Share

Chapter. 6

Penulis: Vanilatte733
last update Tanggal publikasi: 2026-06-17 17:31:02

Sesampainya di dalam gua, Li Yue langsung duduk mengistirahatkan tubuhnya, melihat sekeliling.

Benar kata Ye Lin, gua ini memang tersembunyi karena pintu masuk gua yang tertutupi oleh rimbunnya dedaunan.

Gua ini juga berbeda dari gua- gua yang ada. Kebanyakan gua itu berada di kaki gunung atau bukit, tapi gua ini berada di bawah tanah datar yang dipijak. Jadi saat masuk tadi Li Yue dan Ye Lin harus berhati-hati karena tempat berpijaknya sedikit curam.

Sembari menunggu Ye Lin yang sedang mengumpulkan kayu kering untuk membakar ubi, Li Yue memikirkan bagaimana nasibnya kelak jika dia berhasil membalaskan dendam Zhang Li Yue.

Apa dia akan kembali ke zamannya atau tetap disini? Seharusnya ia sudah meninggal karena terjatuh kedalam sumur tua, tapi karena doa dari Zhang Li Yue, membuat dia berpindah ke zaman ini, Li Yue pusing memikirkannya.

"Permaisuri," panggil Ye Lin.

Lamunan Li Yue terhenti ketika Ye Lin memanggilnya.

"Ya?" sambil menengok cepat ke arah Ye Lin

"Hamba perhatikan, seharian ini Permaisuri sering melamun, apa yang sedang Permaisuri pikirkan? Apa anda memikirkan Nona Xiu Ran?" tanya Ye Lin penasaran.

"Ya... aku memikirkannya."

"Anda harus mengikhlaskan kepergian Nona Xiu Ran, dan tunggulah sebentar lagi Permaisuri, hamba hanya perlu menyalakan api lalu membakar ubinya."

"Menyalakan api?" tanya Li Yue.

"Ya, Permaisuri."

"Apa yang kau gunakan untuk menyalakan api?" tanya Li Yue lagi.

"Hamba akan menggunakan batu Permaisuri." Ye Lin mengangkat dua buah batu yang digunakannya semalam.

"Jangan memakai itu," ucap Li Yue melarang Ye Lin.

"Tapi Permaisuri, hamba hanya bisa menyalakan api dari batu," kata Ye Lin.

"Biarkan aku yang menyalakan apinya."

"Tapi Permaisuri-"

"Aku saja Ye Lin," ucap Li Yue memotong perkataan Ye Lin.

"Baiklah," patuh Ye Lin lalu pergi mengambil kayu kering yang didapatkannya, dan meletakkannya di depan Li Yue.

Li Yue bangun dari duduknya dan mulai menata kayu - kayu itu agar nanti saat dinyalakan tidak cepat padam, lalu ia mengambil pematik api dari tasnya.

Ye Lin mendekat, ingin melihat benda apa yang dikeluarkan tuannya. "Itu apa Permaisuri? Hamba tidak pernah melihatnya," tanya Ye Lin penasaran.

"Pemantik api," jawab Li Yue singkat.

'Pemantik api?' Batin Ye Lin bingung, lalu memperhatikan lagi benda yang dipegang tuannya.

Ctaak!

Blaarrr!

Api langsung keluar dari pemantik api.

Ye Lin yang melihat itu hanya bisa menganga takjub. 'Bagaimana bisa api keluar dari benda itu?' Batin Ye lin.

"Wooaaahh!! Itu sungguh luar biasa!" Ujar Ye Lin, mulutnya menganga lebar saking takjubnya.

"Oh ya, darimana Permaisuri mendapatkan pemantik api itu? Seingat hamba, Permaisuri tidak pernah memiliki itu," ucap Ye Lin seraya memiringkan kepalanya bingung.

Mendengar perkataan Ye Lin yang seakan mulai curiga lagi, Li Yue dengan cepat berkata.

"Bukankah sudah aku katakan untuk tidak menanyakan apa saja yang aku gunakan Ye Lin," tegas Li yue.

"Maafkan hamba, Permaisuri. Hamba tidak bermaksud lancang, hamba hanya-"

"Sudahlah," sela Li Yue yang langsung membuat Ye Lin bungkam tidak berani berkutik.

