Share

Bab 65

Penulis: Leona Valeska
last update Tanggal publikasi: 2026-03-03 12:53:25

Malam di pulau pribadi itu terasa lebih pekat dari biasanya. Suara jangkrik di kejauhan kalah oleh deburan ombak yang menghantam karang di bawah tebing vila.

Lampu kolam renang yang berwarna biru redup menyala, menciptakan pantulan cahaya yang menari-nari di permukaan air yang tenang.

Cassandra perlahan menanggalkan jubah handuknya, dan membiarkan tubuhnya hanya terbalut bikini merah yang tadi siang membuat Ethan mengamuk.

Ethan sudah berada di dalam air. Tubuhnya yang tegap hanya terlihat sete
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 128

    Selama perjalanan yang melelahkan, mereka tak kunjung menemukan makanan yang bisa mereka makan.Perut Emily melilit perih, rasa lapar mulai mengikis konsentrasinya, namun ketegangan di sekitarnya jauh lebih menyiksa daripada rasa lapar itu sendiri.Di depannya, Duke Kael memacu kudanya dengan pelan, punggungnya tegak lurus, menolak untuk menunjukkan kelelahan sedikit pun.Di punggung Kael tersampir busur besar yang terbuat dari kayu hitam yang diperkuat dengan lempengan besi di bagian tengahnya. Emily menatap busur itu dengan perasaan ngeri.Ia tahu seberapa besar tenaga yang dibutuhkan untuk menarik tali busur sekuat itu, dan ia tahu seberapa mematikan akurasi sang Duke.Tiba-tiba, Kael mengangkat tangannya. Pasukan di belakangnya berhenti seketika tanpa suara. Kael turun dari kuda, dia bergerak seperti seringan kucing hutan meski ia mengenakan zirah besi.Ia mengambil busur besarnya, memasang anak panah dengan ujung perak yang tajam, dan mulai membidik ke arah semak belukar di kejau

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 127

    Kegelapan di Hutan Obsidian tidak seperti kegelapan di pinggiran kota. Di sini, cahaya bulan seolah tertelan oleh tajamnya dahan-dahan pohon hitam yang saling mengunci di atas kepala.Emily duduk meringkuk di atas akar pohon yang keras sambil memeluk lututnya erat-erat. Di sekelilingnya, para prajurit Duke Kael tertidur dengan tangan tetap menggenggam hulu pedang, sementara api unggun kecil di tengah perkemahan hanya memberikan kehangatan yang minim.Auuuuuuu—Lolongan serigala membelah kesunyian malam, terdengar sangat dekat dari balik semak berduri di sisi barat.Tubuh Emily tersentak hebat. Suara itu bukan sekadar suara binatang baginya; itu adalah suara yang membangkitkan memori paling kelam dalam hidupnya.Ia seolah kembali ke malam di mana ibunya berteriak kesakitan, dengan kaki yang koyak dan darah yang mengalir deras setelah diserang oleh kawanan serigala hutan saat mereka mencoba melarikan diri dari kejaran prajurit kerajaan tahun lalu.“Jangan mendekat... tolong, jangan mend

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 126

    “Tuan Lubis, tampaknya Anda harus mulai menyiapkan mental untuk persaingan yang cukup ketat di rumah nanti,” ucap Dokter Miller sambil membekukan gambar pada monitor.Ia menunjuk ke arah dua titik spesifik yang mengonfirmasi anatomi kedua janin. “Selamat. Keduanya adalah laki-laki. Anda akan memiliki putra kembar identik.”Seketika, ruangan itu terasa seperti baru saja dihantam oleh gelombang energi yang besar.Cassandra tersentak, air mata kebahagiaan kembali merembes di sudut matanya, namun ia juga tidak bisa menahan tawa saat melihat reaksi suaminya.Ethan Lubis, sang penguasa korporat yang tak kenal takut, mendadak terlihat seperti pria yang baru saja menerima laporan bahwa wilayah kekuasaannya akan segera diinvasi oleh dua panglima perang baru.Ethan terdiam, mulutnya sedikit terbuka saat ia memproses informasi tersebut. Ia menatap layar monitor itu dengan intensitas yang hampir lucu, lalu perlahan beralih menatap perut Cassandra yang kini terasa seperti markas besar bagi dua sai

