Home / Romansa / Kamu Hanya Pengganti! / Bab 6. Kambing Hitam

Share

Bab 6. Kambing Hitam

Author: nurulfitria_
last update Last Updated: 2025-10-09 23:44:20

"Kita bekerja sama dalam satu tim, Pak!" kata Madam Carol ketakutan

"Tapi untuk finalisasi semua dikerjakan oleh Nona Payne." lanjut Madam Carol sambil menunjuk ke arah Allison.

Pandangan Lucas beralih ke arah Allison yang saat ini duduk di bagian pojok belakang ruang pertemuan. Allison membalas tatapan Lucas dengan wajah datar seolah sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.

"Allison, kenapa kamu malah duduk di sana? Kamu harus maju juga!" seru Madam Carol mencoba untuk mengalihkan kesalahan pada Allison.

"Maafkan Nona Payne, Pak. Dia masih belum bisa nenyesuaikan diri di perusahaan ini," lanjut Madam Carol yang langsung disetujui oleh anggota satu timnya.

Lucas terdiam sambil menatap Madam Carol dan anggotanya satu per satu. Elton yang berada di dekatnya bersiap jika Lucas kehilangan kendali diri setelah mendengar perkataan Madam Carol.

Bukan karena Madam Carol menjelek-jelakan Allison tapi lebih karena Madam Carol memilih untuk mengalihkan tanggung jawabnya pada orang lain. Ditambah Madam Carol menjadikan salah satu anggotanya sebagai kambing hitam.

"Kalian berdua pergi ke ruanganku sekarang!" kata Lucas sebelum melangkah pergi diikuti dengan Elton di belakangnya.

Wajah Madam Carol terlihat semakin pucat namun sedetik kemudian dia berjalan ke arah Allison dengan tatapan penuh amarah. Tangannya terangkat dan dengan sekuat tenaga menampar wajah Allison.

"Apa maksudmu merubah rencana yang sudah kita diskusikan sebelumnya?" bentak Madam Carol mengeluarkan semua amarahnya.

"Apa kamu ingin bersikap sok pintar dihadapan Pak McCarthy?" lanjut Madam Carol sambil mengangkat tangannya lagi namun kali ini Allison dengan cepat menangkap tangan Madam Carol.

Allison menatap Madam Carol tanpa rasa takut. Dia membuka mulutnya namun menutupnya kembali sebelum melepaskan tangan Madam Carol. Dia memilih untuk mengabaikan bisikan orang-orang dan perlahan berjalan pergi ke arah ruangan Lucas.

Setelah beberapa menit akhirnya Allison sampai di depan pintu ruang kerja Lucas. Madam Carol sudah berada dalam ruangan bersama dengan Lucas, Elton, dan Kylie. Allison menghela napas sebelum kembali berjalan perlahan masuk ke dalam ruang kerja Lucas.

"Sayang, sepertinya bukan salah Madam Carol," terdengar suara genit Kylie saat Allison melangkah masuk, "Sebagai junior harusnya Allison belajar untuk menyesuaikan diri di lingkungan kerjanya,"

"Saya sudah mencoba untuk membimbingnya seperti rekan kerjanya yang lain, tapi sepertinya Allison terlalu angkuh untuk mengikuti perkataan saya," sahut Madam Carol sedikit lega karena Kylie berada dipihaknya.

"Bukankah anda mengatakan saya harus berusaha sendiri untuk menyelesaikan projek ini," potong Allison berjalan tertatih namun matanya menatap tajam Madam Carol.

Dahi Lucas berkerut saat melihat pipi kanan Allison berwarna merah namun dia tetap diam tanpa bertanya sedikit pun. Dia masih ingin menikmati drama di depannya sebelum menyingkirkan perempuan yang berstatus istrinya itu.

"Jangan bicara sembarangan!" bentak Madam Carol sambil melirik ke arah Lucas. Wajahnya terlihat sedikit ketakutan jika Lucas mengetahui tindakannya selama ini.

"Pak McCarthy, Allison mengatakan hal itu untuk menjatuhkan saya. Anda bisa bertanya pada rekan-rekan kerjanya yang lain tentang hal itu," lanjut Madam Carol mencoba mempengaruhi Lucas.

Allison menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis mendengar perkataan Madam Carol. Dalam hati dia membatin 'Bodoh' karena tahu jika Lucas tidak akan mempercayai kebohongan itu. Lucas hanya memanfaatkan perkataan Madam Carol untuk memecatnya.

"Apa kamu setuju dengan perkataan Madam Carol?" tanya Lucas datar.

"Apa anda akan mempercayai apa yang saya katakan?" balas Allison tenang tanpa terlihat sedikit pun rasa takut.

Lucas mengangkat bahunya sedikit tanpa mengalihkan tatapan pada Allison. Dia seolah menantang Allison untuk meyakinkan dirinya agar tidak memecatnya saat ini juga.

