Share

Lima

Author: Khody Didi
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-23 11:11:57

Nayaka mematut dirinya di depan cermin besar yang ada di kamar pribadinya di lantai dua, rumah dua lantai itu memang tidak besar, namun sangat nyaman baginya. Di bawah ada kamar tamu dan juga ruangan lainnya. Sementara di lantai dua ada satu kamar lain.

Ayahnya bisa disebut salah satu pemilik sekolah swasta ternama, kakeknya berasal dari kalangan ningrat di masanya. Itu sebabnya sang ayah menginginkan Nayaka menjadi guru atau tenaga pendidik.

Memakai celana jeans robek-robek, kaos hitam press badan dengan belahan dada rendah, juga tak lupa mengalungkan pods rokok elektriknya, rambut yang sengaja digerai asal. Make up yang menunjukkan bahwa dia bukan wanita baik-baik akan memberikan kesan apa adanya.

Dia tahu adiknya membutuhkannya untuk melakukan pernikahan, namun dia juga tak mau memaksa bersikap anggun di depan pria yang dijodohkannya. Pikirnya, jika dia bisa menerima dirinya yang apa adanya, tentu dia bisa melakukan pernikahan meski hanya untuk sementara saja. 

Dia memang bisa mengambil peran sebagai guru, tapi apa dia bisa berperan sebagai istri? Terutama istri yang baik. Oh tentu saja sulit. 

Meskipun gemini dikenal memiliki berbagai wajah, namun dia tak bisa konsisten dengan satu wajah yang terus ditunjukkannya dalam waktu lama.

Dia mungkin bisa berpura-pura, tapi tidak untuk selamanya. Dan dia menyukai keterbukaan tentunya.

Sudah pukul enam tiga puluh. Dia sengaja tak membawa kendaraan, pasti jalanan macet jam segini. Memesan ojek online yang tiba dalam waktu lima menit ke rumah adalah pilihan terbaik.

“Bang,” panggil Nayaka mengusir sepi. Pria pengemudi ojek online yang tampak menjaga jarak darinya itu pun menggumam.

“Sudah lama narik?” tanya Nayaka.

“Sudah dari tadi siang,” jawabnya membuat Nayaka tersenyum kecil. “Ini jarak jauh banget, kayak lagi covid,” kelakar Nayaka yang memang merasa bosan.

“Saya takut, mbak,” ujarnya.

“Takut apa? Saya bukan zombie apalagi drakula,” ujar Nayaka.

Pengemudi itu melirik wanita cantik yang duduk di belakangnya dari kaca spion, “takut kena bemper mbak, ntar dibilang saya macem-macem,” ujarnya.

“Bemper! Dikata Bemo?” dengus Nayaka membuat pengemudi itu tertawa kecil. Percakapan memang biasa terjalin dari Nayaka yang memang mudah bergaul dengan siapa saja, ya satu kelebihan Gemini. Tapi itu hanya bisa dilakukan jika moodnya baik-baik saja. Jika moodnya buruk, beuh jangan heran jika semua orang bisa diajak ribut olehnya!

Ketika asik berkendara, tiba-tiba motor di samping menyalip dan membuat pengemudi ojek itu mengerem mendadak dan tubuh Nayaka terbanting ke depan, sementara sang driver sudah jatuh dari joknya turun ke bagian depan. Nayaka tertawa kencang.

“Ini saya yang disuruh nyetir?” tanyanya sambil bergerak mundur.

“Emang kurang asem itu orang,” ujar sang pengemudi, “maap ya Mbak, bempernya jadi nabrak saya deh,” ujarnya tak enak hati.

“Santai mas, udah lama juga enggak ada yang nyentuh ini bemper,” kekeh Nayaka. Mereka justru tertawa sampai tiba di restoran Langit.

Nayaka membayar dengan saldo yang ada di aplikasinya, setelah berterima kasih, dia berjalan masuk ke dalam.

Serorang pramusaji menghampiri dan menyapanya, “sudah reservasi sebelumnya?” tanyanya.

“Sudah, atas nama Nuansa,” ujar Nayaka.

