Home / Romansa / Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh / Tempat Penitipan Barang Berharga

Share

Tempat Penitipan Barang Berharga

Author: Kuldesak
last update Last Updated: 2025-12-24 02:09:08
"Putar balik? Kita ke klinik Dr. Ryu. Sekarang!" perintah Jordan, suaranya membelah keheningan mobil.

Chloe, yang masih berusaha menormalkan detak jantungnya, menoleh bingung. "Tuan? Kenapa ke dokter? Nyonya Claudia sudah menunggu di rumah."

"Berkaca, Eva," Jordan menunjuk spion tengah dengan dagunya. "Wajahmu merah seperti terkena air panas, bibirmu bengkak, dan matamu sayu. Kalau aku membawamu pulang dengan kondisi begini, istriku yang jenius itu akan langsung tahu kita baru saja melakukan praktik biologi di jok belakang. Kamu mau jadi santapan makan malamnya?"

Chloe meraba pipinya. Panas. Sial.

"Tapi, kalau Nyonya menanyakanku?"

"Itu urusanku!"

*

*

*

Lima belas menit kemudian, Rolls Royce berhenti di pelataran klinik minimalis yang mewah.

Sret!

Pintu kaca otomatis terbuka. Seorang pria dengan jas dokter yang kancing atasnya sengaja dibuka, berjalan keluar dengan santai sambil memegang tablet. Rambutnya diikat *man-bun* berantakan, dan ada rokok elektrik terseli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Gudang 47

    "Temui aku di sini!" Chloe membaca pesan wawa dari ibunya setelah sambungan telepon terputus, ada link lokasi yang dikirim. Dengan degup jantung berpacu, Chloe menekan peta lokasi itu. "Muara Utara? Ngapain?! Itu kan tempat pembuangan lama,” gumam Chloe, napasnya tercekat. " "Gudang-gudang mati. Area tanpa kamera publik." Jarinya gemetar di atas layar. Detik berikutnya, pesan lain masuk."Jangan membawa siapa pun. Jangan terlambat."Chloe menelan ludah. Dadanya sesak, seolah kota itu menyempit hanya untuknya. Ia mematikan layar, menyelipkan ponsel ke saku, lalu bangkit dengan langkah terburu-buru."Aku harus memberi alasan apalagi sama Dokter Ryu? Kan Tuan memintaku tetap di sini. Sementara wanita nggak ada hati ini mengancam dengan membawa-bawa Papa. Dasar pengecut!" rutuk Chloe. Chloe kembali ke teras dengan napas memburu. Dia harus segera pergi sebelum Ryu bertanya macam-macam, tapi gadis yang memiliki belah manggis itu harus punya alasan yang masuk akal di telinga dokter itu.

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Kontrol

    Di belahan kota lain yang jauh dari hiruk-pikuk, sebuah sedan hitam membelah jalanan sepi menuju area pergudangan tua yang sudah lama mati.Mobil itu berhenti di depan sebuah gudang dengan pintu besi berkarat. Dua pria berbadan tegap yang menjaga pintu langsung membungkuk hormat saat kaca jendela belakang turun, memperlihatkan wajah dingin Claudia Arsenio."Di mana dia?" tanya Claudia datar."Di dalam, Nyonya. Aman terkendali," jawab salah satu penjaga sambil membuka pintu ruangan kecil yang lembab di sudut gudang.Claudia masuk. Hidungnya berkerut jijik mencium bau keringat, darah yang menguar di udara.Di tengah ruangan, terikat pada sebuah kursi besi, duduklah Jerry Morris. Kondisinya menyedihkan. Pria paruh baya itu tampak kurus kering, wajahnya lebam, dan sudut bibirnya pecah. Dia hanyalah bayang-bayang dari pria tampan yang dulu pernah menikahi Claudia puluhan tahun lalu.Jerry mendongak lemah saat cahaya lampu menyorot wajahnya. Matanya yang bengkak melebar saat mengenali sosok

