Share

Meong

Author: YOSSYTA S
last update publish date: 2026-10-15 11:59:54

Sementara di kantor.

Enzo, awalnya masih mode CEO serius, baca chat sambil rapat sama Pak Deon dan para manajer.

`Huh, tikus?! Masa di rumah ada tikus?` Dahinya mengeryit heran.

Terus balasan Zoya masuk.

'Ting!'

`Iya ada, Mas. Namanya Frisca.`

`PUFF!`

Enzo yang lagi minum kopi langsung nyembur!

"BWUAAHAHAHAHA!" Tawanya pun pecah. Lupa kalau sedang di ruang meeting.

Satu ruang langsung hening. Semua nengok ke Enzo.

Pak Deon yang lagi presentasi grafik penjualan supermarket,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Kucing Cemburu

    Pintu kamar dikunci. `KLIK!` Zoya masih duduk di ranjang, kaki diperban. Enzo udah di depan, mode sidang skripsi. "Oke, sidang dimulai." Enzo langsung pasang wajah serius. Dahi Zoya mengerut. "Sidang apa?" "Sidang kronologi pelukan terlarang di taman jam 12 siang." Zoya ngakak. "Ya Allah Mas, lebay banget." Enzo serius buka HP, pura-pura catet. "Pertanyaan pertama. Jam berapa tepatnya kamu keluar ke taman?" "Ikh, udah kayak polisi aja, deh!" "Jawab!" Zoya terdiam. Sambil megang dagu, dia seperti sedang berpikir. "Em ... kira-kira tadi sekitar jam dua belas. Abis Nenek sama Bi Ijah masuk." Enzo mencatat. "Jam 12, Nyonya Besar sendirian, angin semilir, ayunan sangkar. Oke." "Pertanyaan kedua. Damar datang dari mana? Gerbang depan? Loncat pagar? Terbang?" Zoya melongo. "Ya, dari gerbang lah! Masa terbang!" Enzo angguk. "Oke, masuk akal. Tidak terbang. Lanjut." Enzo makin deket, tatap Zoya tajam. "Pertanyaan ketiga, ini yang paling penting. Pas kamu mau jat

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Frisca Makin Panas

    Di lantai dua, jendela kamar Frisca kebuka dikit. Gordennya goyang. Frisca ngintip. Awalnya dia senyum licik liat Enzo datang. `Akhirnya...` batin Frisca senang. `Ribut lah kalian! Biarin Enzo ngamuk! Biar Zoya dimarahin habis-habisan." Tapi pas dia liat jelas. Damar lagi meluk Zoya... tangan Damar di pinggang Zoya. Nahan biar gak jatuh. Senyum liciknya LANGSUNG HILANG! `KREK!` Kuku palsunya nyaris patah genggam gorden kencang. "DAMAR?!" bisik Frisca, matanya melotot, mukanya merah padam bukan main. Rasa senengnya kalah sama rasa panas di dada. "Beraninya dia! Beraninya dia peluk Zoya di depan rumah! Di depan mata aku! Suami aku sendiri malah asyik pelukan sama mantan istrinya." Tangannya gemeter. Cemburu buta. "Kemarin ngintip kamar Zoya, sekarang meluk Zoya di taman? Jadi selama ini dia masih... masih mikirin janda sialan itu?" Frisca pengen teriak dari atas "LEPASIN SUAMIKU , ZOYA!" tapi dia tahan. Karena kalau dia teriak sekarang, Enzo malah tau dia ngintip

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Meong

    Sementara di kantor. Enzo, awalnya masih mode CEO serius, baca chat sambil rapat sama Pak Deon dan para manajer. `Huh, tikus?! Masa di rumah ada tikus?` Dahinya mengeryit heran. Terus balasan Zoya masuk. 'Ting!' `Iya ada, Mas. Namanya Frisca.` `PUFF!` Enzo yang lagi minum kopi langsung nyembur! "BWUAAHAHAHAHA!" Tawanya pun pecah. Lupa kalau sedang di ruang meeting. Satu ruang langsung hening. Semua nengok ke Enzo. Pak Deon yang lagi presentasi grafik penjualan supermarket, langsung diam. Matanya melotot ke arahnya. "Enzo? Ada apa? Ada yang lucu?" katanya sedikit membentak. Enzo buru-buru nutup mulut, ngelap pakai tisu, pura-pura batuk. "Eh! Enggak Pa! Enggak! Maaf, lanjut Pa! Lanjut! Grafiknya bagus Pa! Naik terus!" Padahal dalam hati, `Awas aja kamu Fris, berani ganggu Nyonya Besar ku, kamu resmi jadi tikus got sekarang!' Terus dia bales chat lagi diam-diam di bawah meja. 'Oh, tikus yang itu. Harusnya tadi kamu panggil kucing, Sayang. Biar sekalian a

