공유

BAB 2

작가: MasYB
last update 게시일: 2026-06-13 18:04:19

Di bawah tatapan memuja dari para pekerja dan sikap membungkuk Mandor Wang yang tampak menjijikkan, Su Qingxue berjalan melewati area proyek dengan langkah anggun namun tegas. Sepatu hak tingginya mengetuk lantai beton yang berdebu, menciptakan irama yang kontras dengan kekumuhan di sekitarnya.

Chen Fan masih berdiri di balkon lantai dua, berpura-pura sibuk menyekop sisa-sisa puing semen. Namun, pandangannya tidak lepas dari kabut biru es yang menyelimuti tubuh wanita itu. Sebagai seorang kultivator yang mewarisi ingatan Leluhur Alkemis Sembilan Langit, Chen Fan tahu persis apa arti dari fenomena tersebut.

‘Sembilan Tubuh Yin Dingin,’ batin Chen Fan, jemarinya mencengkeram gagang sekop kayu hingga sedikit melesak ke dalam karena kekuatan kinetik Qi yang tak sengaja bocor. ‘Di alam kultivasi atas, wanita dengan fisik seperti ini adalah berkah sekaligus kutukan. Jika mereka tidak menemukan metode kultivasi yang tepat atau pria dengan energi Yang murni untuk menyeimbangkannya sebelum usia dua puluh lima tahun, meridian mereka akan membeku total, dan mereka akan mati dalam kedinginan yang menyiksa.’

Chen Fan menggelengkan kepalanya pelan, menghela napas, dan kembali menyamarkan pandangan matanya menjadi sayu dan lugu. "Bukan urusanku. Di dunia fana ini, aku hanyalah Xiao Chen si kuli bangunan. Mengurusi urusan nona besar seperti dia hanya akan memancing badai yang tidak perlu."

Namun, memori tentang wanita dan takdir mau tidak mau menarik benak Chen Fan kembali ke masa lalunya. Pikirannya melayang, mundur ke beberapa tahun yang lalu, ke masa-masa akhir sebelum dia memutuskan meninggalkan Panti Asuhan Jiangnan untuk melebur ke dalam kerasnya dunia metropolitan.

Lima tahun yang lalu, di halaman belakang Panti Asuhan Jiangnan, berdiri sebuah pohon Bodhi tua yang sangat besar. Daun-daunnya yang rimbun selalu menjadi tempat berteduh paling nyaman bagi Chen Fan dan Lin Ruoxi.

Saat itu, Chen Fan sudah berusia lima belas tahun. Berkat latihan rahasia Teknik Pernapasan Naga Langit yang dia lakukan setiap tengah malam di dasar sumur tua, tubuhnya yang semula ringkih dan berpenyakitan telah bertransformasi secara drastis. Struktur tulangnya menjadi sekeras baja fana, dan aliran darahnya mengalirkan kehangatan energi Qi yang melimpah.

Namun, di siang hari, Chen Fan menggunakan teknik penyamaran aura yang dia pelajari dari warisan kuno. Dia sengaja membuat postur tubuhnya sedikit membungkuk, wajahnya dibuat agak pucat dengan menekan titik akupunktur tertentu, dan tatapan matanya dibuat redup. Di mata dunia, dia tetaplah Xiao Chen yang lemah dan tidak menonjol.

"Xiao Fan, kenapa kamu melamun lagi?"

Sebuah suara lembut yang sangat akrab membuyarkan lamunan Chen Fan. Di sampingnya, Lin Ruoxi duduk di atas akar pohon Bodhi yang mencuat dari tanah. Gadis itu kini telah tumbuh menjadi seorang remaja putri yang sangat manis. Kulitnya putih bersih meskipun dia hanya menggunakan sabun murah panti asuhan, dan rambut kuncir kudanya bergoyang tertiup angin sore.

Chen Fan menoleh, memamerkan senyum lugunya yang khas. "Tidak apa-apa, Ruoxi. Aku hanya sedang berpikir... bulan depan aku sudah harus keluar dari panti asuhan. Aturan panti mengatakan, setelah usia lima belas tahun atau lulus sekolah menengah, kita harus mulai belajar mandiri agar anak-anak yang lebih kecil bisa mendapatkan tempat."

