Home / Romansa / Jerat Manis Istri Siri / 130. Reyner Mulai Jengah

Share

130. Reyner Mulai Jengah

last update publish date: 2026-05-03 11:57:25

Di kantornya, Reyner mulai jengah saat Mitha terus memanggilnya "Mas" sejak identitas wanita itu sebagai adik tiri Lana terungkap.

"Mitha, jaga profesionalisme kerja saat di kantor meski hanya ada kamu dan saya. Panggil Pak! Kamu paham tidak? Sudah berapa kali saya ingatkan?"

Mitha mengerucutkan bibirnya, lalu mendekat ke meja Reyner dengan tatapan manja. "Galak sekali, Pak. Apa ini karena Kak Lana? Padahal dulu Bapak tidak keberatan."

R
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Manis Istri Siri   130. Reyner Mulai Jengah

    Di kantornya, Reyner mulai jengah saat Mitha terus memanggilnya "Mas" sejak identitas wanita itu sebagai adik tiri Lana terungkap. "Mitha, jaga profesionalisme kerja saat di kantor meski hanya ada kamu dan saya. Panggil Pak! Kamu paham tidak? Sudah berapa kali saya ingatkan?" Mitha mengerucutkan bibirnya, lalu mendekat ke meja Reyner dengan tatapan manja. "Galak sekali, Pak. Apa ini karena Kak Lana? Padahal dulu Bapak tidak keberatan." Reyner langsung berdiri, menciptakan jarak tegas saat Mitha mulai melangkah terlalu dekat. Ia merasa muak dengan gelagat wanita di depannya ini. "Segera verifikasi kiriman bahan mentah milik *L'Aura by Lana*. Kamu tahu, kan? Bisnis istriku adalah prioritas utama. Jangan sampai tertukar dengan dokumen manifes lainnya," perintah Reyner. Mitha tersenyum masam, tatapannya menyiratkan rasa tidak suka yang terpendam. "Tentu, Pak. Sudah diproses. Kalau begitu, saya permisi

  • Jerat Manis Istri Siri   129. Tiba-Tiba Kimmy

    Siang itu, setelah rapat selesai, Lana kembali ke ruangannya dan Dante telah menunggunya."Aku mengajakmu makan siang, apa kau keberatan? Maaf aku tidak mengabarimu, Lan."Lana tersenyum tipis sambil merapikan berkasnya. "Tentu, Dante. Kebetulan aku butuh suasana baru untuk membicarakan progres suplier Eropa. Mari, aku yang tahu tempat tenang di dekat sini."Di keheningan mobil Range Rover Dante, hanya terdengar sayup-sayup lagu dari platform musik. Lana sedang mengisi daya ponselnya saat sebuah pesan masuk muncul di fitur pop-up aplikasi hijau dari Kimmy."Lana, baru saja kukirim ya uang jajan untuk Eden. Btw makasih sebelumnya."Dante sempat membaca sekilas pesan itu. "Kimmy? Kimmy Cassandra?""Kamu kenal, Dante?" tanya Lana."Tidak terlalu. Dia dulu dekat dengan Reyner, kan? Mantan pacar Reyner?""Bukan, teman saja," jawab Lana singkat."Kau yakin? Mereka lengket sekali lho, seperti sepasang kek

  • Jerat Manis Istri Siri   128. Senjata Kerapuhan

    Lana berbalik, menghadap tepat ke arah Reyner. Ia melangkah satu langkah lebih dekat, memangkas jarak di antara mereka hingga aroma parfumnya yang elegan memenuhi indra penciuman suaminya. "Mas, aku dan Dante hanya bertemu sesekali dalam seminggu, itu pun di jam kerja. Dia investorku, dan kami sangat profesional. Tolong jangan mulai lagi," ucap Lana sambil menatap lurus ke dalam manik mata Reyner. "Aku sedang berusaha mengedepankan logika, padahal hatiku sebenarnya jauh lebih cemburu melihat kamu yang setiap hari berinteraksi dengan Mitha." Lana menjeda kalimatnya, memberikan penekanan pada setiap kata yang keluar. "Di sini seharusnya aku yang marah karena kamu sudah melakukan pengkhianatan kecil soal kontrak itu. Aku harap kamu bisa segera meninjau ulang keputusannya." Rahang Reyner mengeras mendengar istilah 'pengkhianatan kecil' yang dilemparkan Lana. Ia merasa seperti terdakwa di rumahnya

