Home / Romansa / Kamu Hanya Pengganti! / Bab 76. Rasa Curiga

Share

Bab 76. Rasa Curiga

Author: nurulfitria_
last update publish date: 2026-03-12 23:32:49

"Jadi kenapa kita masih di sini, Tuan?" tanya Elton sambil menikmati Pie Lemon di tangannya.

"Aku ingin segera menyelesaikan perceraian ini. Setelah Tuan Lewis menyelesaikan dokumen cerai aku bisa langsung meminta perempuan itu untuk tanda tangan," jawab Lucas tanpa melihat ke arah Elton karena matanya masih tertuju pada bangunan kafe Allison.

"Bukankan anda bisa menyuruh Tuan Lewis untuk memberikan dokumen tersebut langsung pada Nyonya Muda seperti biasanya,"

"Tidak, aku ingin melihatnya tanda
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Elis Sulistianty
setuju bego bin tolol sekejam mafia g ada ngaruhnya klo ud urusan cinta ato teman masa kecil hehe
goodnovel comment avatar
bakso mercon
kebanyakan novel sama mafia dibuat oon KLO masalh perempuan.apalagi masalalu.buta dan bloon!!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 117. Pelanggan Tak Terduga

    “Tidak ada hubungan antara Allison dan laki-laki sialan itu!” seru Lucas, suaranya tajam, tatapannya tetap lurus ke depan seolah menantang siapa pun yang berani membantah.Ruangan langsung hening. Elton menatapnya dalam diam. Selama ini, Lucas selalu tenang, penuh perhitungan, dan tidak mudah terpancing emosi. Bahkan dalam situasi paling genting sekalipun, dia tetap mampu mengendalikan emosinya.Tapi sekarang berbeda. Hanya karena Allison, semua kendali itu runtuh begitu saja. Pelatihan pengendalian diri bertahun-tahun dengan Kakek Andrew seolah menguap begitu saja.“Tuan…” panggil Elton pelan, mencoba menenangkan tanpa memancing emosi lebih jauh.Namun Lucas mengangkat tangan, menghentikannya.“Jangan katakan apa-apa,” ucapnya dingin, meski jelas terdengar kemarahan dari suaranya.Elton hanya mengangguk sekali sebelum mundur satu langkah. Dia tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam. Saat ini, jelas Lucas butuh ruang untuk dirinya sendiri.Namun belum sempat suasana benar-bena

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 116. Harusnya Aku

    "Sayang, tenang. Kamu harus menjaga bayi dalam perutmu," kata Susan mencoba menenangkan putri kesayangannya itu.“Tapi aku kesal, Ma!” seru Alice tak mendengarkan perkataan Susan, "Sikap Lucas langsung berubah saat bertemu perempuan murahan itu,"“Aku tahu kamu kesal,” jawab Susan lembut, tangannya menggenggam tangan Alice dengan hati-hati, “Tapi kamu harus mengendalikan emosimu. Lucas menyukai perempuan lembut dan pengertian,”Alice menggeleng keras. “Aku merasa semuanya tidak adil. Kenapa Allison bisa mendapatkan semuanya?”Susan ingin mengatakan sesuatu, namun bibirnya kembali terkatup rapat. Seandainya Alice tidak melarikan diri saat pernikahannya mungkin semuanya akan berbeda. Mereka tak perlu menghadapi kesulitan seperti sekarang. Bahkan mungkin, saat ini mereka sedang duduk santai menikmati kemewahan harta keluarga McCarthy tanpa memikirkan apa pun.“Harusnya Papa dan Mama mencegah Allison dan Lucas menikah, bukan malah mendukungnya seperti ini!” seru Alice, suaranya penuh emos

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 115. Itu Hanya Bulatan Jelek

    Suasana di dalam mobil terasa canggung dan panas, sangat berbeda dengan keadaan saat mereka berangkat tadi. Tidak ada lagi percakapan santai atau suara berisik Noah. Wajah Noah terlihat begitu serius, rahangnya mengeras, tatapannya lurus ke depan tanpa sedikit pun menoleh. Perubahan sikapnya yang mendadak membuat semua orang memilih diam. Tidak ada yang berani memulai pembicaraan, bahkan bernapas pun mereka lakukan dengan perlahan.Aura Noah terasa menakutkan, sama seperti pertama kali mereka bertemu. Dingin, tajam, dan penuh tekanan. Seolah-olah siapa pun yang berani mengganggunya akan langsung menerima konsekuensinya."Noah, apa kamu baik-baik saja?" tanya Allison khawatir melihat perubahan sikap Noah.Namun Noah hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Allison.Tatapannya tetap lurus ke depan, seolah pertanyaan itu tak pernah ada. Tidak ada perubahan ekspresi, tidak ada reaksi bahkan sekadar helaan napas pun terasa begitu dingin. Sikap itu membuat semua orang hanya bisa diam sambil be