"Saya merasa tidak melakukan kesalahan apa pun saat merencanakan projek itu. Apa yang saya lakukan demi kemajuan perusahaan LL. Dokumen dari Madam Carol masih memerlukan banyak perhitungan dan saya mencoba untuk menyelesaikan hal tersebut," kata Allison percaya diri.

"Kesalahan saya hanya tidak mengkomunikasikannya pada Madam Carol dan anggota tim lainnya karena saya baru menyelesaikan dokumen itu kemarin malam," jawab Allison tanpa ingin melepas tanggung jawabnya.

Senyuman tipis menghiasi wajah Lucas saat Allison mengakui kesalahannya. Begitu juga dengan Kylie dan Madam Carol yang juga tersenyum lebar.

"Apa kamu tahu jika kerja sama sangat penting dalam sebuah tim?" tanya Lucas sambil menyenderkan tubuh di kursi kerjanya.

Allison hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata sapatah kata pun.

"Jika hanya kamu yang tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarmu berarti kesalahan ada pada dirimu bukan lingkunganmu," lanjut Lucas dingin penuh peringatan.

Dada Allison tiba-tiba terasa sesak saat mendengar perkataan Lucas. Perkataan Lucas membuka luka lama yang dia coba pendam beberapa tahun ini. 

Sejak kecil Allison tidak memiliki teman dekat 1 pun dan itu berlangsung hingga saat ini. Bukan karena dia tidak bisa berteman namun ketika dia sedikit dekat dengan seseorang Alice akan mempengaruhi orang tersebut untuk menjauhinya.

Awalnya Allison memang berpikir jika masalah ada pada dirinya namun saat SMA dia baru mengetahui fakta tersebut. Alice tertawa dihadapannya sambil mengakui hal itu tanpa merasa bersalah sedikit pun.

Allison berusaha untuk melawan namun orang-orang malah menyalahkannya seperti saat ini. Dia memang pembuat masalah bukan perempuan kalem dan ceria seperti Alice kembarannya. Namun bukan berarti dia tidak memiliki hati.

"Harusnya anda menyelidiki kebenaran terlebih dahulu sebelum mempercayai sesuatu," kata Allison menahan air matanya agar tidak jatuh, "Jika ini cara anda memimpin suatu perusahaan, aku harap anda tidak akan menyesal dikemudian hari!"

Perkataan Allison membuat suasana ruang kerja Lucas menjadi tegang. Kylie mengepalkan kedua tangannya menahan kesal, Madam Carol membelalak tak percaya dengan apa yang baru dia dengar, Elton berdiri di sudut ruangan dengan wajah datar, sementara Lucas hanya menatap Allison tanpa berkata satu kata pun.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 43. Berita Mengejutkan

    Selama beberapa hari ini Madam Carol dan timnya terlihat sibuk menyusun acara pelatihan untuk karyawan-karyawan perusahaan LL. Hal tersebut membuat fokus mereka teralihkan, sehingga membuat Allison dan dua orang lainnya sedikit tenang."Kenapa wajah Madam Carol setelah kembali dari ruang Pak McCarthy beberapa hari yang lalu terlihat tegang?" tanya Zack yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.Allison tersenyum lebar saat mendengar pertanyaan Zack teringat kejadian beberapa hari yang lalu. Lucas benar-benar memberi pelajaran pada Madam Carol secara halus.Dari luar Madam Carol seperti karyawan yang paling dipercaya dan bisa diandalkan, namun dibalik itu semua Allison tahu jika itu cara Lucas untuk memberi pelajaran pada seseorang."Kenapa malah tertawa? Apa yang terjadi?" sahut Ellie yang juga penasaran."Kalian pasti tertawa saat melihat langsung bagaimana wajah Madam Carol." jawab Allison yang tentu membuat Ellie dan Zack semakin penasaran.Allison perlahan menceritakan apa ya

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 42. Tipu Daya Perempuan

    Pikiran Lucas terasa kosong sampai membuat dirinya hanya terdia dengan mata membelalak lebar. Namun saat Allison menggerakkan bibirnya perlahan Lucas menutup mata menikmati bibir lembut Allison."Luce!" teriak Alice dengan wajah merah dan mata berkaca-kaca, "A-aku tidak tahu ji-jika kalian berdua sudah sejauh ini,"Lucas yang mendengar suara Alice langsung mendorong tubuh Allison menjauh sampai membuat tubuh Allison terhuyung hampir jatuh. Namun sebuah senyuman tipis menghiasi wajah Allison saat melihat penuh amarah Alice dan Kylie."Dasar perempuan murahan!" maki Kylie yang tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya saat melihat Allison berani mencium Lucas di depan matanya."Lebih murahan mana dengan perempuan yang menjadi kekasih laki-laki yang sudah beristri," balas Allison tanpa terlihat takut meskipun mendapat tatapan tajam dari Alice dan Kylie."Lucas menikahimu karena kamu menipunya. Apa kamu sama sekali tidak tahu malu sudah berani merebut kekasih saudara kembarmu?" seru Kylie tak

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 41. Aku Hanya Pengganti!

