Share

BAB 40 : BERITA

Penulis: Neptula
last update Tanggal publikasi: 2026-08-14 09:04:01

Keesokan harinya, aku sedang duduk di kursi meja riasku. Menatap diriku dengan segala kemungkinan yang akan terjadi setelah aku memerintahkan untuk merilis berita itu. 

Aku harus menghadapinya. Kemudian ponselku bergetar hebat di atas meja. Aku meraihnya lalu menggeser layar ponselku.

“Halo,” sapaku.

“<

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 135 : TERSANDUNG

    Aku menatap Arka dengan mata menyipit tajam. Pria itu justru membalasnya lewat senyuman samar penuh kemenangan. Seakan menunjukkan 'Aku sangat puas melihat emosimu naik turun' tanpa bicara.Ingin sekali aku membalasnya. Usai sarapan, ayah mengajak kami ke ruang keluarga. Aku punya firasat, ayah pasti akan kembali membahas soal pernikahanku dengan Arka. “Duduk di sini, Nak,” ucap ayah menepuk-nepuk pelan sofa, menunjukan agar aku duduk di dekatnya. Aku mengangguk dan duduk di sebelahnya.“Jadi… kapan kamu siap menerima Arka?” sambung ayah menatapku. Pertanyaan ayah kembali membuat dadaku terasa penuh. Aku tidak langsung menjawab dan melirik ibu, berharap mereka bisa membelaku. Tapi sepertinya usahaku sia-sia, ibu hanya tersenyum lembut padaku.“Ayah… bukan aku menolak, tapi…” Aku menggantungkan kalimat untuk mencari alasan. “Tapi bukan sekarang. Elypsium masih punya masalah yang harus diselesaikan,” ucapku pada akhirnya sambil tersenyum kaku. Ayah mengangguk pelan. “Benar juga, ta

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 134 : AKTING

    “Tidurlah bersamaku malam ini.”Kedua alisku terangkat seketika. “Hah?” Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku tanpa sempat kusaring.“Bisa tidak, jangan terlalu sering mengucap 'hah'?” tanggap Arka cepat dengan nada malas yang dibuat-buat. “Kamu ini cepat sekali terkejut.”Aku menarik tubuhku sedikit ke belakang, berkedip cepat mencoba menetralkan degup jantungku.Bagaimana aku tidak terkejut?! Pria ini baru saja memintaku untuk tidur bersama di pertengahan malam!“Arka, kamu sadar tidak dengan apa yang baru saja kamu katakan?” tanyaku meyakinkan.Arka mengangguk santai, tanpa beban. “Tidur bersama. Kita sudah pernah melakukan itu sebelumnya, kan?”“Tapi ini di rumahku! Ada Ayah dan Ibu di kamar sebelah,” jelasku cepat, mencoba menyadarkannya. “Kamu tidak takut dipukul Ayah? Kamu terlalu lancang memintaku tidur bersama padahal kita belum resmi menikah...”“Kalau begitu, menikahlah denganku besok.”Kata-kata itu terucap begitu tegas dan tanpa ragu.“Arka...” panggilku pelan s

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 133 : PANGKUAN HANGAT

    “Jangan-jangan kamu memang mau melihat tubuhku tanpa busana?”Suasana seketika hening. Rahang bawahku jatuh dan kedua alisku bertaut dalam-dalam. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ditanyakan oleh pria itu.Ma-maksudnya apa?!Arka menghela napas pendek, lalu jari telunjuknya terarah bergantian ke beberapa sudut ruangan. “Walk-in closet. Lemari.” Ia lalu menggerakkan kedua tangannya naik-turun menunjuk tubuhnya sendiri. “Aku baru saja selesai mandi, Lyra.”Mendengar penuturannya, aku baru sadar dan mengedarkan pandangan ke sekeliling. Aku… mengekorinya sampai ke dalam area privatnya?!“O-oh, maaf,” balasku gugup setengah mati sambil menunduk dalam-dalam karena malu.“Tunggu di luar,” ucap Arka cepat dengan nada memerintah yang tenang.Aku mengangguk cepat, buru-buru memutar tubuhku dan melangkah cepat menjauhinya.“Jangan berkeliaran, dan jangan coba-coba mengintip,” sambung Arka tepat sebelum aku melewati ambang pintu penyekat.Mengintip? Apa dia sedang meledekku

