Teilen

BAB 51

last update Veröffentlichungsdatum: 06.07.2026 20:05:09

Tiga hari masa penantian yang diberikan oleh Chen Fan berlalu bagaikan hembusan angin dingin yang mencekam di langit ibu kota pusat. Tidak ada suara dentuman meriam, tidak ada konvoi militer terang-terangan di jalanan protokol, namun seluruh klan bangsawan dan taipan korporasi papan atas tahu bahwa malam ini adalah batas akhir dari ultimatum sang naga fana. Di balik pintu-pintu gerbang besi kediaman elit mereka, para tetua keluarga melarang anak cucu mereka untuk melangkah keluar rumah barang

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 51

    Tiga hari masa penantian yang diberikan oleh Chen Fan berlalu bagaikan hembusan angin dingin yang mencekam di langit ibu kota pusat. Tidak ada suara dentuman meriam, tidak ada konvoi militer terang-terangan di jalanan protokol, namun seluruh klan bangsawan dan taipan korporasi papan atas tahu bahwa malam ini adalah batas akhir dari ultimatum sang naga fana. Di balik pintu-pintu gerbang besi kediaman elit mereka, para tetua keluarga melarang anak cucu mereka untuk melangkah keluar rumah barang satu sentimeter pun. Malam hari keempat tiba dengan keheningan yang tidak wajar. Langit di atas Distrik Naga Utara tertutup oleh awan kelabu yang sangat tebal, menutupi pancaran sinar bulan dan bintang, menyisakan kegelapan pekat yang seolah-olah siap menelan seluruh kota. Di dalam pekarangan kuno (Siheyuan) milik kediaman privat Keluarga Su, Chen Fan masih duduk bersila di atas lantai kayu paviliun tengah. Kaus oblong hitamnya bergerak pelan ditiup angin malam. Sejak sore t

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 50

    Berita mengenai pembantaian senyap di landasan pacu VIP Sektor Barat menyebar seperti wabah penyakit yang mematikan di kalangan elit terselubung ibu kota hanya dalam waktu tiga jam. Tiga puluh petarung elit penegak hukum luar lumpuh total dengan meridian tangan yang terputus, dan Tetua Wei—seorang praktisi puncak Tingkat 5 yang disegani—kembali ke markas dengan Dantian yang retak dan mental yang hancur.Siang itu, di dalam ruang kerja pribadi Ketua Agung Aliansi Beladiri, suasananya begitu mencekam hingga suara detak jarum jam dinding terdengar seperti ketukan palu hakim.Lin Canghai berdiri membelakangi meja kerjanya, menatap lurus ke luar jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan kota ibu kota yang berkabut. Di belakangnya, Long Zhen dan Chu Tianying—dua direktur tinggi dari dewan pusat Tianlong Group—sedang duduk dengan wajah yang dipenuhi kecemasan yang mendalam. Kemeja sutera mahal yang mereka kenakan kini tampak basah oleh keringat dingin."Lin Canghai! Bagai

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 49

    Langit di atas Bandara Internasional Ibu Kota pagi itu tampak diselimuti oleh lapisan awan mendung tipis yang kelabu. Angin utara yang kering berembus kencang di sepanjang landasan pacu, membawa hawa dingin yang menusuk tulang. Kompleks penerbangan privat sektor barat, yang biasanya hanya dilintasi oleh para diplomat asing atau menteri kabinet, kini tampak dijaga oleh puluhan personel keamanan berseragam hitam tanpa atribut resmi.Sebuah jet pribadi berlogo Su Group membelah awan, melakukan pendaratan dengan mulus di landasan pacu khusus nomor empat. Deru mesin jet perlahan mereda saat pesawat itu berputar menuju pelataran parkir VIP yang terisolasi dari terminal komersial utama.Di dalam kabin jet yang mewah, Su Qingxue duduk dengan anggun di kursi kulit utama. Dia mengenakan mantel panjang berbahan wol kasmir berwarna hitam pekat yang dipadukan dengan kacamata hitam besar. Penampilannya memancarkan aura dingin seorang ratu bisnis dari selatan yang siap menaklukkan wilayah

