Beranda / Romansa / Kamu Hanya Pengganti! / Bab 7. Melindungi Diri

Share

Bab 7. Melindungi Diri

Penulis: nurulfitria_
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-10 23:44:46

Berita pertengkaran di ruang kerja Lucas langsung menyebar hampir ke seluruh perusahaan LL. Banyak bisikan dan sindirian yang terus menyudutkan Allison, namun tentu saja Allison mengabaikannya karena sudah terlatih sejak kecil.

"Apa benar kamu menampar Madam Carol di ruang kerja Pak McCarthy?" tanya Ellie salah satu rekan kerja Allison.

Mata Allison sedikit terangkat saat mendengar pertanyaan Ellie, namun sedetik kemudian dia menyeringai tipis sambil menganggukkan kepalanya pelan.

"Apa kamu serius?" seru Ellie sedikit keras membuat banyak orang menoleh ke arah mereka, "Apa itu penyebab Madam Carol terlihat kesal padamu?"

"Entahlah, aku tak peduli," jawab Allison sebelum melanjutkan pekerjaannya.

Madam Carol selalu memberikan Allison pekerjaan yang begitu banyak dan tak penting setelah apa yang terjadi di kantor Lucas. Dia harus menyelesaikan pekerjaan itu hari itu juga jika tidak akan ada alasan Madam Carol untuk mengadu pada HRD.

"Kenapa perusahaan tidak memecatmu?" tanya rekan kerja Allison yang lain bernama Zack.

"Mungkin mereka tidak punya alasan yang cukup kuat untuk melakukannya," jawab Allison singkat yang terdengar angkuh di telinga orang lain.

Ellie dan Zack memutar bola matanya saat mendengar perkataan Allison. Mereka bertiga menjadi pegawai magang dalam waktu bersamaan, namun hanya Allison yang menjadi sasaran Madam Carol.

"Sebaiknya kamu sedikit merubah sikap angkuhmu itu," kata Ellie sebelum kembali mengerjakan pekerjaannya. Madam Carol mungkin bukan pimpinan yang baik, tapi bekerja sama dengan rekan seperti Allison membuat semuanya jauh lebih rumit.

Allison mengakui bahwa dirinya bukan orang yang mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kekecewaan yang dia alami di masa lalu membuat dirinya tidak mudah percaya pada orang lain. Sehingga dia memilih untuk membatasi dirinya.

Bukan berarti dia tidak berusaha namun setiap kali dia melakukan itu dia berakhir dengan rasa kecewa yang sama. Dia pikir setelah Alice pergi, dia akan mendapatkan kehidupan yang dia inginkan tapi ternyata menjadi lebih buruk.

Menjadi seseorang yang angkuh dan menyebalkan merupakan cara Allison untuk bertahan. Dia hanya ingin melindungi dirinya dari rasa kecewa, meski banyak orang yang membencinya setidaknya dia tidak akan merasakan kecewa lagi.

"Zack, Ellie kita diskusi masalah projek ini. Saya tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi," panggil Madam Carol tanpa melihat ke arah Allison.

Zack dan Ellie saling pandang sebelum mengikuti Madam Carol, mereka berdua merasa kasihan pada Allison tapi di saat bersamaan mereka juga merasa kesal.

*****

Saat jam pulang kerja Allison tidak langsung menghubungi Tuan Calson. Dia sedang ingin duduk di taman menikmati kesendiriannya sambil minum coklat panas. Wajah tirus, bibir merah, dan rambut hitam membuat banyak mata tertarik menatap ke arah Allison namun aura dingin membuat orang-orang hanya bisa menatapnya dari jauh.

Wajah Allison dan Alice memang mirip tapi auranya berbeda. Alice lebih hangat dan ceria sehingga membuat orang-orang di sekitarnya menyanyanginya. Sementara Allison lebih dingin dan pembuat masalah sehingga orang-orang menghindarinya.

"Nyonya," sapa Tuan Calson membuyarkan lamunan Allison, "Sudah larut, sebaiknya Nyonya segera kembali,"

Setelah kejadian beberapa hari yang lalu Tuan Calson terlihat sedikit hangat pada Allison. Dia merasa Allison tidak seperti apa yang dibicarakan orang-orang. Nyonya muda itu berani mempertaruhkan nyawa untuk melindunginya.

"Apa anda bisa memberiku waktu 15 menit lagi?" kata Allison masih ingin menikmati perasaan tenang ini.

Tuan Calson tidak menjawab namun dia tiba-tiba duduk di sisi Allison, "Bolehkan saya menemani anda di sini? Saya tidak akan berisik dan mengganggu waktu anda,"

Dahi Allison berkerut saat melihat tingkah Tuan Calson yang hanya duduk di sampingnya sambil melihat pemandangan di taman yang terlihat gelap dan tenang. Allison tersenyum tipis sebelum kembali dengan pikirannya sendiri.

