Share

Bab 197

Author: Jw Hasya
last update Last Updated: 2026-01-13 21:57:21

Brug!

Kembali, satu pukulan mengenai pelipisnya hingga pria itu terlihat meringis menahan rasa perih yang membakar wajahnya.

“Aku melihatmu dari tadi di bawah, kau selalu mengganggunya! Apa kau pikir kau terlewatkan? Tidak! Aku akan terus mengintai siapa saja yang mencoba mengganggunya!” Kata-katanya begitu dalam, bahkan wajahnya terkesan begitu mengerikan saat kemarahan itu menyelimuti dirinya.

“Ja-jangan kau lakukan lagi, kumohon maafkan aku!” Pria itu berlutut dengan kedua tangan saling mengatup.

“Katakan padaku, tangan sebelah mana yang kau buat untuk menyentuhnya!”

“Dia menyentuhku dengan kedua tangan serta kakinya, Hans!” Sutra berujar, Hans menoleh.

Wajah Hans benar-benar memerah karena amarah yang meluap-luap, matanya merah menyala seperti bara api yang tak terkendali. Saat kata-kata Sutra terdengar, napasnya menjadi berat dan kasar, setiap hembusan udara seolah membawa api yang akan membakar apa pun di depannya.

"DASAR IBLIS!" teriakan Hans yang menggema di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Iin Huang
wihhhh gilaaa merinding aku sama apa yg di lakuin Hans. nikmati lah pak tua, maka ny jgn mcm2. udh punya istri jg
goodnovel comment avatar
Iin Huang
lagi2 Hans yg menolong sutra , kamu peka dikit lh kama klu terjadi sama istri mu, Hans selalu bisa menjaga gerak gerik di sekitar.
goodnovel comment avatar
Lisa Anggraini
selamat menikmati ya bapak paruh baya akibat ulahmu sendiri
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kama Sutra   Bab 235

    “Selena.” Wanita tua itu menangkup wajah Selena dengan begitu hangat, memandangnya lekat lekat, kemudian mengusap pucuk kepalanya. “Kau sudah dewasa, Sayang,” imbuhnya, sejurus kemudian air matanya membasahi kedua pipi. Selena serta merta memeluk tubuh Mariana yang tergolek lemah di atas pembaringan. “Nenek, maafkan Selena, Nek.” Mariana menggeleng perlahan. “Tidak, Nak. Kau tidak punya salah apa apa. Kau cucu nenek paling baik.” Selena menatap lekat kedua mata yang kelopaknya sudah tampak mengeriput tersebut. “Kenapa Nenek sampai begini? Apa yang terjadi?” “Nenek kecelakaan, penabraknya melarikan diri,” sahut Sutra yang ikut duduk di tepi ranjang. “Beruntung ada yang menolong Nenek, sehingga dia dilarikan ke rumah sakit.” Selena menoleh ke arah Sutra. “Terima kasih, karena kau telah menolong nenek.” Sutr tersenyum hangat. “Kau tidak perlu berkata begitu. Bagaimana pun juga, Nenek juga Nenekku. Nenek kita berdua. Karena aku tidak pernah menganggap Nenek sebagai orang lain

  • Kama Sutra   Bab 234

    Hans masuk dalam kamar Ellies, mendapati wanita itu sedang duduk termenung di kursi rias yang langsung menghadap ke arah kaca cermin. Namun, tampaknya gadis itu tengah memikirkan sesuatu, hingga saat Hans masuk dan melangkah mendekat, ia tidak sadar. Hans menyentuh kedua pundaknya, membuat Ellies terperanjat. “Kau? Kapan kau masuk?” tanya Ellies panik. Hans meraih tubuh wanita itu saat berdiri, lalu memeluk pinggangnya hingga Ellies sedikit berjinjit. Hans mengeratkan pelukannya, mulai menggesek-gesekkan sebuah benda yang telah mengeras di bawah sana ke area intim Ellies. “Hei, lepaskan aku! Kau mau apa?” Ellies berusaha memberontak. “Kau lupa, jika aku akan datang ke kamar setelah sepuluh menit berlalu. Itu untuk memberimu hukumankarena kau telah lancang mengikuti setiap gerak gerikku di rumah ini.” “Kau bicara apa, Hans! Aku bahkan sudah mengatakan padamu jika aku tidak mendengar kau sedang membahas apa dengan Selena. Sekarang, lepaskan aku!” Hans memincuk rahangnya, lal