Mendengar kata-kata itu, binar bahagia di mata Lin Ruoxi langsung meredup. Dia menundukkan kepalanya, jemari tangannya yang halus memainkan ujung bajunya yang sudah mulai menipis karena sering dicuci.

"Kamu... benar-benar akan pergi ke pusat kota Jiangnan?" tanya Lin Ruoxi dengan nada suara yang agak bergetar.

"Iya," Chen Fan mengangguk pelan. "Kota Jiangnan sangat besar. Di sana banyak lowongan pekerjaan. Aku tidak punya ijazah tinggi, tapi aku punya tenaga yang kuat. Aku bisa bekerja apa saja."

Lin Ruoxi tiba-tiba mendongak, matanya yang bulat kini berkaca-kaca. "Tapi kota itu sangat kejam, Xiao Fan! Aku sering mendengar cerita dari Ibu Panti tentang orang-orang miskin yang ditindas di sana. Kamu itu terlalu jujur, terlalu lugu... Bagaimana kalau orang-orang jahat di sana memanfaatkannya dan memukulimu seperti anak-anak nakal dulu?"

Chen Fan merasakan kehangatan yang menjalar di dadanya. Di dunia yang dingin ini, selain Ibu Panti yang sudah tua, hanya Lin Ruoxi yang tulus mengkhawatirkannya. Gadis ini tidak tahu bahwa pemuda "lugu" di depannya ini sebenarnya bisa meratakan seluruh kota dengan sepasang tangannya jika dia mau. Namun, perhatian tulus dari Lin Ruoxi adalah sesuatu yang sangat berharga bagi jiwa kultivasinya.

Chen Fan mengulurkan tangannya, ragu-ragu sejenak, lalu menepuk pundak Lin Ruoxi dengan lembut. "Jangan khawatir, Ruoxi. Aku sudah besar sekarang. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Lagipula, aku punya alasan kuat untuk pergi ke sana."

"Alasan apa?"

Chen Fan menatap lurus ke dalam mata Lin Ruoxi, tatapannya mendadak berubah menjadi sangat dalam dan penuh komitmen, membuat jantung gadis remaja itu berdetak sedikit lebih cepat.

"Panti asuhan kita sedang dalam kondisi sulit, bukan? Ibu Panti sering batuk-batuk dan kesulitan membeli obat, belum lagi biaya makan adik-adik kecil yang terus meningkat. Aku pergi ke kota untuk mencari uang. Aku berjanji padamu, di bawah pohon Bodhi ini... aku akan mengirimkan sebagian besar gajiku setiap bulan untuk panti asuhan. Aku akan memastikan panti asuhan kita tetap berdiri, dan aku akan melindungimu serta tempat ini dengan caraku sendiri."

Air mata Lin Ruoxi akhirnya luruh, bukan karena sedih, melainkan karena rasa haru yang teramat dalam. Dia mengusap air matanya dengan kasar, lalu menjulurkan jari kelingkingnya yang mungil ke depan dada Chen Fan.

"Janji?" ucap Lin Ruoxi dengan suara parau namun penuh harap.

"Janji," Chen Fan menyambut kelingking itu dengan kelingkingnya sendiri.

Saat kedua jari kelingking mereka bertautan di bawah bayangan pohon Bodhi yang berguguran, sebuah getaran aneh tiba-tiba terasa oleh Chen Fan. Melalui sentuhan kulit fana itu, energi Qi di dalam tubuh Chen Fan bergejolak pelan. Sesuatu di dalam garis darah Lin Ruoxi seolah merespons energi spiritualnya.

Chen Fan tertegun. ‘Tunggu... getaran ini... Tubuh Yin Kayu Giok?!’

Mata Chen Fan melebar sesaat. Warisan kuno di otaknya langsung berputar memberikan informasi. Tubuh Yin Kayu Giok adalah salah satu dari sekian banyak fisik khusus yang sangat langka. Wanita dengan fisik ini memiliki aura kehidupan yang luar biasa murni, sangat berbakat dalam bidang pengobatan herbal, dan yang paling penting... jika seorang kultivator pria melakukan Kultivasi Ganda dengannya, energi Yin Kayu Giok tersebut dapat menyaring seluruh kotoran di dalam meridian sang pria, membuat fondasi kultivasinya menjadi sebersih kristal tanpa cacat!

