Share

BAB 55

Author: MasYB
last update publish date: 2026-07-08 20:05:11

Dua hari setelah restorasi takhta emas di Menara Tianlong, seluruh mesin birokrasi dan jaringan intelijen gabungan Tianlong-Su Group bergerak dalam senyap dengan efisiensi yang mengerikan. Perintah Chen Fan adalah hukum mutlak. Di bawah kendali dingin Su Qingxue, seluruh informasi mengenai keberadaan bahan herbal legendaris di seantero negeri disaring ketat melalui komputer kuantum menara pusat.

Hingga akhirnya, sebuah koordinat rahasia terkunci.

Bunga Es Jiwa Sembilan Kelopak, salah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 56

    Tubuh-tubuh mereka meluncur membelah kepekatan kabut merah keunguan bagaikan meteor yang jatuh dari langit malam. Di bawah perlindungan kubah energi emas murni yang diciptakan oleh Chen Fan, gesekan udara dengan partikel korosif lembah menciptakan suara mendesis yang konstan, melontarkan percikan api spiritual ke segala arah.BRUK! BRUK!Chen Fan mendarat terlebih dahulu dengan sangat ringan di atas tanah lembah yang becek dan berlumut hitam. Sepatu bot kulitnya sama sekali tidak menimbulkan cipratan lumpur. Sesaat kemudian, Su Qingxue mendarat dengan anggun tepat di sisi kanannya, disusul oleh Long Yi dan sepuluh petarung Pasukan Bayangan Naga yang langsung membentuk formasi lingkaran taktis dengan senjata api laras pendek yang telah dimodifikasi menggunakan peluru inti perak.Suasana di dasar Lembah Kabut Darah jauh lebih mengerikan daripada yang terlihat dari atas jurang. Udara di sini terasa sangat pekat, pengap, dan berbau amis seperti darah busuk yang telah mengend

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 55

    Dua hari setelah restorasi takhta emas di Menara Tianlong, seluruh mesin birokrasi dan jaringan intelijen gabungan Tianlong-Su Group bergerak dalam senyap dengan efisiensi yang mengerikan. Perintah Chen Fan adalah hukum mutlak. Di bawah kendali dingin Su Qingxue, seluruh informasi mengenai keberadaan bahan herbal legendaris di seantero negeri disaring ketat melalui komputer kuantum menara pusat.Hingga akhirnya, sebuah koordinat rahasia terkunci.Bunga Es Jiwa Sembilan Kelopak, salah satu bahan utama yang dibutuhkan Chen Fan untuk memadatkan fondasi spiritualnya menuju Ranah Pondasi Agung (Foundation Establishment), terdeteksi tumbuh di kedalaman Lembah Kabut Darah—sebuah wilayah tak bertuan yang terletak di celah Pegunungan Shanhai bagian utara. Lembah tersebut dikenal sebagai zona kematian bagi para petualang fana maupun praktisi beladiri luar karena tebalnya kabut beracun yang mampu membusukkan paru-paru dalam hitungan menit, serta keberadaan binatang buas yang telah meng

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 54

    Matahari pagi di ibu kota pusat terbit dengan memancarkan cahaya keemasan yang tajam, menembus kabut tipis yang menyelimuti puncak Menara Tianlong. Gedung pencakar langit setinggi seratus delapan lantai itu tampak berdiri tegak bagaikan sebilah pedang raksasa yang menghujam langit. Namun, atmosfer di sekitar area lobi utama pagi ini benar-benar berbeda dari biasanya. Seluruh petugas keamanan internal yang biasa mengenakan seragam safari biru kini telah digantikan total oleh barisan pemuda tegap berpakaian taktis hitam tanpa emblem—Pasukan Bayangan Naga yang bergerak di bawah perintah langsung Long Yi.Setiap akses lift menuju lantai tertinggi telah dikunci secara elektronik. Hanya ada satu lift khusus yang bergerak naik secara konstan, membelah ketinggian kota menuju lantai seratus delapan.Di dalam ruang rapat utama lantai seratus delapan, suasananya sedingin es di dalam gua es Gunung Shanhai. Ruangan melingkar yang dikelilingi oleh dinding kaca antipeluru itu menyajikan pe