  • Kama Sutra   233

    Ellies berjalan ke arah kamar dengan rasa yang sulit dijabarkan. Ada kemelut yang tak bisa ia sembunyikandari raut wajahnya, hingga saat berpapasan dengan Sutra, ia pun di sapa dan ditanya oleh istri Kama. “Ada apa? Kenapa sepertinya kau banyak pikiran?” Ellies sedikit tersentak. Lalu menggeleng saat sadar jika seseorang yang bertanya padanya adalah Sutra. “Tidak ada apa apa, Kakak Ipar.” “Kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu ‘kan?” Sutra menepuk nepuk pundak Ellies dengan lembut. Gadis itu menggeleng pelan. “Aku merasa pusing, sepertinya butuh istirahat sebentar.” “Oh, yasudah kau istirahatlah dulu.” Tak berbeda jauh dari Ellies, Selena masuk dalam kamarnya dengan perasaan begitu takut. Tubuhnya gemetar. Ingatannya bahkan tak sedetik pun menghilang dari bagaimana ibunya terbunuh kala itu. “Jadi … dia yang membunuh ibuku?” ujarnya lirih, sambil menggigit gigit jari jemarinya dengan gemetar. Satu yang sulit untuk diterima Selena, kata-kata Hans yang mengatakan ji

  • Kama Sutra   Bab 232

    “Siapa di dalam kamar mandi?” Salah seorang pelayan mengetuk pintu, bertanya dengan suara keras siapa yang tengah berada di dalam kamar mandi. “Hei! Jawab aku!” Hans menatap nyalang pada Selena, detik kemudian, pria itu memincuk rahang gadis tersebut sambil berbisik. “Katakan, jika kau sedang di dalam kamar mandi! Cepat!”Air mata Selena luruh, rasa sakit akibat terapit tangan Hans, membuat rahangnya sedikit susah digerakkan. “A-aku sedang buang air besar!” jawab Selena sedikit terbata. Bibirnya gemetar, takut jika pria dihadapannya akan mencekiknya. “Aku siapa?”“Selena!”“Oh, Nona Selena, baiklah. Kukira siapa, aku tadi mendengar teriakan. Kau tidak apa-apa, Nona?”“T-tidak, aku hanya kaget saat melihat kecoa. Ya, itu saja.”“Oh, baiklah. Kuharap kau tidak akan bertemu dengan hewan menjijikan itu lagi.”Setelah itu, suara dari balik pintu kamar mandi tersebut lenyap. Terdengar langkahnya samar menjauhi area tersebut. Namun, Hans tidak lantas melepaskan Selena. Pria itu betul bet

  • Kama Sutra   Bab 231

    “Siapa pemuda yang bersama dengan adik iparmu itu?” tanya Selena pada Sutra. “Itu? Dia Hans. Calon suaminya. Kenapa? Kau mengenalnya?” Selena mengangguk, lalu sedikit memundurkan langkahnya. “Kau dikelilingi orang-orang Kama? Apa … kau tidak takut?” Sutra menggeleng. “Tentu saja tidak. Mereka bisa melindungi.” “Tapi pemuda itu suka menyiksaku saat aku masih disekap. Bahkan dia kerap memperlakukanku layaknya khewan.” Selena menjulurkan kedua tangannya. Menunjukkan kuku kukunya yang terlepas. “Hei, kukumu lepas?” Sutra menatap heran. Selena mengangguk. “Dia yang melakukannya.” “Apa, masudmu yang melakukan hal itu adalah Hans?” Selena mengangguk. “Dia adalah salah satu dari empat orang yang sering mendatangiku untuk memberi makan. Tapi … dia memang yang paling berperan dan paling jahat.” “Kau tidak sedang berbohong ‘kan?” Selena menggeleng. “Apa kau tidak percaya padaku? Jika memang kau tidak percaya, coba kapan kapan kau tanya pada orang Kama yang pernah menjadi p

  • Kama Sutra   Bab 230

    Setelah membersihkan tubuhnya, Selena berganti pakaian, kemudian wanita yang terlihat begitu kurus tersebut menatap pantulan dirinya dalam cermin. Entah sudah berapa lama ia melewatkan hal itu, menatap wajahnya dalam dalam dari sebuah kaca oval yang bertengger di dinding. “Kau sudah mandi?” Sutra kembali datang setelah meninggalkan Selena untuk beberapa menit. Wanita itu kemudian menoleh ke arah Sutra yang berdiri di balik punggungnya. “Ya, baru selesai.” “Sekarang ikutlah denganku, kita makan. Setelah itu kau akan kuajak untuk menjenguk Nenek.” Selena menarik lengan Sutra. “Ada apa?” tanya Sutra sambil menautkan kedua alisnya. “Aku tidak mau makan dengan banyak orang. Aju malu.” Selena tertunduk. “Kenapa?” Selena menggeleng. “Kalau boleh aku meminta, tolong kasih aku makan di sini saja. Aku belum bisa bertemu dengan banyak orang.” Kemudian ia kembali menatap pantulan dirinya dalam cermin. Sutra baru menangkap sinyal, jika sebetulnya Selena mempunyai rasa malu karena ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status