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 48

    Tiga hari setelah runtuhnya Keluarga Wang, Kota Jiangnan tampak begitu tenang di permukaan. Namun, di bawah ketenangan itu, arus energi spiritual di kediaman pribadi Su Qingxue—sebuah vila mewah yang berdiri terisolasi di puncak Bukit Wanahening—berada dalam kondisi yang teramat kritis. Vila ini sengaja dipilih karena letaknya yang jauh dari pemukiman warga, dikelilingi oleh formasi hutan pinus alami yang mampu menyamarkan fluktuasi energi berskala besar.Malam itu, jam dinding besar di ruang meditasi bawah tanah menunjukkan pukul sebelas malam. Ruangan yang dilapisi oleh dinding batu giok hitam itu tidak menyalakan lampu satu pun, hanya diterangi oleh pendaran cahaya keemasan yang keluar dari tubuh Chen Fan dan hawa perak kebiruan yang memancar dari tubuh Su Qingxue.Chen Fan duduk bersila di tengah ruangan. Kaus oblongnya telah dilepas, memperlihatkan gurat-gurat otot tubuhnya yang proporsional, dengan tato samar berbentuk naga melingkar di sepanjang tulang belakangnya. Se

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 47

    Fajar belum sepenuhnya pecah di langit Kota Jiangnan, namun kegelapan malam telah digantikan oleh semburat ungu keperakan yang dingin. Di depan gerbang utama Menara Su Group, aspal jalanan masih basah oleh embun pagi. Suasana yang biasanya sepi sebelum jam kantor dimulai, kini mendadak dicekam oleh keheningan yang teramat janggal.Sebuah sedan hitam mewah bergulung pelan, berhenti tepat di depan undakan marmer menara. Pintu mobil terbuka, menampilkan sosok Wang Jiansheng, Kepala Keluarga Wang sekaligus salah satu penguasa bisnis terbesar di Provinsi Jiangnan. Pria paruh baya yang biasanya selalu tampil necis dengan tatapan angkuh itu kini tampak sangat rapuh. Rambutnya berantakan, dan gumpalan kantung mata hitam di wajahnya menceritakan bahwa dia tidak tidur semenit pun sepanjang malam.Di sampingnya, Wang Jue memegangi lengan ayahnya dengan tubuh yang masih gemetar hebat. Sisa trauma dari amukan energi spiritual Chen Fan semalam telah meruntuhkan seluruh mentalitas putra ma

  • KULTIVASI GANDA SANG KULI PROYEK    BAB 46

    Riuh rendah perjamuan di Balai Kota Jiangnan perlahan memudar seiring berjalannya malam, namun bagi Chen Fan, pertunjukan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di bawah pendaran lampu kristal yang mulai meredup, matanya tetap mengunci setiap pergerakan Wang Jue. Sinyal pelacak dari Regu Bayangan Gagak yang menempel di kerah jas pemuda itu berdenyut konstan dalam radar indra spiritual (Divine Sense) milik Chen Fan.Setelah ancaman dingin dari Su Qingxue, Wang Jue memilih untuk tidak melakukan konfrontasi terbuka lagi. Pria muda itu bergerak ke arah ruang privat di lantai dua balai kota, diikuti oleh dua pengawal pribadinya yang berjalan dengan langkah tegap dan waspada."Qingxue," bisik Chen Fan pelan, matanya tidak beralih dari tangga besar menuju lantai dua. "Tetaplah di sini bersama Kapten Zhang. Aku akan membersihkan beberapa lalat pengganggu di atas."Su Qingxue membalikkan tubuhnya, menatap Chen Fan dengan pandangan penuh kepatuhan dan kecemasan yang samar. "Apakah A

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status