Li Yue mulai mendekatkan pemantik api yang sudah dinyalakannya ke tumpukan kayu yang sudah disusunnya mengerucut, api langsung menjalar dengan cepat membakar kayu-kayu kering tersebut.

"Ubi-ubi itu tidak akan matang dengan sendirinya jika kau hanya menunduk diam Ye Lin."

"Maafkan hamba, Permaisuri, ha-"

"Kau tidak perlu sering-sering meminta maaf, Ye Lin."

"Tapi, Permaisuri, hamba-"

"Cukup, Ye Lin. Diam dan dengarkan aku."

Ye Lin hanya menganggukkan kepalanya patuh.

"Pertama, berhenti memanggilku Permaisuri." Ye Lin yang mulanya ingin menyela urung karena melihat tuannya melototkan mata seperti berkata jangan menyela ucapanku.

"Kedua, jangan memanggil diri sendiri dengan sebutan hamba dan yang terakhir jangan berbicara formal kepadaku, kau mengerti?" ujar Li Yue yang dibalas dengan anggukan dari Ye Lin.

Mendengar seseorang berbicara seperti itu terasa tidak nyaman bagi Li Yue, terlebih saat ia sadar perempuan muda di depannya ini adalah Pelayan Pribadi yang artinya akan menghabiskan banyak waktu bersamanya.

"Jika tidak boleh memanggil dengan sebutan Permaisuri, lalu apa?" Tanya Ye Lin pelan.

"Kau bisa memanggilku Li Yue."

"Tidak, Permaisuri. Itu tidak sopan, bagaimana jika ada orang yang lain yang mendengarnya, hamba pasti akan dihukum."

"Kalau ada orang lain kau bisa memanggilku Permaisuri lagi, tapi jika hanya ada kita berdua kau tidak boleh berbicara formal padaku, paham?" Ujar Li Yue tegas. Setidaknya dengan ini dia tidak terlalu sering mendengar orang menyebut dirinya dengan gelar yang bukan miliknya itu.

"A-aku paham, L-Li Yue."

Li Yue yang mendengarnya tersenyum tipis.

"Ayo cepat bakar ubinya."

"Ya."

Malam itu pun mereka habiskan dengan memakan ubi dan merencanakan apa yang akan dilakukan di esok harinya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 10

    _o0o_Li Yue terbangun saat matahari sudah condong ke arah barat. Sudah lama dia tidak tidur senyenyak tadi. Saat membuka mata, dia melihat Ye Lin sedang merapikan sebuah baju."Ye Lin, kau sedang apa?"Ye Lin ."Kau sudah bangun Li Yue, aku sedang merapikan baju yang nanti akan kau kenakan""Oh." Li Yue bangkit, lalu duduk di pinggir ranjangnya. Matanya menjelajahi seisi ruangan. Saat dia sampai disini, dia tidak bisa melihat seisi ruangan sesukanya, karena ada"Kau ingin mandi atau makan dulu, Li Yue?"

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 9

    Saat ini, Li Yue dan Ye Lin telah sampai di istana. Mereka tengah berdiri di depan gerbang istana yang kokoh. Ye Lin dan Li Yue hendak melangkah masuk ke istana, tapi terhenti karena Prajurit yang berjaga di gerbang mencegat mereka."Kalian dilarang masuk," ucap dua prajurit tersebut sambil menyilangkan tombak yang mereka bawa."Lancang sekali kalian mencegat kami, Apa kalian tidak tahu siapa yang kalian cegat, hah!" Ye Lin berang terhadap dua orang prajurit di hadapannya ini. Bagaimana bisa mereka menghadang tuannya yang seorang permaisuri?"Kami diperintahkan untuk melarang orang asing masuk, Nona, jadi pergilah.""Orang asing, kau bilang! Kau tidak tahu bahwa orang yang kau cegat adalah Permaisuri dari Kekaisaran ini""Per

