Share

Bab 40

Penulis: Finella Zakaria
Jantung Nayla berdebar makin kencang.

Dia melihat wajah Simon yang tampan makin mendekat, Nayla menahan napas. Dia dengan gugup mengepalkan tangannya, seolah jantungnya akan melompat keluar.

Wajah Simon terlihat luar biasa, tidak peduli dari sudut mana Nayla melihatnya. Dia menatap Simon dengan linglung, seolah detak jantungnya akan berhenti.

"Tutup matamu." Suara Simon serak, napasnya yang hangat menggelitik sarafnya.

Nayla menutup matanya dengan patuh, tetapi dia merasa hampir tercekik dan tid
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Kolinah Binti Irek Mai
kenapa ya Sya SDH bayar tp kononnya tidak masuk
goodnovel comment avatar
Suryat
ada sja gangguannya..
goodnovel comment avatar
Noraine zilla
Betul... Semoga cerita semakin seru dan tidak membosankan
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1497

    Amanda tiba-tiba mundur selangkah, menatapnya seolah-olah dia orang gila."Kamu salah minum obat?"Mario berlutut satu kaki, punggungnya tegap."Kalau memang kita ditakdirkan untuk bersama, kenapa nggak lebih cepat saja?""Amanda, izinkan aku masuk ke dalam hidupmu. Aku memang melewatkan masa lalumu, tapi aku berharap menjadi bagian dari masa depanmu."Amanda merasa yakin pria ini sudah gila. Dia berdiri terpaku dan belum kunjung tersadar untuk waktu yang lama.Melihat raut wajah Mario yang serius, hatinya perlahan goyah. Matanya menatap cincin di dalam kotak itu, dan seperti bisa mengenalinya.Sepertinya, itu cincin di toko perhiasan tadi yang merupakan pesanan khusus.Sebuah pikiran tiba-tiba melintas di benaknya. "Cincin ini untukku?"Mario mengangguk tegas. "Kamu masih ingat yang kutanyakan padamu beberapa hari lalu?"Ingatan Amanda berangsur-angsur menjadi lebih jelas."Menikah?"Mario menjawab, "Ya. Pacaran saja terlalu rapuh. Aku ingin kepastian.""Cincin ini dibuat khusus denga

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1496

    Mata Sandra seketika memerah, dan dia berusaha keras untuk menahan air mata.Baru setelah tenggorokannya tidak terasa tersumbat lagi, dia menatap Mario dan berkata."Kamu tetap ingin memilih dia?"Matanya penuh rasa tidak percaya. Dia masih tidak percaya Mario akan memilih Amanda.Mario menjawab dengan tegas, "Tentu saja."Sandra merasa tenggorokannya tercekat, tetapi harga dirinya memaksanya untuk tersenyum."Dokter Mario, selamat.""Terima kasih."Mario menoleh sedikit kepadanya, tangan di saku, tampak santai dan tenang."Semuanya sudah jelas, jadi aku pergi dulu."Dia melontarkan kata-kata itu dan berlalu pergi.Sandra merasa seolah-olah terjatuh dari awan dalam sekejap.Dua jam yang lalu, dia masih bertingkah sombong di hadapan Amanda, merasa bangga.Baru sekarang dia menyadari, yang badut di sini adalah dirinya.Sandra buru-buru menoleh, ingin memanggil Mario untuk bertanya mengapa, tetapi Mario sudah meninggalkan ruang kerja.Dia membuka mulutnya, air mata mengalir deras, melewat

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1495

    Wajah Nenek Ratna semakin tertutup kelabu, hingga akhirnya tidak bisa menahan diri dan menegur."Melanie, jangan cerewet."Melanie menatap ekspresi seolah penuh pengertian."Iya, iya, aku nggak akan bicara lagi, biar Kak Sandra nggak malu."Sandra menoleh.Saat itu juga, melihat keseriusan di mata Nenek Ratna, jantungnya berdebar kencang. Firasat buruk tiba-tiba memenuhi dadanya."Sandra, Mario, ikut aku."Nenek Ratna bangkit dengan bantuan tongkatnya, berjalan menuju ruang kerja.Sandra tanpa sadar menatap Mario, tetapi Mario bahkan tidak meliriknya sedikit pun. Dia hanya mengikuti Nenek Ratna dengan sikap dingin yang membuatnya cemas."Kak Sandra, cepat, kenapa diam saja?"Melanie menyenggol bahunya pelan dan bercanda, "Terlalu senang sampai bingung harus bicara apa?"Sandra tersenyum tipis, lalu mempercepat langkahnya untuk mengejar mereka.Begitu masuk ke ruang kerja, Nenek Ratna duduk tenang di kursi goyang kayu mahoninya, raut wajahnya berubah menjadi sangat serius."Sandra, aku

