Share

Edukasi Ca_bul Jordan

Penulis: Kuldesak
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-23 16:29:00

Setelah membereskan masalah David dan Inez—yang tentu saja sangat mudah bagi Jordan sebagai salah satu pemegang saham terbesar mall tersebut—suasana seharusnya terasa melegakan. Namun, tidak bagi Chloe.

Gadis itu duduk kaku di samping Jordan di dalam mobil Rolls Royce yang melaju hening. Chloe memandang kosong ke luar jendela. Pikirannya tidak di jalanan yang sedang macet, melainkan terjebak dalam pusaran kata-kata David.

'Wanita kayu... tidak ada gairah... membosankan...'

Chloe meremas rok ma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Ular Yang Nyaris Ke Akherat

    Jam 01:15 dini hari. Bandara Internasional Ibu Kota.Di dalam kabin First Class pesawat mewah tujuan London, udara terasa begitu sejuk dan nyaman. Claudia duduk menyandarkan punggungnya di kursi kulit empuk, menyesap minumannya dengan gaya pongah. "Sebentar lagi pesawat ini lepas landas. Santai Cludia, si lumpuh itu tentu saja tidak akan sempat melacak keberadaanmu. Nikmati beberapa menit kebebasanmu," gumam Cludia. Tiba-tiba, suara interkom pesawat terdengar. "Ladies and gentleman! Mohon perhatian. Kepada seluruh awak penumpang, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Dikarenakan ada kendala teknis darurat, penerbangan ditunda sementara. Kami memohon seluruh penumpang untuk turun dan kembali ke ruang tunggu VIP. Terima kasih."Seketika dalam kabin pesawat terdengar riuh oleh suara penumpang."Ada masalah apalagi ini?" "Bagaimana bisa begini? Meetingku tak bisa ditunda kalau ada masalah maskapai seperti ini. Bisa bangkrut aku!"Terdengar gerutuan beberapa penumpang yang pada a

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Kecemasan Ryu

    Malam telah larut menyelimuti Villa Arsenio setelah seharian Jordan mencari keberadaan Chloe dengan frustasi. Kini, hawa dingin dari pegunungan pinus menusuk hingga ke tulang, namun tak sebanding dengan dinginnya hati sang Tuan Rumah saat ini. Di dalam area mini bar pribadi yang redup, Jordan duduk membeku di atas kursi tinggi. Tatapannya kosong, sementara ibu jarinya terus mengusap layar ponsel Chloe. Ponsel itu ditemukan beberapa jam yang lalu, tergeletak begitu saja di pinggir jalan semak-semak hutan pinus. Hanya ponselnya Chloe saja yang tertinggal. Pemiliknya raib bagai ditelan bumi. Jordan membuka galeri foto di dalam ponsel tersebut. Tidak ada foto barang-barang mewah, tas branded, atau liburan ke luar negeri. Hati Jordan serasa diremas kuat saat melihat isi galeri wanitanya.Di sana, tersimpan puluhan foto Chloe yang sedang tersenyum ceria. Ada foto gadis itu memakai jas laboratorium putih, memegang piagam penghargaan dengan senyum bangga. Ada foto-foto selfie konyolnya ber

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Bergerak

    Tanpa memedulikan penampilannya yang kacau balau, Jordan berlari kesetanan keluar dari kamarnya. Ia bahkan tidak mengganti pakaiannya. Dengan hanya mengenakan setelan piyama hitam yang sedikit terkoyak, bertelanjang kaki, dan wajah memar, pria itu melesat menuruni tangga. Ryu dan Jerry yang mengejarnya dari belakang sama sekali tak dihiraukan."Jordan! Tunggu! Biar aku yang menyetir!" teriak Ryu.Jordan tak peduli. Pria itu melompat masuk ke dalam mobil sport Koenigsegg hitamnya. Mesin menderu buas seperti auman singa terluka, sebelum akhirnya ban mobil berdecit keras, melesat membelah hutan pinus.Di balik kemudi, dada Jordan terasa seperti dihantam godam berduri berkali-kali. Udara di dalam mobil terasa mencekik. Pandangannya mengabur oleh air mata penyesalan yang tak terbendung. "Dia tidak ada niat sekalipun untuk membunuhmu. Justru dialah yang selama ini berusaha menyelamatkanmu..."Kata-kata Ryu terus bergaung di telinga, menampar kewarasan Jordan tanpa ampun. "Brengsek... baj