  • Jerat Manis Istri Siri   127. Konfirmasi

    Reyner turun ke lantai bawah, menatap dapur bersih dengan lampu yang telah padam. Istrinya sudah tidak ada di sana. "Lana sudah ke kamar sepertinya," gumamnya.Reyner pun segera menyusul dan benar saja, Lana tidur terlentang dengan penutup mata yang biasa ia gunakan. Reyner berbaring di samping istrinya; ia tahu Lana belum benar-benar tidur, tapi ia memilih tidak ambil pusing. Reyner memeluk Lana dan mengecup bahunya yang terbuka karena gaun tidur sutra itu."Selamat tidur, Lana. Maafkan aku," bisiknya. Kecupan terakhir mendarat di pelipis Lana, lalu ia langsung memberi jarak, sadar bahwa istrinya sedang tidak dalam suasana hati yang baik.Di balik penutup matanya, Lana masih terjaga sepenuhnya. Dadanya terasa sesak saat mendengar kata maaf yang meluncur begitu saja dari bibir Reyner."Maaf untuk apa, Mas?" batinnya getir. "Maaf karena sudah ingkar janji, maaf karena membiarkan Mitha menyentuhmu, atau hanya maaf agar beban pikiranmu hilang se

  • Jerat Manis Istri Siri   126. Berdebat

    Lana menghela napas panjang sebelum melangkah masuk. Sambil membawa clutch-nya, ia masuk ke kamar. Reyner melepas bajunya dengan membelakangi istrinya, lalu melenggang ke kamar mandi. Tak lama, Lana menyusul setelah berganti gaun malam. "Mas, kamu kenapa sih? Di sini seharusnya aku yang marah lho. Aset wanita lain disodorkan ke suamiku? Itu baru yang aku lihat, enggak tahu keseharian kalian di kantor bagaimana," ucap Lana pedas. Reyner menghentikan gerakannya di depan wastafel, lalu berbalik dengan tatapan tajam yang masih menyala. "Jangan memutarbalikkan fakta, Lan! Mitha itu bekerja, sedangkan kamu? Kamu sengaja membiarkan Dante menyentuhmu hanya untuk memancing emosiku, kan?" jawab Reyner dengan suara tertahan. "Kamu baru lihat sekali ini saja sudah jengkel, kan? Bagaimana denganku yang melihatmu mempekerjakannya selama empat bulan? Kamu bilang masa percobaanny

  • Jerat Manis Istri Siri   125. Sikompor Beraksi

    Dante melangkah mendekat, seolah ingin memutus pandangan Lana dari pemandangan tidak sedap di sudut ruangan itu. Ia berdiri cukup dekat, memberikan perlindungan fisik sekaligus privasi dari gangguan luar.​"Jangan buang energimu untuk hal yang tidak penting, Lana," ucap Dante pelan, melirik sekilas ke arah Mitha sebelum kembali fokus pada Lana. "Di sebelah sana ada beberapa pemilik jaringan ritel perhiasan terbesar di Asia Tenggara. Mereka sangat terkesan dengan desainmu. Mari, aku kenalkan. Siapa tahu mereka tertarik menyuntikkan dana lebih besar untuk ekspansi."​Lana menoleh, melihat sekelompok pria paruh baya yang tampak berwibawa sedang memperhatikan salah satu koleksinya. Alih-alih langsung menyambar tawaran emas itu, Lana justru tersenyum tenang dan menggeleng pelan.​"Terima kasih, Dante. Tapi kurasa untuk saat ini, dukunganmu sudah lebih dari cukup," jawab Lana rendah. "Aku lebih suka membiarkan brand ini tumbuh secara organik dulu. Aku ingin

  • Jerat Manis Istri Siri   54. Kembali Ke Bogor

    "Sini, sambil tiduran," ajak Lana sembari menarik lengan Reyner untuk berdiskusi santai. "Kamu ada modal berapa? Aku punya uang hasil kerjaku selama lima tahun jadi pialang, atau mobilku saja yang dijual. Kebetulan apartemenku juga mau aku kosongkan untuk disewakan, lumayan untuk tambah moda

  • Jerat Manis Istri Siri   49. Mengejar Jalang Kecil

    "Mas, kamu ini! Masih saja main perempuan. Aku ini sedang mengandung anakmu, lho!" protes Kimmy sengit. "Mati-matian aku di sini menghadapi Reyner agar dia tunduk, tapi dia malah makin patuh pada istrinya. Eh, kamu sebagai bapak biologisnya malah tidak ada pedulinya sama sekali pada adik ang

  • Jerat Manis Istri Siri   48. Memata-matai

    "Aku... aku memata-matai kalian, Rey," jawab Kimmy akhirnya dengan suara pelan. "Memata-matai? Bagaimana caranya?" cecar Reyner, tidak puas dengan jawaban menggantung. "Itu pun tak penting, mana mungkin aku membeberkan pada kalian? Aku tidak bisa tenang di Jakarta sementara tahu suamiku sedang a

  • Jerat Manis Istri Siri   45. Rencana Pindah

    ​"Darimana kau tahu alamat Reyner di sini? Perasaan tak satu pun keluarga Papa Julian tahu letak persisnya. Kau memata-matai kami, ya? Dan apa tujuanmu kemari? Kau lupa, ya, kalau tidak ada bonding apalagi hubungan fisik dengan Rey?" desak Lana telak.​Kimmy menyesap es tehnya perla

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status