Chen Fan menatap Lin Ruoxi dengan pandangan yang rumit. Gadis yang selama ini mengira dirinya sedang melindungi seorang bocah lelaki lemah, ternyata adalah sebuah "harta karun" kultivasi yang luar biasa yang ditakdirkan berada di sisinya. Namun, saat itu Chen Fan segera menekan gejolak pikirannya. Lin Ruoxi masih terlalu muda, dan dia tidak ingin menodai ketulusan gadis itu dengan motif kultivasi yang egois.

"Aku akan pergi bulan depan, Ruoxi. Jaga dirimu baik-baik di sini," ucap Chen Fan melembutkan suaranya.

"Kamu juga, Xiao Fan. Ingat... jangan biarkan orang lain menindasmu terlalu jauh. Kalau kamu merasa lelah di kota besar, pulanglah ke sini. Panti asuhan ini, dan aku... akan selalu menunggumu kembali."

Kenangan manis itu buyar ketika sebuah bentakan keras kembali menggema di area proyek gedung Su Group, menghancurkan keheningan batin Chen Fan.

"Xiao Chen!!! Kamu tuli ya?! Turun sekarang juga!"

Mandor Wang berdiri di bawah tangga sambil melambaikan tangannya dengan gusar. Wajahnya yang berminyak tampak memerah karena menahan panik dan amarah.

Chen Fan segera memasang kembali wajah "lugu dan takut"-nya. Dia meletakkan sekopnya dengan terburu-buru, lalu berjalan agak membungkuk menuruni tangga semen yang belum selesai dicat.

"Iya, Mandor Wang. Ada apa? Maaf saya agak melamun tadi karena kelelahan," ucap Chen Fan dengan nada suara yang dibuat sedikit bergetar, seolah takut akan dipecat.

"Melamun bapakmu! Cepat bersihkan koridor di depan kantor pemasaran sekarang juga! Nona Besar Su sedang melakukan inspeksi mendadak dengan para petinggi kota. Kalau ada sebutir debu pun yang membuat sepatu mahalnya kotor, bukan cuma gajimu yang kuhapus, tapi aku sendiri yang akan menendangmu keluar dari proyek ini! Mengerti?!" Mandor Wang menunjuk-nunjuk dada Chen Fan dengan jarinya yang gemuk.

"Baik, baik, Mandor Wang. Saya lakukan sekarang," Chen Fan membungkuk berkali-kali, menunjukkan kepatuhan ekstrem seorang buruh rendahan.

Mandor Wang meludah ke tanah, menatap jijik ke arah Chen Fan yang langsung mengambil sapu lidi dan ember air untuk mulai membersihkan koridor. "Dasar sampah tidak berpendidikan. Untung tenaganya seperti kerbau, kalau tidak sudah lama kubuang ke tempat sampah," gumam Mandor Wang pelan sebelum pergi menjauh untuk kembali menjilat Su Qingxue.

Chen Fan yang sedang berjongkok mengelap sisa semen di lantai koridor hanya tersenyum tipis mendengar makian tersebut. Baginya, kata-kata manusia fana yang serakah seperti Wang tidak lebih dari gonggongan anjing di tepi jalan. Fokusnya saat ini adalah mengumpulkan sisa tenaga fisiknya untuk pertempuran kultivasi yang sesungguhnya nanti malam di kamar kontrakannya.

Namun, takdir tampaknya enggan membiarkan Chen Fan melewatkan hari ini dengan tenang.

Langkah kaki yang berirama konstan itu terdengar semakin dekat. Su Qingxue, dikelilingi oleh lima orang pria berjas rapi yang merupakan manajer proyek dan arsitek, serta Mandor Wang yang mengekor di paling belakang, berjalan memasuki koridor tempat Chen Fan sedang bekerja.