    Wajah Madam Carol berubah pucat sesaat mendengar perkataan Allison. Dia sama sekali tidak menyangka Allison berani mengatakan hal di depan banyak orang. Dia pikir Allison bukan orang yang suka mencari muka namun ternyata pikirannya salah karena Allison lebih cerdik."Apa ini cara anda memimpin tim anda, Madam Carol?" tanya Lucas dingin."Tidak, Pak!" jawab Madam Carol cepat, "Tapi ini cara saya melatih kekuatan karyawan magang, Pak!""Sepertinya tidak semua merasakan pelatihan mental dari anda. Apa ada kriteria tertentu untuk mendapatkan pelatihan dari anda, Madam Caral?"Ti-tidak, Pak!"Dalam hati Madam Carol terus memaki Allison karena sudah membuatnya berada dalam situasi sulit seperti ini. Dia sudah merasa bahwa Allison akan membawa banyak masalah sejak pertama Allison bekerja di perusahaan LL."Bagaimana jika bulan depan kita membuat pelatihan mental untuk semua karyawan?" usul Lucas yang membuat Madam Carol terkejut."Ap-apa maksud anda, P-pak McCarthy?" tanya Madam Carol antara

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 40. Wanita-Wanita Lucas

    Elton menelan ludah beberapa kali saat melihat Lucas mengacak-acak laporan yang baru saja dia berikan. Ini adalah kesalahannya karena tidak memeriksanya terlebih dahulu sebelum diserahkan pada Lucas. "Bagaimana mungkin tidak ada petunjuk sama sekali mengenai orang yang sudah menyerang Allison? Apa ini cara kerja kalian?" bentak Lucas sambil membaca laporan yang diserahkan Elton berulang-ulang."Maaf Tuan, itu kesalahan saya," jawab Elton singkat namun dia tidak ingin lepas tanggung jawab."Kenapa akhir-akhir ini kamu sering membuat kesalahan? Apa ada sesuatu yang terjadi?""Tidak Tuan!""Lakukan hukumanmu sendiri seperti biasanya!""Baik Tuan!"Jawaban Elton sama sekali tidak membuat Lucas puas. Dia tahu bahwa mencari dalang dibalik penyerangan Allison beberapa hari yang lalu tidak mudah, namun di saat yang sama dia juga ingin mendapatkan hasil yang cepat.Hal itu tentu membuat Elton sedikit kesulitan untuk menanggani masalah tersebut. Belum lagi ditambah masalah lain yang harus dia

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 39. Campur Aduk

    "Kenapa aku bisa bertindak seperti itu?" seru Allison pada dirinya sendiri sambil berguling-guling di atas tempat tidurnya yang berukuran king size.Pikiran Allison dipenuhi dengan ingatan saat dia memeluk tubuh hangat Lucas. Keaadaan yang tadinya tegang berubah menjadi canggung. Zack dan Ellie yang awalnya ketakutan berubah menjadi bingung dan terkejut karena baru kali ini melihat sisi lain seorang Allison."Tidak, itu bukan salahku. Aku hanya lega karena Lucas sudah menyelamatkan Zack dan Ellie," kata Allison mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa yang terjadi bukanlah sesuatu yang luar biasa."Dia menyelamatkanku karena tidak ingin mendapat ceramah panjang dari Kakek Andrew," lanjut Allison bersemangat. Dia tidak akan membiarkan satu kesalahan membuat dirinya harus menanggung malu seumur hidup."Itu hanya reaksi manusia biasa. Tidak ada yang istimewa!" kata Allison sebelum memutuskan untuk menutup mata meskipun dia harus sedikit memaksa.Di tempat lain, Lucas sedang berjalan mondar

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 38. Upaya Penyelamatan

    Wajah Zack semakin pucat dan Ellie mulai menangis dipelukan Allison. Keduanya sama sekali tidak pernah dalam situasi seperti saat yang membuat mereka syok dengan apa yang terjadi.Allison terlihat kesulitan karena tidak bisa mengawasi keadaan sekitar dan menenangkan Ellie di wakt bersamaan. Ada sedikit rasa penyesalan karena sudah memaksa Zack dan Ellie untuk ikut bersamanya. Dia hanya ingin mengantar kedua rekannya itu pulang bukan membuat mereka dalam bahaya,"Nyonya, saya sepertinya tidak bisa lagi mempertahankan mobil ini. Mereka benar-benar membuat saya kesulitan!" seru Tuan Calson dengan keringat memenuhi dahinya. Dia menyadari jika mobil-mobil yang menghimpitnya menggunakan semacam kawat baja agar mobil Allison tidak mempunyai jalan keluar."Bertahanlah sedikit lagi. Aku yakin Tuan Wayne sudah berada di belakang kita!" balas Allison tak ingin kehilangan harapan sambil sesekali menoleh ke belakang.Namun sedetik kemudian seseorang menabrak bagian belakang mobil yang mereka kenda

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status