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Sesal Yang Sia-sia

    "Heh?! Siapa kamu?! Aku... di mana ini?" tanya Chloe, tubuhnya langsung menegang waspada. Tangannya yang bebas menarik selimut hingga menutupi dada.Wanita muda berparas ayu itu hanya tersenyum simpul. Dengan gerakan anggun namun terlatih, ia meletakkan nampan berisi sup dan segelas susu hangat di atas nakas, tepat di samping lampu tidur."Nona tenang saja. Nona berada di tempat yang aman," jawab wanita itu lembut dan sopan. "Sekarang, lebih baik Nona makan dulu. Tubuh Nona sudah saya obati dan beri salep di beberapa area keunguan. Pokoknya, Nona jangan berpikiran macam-macam dulu ya. Istirahat saja."Mendengar ucapan itu, mata Chloe membelalak tak percaya."Hah?! Tempat aman katamu?!" sungut Chloe, suaranya naik dua oktaf. "Aman dari mananya, Mbak?! Mbak-nya sehat? Waras? Coba lihat ini tangan saya digimanain! Dirantai kayak anjing rabies begini dibilang aman?!"Chloe menunjuk-nunjuk rantai besinya dengan wajah berang. "Saya ini habis diculik, dibekap kloroform, dilempar ke mobil van

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Emosi Tak Terkendali

    DOR!Suara letupan peluru memecah ketegangan, menggema memekakkan telinga di dalam ruangan yang berantakan itu."AAAKHH! AMPUN!"Jerry berteriak histeris. Pria paruh baya itu langsung jatuh terduduk di atas lantai, menutupi telinganya dengan kedua tangan. Tubuh Jerry bergetar hebat, nyaris kejang karena teror yang tiba-tiba menyerang mentalnya yang belum sepenuhnya pulih.Tembakan itu ternyata tidak bersarang di kepala siapa pun. Peluru panas itu menembus lantai, hanya berjarak beberapa sentimeter dari ujung sepatu Dokter Ryu. Asap tipis mengepul dari lubang bekas tembakan.Ryu mematung. Jantung dokter itu seakan baru saja anjlok ke dasar perut. Langkahnya terhenti seketika."Selangkah lagi kamu maju, kamu akan mati," desis Jordan dengan suara yang luar biasa dingin, sedingin bongkahan es di kutub utara. Moncong pistolnya kini masih berasap, terarah lurus ke dada sahabatnya itu. "Aku tidak segan-segan menarik pelatuk ini untuk kedua kalinya, Ryu. Pergi. Tinggalkan aku sendiri."Glek!

  • Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh   Bunir

    "Halo?! Chloe?! Sayang!! Hei, siapa kalian?! JANGAN SENTUH ANAKKU! CHLOE!! PANGGIL PAPA JIKA KAMU MASIH MENDENGAR!" Jeritan histeris Jerry menggelegar memenuhi ruang tengah rumah Dokter Ryu. Pria paruh baya itu menatap nanar layar ponsel pemberian Ryu di tangan yang panggilannya baru saja terputus secara sepihak. "Tidak... tidak! Chloe!" Jerry meremas kepalanya dengan kedua tangan, kakinya yang pincang nyaris ambruk ke lantai jika Ryu tidak segera berlari keluar dari ruang kerjanya dan menangkap tubuh pria itu."Astaga! Pak Jerry! Ada apa ini?! Kenapa Bapak berteriak-teriak? Apa kaki Bapak sakit?!" seru Ryu panik, memapah Jerry kembali ke sofa. "Dokter Ryu! Tolong saya, Dok! Tolong anak saya!" tangis Jerry pecah, ia mencengkeram jas putih Ryu dengan tangan bergetar hebat. "Chloe diculik, Dok! Ada orang jahat yang menyergapnya! Saya dengar sendiri dia berteriak minta tolong dan suara laki-laki kasar menyeretnya!"Alis Ryu menukik tajam. "Hah? Diculik? Tunggu, tunggu, Pak. Bapak tena

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status