Setengah jam kemudian Allison sudah berada dalam mobil menuju ke kediaman Lucas. Tuan Calson merasa kasihan dengan Nyonya muda McCarthy itu, Allison terlihat begitu kesepian dibalik sikapnya yang dingin.

"Nyonya, kita sudah sampai," kata Tuan Calson sambil tersenyum tipis.

"Terima kasih, Tuan Calson,"

"Jika anda butuh teman bercerita, anda bisa bercerita pada saya. Saya janji tidak akan menceritakan pada orang lain," 

Allison sedikit bingung dengan perkataan Tuan Calson namun dia memilih untuk tersenyum tipis dan berterima kasih atas perhatian Tuan Calson. Allison mengambil napas beberapa kali sebelum masuk ke dalam rumah.

"Selamat datang Nyonya," kata Tuan Watson, "Tuan sudah mulai makan malam bersama dengan Nona Tucker di ruang makan. Apa anda ingin bergabung?"

"Tidak, aku sudah makan Tuan Watson," balas Allison sambil berjalan menuju kamar pribadinya. Dia sedang tidak ingin berurusan dengan Lucas dan Kylie.

Di sisi lain Lucas menyadari kedatangan Allison namun dia hanya diam meneruskan makan malamnya bersama Kylie yang saat ini sedang bercerita tentang sepatu dan tas baru. Dia sudah merasa lelah mendengar ocehan Kylie namun dia sedang tidak ingin sendirian karena dia akan teringat dengan Alice.

Seperti dugaan Allison, Lucas hanya memanfaatkan Kylie. Dia tidak benar-benar menyukainya hanya memanfaatkan wajah dan kepribadian yang hampir sama dengan Alice. Namun dia tidak merasa bersalah karena selama bersamanya Kylie akan mendapatkan barang apapun yang diinginkan kecuali rasa cinta.

"Elton, pesankan sekarang juga tas dan sapatu yang Kylie inginkan. Pesankan juga satu set perhiasaan untuk Kylie," kata Lucas yang langsung membuat Kylie tersenyum lebar.

"Makasih Sayang!" sahut kata Kylie sambil memeluk Lucas.

Lucas menahan diri untuk tidak mendorong tubuh Kylie. Dia memilih menutup mata membayangkan yang memeluk dirinya saat ini adalah perempuan yang paling dicintainya Alice Payne.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 43. Berita Mengejutkan

    Selama beberapa hari ini Madam Carol dan timnya terlihat sibuk menyusun acara pelatihan untuk karyawan-karyawan perusahaan LL. Hal tersebut membuat fokus mereka teralihkan, sehingga membuat Allison dan dua orang lainnya sedikit tenang."Kenapa wajah Madam Carol setelah kembali dari ruang Pak McCarthy beberapa hari yang lalu terlihat tegang?" tanya Zack yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.Allison tersenyum lebar saat mendengar pertanyaan Zack teringat kejadian beberapa hari yang lalu. Lucas benar-benar memberi pelajaran pada Madam Carol secara halus.Dari luar Madam Carol seperti karyawan yang paling dipercaya dan bisa diandalkan, namun dibalik itu semua Allison tahu jika itu cara Lucas untuk memberi pelajaran pada seseorang."Kenapa malah tertawa? Apa yang terjadi?" sahut Ellie yang juga penasaran."Kalian pasti tertawa saat melihat langsung bagaimana wajah Madam Carol." jawab Allison yang tentu membuat Ellie dan Zack semakin penasaran.Allison perlahan menceritakan apa ya

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 42. Tipu Daya Perempuan

    Pikiran Lucas terasa kosong sampai membuat dirinya hanya terdia dengan mata membelalak lebar. Namun saat Allison menggerakkan bibirnya perlahan Lucas menutup mata menikmati bibir lembut Allison."Luce!" teriak Alice dengan wajah merah dan mata berkaca-kaca, "A-aku tidak tahu ji-jika kalian berdua sudah sejauh ini,"Lucas yang mendengar suara Alice langsung mendorong tubuh Allison menjauh sampai membuat tubuh Allison terhuyung hampir jatuh. Namun sebuah senyuman tipis menghiasi wajah Allison saat melihat penuh amarah Alice dan Kylie."Dasar perempuan murahan!" maki Kylie yang tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya saat melihat Allison berani mencium Lucas di depan matanya."Lebih murahan mana dengan perempuan yang menjadi kekasih laki-laki yang sudah beristri," balas Allison tanpa terlihat takut meskipun mendapat tatapan tajam dari Alice dan Kylie."Lucas menikahimu karena kamu menipunya. Apa kamu sama sekali tidak tahu malu sudah berani merebut kekasih saudara kembarmu?" seru Kylie tak

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 41. Aku Hanya Pengganti!