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 132 : CIUMAN MANIS

    “AAA!!”Aku berteriak sangat keras saat sesuatu tiba-tiba menepuk bahuku.“Sssttt… Lyra, ini aku,”Suara itu... sepertinya aku sangat kenal.Aku buru-buru berbalik ke belakang. Sosok gelap yang besar, tinggi, dan tegap seolah berdiri siap menerkamku saat itu juga.Takut setengah mati, aku langsung menempelkan kedua telapak tangan di depan dada sambil memejamkan mata rapat-rapat. “Hantu… tolong jangan makan aku…”“Hantu?”Klik!Seketika ruangan kamar yang tadinya gelap mendadak terang.Aku mendongak dan membuka mataku perlahan-lahan. “Arka.”“Memang kamu pikir siapa lagi?” tanyanya dengan sebelah alis terangkat.“Bikin jantungku mau copot saja!” Aku memegangi dadaku dengan kedua tangan, ngos-ngosan. “Kenapa sih harus gelap-gelapan segala?”“Terserah aku. Ini kan kamarku,” jawabnya santai lalu berbalik memunggungi.Aku menghela napas pendek sebal, tapi sedetik kemudian mataku justru disuguhkan oleh pemandangan yang luar biasa. Tanpa sehelai baju pun di atas, dan hanya mengenakan sehelai

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 131 : PERANG TERBUKA

    Kami menikmati suasana hangat ini bersama. Bzzzttt… Bzzzttt…Ponselku bergetar dalam saku gaunku. Aku membuka layar dan membaca pesan dari Elena soal permintaanku padanya, lalu kembali mematikan layar ponsel dan memasukkannya ke dalam saku. “Ada apa?” tanya Arka dengan wajah penasaran.“Tidak ada,” jawabku singkat. Tanpa sadar aku tersenyum tipis dan Arka masih memperhatikanku.“Kenapa?” tanyaku pura-pura bingung.Saat Arka hendak membuka mulutnya untuk menjawab. Ponselnya berdering, dengan segera dia merogoh saku jasnya dan mengusap layar pada benda pipih itu.“Halo,” sapa Arka membuka percakapan. Dia terdiam, lalu melirikku sebentar, lalu kembali mendengarkan panggilan itu. “Baik, aku mengerti. Kerja bagus Tony.” Lalu dia menutup panggilan itu.Tak lama kemudian, jemarinya bergerak lincah di atas layar ponsel. Tidak lama kemudian ayah dan ibu menghampiri kami.“Ada apa?” tanya ayah dengan penasaran. “Iya. Ibu lihat kalian berdua berubah menjadi sangat serius,” timpa ibu.Aku meli

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 130 : JEJAK HANGAT

    Kami kembali menikmati sarapan kami dengan tenang. Namun di sela-sela itu, aku merogoh saku di gaunku. Mencari nama Elena dan mengirim pesan singkat padanya.[Aku: Elena, arahkan tim media internal kita untuk bersiap. Dokumentasikan seluruh proses penangkapan dan penggiringan menteri-menteri itu begitu jaringan Arka bergerak. Tayangkan secara live di jaringan siaran nasional dalam hitungan menit.]Tak selang berapa lama, sebuah balasan dari Elena muncul.[Elena: Baik, Nona.]Aku tersenyum tipis. Ada rasa kepuasan tersendiri bagiku membayangkan muka-muka mereka terekspos publik. Mereka lebih memilih menyengsarakan rakyat Elysium, sekarang kita lihat bagaimana raut muka mereka saat dijatuhi vonis.Aku mematikan layar ponsel lalu memasukkan benda pipih itu kembali ke dalam saku. Saat aku hendak menyeka mulutku dengan serbet, aku menangkap Arka sedang memandangiku.“Apa?” tanyaku spontan.“Tidak apa-apa,” jawab Arka seraya menggeleng pelan, lalu ikut menyeka mulutnya dengan serbet.Setela

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status