مشاركة

KSP - 21

مؤلف: Azitung
last update تاريخ النشر: 2026-07-27 19:40:40

"Bacalah dengan teliti, Mas Rehan yang terhormat," desis Isyana, suaranya mengalun dingin menusuk tulang. "Itu adalah hasil tes DNA resmi yang diambil dari sampel darah Rosy saat dia dirawat di rumah sakit kemarin, dan dibandingkan dengan sampel rambutmu yang kuambil di rumah."

Jantung Rehan mendadak berdesir aneh. Jemarinya yang memegang kertas itu mulai bergetar hebat saat matanya membaca kolom kesimpulan di bagian bawah surat:

"Probabilitas Hubungan Keayahan Parentage Index: 0%

Kesimpulan: S
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 23

    "Kamu tidak salah dengar, Rehan," Sinta berlutut sejajar dengan Rehan, menatap pria itu dengan senyuman yang teramat manis namun menyayat hati. "Anakku, Rosy, yang selama empat tahun ini kita rawat... sekarang adalah ahli waris tunggal dari perusahaan konglomerat yang nilainya puluhan kali lipat dibanding Pilar Corporation milik Isyana."Ibu Rehan dan Sisil saling pandang dengan wajah yang mendadak pucat pasi. Keangkuhan mereka runtuh seketika, digantikan oleh kepanikan dan rasa tidak percaya yang amat sangat. PT Wijaya Karya adalah salah satu raksasa bisnis terbesar di kota ini, jauh melampaui skala bisnis keluarga Isyana."Jadi..." suara Rehan bergetar hebat, napasnya memburu. "Jadi selama ini... Rosy...""Iya, Rehan," bisik Sinta di depan wajah Rehan. "Rosy bukan lagi sekadar anak kecil yang butuh uang berobat darimu. Rosy sekarang adalah pemilik perusahaan raksasa. Dan aku... aku adalah ibu kandung sekaligus wali tunggal yang akan memegang kendali penuh atas seluruh kekayaan itu s

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 22

    Pengakuannya tadi bahwa Rehan hanya pria bodoh yang dimanfaatkan hanyalah respons defensif karena rasa malunya yang sudah menginjak dasar bumi.Sinta terpaku di tempatnya, lidahnya mendadak kaku untuk meluruskan semuanya di depan Rehan.Tepat di tengah keheningan yang mencekam itu, seorang asisten rumah tangga berlari kecil keluar dari arah dapur dengan wajah cemas. Tangan wanita paruh baya itu bergetar saat menyodorkan sebuah ponsel pintar yang terus berdering nyaring."M-mbak Sinta... ini, ponsel Mbak bunyi terus dari tadi," bisik asisten rumah tangga itu takut-takut, menyerahkan ponsel tersebut lalu buru-buru mundur kembali ke belakang.Sinta mengerutkan kening. Dia melirik layar ponselnya yang menampilkan nomor tidak dikenal. Dengan jemari yang masih agak gemetar, Sinta menggeser tombol hijau dan menempelkan benda tipis itu ke telinganya."Halo?" suara Sinta terdengar parau dan dingin.Dari balik telepon, suara seorang pria berjas resmi terdengar begitu lugas dan tanpa basa-basi.

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 21

    "Bacalah dengan teliti, Mas Rehan yang terhormat," desis Isyana, suaranya mengalun dingin menusuk tulang. "Itu adalah hasil tes DNA resmi yang diambil dari sampel darah Rosy saat dia dirawat di rumah sakit kemarin, dan dibandingkan dengan sampel rambutmu yang kuambil di rumah."Jantung Rehan mendadak berdesir aneh. Jemarinya yang memegang kertas itu mulai bergetar hebat saat matanya membaca kolom kesimpulan di bagian bawah surat:"Probabilitas Hubungan Keayahan Parentage Index: 0%Kesimpulan: Sdr. Rehan dinyatakan BUKAN AYAH KANDUNG dari anak bernama Rosy."Darah di seluruh tubuh Rehan serasa berhenti mengalir seketika. Pandangannya mendadak kabur, kepalanya berputar hebat. "Ini... ini bohong! Ini pasti rekayasa kamu, Isyana!!""Bohong?" Isyana tersenyum manis, lalu menoleh pada Sinta yang wajahnya mendadak berubah pucat pasi bagai mayat hidup. "Tanya saja pada wanita di sebelahmu itu, Mas. Tanya padanya, anak siapa yang sebenarnya dia kandung empat tahun lalu? Anakmu... atau anak Dir

