Share

Bab 53

Penulis: Finella Zakaria
Tatapan mata yang tertuju pada Nayla dan Amanda bagai mengandung racun, penuh dengan kebencian.

Padahal, mereka berdua sama-sama menyumbang secara anonim, Nayla menyumbang 6 miliar dan Amanda 2 miliar.

"Mau menyumbang sedikit atau banyak, itu termasuk ketulusan hati. Kenapa kalian cari-cari masalah?"

Amanda menyerang mereka secara umum, "Nggak ada yang bilang kalau datang ke acara donasi harus menyumbang. Kalian sudah menyumbang, terus paksa semua orang harus menyumbang. Gimana dengan orang yang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Dian Thamrin
ada yg sma ya barusan beli koin baru saru bab yg terbuka koin sdh terpotong untuk dua bab awal² kira hanya perasaan saja ternyata benar koin saat dibeli dipotong potong meski belum buka bab aelanjutnya
goodnovel comment avatar
Umiati
cerita nya lama sekali
goodnovel comment avatar
Nur Hasanah
ko typo terus deh diatas bilang nayla nyumbang 6 M amanda 2 M kenapa pas kl3njutannya malah nayla jd 2 M jd males baca nya ya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 993

    Kemudian, dia membuka jam saku itu dan memeriksa dalamnya.Setelah memastikan jam itu tidak rusak karena basah, raut wajahnya pun sedikit melunak.Pelayan itu berulang kali meminta maaf.Penuh ketakutan dan kekhawatiran."Silakan pergi."Tatapan Soni dingin dan tajam.Pelayan itu berulang kali mengucapkan terima kasih sebelum pergi.Friska sedikit terkejut melihat betapa tegangnya Soni tadi.Dia ingin melihat dengan jelas apa yang ada di dalam jam saku itu.Sayangnya, tidak bisa."Ada masalah?""Nggak."Sebagian kemeja hitam Soni menempel lengket di dadanya.Dia melepas jam saku itu dan memasukkannya ke saku dada jasnya.Friska menatap dadanya yang basah, lalu tersenyum profesional."Bagaimana kalau kita akhiri saja hari ini, Pak Soni pulang dulu ganti baju?"Soni menangkap makna tersembunyi di balik kata-katanya."Oke, cukup sampai di sini hari ini."Keduanya berdiri bersamaan dan meninggalkan kafe.Setelah masuk ke mobil.Soni melepas jasnya di kursi belakang, lalu membuka kancing ke

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 992

    Mengundang rasa sayang dan kasihan."Sakit, ya?"Simon tersenyum tidak berdaya, meniup lembut punggung tangannya, dan mengusap ringan kulit yang memerah itu dengan ibu jarinya.Hati Nayla dipenuhi kehangatan yang mendalam, matanya menatapnya dengan lembut."Aku sudah bersahabat sejak lama dengan Amanda. Dia selalu melindungiku dan membantuku. Selama bertahun-tahun, kami nggak punya hubungan darah, tapi lebih dekat dari keluarga.""Dia juga mencapai posisi sekarang dengan usaha yang sangat keras. Aku nggak akan biarkan siapa pun menghancurkan semua yang dia miliki sekarang.""Bahkan orang tuanya sekalipun."Simon mengangkat kelopak matanya, dan benar saja, raut wajahnya memancarkan kekaguman yang tak tersembunyi."Kamu ini nggak pernah berubah."Masih selalu hangat dan setia.Seperti matahari kecil, menerangi orang-orang di sekitarnya, menghangatkan hati mereka.Dia menyukai sisi Nayla yang berjiwa bebas, setia, cerah, dan hangat.Nayla teringat beberapa kali dia pernah mengatakan hal i

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 991

    Nayla memutar bola mata ke arahnya.Muntahnya masih terus berlanjut.Dia tidak sempat memarahinya.Simon mengerutkan alis tebalnya, merasa ada yang tidak beres."Kenapa sampai parah begini? Aku antar ke rumah sakit, ya?"Simon menepuk punggungnya dengan lembut.Nayla beberapa hari terakhir ini makan sedikit, sehingga yang dimuntahkannya hampir semuanya cairan asam.Tenggorokannya dan dadanya terasa seperti terbakar, sangat menyakitkan.Dia juga mengantuk.Sangat lelah.Dia segera menolaknya. "Nggak usah, perutku cuma sedikit nggak enak, istirahat sebentar juga sembuh.""Wajahmu pucat begitu, kita harus ke rumah sakit."Simon tampak cemas, membantunya berdiri dari lantai, dan bersikeras untuk membawanya ke rumah sakit.Nayla tampak kelelahan.Dia melepaskan tangan Simon, lalu pergi ke wastafel untuk berkumur sambil menatap pria di sampingnya yang tampak cemas melalui pantulan cermin."Sudah malam. Kalau mau ke rumah sakit, besok saja. Aku nggak merasa apa-apa lagi sekarang, cuma ngantuk