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 53

    Malam yang panjang di Distrik Naga Utara akhirnya mencapai puncaknya. Di atas atap paviliun kuno yang sebagian besar gentingnya telah retak dan hancur, dua orang pria yang beberapa jam lalu memegang kendali atas urat nadi kekuasaan dan finansial ibu kota, kini bersujud layaknya pesakitan yang menunggu kapak algojo. Lin Canghai dan Long Zhen tidak berani menggerakkan satu pun otot mereka; hawa menekan dari Mantra Kaisar Naga Langit milik Chen Fan terasa bagaikan gunung tak kasat mata yang menindih tengkuk mereka.Chen Fan berdiri tegak dengan mantel abu-abunya yang berkibar pelan ditiup angin malam. Tatapan matanya yang berwarna emas murni perlahan-lahan meredup, kembali menjadi sepasang mata hitam yang tenang namun sedalam lautan."Long Zhen," panggil Chen Fan, suaranya sedatar air telaga, namun sanggup membuat tubuh Direktur Pusat Tianlong Group itu melonjak kaget karena syok mental."Sa-Saya, Tuan Muda Agung! Anjing tua ini mendengarkan!" sahut Long Zhen dengan suara g

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 52

    Malam di Distrik Naga Utara berguncang hebat. Tiang cahaya emas murni yang melesat dari tubuh Chen Fan membelah kegelapan langit, menciptakan riak gelombang spiritual yang menyapu bersih seluruh hawa es di area pekarangan kuno. Suhu udara yang tadinya membekukan, kini mendadak memanas secara drastis, memaksa sisa-sisa kristal es di daun-daun bambu menguap menjadi kabut putih yang tebal dalam hitungan detik.Leluhur Agung Gu Jue berdiri mematung di atas atap genting paviliun. Jubah rami putihnya yang semula berkibar angkuh kini robek di beberapa bagian akibat tekanan angin spiritual Chen Fan. Sepasang mata birunya yang cekung menatap tiang cahaya emas itu dengan keputusasaan yang teramat dalam. Dia telah menghabiskan tiga puluh tahun hidupnya di dalam gua es yang sunyi, memotong seluruh emisi keduniawian, hanya untuk menyentuh ambang batas Ranah Setengah Langkah Transendensi. Namun malam ini, di depan seorang pemuda berusia dua puluh tahunan, dia menyadari bahwa puncak pencapaian

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 51

    Tiga hari masa penantian yang diberikan oleh Chen Fan berlalu bagaikan hembusan angin dingin yang mencekam di langit ibu kota pusat. Tidak ada suara dentuman meriam, tidak ada konvoi militer terang-terangan di jalanan protokol, namun seluruh klan bangsawan dan taipan korporasi papan atas tahu bahwa malam ini adalah batas akhir dari ultimatum sang naga fana. Di balik pintu-pintu gerbang besi kediaman elit mereka, para tetua keluarga melarang anak cucu mereka untuk melangkah keluar rumah barang satu sentimeter pun. Malam hari keempat tiba dengan keheningan yang tidak wajar. Langit di atas Distrik Naga Utara tertutup oleh awan kelabu yang sangat tebal, menutupi pancaran sinar bulan dan bintang, menyisakan kegelapan pekat yang seolah-olah siap menelan seluruh kota. Di dalam pekarangan kuno (Siheyuan) milik kediaman privat Keluarga Su, Chen Fan masih duduk bersila di atas lantai kayu paviliun tengah. Kaus oblong hitamnya bergerak pelan ditiup angin malam. Sejak sore t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status