Compartilhar

Bab 2

last update Última atualização: 2026-02-04 16:40:34

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Suara Ethan terdengar tajam memotong kesunyian pagi pertama Cassandra sebagai istri dari pria itu.

Ethan sudah rapi dengan kemeja hitam yang disetrika sempurna, meski jasnya masih tersampir di lengan kursi. Matanya menatap wajan di atas kompor seolah benda itu adalah ancaman keamanan.

“Aku ... aku hanya ingin membuat sarapan,” jawab Cassandra sambil memegang sudit dengan tangan yang sedikit bergetar. “Aku pikir kita bisa memulai pagi dengan lebih baik jika—”

Sebelum Cassandra menyelesaikan kalimatnya, Ethan melangkah maju. Tanpa sepatah kata pun dia meraih gagang wajan dan menuangkan seluruh isinya ke dalam tempat sampah otomatis yang terbuka dengan suara whirring mekanis.

“Ethan! Apa yang kau lakukan?” Cassandra memekik dengan mata yang membelalak seraya menatap sarapan yang dia buat dengan susah payah kini tercampur dengan limbah dapur.

Ethan berbalik lalu menatapnya dengan tatapan datar yang mengintimidasi.

“Sarapan itu tidak sesuai dengan standar nutrisi yang sudah ditetapkan untukmu, Cassandra. Aku tidak mengizinkanmu memasukkan sampah ke dalam tubuhmu. Aku punya tim ahli gizi yang sudah menyusun menu harianmu, dan kau tidak boleh menyimpang satu gram pun.”

“Sampah? Itu hanya telur dan sedikit almond, Ethan,” bantah Cassandra dengan nada yang sedikit kesal karena takut jika dia marah, Ethan semakin meledak padanya.  

Tak peduli dengan ucapan istrinya, dia melangkah dan mengikis jarak di antara mereka hingga punggung Cassandra menempel pada tepi meja dapur yang dingin.

Dia lalu membungkuk dan menatap Cassandra tepat di matanya. “Sedikit almond, katamu?”

Ethan tersenyum miring, sebuah senyum yang tidak sampai ke matanya.

“Kau lupa bahwa almond adalah sepupu dekat dari kacang tanah, Cassandra. Dan kau memiliki reaksi anafilaksis tingkat rendah terhadap kacang-kacangan tertentu yang mengandung protein serupa. Kau ingin mati tersedak karena sesak napas di pagi pertama pernikahanmu, huh?”

Cassandra membeku, sementara jantungnya berdegup kencang hingga terasa menyakitkan.

“Bagaimana ... bagaimana kau tahu?” bisiknya dengan suara tercekat. “Aku tidak pernah mencantumkan riwayat alergi itu di formulir medis kantor. Bahkan ayahku saja sering lupa.”

Ethan tidak menjawab secara langsung. Dia justru meraih apron linen yang tersampir di bahu Cassandra, apron yang belum sempat Cassandra ikat dengan benar karena terburu-buru tadi.

Dengan gerakan yang sangat lambat dan penuh penekanan, Ethan memutar tubuh Cassandra hingga wanita itu membelakanginya.

Cassandra bisa merasakan napas hangat Ethan di ceruk lehernya, tepat di atas kalung emas yang melingkar di sana.

Jemari Ethan yang panjang mulai menarik tali apron di pinggang Cassandra.

Sentuhan itu sangat hati-hati, namun setiap gesekan jari Ethan pada kulit pinggangnya yang tertutup kain tipis terasa seperti sengatan listrik yang merambat ke seluruh sarafnya.

Ethan menarik tali itu dan memastikan ikatannya kencang, hampir seperti sebuah pelukan paksa dari belakang.

“Aku tahu segalanya tentangmu, Cassandra,” bisik Ethan, suaranya kini selembut beludru namun mengandung ancaman yang pekat.

“Aku tahu catatan medis masa kecilmu, aku tahu golongan darahmu, aku bahkan tahu berapa detak jantungmu saat kau sedang bermimpi buruk semalam.”

Tangan Ethan tidak langsung lepas setelah mengikat apron dan membiarkan telapak tangannya tetap berada di pinggang Cassandra, jemarinya perlahan merayap naik ke arah punggung, seolah sedang memetakan setiap inci tubuh wanita itu.

“Dengarkan aku baik-baik,” Ethan berbisik tepat di telinga Cassandra sampai membuat wanita itu memejamkan mata rapat-rapat.

“Jangan pernah mencoba melakukan sesuatu tanpa izinku lagi. Tubuhmu, kesehatanmu, bahkan rasa sakitmu itu semua berada di bawah pengawasanku. Hanya aku yang boleh menyentuh kulitmu, hanya aku yang boleh memutuskan apa yang terbaik untukmu.”

