Share

BAB 71 : RACUN DI UJUNG LIDAH

Penulis: Neptula
last update Tanggal publikasi: 2026-09-04 10:45:26

Arka, Tony dan Eric datang bersamaan ke unitku. Apa mereka ingin menangkapku? Mengurungku bersama dengan Arka?

Dengan mata sembab aku hanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.

“Nona Lyra, kami datang untuk merayakan keberhasilan Pak Arka menyelesaikan masalah kemarin,” ucap Tony dengan ceria.

“Benar Nona Lyra, tanpa bantuanmu mungkin kami masih mengurusnya. Atau mungkin terjadi pertumpahan darah yang lebih banyak,” sahut Eric sambil menyodorkan kantong kertas padaku.

“Boleh kami ber
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Gina Ginarti
wow.. salah paham lagi deh keknya mereka..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 112 : KEPUTUSAN

    Pelukan hangat Arka masih melingkar di tubuhku. Seolah menjadi perisai tak terlihat untukku, atau... untuk menjadi sandaran dalam hidupku? Entahlah.Keheningan yang intim di antara aku dan Arka kembali tercipta, ada rasa yang seakan kembali lagi dan hadir menyelimuti seluruh hatiku. Namun, keheningan itu tiba-tiba pecah saat Kak Adrian dan Kak Shiena datang mendekat.“Kamu tidak apa-apa?” tanya Kak Adrian dan Kak Shiena bersamaan memecah kecanggungan di antara aku dan Arka.Aku langsung menoleh ke arah Kak Adrian dan Kak Shiena, tak lama kemudian Arka mengikuti arah pandanganku. Arka dan Kak Adrian saling memandang, ada tatapan yang tidak dapat kubaca di antara mereka.Tak lama setelah itu, Arka perlahan membantuku berdiri tegak. Memastikan kakiku memijak lantai dengan stabil, sebelum akhirnya dia melepaskan pelukannya perlahan.“A-aku baik-baik saja,” jawabku sedikit gugup seraya menatap Kak Adrian, lalu beralih ke Kak Shiena yang menghembuskan napas lega di samping tirai.Kemudian K

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 111 : KEHANGATAN YANG TERKUNCI

    Keheningan kembali merayap dalam ruang bangsal ini. Terutama di antara aku dan Arka. Arka menatapku dengan binar pekat yang mulai meredup akibat refleks tubuhku yang mundur menolak sentuhannya. Jari-jarinya yang menggantung di udara perlahan mengepal rapat sebelum akhirnya ia turunkan kembali ke samping tubuhnya.Jakun Arka bergerak turun naik dengan lambat, seolah dia sedang merasakan kesedihan yang teramat dalam. Namun, pria itu dengan cepat menguasai dirinya dan tersenyum hangat padaku.“Maaf,” gumam Arka hangat memecah keheningan di antara kami. Suaranya terdengar serak, sarat akan kesedihan yang sangat dalam.Aku menggeleng pelan. Jari-jariku seketika tertaut. Aku merasakan sentuhan benda logam dingin yang melingkar manis di jariku—sebuah cincin emas dengan hiasan batu Musgravite. Sontak aku menunduk ke arah jari manisku.“Apa…” Suaraku mulai berat, dadaku berdegup cepat, dan pasokan udara di ruangan ini seakan hanya mampu sampai ke tenggorokanku.Dengan mulut yang masih terkatu

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 110 : NALURI BATIN

    Ruangan dibangsal ini menjadi sepi. Aku melihat Kak Adrian memijat-mijat pelipisnya, seakan dia tidak percaya dengan apa yang baru dia ketahui.“Ada yang tidak kamu ketahui di balik permainan itu Adrian,” ucap Arka mulai bersuara.“Saat aku ingin menjelaskan soal isu di bisnis media, serta video tentang kita saat menandatangani kesepakatan. Hector sudah mengirimkannya terlebih dulu ke Lyra, jadi dia kembali salah paham padaku,”sambung Arka.Arka menatap Kak Adrian dengan binar ketulusan. “Kamu tahu betul bagaimana perasaanku pada Lyra, bahkan sejak kita masih remaja. Keputusanku dengan isu soal bisnis media hanya untuk mengalihkan pandangan musuh terhadap adikmu, dan menjadikan aku sebagai perisai untuk menghadapi mereka. Dan kamu tahu itu.”Video? Isu? Dan... masih remaja? Apa kami pernah saling mengenal sebelumnya?Rentetan pertanyaan kembali datang ke dalam otakku.Kak Adrian yang terlihat sudah menguasai dirinya, hanya bisa menghembuskan napas. “Lalu permainan itu?”“Itu hanya rea