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Tolong dicek Dokter

    Klinik Dr. Ryu ternyata bukan sekadar bangunan beton kotak yang membosankan. Di bagian belakang, tersembunyi sebuah taman kecil yang asri, lengkap dengan kolam ikan koi dan pepohonan rimbun yang menaungi area teras kayu. Sungguh, pemandangan ini berbanding terbalik dengan suasana kota metropolitan yang bising di luar sana. Chloe berdiri di pinggir teras, memeluk tubuhnya sendiri karena angin malam mulai menusuk. Matanya menatap takjub pada titik-titik cahaya kecil yang berkedip-kedip di antara dedaunan semak belukar di sudut taman. "Wah... kunang-kunang," gumam Chloe pelan, senyum kecil terbit di bibirnya yang masih sedikit bengkak. "Ternyata di tempat seperti ini masih ada binatang kayak gini... Kirain udah punah dimakan bangunan proyek." Chloe mengulurkan jarinya, berharap salah satu serangga bercahaya itu mau hinggap. Suasana hening dan damai itu membuatnya sejenak lupa pada teror Claudia dan gairah Jordan yang membingungkan. "Kutang-kutang?" Suara bariton yang cempreng me

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Ular Yang Panik

    Di ruang tengah Mansion Arsenio yang megah, suasana terasa mencekam. Claudia berjalan mondar-mandir. Langkah kakinya gelisah, bergerak ke kiri dan ke kanan tanpa henti seperti ayunan perahu kora-kora yang kehilangan kendali. Sesekali ia menggigit kuku jarinya yang berkutek, matanya terus melirik ke arah pintu utama.Aset. Harta. Warisan. Tiga kata itu berputar di kepala Claudia bagai mantra terkutuk. Selama Jordan belum mati atau belum menyerahkan tanda tangan pemindahan aset, Claudia hanyalah penumpang di istana ini. Dan penumpang bisa ditendang kapan saja ke jalanan—tempat di mana ia bersumpah tidak akan pernah kembali."Ke mana perginya dua manusia itu?" gumam Claudia pelan, suaranya bergetar menahan amarah. "Ini sudah hampir malam. Langit sudah gelap, tapi mobil itu belum juga terlihat."Claudia berhenti sejenak di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya yang tampak sempurna namun rapuh. Dia menyentuh pipinya, merasakan dinginnya kulitnya sendiri.Tenang, Claudia. Tenang. Kam

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Tempat Penitipan Barang Berharga

    "Putar balik? Kita ke klinik Dr. Ryu. Sekarang!" perintah Jordan, suaranya membelah keheningan mobil. Chloe, yang masih berusaha menormalkan detak jantungnya, menoleh bingung. "Tuan? Kenapa ke dokter? Nyonya Claudia sudah menunggu di rumah." "Berkaca, Eva," Jordan menunjuk spion tengah dengan dagunya. "Wajahmu merah seperti terkena air panas, bibirmu bengkak, dan matamu sayu. Kalau aku membawamu pulang dengan kondisi begini, istriku yang jenius itu akan langsung tahu kita baru saja melakukan praktik biologi di jok belakang. Kamu mau jadi santapan makan malamnya?" Chloe meraba pipinya. Panas. Sial. "Tapi, kalau Nyonya menanyakanku?" "Itu urusanku!" * * * Lima belas menit kemudian, Rolls Royce berhenti di pelataran klinik minimalis yang mewah. Sret! Pintu kaca otomatis terbuka. Seorang pria dengan jas dokter yang kancing atasnya sengaja dibuka, berjalan keluar dengan santai sambil memegang tablet. Rambutnya diikat *man-bun* berantakan, dan ada rokok elektrik terseli

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Edukasi Ca_bul Jordan

    Setelah membereskan masalah David dan Inez—yang tentu saja sangat mudah bagi Jordan sebagai salah satu pemegang saham terbesar mall tersebut—suasana seharusnya terasa melegakan. Namun, tidak bagi Chloe.Gadis itu duduk kaku di samping Jordan di dalam mobil Rolls Royce yang melaju hening. Chloe memandang kosong ke luar jendela. Pikirannya tidak di jalanan yang sedang macet, melainkan terjebak dalam pusaran kata-kata David.'Wanita kayu... tidak ada gairah... membosankan...'Chloe meremas rok mahalnya. Hatinya perih. Apakah benar dia seburuk itu? Selama dua tahun pacaran, dia menjaga kesuciannya mati-matian, menolak permintaan David, bahkan rela memberikan uang tabungannya agar David tidak marah atau meninggalkannya. Bodoh, rutuk Chloe dalam hati. Aku beri uang biar nggak ditinggalin, eh, malah dikatain kayu dan ditinggalin juga demi wanita yang jago di ranjang. Apa di zaman sekarang, wanita yang menjaga diri itu dianggap aib? Apa aku memang terlalu naif akan hal itu?Jordan, yang sej

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status