“Baik, mari kak ikut saya,” ucapnya. Nayaka mengekornya hingga ke salah satu meja yang berada di tengah. Dia pun menggeleng tak suka. “Bisa pindah ke smooking area?” tanya Nayaka menunjukkan pods yang menggantung di lehernya.

“Oh, saya cek dulu ya,” ucapnya membuka buku di tangannya.

“Ada kak, mari,” ajaknya. Nayaka kembali mengekornya, masih ada waktu sepuluh menit untuk kedatangan pria yang bernama Nuansa, berharap tidak bernuansa religius, karena dia sedang tak mau mendengar ceramah apa pun.

Ketika dia menyilang kakinya, maka robekan celana jeansnya akan naik sehingga mempertontonkan pahanya. Restoran klasik, yang datang kebanyakan usia dewasa. Tidak ada suara ramai anak muda yang biasa bercengkrama.

Nayaka menghirup rokok elektriknya lalu mengembuskan asapnya ke udara seolah mengusir sepinya. Dia memesan satu gelas minuman dingin. Tepat pukul tujuh malam seorang pria berdiri di hadapannya.

Pria tinggi bertubuh atletis, wajahnya tampak tampan, tatapan mata yang tajam dan alis yang tebal. Sebagian wajahnya ditutupi bulu halus yang membuatnya terlihat prima dan begitu macho. Dia mengenakan kaos lengan panjang dan celana panjang yang tampak rapih.

“Nayaka?” tanyanya.

“Ya,” jawab Nayaka mengulurkan tangannya tanpa mau berdiri untuk sekedar menghormati, lalu mereka saling berjabat tangan. Nayaka kembali menghirup podsnya dan kini mengedikkan dagu agar pria yang baru saja menyebut nama Nuansa itu duduk di seberangnya.

Pria itu terlihat malas, sama sepertinya. Mungkin dia juga tertekan dengan permintaan orang tuanya.

“Singkat saja, waktu gue enggak banyak,” ujar Nayaka.

“Bisakah gue pesan minum dulu?” ujar Nuansa.

“Bebas,” jawab Nayaka acuh, membetulkan posisi duduknya agar lebih nyaman. Nuansa memperhatikan penampilannya dari atas ke bawah. 

Dia tersenyum miring, “Lo enggak meminta peran pengganti kan? Karena Nayaka yang diceritakan ibu gue adalah wanita baik-baik, tidak –maaf urakan,” ujarnya tegas dan dalam.

Nayaka terkekeh, “apa gue perlu menunjukkan kartu identitas?” tanyanya menyindir. 

Nuansa ikut melipat kakinya lalu dia mengangkat tangannya untuk memanggil waitress, dia memesan kopi dingin dan juga makanan ringan.

“Apa alasan lo enggak mau menikah?” tanya Nuansa ketika waitress meninggalkan mereka untuk membuatkan pesanannya.

“Ribet, males,” jawab Nayaka dingin, lalu dia kembali mengepulkan asap dari rokok elektrik itu.

Nuansa hanya meliriknya sekilas dengan acuh. Lalu Nayaka memperhatikannya, aneh, dia merasa familiar dengan wajah itu, dengan sorot matanya yang acuh.

“Lo sendiri kenapa enggak nikah?” tanya Nayaka.

“Entah,” jawab Nuansa, percakapan yang tidak mengalir itu membuat keduanya lebih banyak terdiam, lalu waitress membawakan pesanan Nuansa. Nayaka tak menyangka Nuansa memesan cemilan sebanyak itu.

“Lagi cheat day,” ujar Nuansa, “kalau mau ambillah,” imbuhnya.

Nayaka mengambil sepotong kentang goreng yang ternyata sudah dicampur dengan keju, rasanya begitu lembut di mulut hingga dia memakannya lagi.

“Gue ingin menikah,” ucap Nayaka.

