enak. Kamu bagaimana di Semarang? Ada kerusakan parah karena cuaca ekstrem kemarin?""Sudah beres. Cuaca kembali panas hari ini, jadi aku bisa memacu para pekerja untuk mempercepat perbaikan. Oh ya, tadi Hans telepon. Dita, gadis bisu itu, sudah resmi mengundurkan diri. Aku lega, tapi Garry sempat mempersulitnya dengan tawaran insentif tinggi.""Jadi? Dita gagal keluar dari tempat itu?""Sudah keluar. Begitu dia bersikeras menolak, dia langsung angkat koper. Sekarang Anton dan anak buahnya sedang memburunya.""Aduh... bagaimana dong?" tanya Lana cemas."Ada anak buah Hans yang menolongnya. Malam ini dia disembunyikan di suatu tempat. Besok pagi-pagi buta, ada travel yang menjemputnya untuk pulang ke Yogyakarta.""Syukurlah. Lalu, kapan operasin

  • Jerat Manis Istri Siri   67. Bonita Vs Maura

    Maura yang biasanya hanya bisa tertunduk, kini mendadak berdiri tegak. Pengaruh hormon menstruasi yang membuatnya lebih sensitif, ditambah rasa sakit di perutnya, membuat emosinya tersulut seketika. "Apa lu bilang?! Lu yang sampah, Bon! Cuma berani kalau di balik ketiak Bang Garry!" teriak Maura sembari merangsek maju. Bonita terkejut, namun segera menyeringai sinis. "Wah, si jalang mulai punya taring? Lu mau coba—" Belum sempat Bonita menyelesaikan kalimatnya, Maura sudah menjambak rambut pirang Bonita dan mendorongnya hingga menabrak rak besi di gudang itu. Perkelahian hebat tak terelakkan; suara barang-barang jatuh dan teriakan menggema hingga ke luar ruangan. "Maura! Berhenti!" teriak Anton yang tiba-tiba muncul bersama Garry. Anton segera menarik paksa tubuh Maura, sementara Garry berdiri di tengah dengan wajah merah padam. "Cukup! Apa-apaan ini?!" Bonita yang rambutnya kini makin ac

  • Jerat Manis Istri Siri   66. Siasat Garry

    "Ini surat pengunduran diri Dita yang tetap ditandatanganinya, Pak. Dia menolak kenaikan insentif tujuh puluh persen itu."Garry membanting pulpennya ke meja. "Kenapa? Apa uang sebanyak itu masih kurang untuk gadis bisu seperti dia?""Ini bukan soal uang, Pak. Dita merasa tidak nyaman lagi bekerja di sini. Dia ingin mencari suasana baru yang lebih tenang.""Suasana baru atau karena dia takut padaku, Lucia? Katakan yang sejujurnya!"Lucia menarik napas dalam. "Dia jujur pada saya, Pak. Kejadian tempo hari membuatnya trauma. Dia merasa terancam selama berada di bawah atap yang sama dengan Anda.""Trauma? Bilang padanya, keluar dari griya spa ini bukan berarti dia bisa lepas dariku begitu saja. Kirim Anton untuk mengawasi kosnya sekarang juga!"****Beruntung bagi Dita, seorang petugas kebersihan yang ternyata mata-mata Hans orang suruhan Reyner dengan memberikan pesan agar ia bersembunyi di arah berlawanan dari termin

  • Jerat Manis Istri Siri   65. Mengungsi

    "Kamu sebaiknya menginap di rumahku saja, Lana. Ada Mas Leon dan Debby di sana. Oh ya, Debby baru saja masuk playgroup, lho," tawar Tiara lembut sambil menyodorkan susu hamil ke hadapan adik iparnya.Lana menghela napas, menyandarkan punggungnya ke kursi makan. "Masalahnya, aku ini bawaannya mengantuk terus, Kak, sejak hamil. Tidak enak saja kalau di rumahmu kerjanya cuma makan, tidur, dan buang air saja... seperti kucing."Tiara tertawa renyah mendengar keluhan itu, lalu mengusap bahu Lana untuk menenangkan rasa sungkannya."Namanya juga ibu hamil, Lana. Tidak apa-apa, yang penting kamu aman dan tidak sendirian di apartemen sebesar ini.""Sambil menunggu suamimu menjemputmu dan kita membicarakan rencana penggerebekan tempat spa milik Garry itu, sebaiknya—" Kalimat Tiara terputus oleh dering nyaring ponselnya."Halo, Sayang? Ini ada Aunty Lana. Mama sudah coba bujuk, tapi belum berhasil. Coba Debby yang bicara sendiri, ya," ujar Tiara ser

  • Jerat Manis Istri Siri   64. Ke Semaramg-2

    "Pasti, Lana. Aku janji." Lana melangkah ke sudut ruangan dan mengambil tas yang sudah rapi. "Ini ransel dan tas kerjamu." Reyner menerimanya dengan tatapan takjub. "Ah, benar. Berarti aku tidak perlu mampir ke Bogor dulu. Aku hampir lupa kalau kamu sudah menyiapkan ini sejak siang, dan aku baru ingat kalau tadi aku sudah setuju untuk menginap." "Aku antar sampai lobi, ya?" tawar Lana cemas. "Jangan, ini sudah terlalu larut. Sebaiknya kamu tetap di apartemen sampai aku kembali. Kimmy bisa saja datang ke Bogor dan mengusikmu jika tahu aku tidak ada," ujar Reyner protektif. Ia menarik napas panjang, lalu mengecup dahi dan kedua pipi Lana dengan lembut. "Rey, cepat kembali..." Lana menarik lengan Reyner, seolah berat melepaskan genggamannya malam itu. Perasaannya mendadak tidak enak, seolah ada badai lain yang sedang menunggu di luar sana. "Hanya sebentar, Lana. Begitu semua beres, aku langsung terbang pulang. Jaga dirimu baik-baik di sini, jangan buka pintu untuk siapa pun." Begit

  • Jerat Manis Istri Siri   63. Tiba-Tiba Ke Semarang

    Setelah pergumulan panas di ranjang apartemen mewah itu, Kimmy bersandar pada headboard sambil mengatur napas. Keringat masih membasahi kulitnya saat ia meraih potongan ayam goreng yang mereka pesan."Sampai kapan aku harus berpura-pura tinggal di kontrakan sempit itu, Mas? Tidak nyaman sekali sandiwara diusir olehmu begini," keluh Kimmy dengan nada manja yang dibuat-buat.Garry terkekeh, ia menyalakan cerutu dan membiarkan asapnya mengepul ke langit-langit kamar. "Sampai suamimu benar-benar luluh dan mau menginap di sana. Bujuk dia terus, merengeklah. Kalau perlu, jebak dia dengan obat perangsang. Setelah itu, aku yang akan memberikan kejutan spesial untuk Lana."Kimmy mendengus kesal sembari mengunyah makanannya. "Padahal target awal kita adalah aku bisa satu rumah dengan mereka di Bogor. Tapi pengaruh Lana kuat sekali pada Reyner. Perempuan itu pakai pelet atau bagaimana, sih? Kamu juga, bisa-bisanya naksir istri suamiku," protes Kimmy cemburu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status