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 990

    "Berapa banyak orang yang sudah disinggung Amanda? Tanpa menyelidiki pun, kamu harusnya bisa menebak siapa orangnya."Austin mengangkat gelasnya dan bersulang dengan gelas di hadapan Mario.Sorot mata Mario yang lembut tiba-tiba berubah tajam.Dia duduk tegak, mengangkat gelasnya dan meneguk sedikit."Sandra dianggap penyelamat Nenek, jadi aku nggak bisa bertindak begitu saja.""Jadi, apa rencanamu? Mau membuat Amanda tersakiti lagi?"Mario mendengus pelan. "Bukannya dia nggak butuh bantuanku? Kalau dia sehebat itu, buat apa aku repot-repot membantunya?"Austin tampak curiga."Kamu yakin mau membiarkannya begitu saja?""Dengan sifatnya yang seperti itu, dia memang pantas mendapat pelajaran."Mata Mario dipenuhi amarah, tidak lagi lembut dan tenang seperti biasanya.Austin hanya tersenyum tanpa berkata-kata.Larut malam.Di perjalanan pulang bersama sopir.Mario menelusuri komentar-komentar di internet.Kata-kata hinaan terhadap Amanda bermunculan di layar.Ada segala macam hinaan.Tida

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 989

    Ekspresi Shania tiba-tiba berubah, menjadi pucat pasi."Mario, apa kamu bilang?""Apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya, perlukah aku mengingatkanmu satu per satu?"Mario melangkah maju, tubuhnya yang tinggi dan tegap memancarkan aura yang kuat.Wajah Shania semakin pucat."Mario, jangan kelewatan!"Dia gemetar karena marah, mengepalkan tinjunya erat-erat.Kenangan masa lalu menghantamnya seperti gelombang besar.Dia menatap langsung ke mata Mario, tatapannya dipenuhi amarah dan kebencian.Orang-orang lain sudah tahu persis apa yang terjadi.Mereka merasa bersalah dan tidak berani berkata apa-apa.Mario menatap Shania dengan tajam, menyindir, "Sebelum menghakimi orang lain, pikirkan dulu dirimu sendiri.""Ini bukan Wakasa. Simpan pikiran-pikiranmu itu. Kalau nggak, aku nggak segan-segan mengungkit masa lalu dan membuatmu menghilang lagi dari Hanka."Setiap kata Mario sarat dengan peringatan.Namun, wajahnya tetap ramah. Aura sopan santunnya masih terpancar.Akan tetapi, sorot matanya

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 988

    Semua orang tercengang.Sulit dipercaya."Beneran? Berarti, rumor hubungan Mario dengan Amanda sebelumnya itu memang benar?""Tentu saja benar. Tapi, dengan latar belakang keluarga Amanda seperti itu, orang-orang Keluarga Senja pasti nggak akan setuju. Jadi selingkuhan justru lebih cocok dengan posisinya, ya nggak?"Semua orang berdiskusi dengan seru, menertawakan dan mengejek.Shania minum dengan puas, senyum bangga melintas di matanya.Nayla paling menyayangi temannya ini.Sekarang, temannya dalam masalah.Dia ingin lihat apakah Nayla akan menolongnya."Amanda kan teman baik Nayla. Kalian pikir saja, orang yang bergaul dengan Nayla, mana mungkin dia orang baik-baik?""Dua-duanya sama saja, rendahan."Setelah melontarkan ejekan, Shania meneguk habis minuman di tangannya dan meletakkan gelasnya.Laura yang duduk di sudut mendengarkan kata-kata yang tidak pantas didengar itu, wajahnya tampak sedikit pucat.Malam ini, dia diajak temannya ke pesta ini dengan janji akan mengenalkannya pada

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 338

    Hans merasa seolah ada batu besar yang menekan dadanya. Memegangi mangkuk kosong, dia melemparkannya ke arah Michael, seluruh tubuhnya membara karena marah.Michael terpukul di kepala hingga darah mengucur deras. Dia memegangi dahinya, mengeluarkan teriakan yang menusuk telinga."Hans, kamu itu kena

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 324

    "Tenang, aku bisa datang jam tiga nanti sore.""Nayla, akui saja kalau kamu nggak bisa. Apa yang sedang kamu mainkan?"Shania merebut telepon, tertawa sinis. "Masih belum terlambat kalau kamu mau menyerah sekarang. Paling nggak, kamu nggak harus mempermalukan diri sendiri di depan Simon.""Nona Shan

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 322

    Simon sudah berbalik dengan sigap untuk menghindari uluran tangan Shania.Mendengar kata-kata Nayla, rasa terkejut melintas di matanya. "Benarkah?"Nayla telah memikirkannya dengan serius selama dua hari ini dan mengangguk. "Ya, aku bisa ....""Kamu? Nayla, kamu semakin pintar berpura-pura."Shania

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 311

    "Kami berdua laki-laki normal yang suka perempuan. Tolong jangan salah paham."Nayla tertawa kecil. "Nggak kok."Setelah menutup telepon, dia hendak beranjak pergi.Saat mengangkat kepalanya, dia melihat seseorang berdiri di dekat pintu.Orang itu menatapnya, tampak kebingungan harus apa.Orang itu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status