    Wajah Madam Carol berubah pucat sesaat mendengar perkataan Allison. Dia sama sekali tidak menyangka Allison berani mengatakan hal di depan banyak orang. Dia pikir Allison bukan orang yang suka mencari muka namun ternyata pikirannya salah karena Allison lebih cerdik."Apa ini cara anda memimpin tim anda, Madam Carol?" tanya Lucas dingin."Tidak, Pak!" jawab Madam Carol cepat, "Tapi ini cara saya melatih kekuatan karyawan magang, Pak!""Sepertinya tidak semua merasakan pelatihan mental dari anda. Apa ada kriteria tertentu untuk mendapatkan pelatihan dari anda, Madam Caral?"Ti-tidak, Pak!"Dalam hati Madam Carol terus memaki Allison karena sudah membuatnya berada dalam situasi sulit seperti ini. Dia sudah merasa bahwa Allison akan membawa banyak masalah sejak pertama Allison bekerja di perusahaan LL."Bagaimana jika bulan depan kita membuat pelatihan mental untuk semua karyawan?" usul Lucas yang membuat Madam Carol terkejut."Ap-apa maksud anda, P-pak McCarthy?" tanya Madam Carol antara

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 40. Wanita-Wanita Lucas

    Elton menelan ludah beberapa kali saat melihat Lucas mengacak-acak laporan yang baru saja dia berikan. Ini adalah kesalahannya karena tidak memeriksanya terlebih dahulu sebelum diserahkan pada Lucas. "Bagaimana mungkin tidak ada petunjuk sama sekali mengenai orang yang sudah menyerang Allison? Apa ini cara kerja kalian?" bentak Lucas sambil membaca laporan yang diserahkan Elton berulang-ulang."Maaf Tuan, itu kesalahan saya," jawab Elton singkat namun dia tidak ingin lepas tanggung jawab."Kenapa akhir-akhir ini kamu sering membuat kesalahan? Apa ada sesuatu yang terjadi?""Tidak Tuan!""Lakukan hukumanmu sendiri seperti biasanya!""Baik Tuan!"Jawaban Elton sama sekali tidak membuat Lucas puas. Dia tahu bahwa mencari dalang dibalik penyerangan Allison beberapa hari yang lalu tidak mudah, namun di saat yang sama dia juga ingin mendapatkan hasil yang cepat.Hal itu tentu membuat Elton sedikit kesulitan untuk menanggani masalah tersebut. Belum lagi ditambah masalah lain yang harus dia

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 39. Campur Aduk

    "Kenapa aku bisa bertindak seperti itu?" seru Allison pada dirinya sendiri sambil berguling-guling di atas tempat tidurnya yang berukuran king size.Pikiran Allison dipenuhi dengan ingatan saat dia memeluk tubuh hangat Lucas. Keaadaan yang tadinya tegang berubah menjadi canggung. Zack dan Ellie yang awalnya ketakutan berubah menjadi bingung dan terkejut karena baru kali ini melihat sisi lain seorang Allison."Tidak, itu bukan salahku. Aku hanya lega karena Lucas sudah menyelamatkan Zack dan Ellie," kata Allison mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa yang terjadi bukanlah sesuatu yang luar biasa."Dia menyelamatkanku karena tidak ingin mendapat ceramah panjang dari Kakek Andrew," lanjut Allison bersemangat. Dia tidak akan membiarkan satu kesalahan membuat dirinya harus menanggung malu seumur hidup."Itu hanya reaksi manusia biasa. Tidak ada yang istimewa!" kata Allison sebelum memutuskan untuk menutup mata meskipun dia harus sedikit memaksa.Di tempat lain, Lucas sedang berjalan mondar

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 38. Upaya Penyelamatan

    Wajah Zack semakin pucat dan Ellie mulai menangis dipelukan Allison. Keduanya sama sekali tidak pernah dalam situasi seperti saat yang membuat mereka syok dengan apa yang terjadi.Allison terlihat kesulitan karena tidak bisa mengawasi keadaan sekitar dan menenangkan Ellie di wakt bersamaan. Ada sedikit rasa penyesalan karena sudah memaksa Zack dan Ellie untuk ikut bersamanya. Dia hanya ingin mengantar kedua rekannya itu pulang bukan membuat mereka dalam bahaya,"Nyonya, saya sepertinya tidak bisa lagi mempertahankan mobil ini. Mereka benar-benar membuat saya kesulitan!" seru Tuan Calson dengan keringat memenuhi dahinya. Dia menyadari jika mobil-mobil yang menghimpitnya menggunakan semacam kawat baja agar mobil Allison tidak mempunyai jalan keluar."Bertahanlah sedikit lagi. Aku yakin Tuan Wayne sudah berada di belakang kita!" balas Allison tak ingin kehilangan harapan sambil sesekali menoleh ke belakang.Namun sedetik kemudian seseorang menabrak bagian belakang mobil yang mereka kenda

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status