Share

Bab 77

Author: Finella Zakaria
"Lagian, kalau ada apa-apa, kamu bisa bilang saja padaku, nggak usah main tangan."

Hans mengelus pinggangnya yang terasa sakit. Di dalam hati, dia menyimpan dendam.

Pada saat yang sama, dia bingung kenapa Simon begitu membela Nayla, ini sangat aneh.

Simon menatapnya dengan wajah muram dan berkata dengan dingin, "Kamu terus-terusan nyakitin Nayla. Masalah ini, bahkan kalau Keluarga Tanu nggak mempermasalahkannya, aku tetap nggak akan membiarkanmu begitu saja."

Hans terintimidasi oleh tatapan taja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Suryat
di Hans gak cocok jd CEO,tp bagusnya jd kacungnya si Karin
goodnovel comment avatar
Marlin Athaya
bisa ga sih si karin di jahit aja mulutnya, kesel bgt
goodnovel comment avatar
Nessa Ness
dasar hans otak udang akibat ulahnya nayla sma simon begitu...bener2 nggk nyadar kesahnnya udh dimanfaatin c pelakor...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1395

    Amanda belum puas setelah menghabiskan satu mangkuk bola-bola manis, jadi dia memesan lagi semangkuk bubur ketan hitam.Sebagai seorang model, dia harus menjaga bentuk tubuhnya setiap saat. Dia tidak seperti Nayla yang tidak pernah gemuk meski makan apa saja, sehingga dia harus memperhatikan pola makan dan sebisa mungkin mengurangi porsi makan.Malam ini, dia membiarkan dirinya lepas, sebagai bentuk penghiburan bagi dirinya di masa kecil, makan sebanyak yang dia mau.Mario tidak banyak bicara. Melihat sudut mulutnya berlumuran noda air gula, dia tiba-tiba mengambil tisu dan mengulurkan tangan untuk menyeka sudut mulutnya dengan lembut."Kamu sudah besar, masih saja belepotan."Meskipun tatapannya yang lembut tampak penuh senyuman, kata-katanya terdengar tidak suka.Amanda tidak peduli apa yang dipikirkannya. Dia membalas dengan nada tajam, "Bukan urusanmu."Mario mengusap pipinya, senyum tipis terukir di bibirnya. "Kamu itu pacar yang unik."Amanda menatap wajah tampannya, tiba-tiba pe

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1394

    Sangat misterius.Amanda merasa suka melihatnya seperti ini. Apalagi wajahnya yang terlalu tampan ini, membuatnya sejenak bisa melupakan kesedihannya.Setengah jam kemudian, Mario memarkir mobilnya di tempat parkir pinggir jalan. Amanda turun dari mobil dan melihat sekelilingnya, kawasan tua yang sunyi.Lampu-lampu toko di seberang jalan menyala terang, pengunjung datang silih berganti, suasananya terasa sangat hidup.Amanda tidak menyangka seseorang dengan latar belakang tinggi seperti Mario akan membawanya ke tempat yang begitu sederhana ini. Dia pun menatapnya dengan bingung."Kamu mau juga datang ke tempat seperti ini?"Mario menggenggam tangannya, jari-jari mereka saling bertautan erat, berjalan bersama menuju menyeberangi jalan."Jadi, kamu menilai orang berdasarkan penampilan? Orang seperti aku seharusnya membuang-buang uang di hotel bintang lima?"Memang sudah sifatnya.Dia tampak lembut dan sopan, tetapi sebenarnya pintar bersilat lidah dan pasti akan membuat lawannya berdarah

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1393

    Amanda merasakan kesedihan yang mendalam, merasa tidak layak menerima ucapan terima kasih."Nenek Asih, kamu terlalu baik. Winda tertimpa masalah ini karena aku, jadi harusnya aku yang minta maaf kepada kalian.""Anak bodoh, ini bukan salahmu. Orang lain sampai mengganggu Winda, berarti mereka tahu kalian berdua dekat. Aku senang dia mendapat teman yang baik."Nenek Asih telah tinggal di pedesaan selama bertahun-tahun, bahkan tidak punya siapa-siapa untuk diajak bicara.Bertemu dengan teman Winda adalah kesempatan langka. Dan karena Amanda terlihat cantik dan baik hati, Nenek Asih pun menarik tangannya dan bercerita tanpa henti tentang masa kecil Winda."Winda itu anak yatim piatu. Anak-anak di desa sering mengejeknya dan mengatai dia pembawa sial.""Kami berdua cuma punya satu sama lain, sering direndahkan orang-orang di desa. Winda anak lembut dari kecil, tapi dia terpaksa berkelahi karena anak-anak lain bilang aku sudah tua dan sebentar lagi mati, lalu mengatai Winda akan hidup seba