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 109 : SEDIKIT MEMORI MASA LALU

    Sensasi denyut di bagian belakang kepalaku perlahan mereda, menyisakan kepala yang terasa seberat batu. Kak Adrian dan Kak Shiena masih menatapku dengan raut cemas yang amat kentara, mengawasi setiap gerak-gerikku seolah aku adalah barang kaca yang bisa pecah kapan saja.“Kita tunggu kamu pulih dulu,” ujar Kak Shiena sambil merapikan ujung selimutku.“Selain itu, Kakak juga perlu tahu dulu hasil dari pemeriksaanmu tadi. Kakak akan mendiskusikan apa yang terbaik untuk kesembuhanmu itu. Sambil perlahan memberitahumu sedikit demi sedikit. Oke,” potong Kak Adrian rendah dengan nada membujuk.Aku ingin menjawab, namun dengan kondisi kepalaku yang seperti ini. Sepertinya apa yang mereka katakan ada benarnya.“Pelan-pelan saja, Lyra. Fokus saja dengan penyembuhanmu, selebihnya... biarkan Adrian dan yang lain untuk mengurusnya,” ucap Kak Shiena lembut mengusap pucuk kepalaku.Aku tersenyum tipis dan mengangguk menurut pada perkataan Kak Shiena dan Kak Adrian. Lalu mereka melangkah menjauh dan

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 108 : SERPIHAN IKATAN

    “Nona Lyra, Anda sudah siap?’ tanya perawat itu begitu melihatku di balik pintu bangsal VIP. Udara di koridor rumah sakit itu mendadak beku. Kini empat pasang mata kini tertuju padaku.Aku tidak mengindahkan ucapan perawat itu. Ibu jari kiriku perlahan mengusap cincin yang melilit di jari manisku.Aku menatap mereka satu persatu. Kak Adrian, Kak Shiena, Pria yang beraut datar itu, dan juga… Pria yang bernama Arka. Mereka menatapku dengan binar yang sulit untukku artikan.Kak Adrian menjadi orang pertama yang menguasai diri. Kak Adrian menyunggingkan senyum manis dan berjalan mendekatiku.“Saatnya pemeriksaan,” ucap Kak Adrian halus. Lalu dengan lembut menuntunku ke arah kursi roda yang di bawa perawat itu.Aku mengikuti Kak Adrian tanpa penolakan. Namun, aku menatap Kak Adrian dalam-dalam, menuntut penjelasan.Kak Adrian hanya tersenyum sambil mengusup pipiku dengan lembut. “Ayo jalan. Aku akan ikut bersama kalian. Shiena, tetaplah bersama Tian dan Arka,” perintahnya dengan nada rend

  • Jerat Obsesi : Tuan, Maaf Saya Salah Tarik!   BAB 107 : BATAS YANG TAK TERLIHAT

    Semua orang di ruangan ini mendadak membisu. Suasana menjadi hening dan canggung.Kak Adrian, Kak Shiena, dokter, dan pria yang memakai perban itu semuanya melihat ke arahku dengan tatapan rasa yang tertahan. Kak Shiena melirik sekilas ke arah pria berperban itu, lalu ke Kak Adrian dan menatapnya dengan penuh arti yang bertanya-tanya.Kak Adrian ternyum manis sambil mengusap pucuk kepalaku. “Mereka bukan orang asing. Mereka...” Kak Adrian menggantungkan kalimat dan melirik kedua pria itu dari sudut matanya. “Mereka temanku.”“Oh... teman. Tapi...” Aku kembali menatap kedua pria itu. Satu pria melihatku dengan tatapan biasa, namun yang satunya, seperti ada kesedihan yang mendalam.Aku memiringkan kepala. “Tapi kenapa aku tidak ingat Kakak punya teman... Tidak bukan, wajah mereka sangat asing.” Aku kembali menoleh ke Kak Adrian. “Apa aku melewatkan sesuatu?”Kak Adrian tersenyum tipis. “Mereka teman baruku, dan belum aku kenalkan padamu. Wajar kalau kamu masih merasa asing,” ucapnya sam

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status