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Ngusir Tikus

    "Frisca! Ngapain kamu ke sini?!" Zoya kaget, mundur selangkah, pegangan ke pinggiran ranjang. Kakinya masih perih. Frisca `BRAK!` tutup pintu! Dikunci! "Aku tanya sama kamu, Zoya! Apa sih maunya kamu?!" Frisca jalan mendekat, mukanya merah, napas ngos-ngosan habis berantem sama Damar. Zoya bingung. "Apa maksud kamu? Aku gak ngerti!" "GAK NGERTI! Gak ngerti katamu?!" Frisca nunjuk-nunjuk muka Zoya. "Kamu tuh udah jadi istri Enzo! Kenapa masih aja goda-godain suami aku?! Hah?!" Zoya melotot heran. "Aku gak pernah godain Damar! Kamu aja yang ngarang!" "NGARANG?! Tadi aku liat sendiri! Damar ngintip kamu dari pintu! Senyum-senyum kamu di dalam! Kamu pasti sengaja buka pintu biar dia liat kamu, kan?! Biar dia kasian sama kamu?! Dasar... Janda gatel!" `JLEB!` Kata-kata terakhir itu sudah kelewatan! Zoya yang biasanya sabar, langsung meledak! Tak peduli kakinya sakit! "JAGA MULUT KAMU, FRISCA!" Zoya maju. Walau pincang, dia pasang wajah garang. "Aku dari tadi di kamar

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Hari pertama kerja

    `DUK DUK DUK` Suara langkah turun dari atas. Semua nengok. Enzo turun. Sudah pakai kemeja putih rapi, celana bahan hitam, rambut gondrongnya disisir rapi ke belakang. Wangi. Beda banget sama Enzo yang dulu acak-acakan. Pak Deon senyum puas. "Nah, ini baru anak Papa. Ganteng. Ayo berangkat bareng Papa ke kantor pusat." Enzo angguk mantap. "Siap, Pa." Frisca yang masih kesel, nyinyir lagi, "Tuh kan, istrinya aja gak turun nganterin suami berangkat kerja. Istri macam apa itu?" Enzo yang denger, langsung berhenti. Natap Frisca dingin. "Istriku lagi sakit, Fris. Karena kamu dorong semalam. Jadi dia istirahat. Ada masalah?" Frisca langsung ciut. "Enggak." Enzo dan Pak Deon pun berangkat. Pintu besar ketutup. Semua sudah selesai sarapan. Piring kosong. Damar ikut berdiri, pura-pura buru-buru. "Eh, aku berangkat kerja dulu ya. Tapi, kayaknya ada berkas ketinggalan di atas." Frisca gak peduli, lagi sibuk main HP. "Ya sana!" Damar naik pelan. Bukan ke kamarnya. Tapi

  • Kau Rebut Suamiku, Ku Nikahi Adikmu    Sarapan Tanpa Zoya

    Pagi jam 7. Meja makan besar keluarga Bautista sudah penuh. Pak Deon di ujung meja baca koran, Nenek sudah duduk manis, Damar duduk kaku masih kusut. Frisca dan Vanessa sudah dandan cantik mau sarapan. Tapi dua kursi kosong. Kursi Enzo dan Zoya. Pak Deon menurunkan korannya, dahinya mengerut. "Loh, Enzo sama Zoya mana? Kok belum turun sarapan? Tumben. Biasanya Enzo paling pagi kalau sudah niat kerja di pusat." Nenek yang sedang menuang teh, langsung menjawab dengan senyum lembut sambil melirik ke arah Frisca. "Zoya kakinya masih sakit, Deon. Bengkak habis didorong Amelia kemarin dan jatuh di tangga semalam karena didorong Frisca. Jadi Enzo gak ngijinin dia keluar kamar sama sekali." Nenek menyeruput tehnya pelan. "Tadi pagi Enzo sudah bilang ke Bi Ijah, semua sarapan, makan siang, makan malamnya Zoya diantar ke kamar aja. Biar Zoya istirahat total di ranjang. Kasian." `JLEB!' Satu meja langsung hening. Sambil hela napas, Pak Deon mengangguk maklum. "Ya sudah, biari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status