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 8

    _o0o_"Apa kau masih menyimpan daun yang kupinta, Ye Lin?""Daun yang kau gunakan untuk mengobati lukamu?" tanya Ye Lin memastikan."Iya.""Tentu, aku menyimpannya di dalam kotak bening yang ada di tasmu."Setelah mendengar jawaban Ye Lin, Li Yue langsung membuka tasnya, guna mencari daun untuk salep lukanya."Ye Lin bisa kau tumbukkan aku daun ini lagi?""Tentu.""Kau masih ingat dengan apa yang harus dicampurkan ke dalamnya kan?""Iya, aku tentu mengingatnya, dicampurkan dengan ini kan?" Ye Lin mengangkat salah satu toples kecil yang isinya adalah dedaunan kering yang menjadi campuran obat Li Yue."Kau benar.""Baiklah, kau duduk saja, aku akan menumbuknya untukmu."Li Yue memperhatikan Ye Lin yang sedang asyik dengan kegiatan menumbuknya. Sebentar lagi, ya, lebih tepatnya dua hari lagi dia akan sampai ke tempat di mana Zhang Li Yue hidup dengan kemalangan. Tapi tidak lagi, wanita yang diberi julukan Permais

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 7

    _o0o_'Menunggu' adalah kegiatan yang paling dibenci Li Yue.Saat ini Li Yue ada di pinggir hutan, dia sedang menunggu Ye lin yang pergi ke pasar membelikannya sebuah pakaian untuk dipakai sementara waktu.Li Yue tidak ingin menjadi pusat perhatian karena pakaiannya yang tidak sesuai dengan zaman ini. Karena itu, semalam dia memerintahkan Ye Lin untuk membelikannya sebuah pakaian.Duduk menyelonjorkan kaki sambil bersandar di salah satu pohon besar, dan menghela nafas kasar, itulah kegiatan yang dilakukan Li Yue ketika menunggu.Derap langkah kaki terdengar, membuat Li Yue waspada. Dengan cepat dia mengeluarkan belati kecil yang diselipkan di pinggang rampingnya. Langkah kaki itu kian mendekat, Li Yue bersikap tenang untuk mengelabui orang yang ada di belakangnya.Sebuah tangan terjulur di belakang, hendak menyentuh bahunya. Dengan cepat Li Yue mencengkeram lalu memelintir tangan itu."Aakkhh!""Siapa ka–

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 6

    Sesampainya di dalam gua, Li Yue langsung duduk mengistirahatkan tubuhnya, melihat sekeliling.Benar kata Ye Lin, gua ini memang tersembunyi karena pintu masuk gua yang tertutupi oleh rimbunnya dedaunan.Gua ini juga berbeda dari gua- gua yang ada. Kebanyakan gua itu berada di kaki gunung atau bukit, tapi gua ini berada di bawah tanah datar yang dipijak. Jadi saat masuk tadi Li Yue dan Ye Lin harus berhati-hati karena tempat berpijaknya sedikit curam.Sembari menunggu Ye Lin yang sedang mengumpulkan kayu kering untuk membakar ubi, Li Yue memikirkan bagaimana nasibnya kelak jika dia berhasil membalaskan dendam Zhang Li Yue.Apa dia akan kembali ke zamannya atau tetap disini? Seharusnya ia sudah meninggal karena terjatuh kedalam sumur tua, tapi karena doa dari Zhang Li Yue, membuat dia berpindah ke zaman ini, Li Yue pusing memikirkannya."Permaisuri," panggil Ye Lin.Lamunan Li Yue terhenti ketika Ye Lin memanggilnya."Ya?" sambil menengok cepat ke arah Ye Lin"Hamba perhatikan, seharia

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 5

    Setelah arwah Zhang Li Yue pergi, Li Yue langsung mencari jasad Zhang Xiu Ran, adiknya Zhang Li Yue, dan jasadnya berada tidak jauh dari jasad Zhang Li Yue.Dengan susah payah Li Yue membawa jasad Zhang Xiu Ran dan meletakkannya di dekat Zhang Li Yue, kemudian menggali tanah dan mengubur kedua kakak beradik itu."Semoga kalian tenang disana, aku akan membalas semua ketidakadilan yang kalian dapatkan, aku berjanji," ucap Li Yue setelah memberi penghormatan terakhir, lalu pergi mencari jalan ke danau tempat pelayan Zhang Li Yue menunggu.Tidak mudah mencari jalan keluar di hutan yang lebat ini, terkadang Li Yue bertemu dengan anjing liar, tapi dengan satu tangan dan sebuah belati dia dengan mudah mengalahkannya, beruntung hanya anjing liar yang dia temui, bukan sang raja hutan.Li Yue juga beruntung, selama perjalanan dia menemukan beberapa tanaman herbal yang sulit didapatkan tapi sangat bermanfaat.Li Yue juga menemukan tanaman beracun hemlock, bunganya berwarna putih berukuran kecil,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status