Cassandra merasakan sensasi panas menjalar di wajahnya, perpaduan antara amarah dan reaksi tubuh yang tidak bisa dia kendalikan terhadap dominasi Ethan yang begitu intens.

“Kau bukan pemilik hidupku, Ethan. Kau hanya suamiku di atas kertas.”

Ethan terkekeh rendah, sebuah suara yang terdengar sangat gelap dan posesif.

Dia lalu membalikkan tubuh Cassandra kembali, tangannya kini mencengkeram lembut dagu Cassandra, memaksanya menatap mata elang pria itu.

“Di atas kertas, di depan Tuhan, dan di dalam apartemen ini ... kau adalah milikku seutuhnya,” ujar Ethan dengan penekanan pada setiap kata.

“Sekarang, duduklah. Makanan yang sebenarnya akan tiba dalam dua menit. Dan jangan pernah berpikir untuk menyentuh dapur ini lagi tanpa perintahku.”

Ethan melepaskan cengkeramannya dan meninggalkan Cassandra yang berdiri gemetar di tengah dapur yang megah namun terasa seperti penjara bawah tanah. 

Dia menatap punggung Ethan yang berjalan menjauh, menyadari bahwa pria ini tidak hanya memantau gerak-geriknya, tapi telah membedah seluruh hidupnya jauh sebelum mereka terikat pernikahan.

Pertanyaannya bukan lagi kapan dia bisa bebas, melainkan seberapa dalam Ethan telah merencanakan pengurungan ini selama dua puluh tahun terakhir.

Saat suara bel pintu berdenting menandakan kiriman makanan dari koki pribadi Ethan tiba, Cassandra menyadari satu hal yang lebih mengerikan: kalung di lehernya bukan satu-satunya hal yang mengikatnya.

Ethan telah menenun jaring yang begitu halus dan rapi, hingga setiap langkah yang dia ambil seolah-olah memang sudah diarahkan oleh pria itu.

“Makanlah, Cassandra,” perintah Ethan tanpa menoleh, suaranya kembali datar dan dingin.

“Hari ini Lucas akan berkunjung, dan aku tidak ingin kau terlihat lemas saat suamimu ini menunjukkan betapa bahagianya kita.”

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 8

    Ethan tidak lagi memberikan ruang untuk negosiasi. Dengan gerakan yang efisien dan penuh dominasi, dia melucuti kemeja putih Cassandra, bahkan membiarkan kancing-kancingnya terlepas dan jatuh ke lantai dengan suara halus yang tertelan tebalnya karpet.“Ethan …,” suara Cassandra tercekat di tenggorokan, antara ketakutan dan antisipasi yang tidak masuk akal.Tanpa jawaban, Ethan membungkam bibir Cassandra dengan brutal. Ciuman itu tidak memiliki sisa kelembutan; itu adalah invasi.Lidahnya menuntut akses dengan paksa, menyesap sisa napas Cassandra hingga wanita itu merasa paru-parunya hampir meledak.Tangan Ethan yang besar merayap di punggung Cassandra, lalu meremas kulit halusnya dengan intensitas yang meninggalkan jejak panas.Turun dari bibir, Ethan membenamkan wajahnya di ceruk leher Cassandra yang jenjang.Dia menghisap dan menggigit kulit sensitif itu hingga menciptakan tanda-tanda kepemilikan baru di atas bekas yang sudah memudar dari semalam.Cassandra memekik pelan, tangannya

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 7

    Waktu sudah menunjuk angka delapan pagi dan kini Cassandra kembali ke rutinitas semulanya, menjadi sekretaris pribadi Ethan di pagi hingga sore hari.Wanita itu sedang berdiri di depan cermin toilet, tengah mencoba menutupi bekas kemerahan di lehernya dengan concealer tebal dan membetulkan letak kerah kemeja sutra putihnya yang tinggi.Meskipun gaun semalam sudah hancur, harga dirinya yang tersisa harus tetap dia jaga.Dia berjalan menuju meja sekretarisnya tepat di depan pintu ruang megah sang CEO. Tangannya gemetar saat menyusun tumpukan dokumen audit yang harus segera ditandatangani.Bayangan Ethan yang meninggalkannya begitu saja semalam, setelah hampir menghancurkannya masih menghantui setiap tarikan napasnya. Siapa yang menelepon? Mengapa pria sedingin Ethan bisa langsung patuh dan pergi hingga fajar menyingsing?Cassandra mengetuk pintu kayu jati itu tiga kali.“Masuk,” suara bariton itu terdengar datar dan tanpa emosi.Ethan duduk di balik meja besarnya, terlihat segar dengan