Aroma parfum mewah yang maskulin namun bercampur dengan kesegaran bunga lili menyeruak, mengalahkan bau apek semen di udara. Itu adalah aroma tubuh Su Qingxue.

Chen Fan sengaja menggeser tubuhnya ke tepi dinding koridor, berjongkok serendah mungkin, membiarkan punggungnya yang lebar menghadap ke arah rombongan tersebut agar wajahnya tidak terlihat jelas.

Saat Su Qingxue berjalan tepat di samping Chen Fan, wanita itu tiba-tiba menghentikan langkahnya.

Suasana di koridor mendadak hening. Para manajer berjas langsung menahan napas, mengira ada sesuatu yang salah dengan struktur bangunan yang membuat sang CEO tidak puas. Mandor Wang di belakang sudah mulai mengeluarkan keringat dingin, matanya menatap tajam ke punggung Chen Fan, menyalahkan si kuli lugu di dalam hatinya.

Su Qingxue tidak melihat ke arah bangunan. Matanya yang dingin berkedip sekilas, menatap ke arah punggung kuli yang sedang berjongkok di dekat kakinya.

Sebagai seorang wanita yang menderita penyakit aneh sejak lahir—di mana tubuhnya selalu terasa dingin seperti es dan sering mengalami rasa sakit yang menusuk di dada—Su Qingxue memiliki kepekaan yang sangat tinggi terhadap suhu di sekitarnya.

Anehnya, saat dia berdiri di dekat kuli berpakaian lusuh ini, Su Qingxue tidak merasakan hawa dingin yang biasanya menyiksa tubuhnya. Sebaliknya, ada sebuah gelombang kehangatan yang sangat samar namun luar biasa nyaman, memancar dari tubuh pemuda itu, seolah-olah ada sebuah tungku api tak terlihat yang sedang membakar hawa es di sekitarnya.

‘Perasaan apa ini...?’ batin Su Qingxue, alisnya yang indah bertautan. ‘Kenapa hawa dingin di meridian dadaku mendadak sedikit mereda hanya karena berdiri di dekat kuli ini?’

Su Qingxue ingin melangkah lebih dekat untuk memastikannya, namun di saat yang sama, rasa bangga dan keangkuhannya sebagai seorang putri dari keluarga elit Jiangnan menahan dirinya. Bagaimana mungkin dia, seorang CEO wanita bernilai miliaran Yuan, harus memperhatikan seorang buruh kasar yang tubuhnya dipenuhi debu dan keringat?

"Nona Su... apakah ada yang salah dengan area ini?" tanya manajer proyek utama dengan suara bergetar penuh kehati-hatian.

Su Qingxue memejamkan matanya sejenak, menekan rasa penasarannya yang aneh, lalu kembali memasang wajah sedingin es. "Tidak ada. Lanjutkan ke lantai atas. Aku ingin melihat cetak biru fondasi barat."

"Baik, Nona Su! Lewat sini, silakan," manajer itu bernapas lega dan segera memandu jalan.

Rombongan itu kembali bergerak. Namun, Mandor Wang tidak melewatkan kesempatan untuk melampiaskan kekesalannya. Saat berjalan melewati Chen Fan, Mandor Wang sengaja menendang ember air milik Chen Fan hingga airnya berguncang dan membasahi lantai yang baru saja dibersihkan.

"Kerja yang bener! Gara-gara kamu jorok, Nona Su jadi berhenti tadi! Habiskan ini dalam sepuluh menit!" bisik Mandor Wang dengan nada mengancam sebelum berlari menyusul rombongan.

Chen Fan tidak bergerak dari posisinya sampai suara langkah kaki rombongan itu benar-benar menghilang di ujung koridor. Setelah situasi dirasa aman, Chen Fan perlahan menegakkan tubuhnya.

Dia menatap lantai yang basah, lalu melirik ke arah tangga tempat Su Qingxue pergi. Senyum lugu di wajahnya lenyap total, digantikan oleh ekspresi tajam seorang predator tertinggi yang sedang mengamati buruannya.