“Ha? Tiba-tiba?” tanya Nuansa dengan wajah terkejut.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
Bu guru suka clubing
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
siang Bu guru.malam jadi Bu cafe......
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Ekstra Part

    (Sepuluh Tahun Kemudian)Waktu berjalan tanpa tergesa, mengalir bagaikan air yang tenang namun mampu mengubah kehidupan secara perlahan dan pasti. Sepuluh tahun telah berlalu sejak malam penuh kehangatan dan kembalinya keharmonisan rumah tangga mereka, membawa ribuan hari yang dipenuhi oleh pertumbuhan, cinta, dan tawa.Hari ini, sebuah acara pesta pernikahan yang teramat megah dan penuh nuansa kebahagiaan digelar secara spektakuler. Anak terakhir dari pasangan Nayaka dan Nuansa, yaitu Yasha, akhirnya melangsungkan pernikahannya.Pria muda yang dahulu dikenal sebagai anak laki-laki yang lincah dan menggemaskan itu, kini telah tumbuh sepenuhnya menjadi seorang lelaki dewasa yang sangat tampan, gagah, dan berwibawa. Di hari yang bersejarah ini, Yasha mengikat janji suci sehidup semati dengan wanita pilihannya, yang tidak lain adalah teman bermain masa kecilnya sendiri yang telah tumbuh menjadi gadis yang

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Seratus Dua Puluh Tujuh (Carmen-End)

    Ucapan berani itu seketika membuat Arkha tidak bisa menahan tawanya lagi. Rasa cemasnya menguap, digantikan oleh gairah pria dewasa yang membara. Tanpa membuang waktu lebih lama, Arkha segera melepas seluruh pakaian kerjanya satu per satu dan bersiap untuk menyatukan dirinya dengan sang istri. Dia merangkak naik ke atas ranjang, mulai mencumbu bibir dan seluruh tubuh Carmen terus-menerus dengan intensitas yang tinggi. Malam ini, Carmen benar-benar tampak sangat nakal dan agresif, berbanding terbalik dengan sikap pendiamnya selama tiga hari terakhir.Arkha sendiri tidak tahu pasti apa yang sebenarnya sedang berkecamuk di dalam pikiran istrinya saat ini. Namun, sebagai seorang suami, Arkha memahami bahwa mungkin tindakan ekstrem dan permainan fantasi ini adalah salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri atau biasa disebut dengan defense mechanism oleh Carmen untuk mengalihkan dan menyembuhkan rasa sakit serta trauma yang sempat menyergap batinnya secara mendadak.

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Seratus Dua Puluh Enam

    Arkha membimbing langkah Carmen dengan sangat hati-hati, menuntun tubuh istrinya yang masih tampak gemetar menuju ke sebuah kursi taman yang terletak di bawah rindangnya pohon besar. Setelah mendudukkan Carmen secara perlahan,Arkha segera ikut duduk di sampingnya. Carmen tampak masih mengatur napasnya yang terasa sesak dan memburu. Dadanya naik turun dengan tidak teratur, dia benar-benar sama sekali tidak menyangka, bahkan tidak pernah membayangkan dalam mimpi buruknya sekalipun, bahwa dia akan bertemu kembali dengan Keanu di tempat umum yang begitu terbuka dan damai seperti taman bermain ini. Pertemuan mendadak itu seolah membuka kembali kotak memori lama yang telah terkunci rapat.“Carmen, hei Sayang,” panggil Arkha dengan nada suara yang teramat lembut dan sarat akan kekhawatiran yang mendalam. Bersamaan dengan panggilan itu, Arkha meraih kedua telapak tangan sang istri, menggenggamnya dengan sangat erat demi menyalurkan kehangatan dan rasa aman yang di

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Seratus Dua Puluh Lima

    Mendengar suara panggilan itu, Keanu seketika menghentikan langkah kakinya. Tubuhnya menegang sebelum akhirnya dia membalikkan badan dan menoleh kembali ke arah Carmen dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa tidak percaya sekaligus haru.“Kamu juga berhak bahagia,” ucap Carmen dengan tulus. Setelah mengucapkan kalimat bermakna pengampunan itu, Carmen langsung membalikkan tubuhnya sendiri membelakangi pria itu, mendekap putrinya lebih erat dan bersandar pada dada Arkha. Dia tidak mau melihat wajah Keanu lagi, bukan karena dendam, melainkan karena dia ingin menegaskan bahwa masa lalu mereka telah selesai sepenuhnya di detik ini.Hari ini, Keanu sebenarnya baru saja resmi ke luar dari rumah tahanan setelah menyelesaikan masa hukumannya. Dia tampak memakai sebuah tas punggung hitam yang sudah agak usang, berisi seluruh pakaian dan barang pribadinya selama berada di balik jeruji besi. Mendengar ucapan pengampunan dari Carmen yang begitu berjiwa besar, air mata Ke