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 125

    Suasana di dalam ruangan pemeriksaan itu mendadak menjadi vakum, seolah oksigen tersedot habis oleh pengumuman singkat dari Dokter Miller.Ethan Lubis, pria yang biasanya memiliki jawaban tajam untuk setiap negosiasi bisnis, kini terpaku layaknya patung marmer. Matanya tidak berkedip, menatap lurus ke arah monitor yang menampilkan gumpalan cahaya abu-abu di atas latar belakang hitam pekat.Pikirannya yang biasanya bekerja secepat kilat mendadak mengalami stuck, mencoba memproses informasi yang terasa begitu mustahil untuk diterima logikanya yang kaku.Dokter Miller tersenyum tipis, memahami guncangan batin yang sedang dialami pasangan di hadapannya. Dengan gerakan tenang, jemarinya memutar tombol volume pada mesin ultrasonografi tersebut.Seketika, keheningan ruangan itu pecah oleh simfoni kehidupan yang luar biasa. Suara deg-dug, deg-dug yang ritmis terdengar memenuhi setiap sudut, namun kali ini suaranya tidak tunggal.Ada gema yang tumpang tindih, sebuah harmoni dari dua kehidupan

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 124

    Aroma khas rumah sakit yang steril menyambut kedatangan pasangan Lubis di koridor khusus VVIP pagi itu.Ethan melangkah dengan punggung tegak, satu lengannya melingkar protektif di pinggang Cassandra, seolah sedang mempagari permata paling berharga di dunia dari gangguan luar.Tatapan matanya yang tajam dan mengintimidasi menyapu setiap sudut ruangan; ia bahkan sempat memberikan tatapan menusuk pada seorang perawat muda yang berjalan sedikit terburu-buru di dekat mereka, seolah langkah kaki yang terlalu cepat itu bisa mengguncang ketenangan istrinya.Bagi Ethan, setiap detik di tempat ini adalah siaga satu. Ia memastikan jalur menuju ruangan Dokter Miller bersih dari hambatan, bahkan sempat memprotes pelan pada petugas administrasi karena pendingin ruangan yang menurutnya satu derajat terlalu dingin untuk kondisi Cassandra.“Ethan, hentikan. Kau membuat semua orang di sini merasa seperti sedang diawasi oleh agen rahasia,” bisik Cassandra sambil menepuk lengan suaminya, mencoba mencair

  • Jerat Obsesi Sang Pewaris Kejam   Bab 123

    Setelah penyematan cincin safir yang sakral itu, Ethan tidak langsung kembali ke kursinya. Ia berdiri dengan anggun, mengulurkan tangan kanannya yang kokoh ke arah Cassandra.Tanpa sepatah kata pun, ia mengundang istrinya untuk bangkit dari singgasana makannya. Cassandra menyambut uluran tangan itu dengan jemari yang masih sedikit gemetar akibat haru.Di tengah ruangan luas restoran Aqua Shard yang kini benar-benar sunyi, Ethan menarik tubuh mungil Cassandra mendekat, melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu dengan penuh proteksi, sementara Cassandra menyandarkan lengannya di bahu bidang sang suami.Tidak ada denting piano dari pemutar musik, tidak ada gesekan biola dari pemusik sewaan.Yang ada hanyalah kesunyian yang megah. Ethan mulai menggerakkan langkahnya, membawa Cassandra dalam sebuah dansa lambat yang sangat ritmis di atas lantai kayu yang mengkilap.Mereka bergerak pelan, berputar dalam lingkaran kecil yang seolah-olah mengisolasi mereka dari dunia luar yang gemerlap di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status