‘Menarik...’ gumam Chen Fan dengan suara rendah yang terdengar sangat berwibawa, sangat berbeda dengan suara Xiao Chen yang biasa. ‘Penyakit es di tubuhnya ternyata sudah mencapai tahap kritis. Jika dia tidak mendapatkan bantuan energi Yang murniku dalam waktu tiga bulan, Sembilan Tubuh Yin Dingin itu akan meledak dan merengeng nyawanya.’

Chen Fan melihat telapak tangannya sendiri, di mana energi Qi berwarna merah keemasan samar mulai menari-nari di sela-sela jarinya.

‘Kultivasi Gandaku membutuhkan wanita dengan fisik khusus seperti dia untuk mendobrak batasan tingkat tinggi. Dan dia membutuhkan energi Yang-ku untuk bertahan hidup. Sepertinya... takdir di kota ini akan menjadi jauh lebih menarik dari yang kukira.’

Chen Fan mengepalkan tangannya, membuat energi spiritual itu kembali meresap ke dalam tubuhnya. Dia mengambil kembali sapunya dengan santai. Baginya, prioritas utama hari ini tetaplah malam nanti. Kontrakan sempitnya telah menunggu, dan kuali kuno di dalam cincin gioknya sudah siap untuk meracik pil pembalik takdir pertamanya.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 74

    Angin malam yang menderu di Pegunungan Kunlun membawa aroma kuno yang sarat akan energi Qi liar. Berbeda dengan Pegunungan Wudang atau Tianshan, deretan puncak di Kunlun dikenal sejak zaman purba sebagai "Urat Tubuh Naga" dari benua ini—tempat di mana batas antara dunia fana dan dimensi kultivasi terselubung menipis hingga batas tertipisnya.Di sebuah celah tebing terjal setinggi empat ribu meter di atas permukaan laut, hamparan salju abadi tampak terbelah oleh sebuah celah spasial raksasa berbentuk oval. Cahaya perak kebiruan membias dari dalam celah tersebut, memancarkan pusaran energi berdiameter lima puluh meter yang bergemuruh pelan. Inilah Pintu Gerbang Tersembunyi Kunlun, jalan lintas dimensi yang menghubungkan bumi fana dengan Ranah Tersembunyi Kunlun (Kunlun Hidden Realm).Di depan pintu gerbang spasial tersebut, berdiri dua puluh pengawal mengenakan zirah baja berwarna perunggu tebal. Masing-masing dari mereka menggenggam tombak panjang bertatahkan batu giok e

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 73

    Aura membunuh yang memancar dari tubuh Gu Mu membubung tinggi, membelah gulungan awan di atas Puncak Pelangi Emas. Cahaya kebiruan dari Pedang Pusaka Pemotong Bintang kian memekatkan udara malam, memicu munculnya petir-petir halus berwarna perak di sekeliling pilar-pilar batu perunggu. Ranah Half-Step Golden Core yang diusungnya bukan sekadar gertakan; energi kehidupan yang dikumpulkannya selama seratus tahun pengasingan terkonsentrasi penuh pada mata bilah di genggamannya.Nenek Jiwa Es menggeram rendah, menghentakkan tongkat giok hitamnya ke atas tanah.SLRRRP————!Dua belas pilar es abadi setinggi sepuluh meter meledak keluar dari bawah pelataran batu, mengurung posisi Chen Fan dan Su Qingxue dalam Formasi Penjara Es Jiwa. Hawa dingin ekstrem anjlok drastis, membekukan molekul udara di sekitar mereka hingga membentuk kristal-kristal es tajam yang melayang siap menusuk."Bocah sombong!" seru Nenek Jiwa Es dengan suara melengking. "Dengan Penjara Es Jiwa milikk

