Home / Pendekar / Kebangkitan Dewa Pedang Abadi / Bab 29 - Mawar Berduri di Bawah Bulan Gelap

Share

Bab 29 - Mawar Berduri di Bawah Bulan Gelap

Author: Akaiy
last update Last Updated: 2025-12-29 01:39:24

“Dengan kecepatan seperti ini, menembus tingkat keenam Pemurnian Qi tinggal menunggu waktu.”

Lin Yi membuka mata perlahan dan menghentikan kultivasinya. Di luar jendela, suasana sekolah sudah lengang. Satu per satu siswa meninggalkan kelas setelah bel pulang berbunyi, sementara ia masih duduk tenang di bangkunya.

Tong Yao, yang sudah terbiasa dengan kebiasaan Lin Yi, melambaikan tangan sambil tersenyum.

“Lin Yi, aku pulang dulu. Jangan terlalu malam ya. Sampai jumpa!”

“Sampai jumpa,” jawab Lin Yi dengan senyum tipis.

Dua hari terakhir terasa cukup memuaskan baginya.

Sejak reuni kelas bersama Tong Lei beberapa hari lalu, tak ada gangguan berarti. Hidupnya kembali teratur, sekolah di siang hari, sesekali berkultivasi, lalu setelah pulang ia pergi ke apartemen Qin Yuexi untuk belajar tambahan. Saat malam tiba, ia akan bermeditasi di dunia kecil miliknya.

Ketika hampir semua siswa sudah pergi, Qin Yuexi masuk ke kelas.

“Ayo,” katanya ceria. “Aku beli bahan makanan hari ini. Malam ini aku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 55 - Bayangan di Balik Lampu Neon

    Phoebe Bar adalah klub malam terbesar di Kota Xiang.Dengan standar konsumsi yang tinggi, tempat ini dikenal sebagai simbol gaya hidup kelas atas. Biasanya, pengunjungnya adalah pria dan wanita berusia akhir dua puluhan hingga awal tiga puluhan, orang-orang yang datang untuk melarikan diri dari rutinitas siang hari.Namun, malam ini berbeda.Di antara lautan mahasiswa yang merayakan kelulusan, muncul satu sosok yang terasa asing: seorang pria paruh baya mengenakan setelan Zhongshan. Rambutnya dibiarkan agak panjang, janggutnya tebal dan tak terurus, seolah ia sama sekali tak peduli pada penampilan. Keberadaannya kontras dengan gemerlap bar, seperti bayangan yang salah tempat.Di sampingnya berdiri Huang Xiang.Penampilannya rapi, percaya diri, dan penuh aura kesombongan, dua sosok yang berdiri berdampingan, namun berasal dari dunia yang sama sekali berbeda.“Guru Yang, terima kasih atas bantuan Anda malam ini,” ujar Huang Xiang sambil mengangkat gelasnya.Pria paruh baya itu bernama Y

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 54 - Kilau Tak Terduga dan Awal Badai

    Ruang tamu mendadak sunyi, hening yang terasa menekan.Paman Fang menatap Tong Lei dan Tong Yao tanpa berkedip, ekspresinya seolah membeku di wajah. Pandangannya beralih bolak-balik di antara kedua gadis itu, seakan tak percaya pada apa yang dilihatnya.“A… ada apa, Paman Fang?” Tong Lei merasa tidak nyaman ditatap seperti itu.Namun, begitu ia menoleh ke arah Tong Yao, wajahnya seketika berubah pucat. “Ah!!!”Tong Yao ikut terkejut. Ia menunjuk Tong Lei dengan tangan gemetar, suaranya tergagap, “Kakak… Kakak? A-apa yang terjadi?”Tanpa perlu dikomando, keduanya berlari ke arah cermin besar di ruang tamu.Di depan pantulan itu, napas mereka tertahan.Lin Yi berdiri dengan tangan terlipat di dada, mengamati dengan penuh minat.Dalam waktu singkat, perubahan itu jelas terlihat oleh mata telanjang. Wajah Tong Lei dan Tong Yao memang tidak berubah drastis, namun kulit mereka tampak jauh lebih cerah, halus, dan bersinar alami. Bahkan temperamen mereka pun seolah mengalami peningkatan ha

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 53 - Jejak Darah yang Terbangun