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 6

    Begitu pintu apartemen tertutup, Ethan tidak memberikan kesempatan bagi Cassandra untuk sekadar melepas sepatunya. Dengan gerakan kasar, dia menyambar pergelangan tangan Cassandra dan menyeretnya menuju kamar utama.“Ethan, lepas! Kau menyakitiku!” rintih Cassandra, namun Ethan tidak bergeming.Wajah pria itu kaku seperti pahatan batu granit dengan tatapan matanya menatap lurus ke depan dengan intensitas yang melumpuhkan.Dengan satu sentakan kasar, Ethan melepaskan tangan Cassandra dan mendorongnya ke arah ranjang king size.Tubuh Cassandra terempas dan memantul di atas seprai sutra yang halus. Sebelum dia sempat mengumpulkan kesadaran atau mencoba merangkak menjauh, berat tubuh Ethan sudah menindihnya.Ethan mengunci kedua tangan Cassandra di atas kepala dengan satu tangan besarnya, sementara tangan lainnya menumpu di samping kepala Cassandra, mengurungnya dalam ruang yang sangat sempit.Napas Ethan yang memburu kini terasa seperti racun yang memabukkan bagi Cassandra.“Sakit?” Etha

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 5

    Pintu mobil mewah itu tertutup dengan bantingan keras, meredam hiruk-pikuk pesta di luar dan menggantinya dengan keheningan yang mencekam.Ethan tidak menunggu sopir pribadinya; dia mengambil alih kemudi sendiri. Mesin menderu dan dalam hitungan detik, sedan hitam itu melesat membelah jalanan malam kota itu yang mulai lengang.Kecepatan mobil meningkat secara konstan. Cassandra mencengkeram sabuk pengamannya dan matanya terpaku pada spidometer yang jarumnya terus bergerak ke arah kanan.Di sampingnya, rahang Ethan mengeras, dengan jemarinya yang mencengkeram setir hingga buku-buku jarinya memutih.“Apa kau sangat menikmatinya, Cassandra?” suara Ethan memecah kesunyian dengan nada rendah dan tenang, namun mengandung getaran amarah yang sanggup menyayat kulit.Cassandra menoleh sambil mencoba mengatur napasnya. “Menikmati apa, Ethan? Kita hanya makan malam dengan orang tuamu.”“Jangan bermain bodoh denganku!” Ethan membentak lalu memukul kemudi dengan telapak tangannya hingga suara klak

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 4

    “Kalian berdua tampak sangat serasi,” ujar Ariana dengan tatapan mata yang berbinar menatap Ethan dan Cassandra yang duduk berdampingan. “Aku senang Ethan akhirnya memilih wanita yang memiliki otak secerdas dirinya.”Keluarga Lubis sedang makan malam bersama, sebuah undangan yang tidak mungkin Ethan tolak jika Jason yang memintanya.Ethan tersenyum mendengarnya, sebuah senyum yang tampak begitu hangat dan tulus, jenis senyum yang hanya dia keluarkan saat berada di bawah pengawasan orang tuanya.Dia kemudian meraih jemari Cassandra di atas meja dan mengecup punggung tangannya dengan lembut.“Cassandra adalah segalanya yang aku butuhkan, Mom,” ucapnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.Sebuah akting yang hebat, pikir Cassandra.Dia akhirnya memaksakan senyum tipis, meski perutnya melilit.Dia merasa seperti boneka porselen yang sedang dipamerkan untuk mendukung akting “istri yang sedang jatuh cinta”, Cassandra harus tetap bersikap anggun.Saat hidangan utama berupa wagyu steak disaji

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 3

    Siang itu, Ethan harus menghadiri pertemuan mendadak di kantor pusat dan harus meninggalkan Cassandra sendirian di dalam penthouse yang terasa seperti akuarium raksasa.Ethan melarangnya keluar, namun pria itu lupa satu hal: dia tidak mengunci ruang kerja pribadinya.Didorong oleh rasa penasaran yang membakar, Cassandra melangkah masuk ke ruangan yang didominasi oleh kayu ek gelap dan aroma tembakau mahal.Ruangan itu sangat rapi, hampir tidak manusiawi. Namun, di balik meja kerja yang megah, terdapat sebuah laci lemari arsip yang sedikit terbuka. Di dalamnya, tersimpan sebuah kotak kayu jati tanpa label.“Apa ini?”Dengan tangan gemetar, Cassandra membukanya. Detik itu juga, napasnya seolah terhenti.Isi kotak itu bukan dokumen bisnis. Di dalamnya terdapat tumpukan foto-foto fisik, bukan digital, dengan kualitas lensa tele yang sangat tajam. Cassandra mengambil satu per satu dengan jemari yang mendingin.Foto pertama: Dirinya sedang duduk di bangku taman King’s College, London, lima

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status