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 114. Bertemu Lagi

    "Aku masih tidak mengerti kenapa kamu suka menghabiskan waktu seperti ini," kata Noah mulai kembali kehilangan kesabarannya."Ini adalah kehidupan normal," balas Allison tanpa melihat ke arah Noah."Apa benar seperti itu? Kamu tidak menjebakku kan?" tanya Noah curiga."Tidak Tuan Decker. Ini adalah hal wajah bagi orang yang tingkat ekonominya menengah ke bawah," sahut James mendukung perkataan Allison, "Kita harus menaati aturan yang berlaku,"Dahi Noah berkerut seolah perkataan Allison dan James sama sekali tidak masuk akal. Dia bisa membuat dokter langsung memeriksa Allison saat ini juga, tapi Allison malah lebih memilih duduk menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang tak dikenal."Ini namanya sosialisasi," kata Allison menekankan kata-katanya, "Belajarlah hidup normal sebelum benar-benar menjadi 'Paman Noah',"Noah menatap Allison dengan ekspresi campuran antara bingung dan tidak percaya. Alisnya masih berkerut, seolah konsep yang barusan dijelaskan itu terlalu asing bagin

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 113. Manjadi Paman

    Allison dan James mencoba menahan diri untuk tidak melompat dari mobil melihat tingkah Noah. Entah darimana Noah mendapatkan energi sebesar itu untuk terus berbicara.“Apa kamu bisa diam? Telingaku sakit mendengar suaramu!” kata Allison akhirnya, kesabarannya benar-benar di ujung.Noah hanya melirik sekilas dari kursi depan, sama sekali tidak merasa bersalah. “Orang-orang bilang suasana hangat dan ceria itu bagus buat perkembangan bayi dalam kandungan.”“Tapi bukan berarti kamu terus berbicara sepanjang jalan,” balas Allison, menatapnya kesal. “Apa kamu lupa kalau kamu pemimpin kelompok mafia? Harusnya kamu lebih dingin dan misterius.”James langsung mengangguk. “Aku setuju dengan perkataan Nona Payne,”Noah mengangkat alis, lalu melirik mereka lewat kaca spion. “Dingin dan misterius?”Allison menyilangkan tangan. “Mungkin, bukankah kamu harus menjaga harga diri di depan anggotamu?”Noah berpura-pura berpikir sejenak, lalu menarik napas dalam-dalam. Wajahnya berubah serius, rahangnya

  • Kamu Hanya Pengganti!   Bab 112. Apa Kamu Pernah Membenciku?

    Allison kembali mengambil napas dalam-dalam saat Noah berjalan masuk ke kafenya sambil tersenyum lebar. Langkah Noah begitu santai, seolah hidup tanpa masalah. Dia bahkan melambai ke arah Allison dan James, membuat beberapa pembeli tersenyum geli melihat tingkahnya.“Apa kamu sama sekali tidak mempunyai pekerjaan selain datang ke tempatku?” tanya Allison dengan wajah kesal.Noah berhenti tepat di depan meja kasir, masih dengan senyum yang sama. “Ada,” jawab Noah santai. “Tapi aku lebih memilih menemani calon keponakanku.”Allison memutar mata. “Dia tidak akan menganggapmu. Aku akan menjauhkannya darimu!”"Dia akan menyukaiku, bahkan lebih menyukaiku daripada kamu," balas Noah tak mau kalah.James yang berdiri di samping hanya menggeleng pelan. “Bagaimana kalau Anda sedikit minggir? Anda menghalangi pembeli yang ingin pesan,” katanya, nada suaranya tegas namun tetap waspada jika sikap Noah tiba-tiba berubah.Awalnya James memang takut dengan kehadiran Noah. Tatapannya yang tajam dan aur

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status