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 72

    Puncak Wudang di Bawah Bulan Purnama.Malam bulan purnama tiba di atas Pegunungan Wudang. Cahaya perak berdesir menyinari lautan awan yang membentang di sepanjang lembah, memantulkan bayangan gelap dari pilar-pilar batu raksasa dan kuil-kuil kuno yang berdiri tegak sejak ribuan tahun lalu. Di puncak tertinggi, Puncak Pelangi Emas, hawa dingin yang membekukan jiwa membalut setiap sudut tebing. Hembusan angin malam tidak lagi membawa aroma pinus yang menenangkan, melainkan bau tajam dari besi tua dan Niat Membunuh (Killing Intent) yang dipancarkan oleh ratusan praktisi beladiri dari sekte-sekte tersembunyi.Di tengah pelataran batu Puncak Pelangi Emas, sebuah altar perunggu kuno berdiri di bawah naungan panji-panji besar bertuliskan lambang Tiga Sekte Tersembunyi: Klan Pedang Surgawi, Sekte Lembah Es Murni, dan Klan Tinju Penguncah Jiwa.Lebih dari tiga ratus murid elit sekte mengenakan jubah putih berdada perak berdiri bersila dalam formasi melingkar. Di tangan mereka mas

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 71

    Angin dingin pasca-badai di Puncak Tianshan perlahan mereda, menyisakan keheningan agung di atas hamparan salju yang kini ternoda oleh abu hitam sisa pembakaran energi Yang Murni. Di ketinggian ribuan kaki, jet taktis supersonik Tianlong-1 melayang stabil membelah samudra awan, meluncur memotong jalur udara menuju jantung ibu kota pusat.Di dalam kabin privat yang kedap suara dan berornamen kayu cendana hitam, Chen Fan duduk bersila di atas bantalan sutera. Mantel abu-abu gelapnya terhampar rapi di sampingnya. Di balik kemeja hitam yang membungkus tubuh tegapnya, pilar emas Inti Pondasi (Foundation Establishment Core) di dalam Dantiannya memancarkan pendaran cahaya suci yang kian padat dan mengkristal.Setelah menyerap sisa esensi darah murni dari Raja Darah Purba Vladis dan memurnikannya dengan Api Naga Langit, sirkulasi energi Chen Fan telah secara resmi menginjakkan kaki di puncaknya Ranah Pondasi Agung. Setiap kali napas raganya berembus, molekul udara di dalam kabi

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 70

    ARGHHHHH————!Jeritan melengking yang membelah angkasa lolos dari mulut Raja Darah Purba Vladis. Suara itu bukan sekadar raungan kesakitan fisik, melainkan getaran keputusasaan murni dari makhluk yang menyadari bahwa eksistensinya yang telah bertahan selama ribuan tahun kini berada di ambang kemusnahan total.Api putih keemasan Yang Murni Naga Langit yang menjalar melalui genggaman tangan Chen Fan bekerja layaknya cairan asam panas yang membakar setiap sel di dalam tubuh Vladis. Kulit merah tembaga yang tadinya sekeras baja purba itu mulai melepuh, menghitam, lalu mengelupas memperlihatkan tulang-tulang kerangka yang berpendar dengan cahaya merah padam. Asap tebal berbau busuk dan belerang membubung tinggi, terkikis oleh angin es Tianshan sebelum sempat menyebar."Tidak... Tidak mungkin!" Vladis meronta-ronta dengan liar. Keempat sayap membran berdarahnya mengepak beringas, menciptakan badai tekanan udara yang sanggup merobek baja. Namun, cengkeraman tangan kanan Ch

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 69

    Badai es mengamuk ganas di sepanjang celah Pegunungan Tianshan. Angin membekukan berkecepatan lebih dari seratus kilometer per jam menggemuruhkan salju tebal, menutupi bukit-bukit batu terjal dengan hamparan putih murni yang mematikan. Pada suhu ekstrem minus lima puluh lima derajat Celsius ini, kehidupan fana tidak memiliki tempat untuk bertahan—kecuali bagi mereka yang membawa aura kematian dan kegelapan purba.Di puncak tertinggi Tianshan, sebuah altar batu kuno melingkar berdiri megah di atas hamparan es abadi. Delapan pilar batu berukir huruf-huruf Runic purba mengelilingi sebuah peti mati batu raksasa berwarna hitam legam yang dililit oleh rantai-rantai baja perak murni.Di sekeliling altar, seratus praktisi elit Klan Darah Abadi yang mengenakan jubah bermotif mawar darah berdiri bersila. Dari telapak tangan mereka yang terluka, mengalir cairan darah merah pekat yang langsung mengalir menyusuri parit-parit ukiran altar, mengumpul masuk ke dalam celah-celah peti ma

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status