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1494

    "Ya sudah, semoga kamu bahagia."Dia langsung menutup telepon tanpa perasaan.Mario mengedipkan mata dengan perasaan geli dan menekan nomornya lagi.Nayla merasa ada yang tidak beres ketika Amanda menutup telepon."Bagaimana?""Katanya mau pulang ke rumah keluarga besar, mau membicarakan pernikahan."Winda merasa seolah petir menyambar di siang bolong. "Dokter Mario beneran mau menikah dengan Sandra? Terus kamu bagaimana? Bisa-bisanya dia!"Nayla tetap tenang. "Dia bilang mau menikah?"Amanda berkata dengan tajam, "Mungkin dia akan bilang malam ini. Daripada pasrah menunggu, lebih baik aku duluan."Setelah dia bicara begitu, telepon dari Mario masuk lagi. Dia tidak mengangkatnya dan mengirim pesan.[Kita putus.]Nayla melihat sekilas kata-kata dalam pesan itu dan menasihati, "Tenang dulu. Paling nggak tanyakan dulu, minta penjelasan. Siapa tahu cuma salah paham."Amanda memaksakan senyuman yang cerah dan menawan."Kamu tahu, aku sejak kecil takut ditinggalkan. Daripada mengalami lagi,

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1493

    Sejak hari saat Mario dipanggil pulang.Melanie memperhatikan reaksi mereka dan berjalan mendekat dengan angkuh."Oh, jadi seseorang sudah dicampakkan kakakku secepat itu?""Nggak heran. Berani-beraninya dia mengira bisa melawan Keluarga Senja dengan masalah sepele itu. Mempermalukan diri sendiri saja."Baru dua hari yang lalu, orang tuanya memberitahunya bahwa Mario memutuskan untuk tidak berhenti menggugat Viola.Mereka juga mengatakan bahwa Mario akan segera menikah.Meskipun tidak disebutkan dengan siapa, Melanie sudah bisa menebak pasti dengan Sandra.Lagi pula, neneknya sama sekali tidak suka dan tidak akan menerima Amanda yang rendahan.Hati Amanda terasa teriris. Dia tidak bisa menggambarkan perasaannya, jadi dia memutuskan untuk membalas dulu."Kalau soal mempermalukan diri sendiri, siapa yang berani tanding denganmu?""Kamu belum lupa soal siaran langsung itu, 'kan?"Kata-kata tajam Amanda mengingatkan Melanie pada masa lalu yang memalukan, menyebabkan wajahnya memucat lalu b

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1492

    Dia lalu menatap Emir dan Andini. "Tuan Emir, Nyonya Andini, Nyonya meminta kalian masuk."Mereka saling bertukar pandang dengan ragu, tetapi tidak bertanya dan segera bangkit menuju kamar.Wajah orang-orang lainnya menunjukkan ekspresi yang beragam.Kartika sangat cemas dan bergegas menghampiri kepala pelayan."Maksudnya apa? Calvin sudah datang, apa Ibu nggak tahu? Apa yang dia bicarakan dengan Mario nakal itu?"Arnold mengikuti di sampingnya dengan cemas, wajahnya tampak tidak senang."Dia dibiarkan pergi begitu saja? Viola mau dibiarkan? Ibu pasti nggak akan menyerah menyelamatkan cucunya sendiri."Kepala pelayan berkata dengan tenang, "Nona dan Tuan, mohon tenang. Nyonya pasti sudah punya rencana. Nggak baik mengganggu istirahat Nyonya."Keduanya terbungkam.Mereka hanya bisa menatap Emir dan Andini yang berjalan menuju kamar.Mereka lalu menatap Calvin.Sandra tampak bingung dan bersiap pergi. Begitu melangkah ke luar, terdengar suara yang hangat dari belakang."Dokter Sandra, ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status