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Seratus Dua Puluh Empat

    (Lima tahun kemudian)Waktu terus bergulir tanpa terasa, membawa banyak perubahan manis dalam kehidupan keluarga kecil mereka. Setelah melewati berbagai momen penuh kebahagiaan, tidak terasa sudah lima tahun berlalu sejak kepulangan mereka dari Switzerland.Hari ini, suasana sore terasa begitu cerah dan meneduhkan. Carmen membawa putri kecilnya yang kini telah menginjak usia empat tahun untuk pergi bermain di sebuah taman bermain publik yang cukup ramai. Di sudut area taman, Arkha tampak sedang berdiri dengan wajah serius namun tetap tenang, fokus menerima panggilan telepon penting yang tampaknya berasal dari salah seorang kerabat jauhnya di luar kota.Sementara itu, perhatian Carmen seutuhnya tersedot pada sang buah hati. Putri kecil mereka yang berwajah sangat lucu dan menggemaskan itu tampak begitu aktif berlarian ke sana kemari di atas hamparan rumput taman, tertawa riang menikmati kebebasannya.Carmen dengan penuh kasih sayang terpak

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Seratus Dua Puluh Tiga

    “Mi, enggak apa-apa hanya mual biasa, mungkin cuma masuk angin,” jawab Carmen seraya menyiram toilet itu sekali lagi hingga bersih. Dia mengambil selembar tisu bersih, menyeka bibirnya yang basah dengan perlahan, lalu dengan langkah yang masih sedikit goyah dia berjalan ke luar dari bilik toilet.Melihat menantunya tampak begitu lemas, Ibu Arkha dengan sigap merangkul pundak Carmen, membantunya berjalan menuju ke ruang guru yang terletak tidak jauh dari sana. Beliau membimbing Carmen untuk duduk di salah satu sofa panjang yang nyaman. Guru-guru lain yang berada di dalam ruangan itu pun langsung ikut panik, dengan cekatan salah seorang guru bergegas membuatkan secangkir teh manis hangat, sementara yang lain memberikan sebotol minyak kayu putih kepada Carmen.Carmen menerima botol tersebut, menuangkan sedikit cairan hangat itu ke telapak tangannya, lalu mulai mengoleskannya di bagian perutnya yang masih terasa bergolak tidak nyaman. Melihat hal itu, Ibu Arkha

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Dua

    Carmen kembali ke ruang kelasnya untuk melanjutkan pelajaran yang sebenarnya tak bisa ditangkap oleh otaknya. Bukan berarti dia bodoh, di sekolah dasar dia selalu mendapat peringkat pertama, namun setelah SMP semua berubah. Dia mulai memberontak, dia membenci dirinya sendiri. Dia tak suka jika ada

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Empat

    Wajahnya menyiratkan amarah yang ditahannya, “kalau bisa juga aku nikah duluan, Kak!! Tapi orang tua kita maunya kakak duluan!!! Aku capek nahan selama ini! Aku bisa aja nikah tanpa restu! Tapi aku menghargai mereka! Enggak seperti kakak! Yang cuma jadi beban!!!” Raiden mengentakkan kakinya sebelum

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   TIga

    “NAYAKA SHAINARA!!!!” Suara itu begitu memekakkan telinga Nayaka di pagi buta ini! Tidak! Sebenarnya ini sudah pukul sembilan pagi, namun bagi seorang yang bekerja juga di dunia malam, pukul sembilan masih terlalu pagi!Dia bahkan baru pulang pukul empat tadi pagi, setelah melakukan pertunjukan di

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Satu

    “Ibu!! Ada yang merokok di toilet!!” adu seorang wanita yang memakai pakaian seragam putih biru, membuat seorang wanita yang mencepol rambutnya itu menghela napas panjang dan mengambil penggaris kayu berukuran satu meter. “Grrrrr! Siapa lagi sih!” ujarnya. Nayaka Shainara, seorang wanita dewasa y

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status