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1392

    "Aku minta maaf. Sudah cukup?"Melanie merentangkan kedua tangannya lurus ke depan.Winda melirik cek itu dan mencibir, "Maaf saja sudah cukup, aku nggak butuh uangmu ....""Oke, sudah minta maaf. Silakan pergi."Amanda cepat mengambil cek itu dari tangannya.Melanie mendengus. "Aku sudah minta maaf, uangnya juga sudah diambil. Masalah ini selesai sampai di sini, kita nggak ada urusan lagi.""Nona Melanie juga ingat baik-baik, jangan sampai ini terjadi lagi. Kalau nggak, Keluarga Senja pun nggak akan bisa melindungimu."Nayla merasa akhir seperti ini adalah yang terbaik. Lukanya sudah terjadi, Amanda dan Winda sudah menerima uang sebagai ganti rugi, dan Melanie juga sudah mendapat hukuman yang pantas.Mereka sudah mendapat cukup keuntungan.Amanda menunjuk ke arah pintu. "Selamat jalan, silakan pergi sendiri."Melanie melemparkan tatapan penuh kebencian. Dia benar-benar kehilangan muka hari ini. Suatu saat, dia pasti akan mendapatkan cara untuk membalas dendam pada mereka. Dengan dipen

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1391

    Amanda mengikuti arah pandangnya dan melihat mereka juga.Kenapa Austin membawa Melanie ke sini?Nayla sama sekali tidak terkejut ketika mendengar apa yang baru saja dikatakan Amanda."Syukurlah sudah ketemu. Setelah nenek Winda dibawa kembali nanti, bawa dia ke rumah sakit untuk diperiksa."Amanda setuju. "Ide bagus.""Nayla, Amanda."Austin mendekat dan menyapa, lalu memberi isyarat kepada Melanie untuk ikut menyapa.Melanie mengangguk ringan dengan enggan kepada mereka. "Aku datang menjenguk Winda. Aku salah padanya waktu itu, aku datang untuk minta maaf."Bagaikan matahari terbit dari barat.Amanda hampir mengira dia sedang berhalusinasi."Nona Melanie, bukannya kamu sebelum ini meremehkan kami yang dari kalangan rendah? Mana berani kami memintamu minta maaf? Atau, kamu takut masuk penjara sekarang?"Nayla merasa ada sesuatu di balik ini yang tidak sesederhana itu.Simon baru selesai bicara, tiba-tiba Austin membawa Melanie ke rumah sakit.Nenek Winda juga telah ditemukan dan sedan

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 1390

    "Pasti sebentar lagi ada kabar, jangan khawatir. Dan ingat baik-baik, jangan menyalahkan dirimu sendiri."Amanda tidak ingin Nayla khawatir, apalagi Nayla sedang hamil, jadi dia tidak berani menunjukkan rasa khawatir yang berlebihan."Aku baik-baik saja, aku nggak selemah itu. Antarkan aku ke rumah sakit, aku mau menjenguk Winda.""Aku ikut juga."Amanda mengangguk.Setengah jam kemudian, mereka tiba di kamar rawat Winda.Winda merasa gelisah sepanjang hari, selalu memikirkan neneknya. Begitu melihat mereka, dia langsung bertanya dengan tidak sabar."Sudah ada kabar tentang nenekku?"Amanda melihat dengan jelas harapan yang menyala di mata Winda. Hatinya terasa sangat sakit, hingga hampir tidak berani menatap matanya.Nayla menjawab lebih dulu. "Polisi sudah menangkap dua penjahat yang ingin menculik Amanda. Mereka sedang diinterogasi. Sebentar lagi pasti ada kabar."Cahaya di mata Winda seketika padam.Masih harus menunggu.Melihat kekecewaan yang melintas di matanya, Amanda buru-buru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status