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 20

    Malam itu juga, Rehan hengkang dari rumah Isyana dengan langkah gontai dan kepala serasa mau pecah. Surat draf perceraian di genggamannya diremas hingga remuk.Dalam keputusasaan yang membakar dada, hanya ada satu tempat yang tebersit di pikirannya untuk mencari ketenangan: rumah megah yang selama dua tahun ini dia bangun secara diam-diam untuk Sinta dan Rosy di kawasan perumahan elit.Rumah yang megah itu berdiri dari kucuran dana operasional perusahaan milik Isyana yang digelapkan oleh Rehan. Bagi Rehan, rumah ini adalah bukti kejantanannya, sebuah monumen keberhasilan yang dia bangun tanpa campur tangan nama besar Isyana.Pria itu butuh pembuktian bahwa dirinya masih berharga. Jika Isyana membuangnya, setidaknya dia masih memiliki Sinta—wanita penurut yang sudah memberinya seorang putri cantik bernama Rosy, dan rumah mewah hasil usahanya sendiri.Rehan tidak sadar bahwa mobil sedan hitam milik Isyana mengikutinya dari jarak aman. Isyana, yang didampingi oleh Amara dan dua pria berb

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 19

    Isyana bangkit berdiri perlahan. Postur tubuhnya yang tegap dan elegan seketika mendominasi ruangan. Dia berjalan mendekati Rehan, memangkas jarak hingga Rehan bisa melihat dengan jelas betapa tidak ada sedikit pun rasa takut atau sedih di matanya."Dengarkan aku baik-baik, Mas," desis Isyana, menyebut nama pria itu dengan sopan, "Sebelas tahun aku mengalah. Sebelas tahun aku melayani keluarga benalumu, membiarkan ibumu menguras uangku, membiarkan adikmu yang tidak tahu diri itu bergaya dengan fasilitas kantor, dan membiarkanmu berlagak seperti pengusaha sukses di luar sana.""Isyana, menjaga keluargaku itu kewajibanku! Kenapa kamu...""Kewajibanmu menggunakan uang perusahaan?!" potong Isyana dengan penekanan yang begitu tajam. "Kau membiayai mereka bukan dari keringatmu sendiri, Rehan! Kau membiayai mereka dari darah dan air mata perusahaan yang dibangun oleh almarhum ayahku! Kau lupa siapa yang memberimu pakaian layak saat kau pertama kali datang ke rumah ini? Kau lupa siapa yang me

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 18

    Tidak ada jawaban. Isyana masih membisu, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dengan wajah yang sama sekali tidak tersentuh oleh drama permohonan maaf itu.Satu menit... dua menit... keheningan itu mulai membakar sisa-sisa kesabaran Rehan. Rasa gengsi dan harga dirinya sebagai kepala rumah tangga mendadak berontak. Dia paling benci diabaikan, apalagi oleh wanita yang selama ini berada di bawah kendalinya.Sebuah ide licik mendadak melintas di otak Rehan. Dia tahu Isyana sangat mencintainya, dan Isyana pasti tidak akan sanggup membayangkan hidup sebagai janda tanpa seorang suami di sisinya.Rehan memutuskan untuk menggunakan kartu ancaman tertinggi untuk menekan mental istrinya.Rehan berdiri dari duduknya, merapikan jasnya dengan nada suara yang sengaja diubah menjadi tegas dan sedikit kecewa."Kalau kamu terus-terusan diam dan menatapku seperti ini, Isyana... lebih baik kita bercerai saja jika kamu memang sudah tidak bisa memaafkanku."Garis wajah Isyana yang semula datar tam

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status