    “Apa yang kau katakan?!”Jantung Lin Yi bergetar hebat. Untuk sesaat, ia hampir kehilangan kendali atas emosinya. Berita itu terlalu mengejutkan, bahkan terasa mustahil untuk dipercaya.Sembilan belas tahun yang lalu…Seseorang bermarga Lin pernah datang ke dunia kecil ini. Namun alih-alih menantang warisan, ia justru melepaskannya begitu saja.Di tengah kekacauan pikirannya, dua kata tiba-tiba menghantam kesadarannya seperti petirAyah.Kata yang selama ini asing itu kini bergejolak liar di dalam dada Lin Yi. Begitu muncul, ia tak lagi mampu mengusirnya. Setiap pikiran, setiap detak jantungnya, dipenuhi oleh satu kemungkinan yang membuat napasnya terasa sesak.Mata Lin Yi berkaca-kaca.Sejak lahir, ia tidak pernah mengenal orang tuanya. Ia tak tahu wajah mereka, tak tahu nama mereka, bahkan tak tahu dari mana asal-usul darah yang mengalir di tubuhnya.Namun satu hal tak pernah ia lepaskankeinginan untuk menemukan keluarganya.Sekecil apa pun petunjuknya, ia akan mengejarnya.Gadis k

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 52 - Di Antara Ciuman, Takdir, dan Kekuatan

    “Lin Yi…”Qin Yuexi benar-benar tenggelam dalam momen itu. Tubuhnya melemah, pikirannya kosong, seakan seluruh dunia hanya menyisakan kehangatan pelukan Lin Yi. Ia membiarkan pria itu mendekapnya, menyusuri setiap getar perasaan yang tak sempat ia tolak.Tanpa berkata apa-apa, Lin Yi mengangkat tubuh Qin Yuexi dan membawanya ke kamar tidur.Ia membaringkannya perlahan di atas ranjang, menatapnya lama, terlalu lama. seolah hendak mengukir wajah itu ke dalam ingatannya. Lalu, tanpa ragu, ia menunduk dan mencium Qin Yuexi dengan gairah yang tak lagi tersembunyi.Waktu berlalu, dan perasaan di dada Lin Yi semakin sulit dikendalikan.Ia ingin lebih.“Tidak…”Suara Qin Yuexi terdengar lirih, hampir seperti bisikan, namun cukup untuk menusuk kesadaran Lin Yi.Dalam sekejap, Lin Yi tersentak. Ia menggigit lidahnya sendiri, memaksa pikirannya kembali jernih.“Hoo…”Ia menarik napas panjang, lalu mundur selangkah. Wajahnya menyiratkan rasa bersalah yang tulus. “Maaf… aku terlalu terburu-buru.”

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 51 - Ketika Pintu Terbuka, Takdir Menyusul

    “Siapa?!”Rambut ketiga pria itu seolah berdiri tegak. Mereka melonjak berdiri serempak, seperti burung yang terkejut oleh suara tembakan.Qin Yuexi refleks menoleh ke arah pintu.Sosok itu berdiri di sana tenang, tegap, dan begitu familiar.Lin Yi.Dalam sekejap, seluruh ketegangan yang menyesakkan dadanya runtuh. Tanpa alasan yang jelas, mata Qin Yuexi memanas. Ia ingin berlari, ingin bersembunyi di pelukan Lin Yi dan menangis sejadi-jadinya. Segala ketakutan, kemarahan, dan kepanikan yang ia tahan sejak tadi malam itu menyesakkan tenggorokannya.Namun kesadaran menghantamnya kembali.“Lin Yi, lari!” teriaknya panik.Dalam benaknya, ada tiga pria dewasa yang jelas bukan orang biasa. Sementara Lin Yi betapapun cakapnya tetaplah seorang siswa. Bagaimana mungkin ia melawan mereka bertiga sekaligus?“Jadi, kau Lin Yi?”Pria bertubuh kekar itu menyipitkan mata, menatap Lin Yi dari ujung kepala hingga kaki, lalu mencibir dingin. “Mau kabur? Sudah terlambat. Kau tak akan lolos.”Lin Yi me

  • Kebangkitan Dewa Pedang Abadi   Bab 50 - Undangan yang Ditolak

    Ketika Lin Yi meneriakkan kata-kata itu sekali lagi, suasana seketika membeku. Semua orang termasuk An Wan’er berubah ekspresi.Mengucapkannya sekali mungkin bisa dianggap gertakan. Namun mengulanginya dengan nada tegas, tanpa sedikit pun keraguan…Itu bukan lelucon.“Kau… kau serius?!” suara An Wan’er bergetar. Ia benar-benar tak mampu memahami pemuda di hadapannya.Dengan apa Lin Yi berniat merampok puluhan bahkan ratusan kultivator sekaligus? Dengan kultivasi Pemurnian Qi tingkat enam?Itu terdengar gila.An Wan’er segera menarik lengan Lin Yi, mengedipkan mata padanya dengan cemas, lalu berbisik rendah, “Tenanglah. Kau tidak bisa mengalahkan mereka. Jika ini berlanjut, bahkan aku mungkin tidak bisa melindungimu.”Seperti pepatah lama, hukum tak menghukum orang banyak. Tadi, An Wan’er masih bisa menggunakan nama besar Asosiasi Alkemis untuk menekan mereka. Tak ada yang mau menjadi orang pertama yang menentang.Namun sekarang?Wajah para kultivator memerah, urat-urat menegang, m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status