Share

Bab 158

Author: Darrel Gilvano
"Aku tanding sama kamu?"

Mendengar ucapan Jimmy, Rasya langsung mendengus dingin dengan nada meremehkan. "Kamu siapa? Kamu pantas tanding denganku?"

"Yang ada cuma berani atau nggak berani, bukan pantas atau nggak pantas." Jimmy menatap Rasya dengan provokatif. "Kalau nggak berani, ya ngaku pengecut. Nggak memalukan."

"Jangan sembarangan." Felix berjuang bangkit dari tanah, lalu membujuk, "Aku tahu kamu jago berkelahi, tapi ini di atas kuda. Kamu bahkan nggak bisa naik kuda, jangan nekat."

Hal i
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 442

    Setelah berbasa-basi sebentar dengan Edgar dan yang lain, Jimmy dan Zisel pun meninggalkan hotel.Edgar dan yang lain juga telah melewati satu hari penuh kegelisahan. Melihat Yasmin kembali dengan selamat, mereka akhirnya bisa bernapas lega."Kak, aku ingat tadi kamu nggak pakai baju ini, 'kan?" Di perjalanan pulang, Edward tiba-tiba bertanya pada kakaknya."Pertanyaan bodoh!" Yasmin melotot kesal. "Bajuku basah dan kotor, memangnya nggak boleh ganti?""Aku ...." Edward terdiam, dalam hati merasa kesal. Dia cuma tanya santai, kenapa malah dimarahi? Jangan-jangan lagi datang bulan?Edward berpikir macam-macam dalam hati. Tentu saja, dia tidak berani mengatakannya.Edgar tersenyum melihat mereka berdua, lalu bertanya kepada cucunya, "Kamu seharian ini sama Jimmy?""Iya." Yasmin mengangguk pelan."Kalian sempat bicara baik-baik?" Edgar kembali bertanya."Kakek!" Yasmin memijat pelipisnya dengan pusing. "Aku baru saja pulang, jangan-jangan Kakek mau bahas soal perjodohan lagi?"Kakek tua i

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 441

    "Aku ...." Urat di dahi Yasmin berdenyut.Sempat terlintas di pikirannya untuk meminta Rubah Perak bertukar pakaian dengannya, tapi setelah dipikir-pikir, dia mengurungkannya. Bagaimanapun juga sudah seperti ini, mau ganti juga tidak ada gunanya.Dengan pikiran itu, Yasmin langsung menyuruh Rubah Perak agar helikopter menurunkan tangga tali. Dia hanya ingin segera meninggalkan tempat ini. Tempat sialan ini sudah membuatnya dipermalukan!Tak lama kemudian, mereka bertiga naik ke helikopter.Namun, mereka tidak langsung pergi menemui Edgar dan Zisel, melainkan mencari tempat untuk membeli pakaian terlebih dahulu.Yasmin bukan orang bodoh. Kalau dia pulang memakai pakaian Jimmy dan terlihat oleh kakeknya serta Edward, mereka pasti akan berpikir macam-macam seperti Rubah Perak.Setelah berganti pakaian, Yasmin menyuruh Rubah Perak pergi lebih dulu. Dia dan Jimmy akan naik taksi ke hotel untuk menemui kakeknya.Sebelum berpisah, Yasmin berulang kali mengingatkan Rubah Perak bahwa soal dia m

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 440

    Menghadapi tatapan penuh gosip dari Rubah Perak, Yasmin langsung merasa malu dan kesal.Orang bodoh pun tahu, Rubah Perak pasti sudah salah paham! Dengan kondisi mereka sekarang, memang sulit untuk tidak salah paham.Namun sebelum dia sempat menjelaskan, Jimmy sudah dengan santai berkata kepada Rubah Perak, "Jangan salah paham, aku dan Jenderal Yasmin cuma sedang bosan, jadi melakukan komunikasi yang mendalam."Yasmin hampir mati karena malu. Mendengar kata-kata Jimmy, dia langsung ikut menimpali tanpa berpikir, "Benar, kami memang melakukan komunikasi yang men ...."Ucapannya terhenti di tengah jalan.Komunikasi ... mendalam?"Jimmy!!!" Yasmin berteriak histeris, matanya menyala marah menatap bajingan itu. "Jangan kira karena kamu sudah membantuku, kamu bisa bicara sembarangan! Kalau kamu berani ngomong ngawur lagi, aku akan mengebirimu di tempat!""Sifatmu ini memang buruk." Jimmy menggeleng, lalu berkata dengan serius, "Coba pikirkan, kamu kasih tahu aku alasan kenapa kamu nggak suk

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 439

    "Terserah mau makan atau nggak!" Yasmin kesal, lalu menarik kembali mi itu dan langsung menghabiskannya dalam beberapa gigitan. Baru saja selesai makan, Yasmin langsung menyadari ada yang tidak beres. Dia lalu menggeleng dan tersenyum tipis.Bajingan itu mana mungkin benar-benar jijik karena mi itu sudah digigit olehnya. Jimmy hanya melihat dirinya lapar, jadi tidak ingin berebut makanan dengannya.Kenapa tidak bicara baik-baik saja? Harus sekali membuatnya salah paham seperti ini.Namun, sikap Jimmy justru membuat Yasmin merasa lega. Dia bisa melihat, Jimmy sama sekali tidak peduli dengan penilaiannya. Setidaknya itu membuktikan bahwa Jimmy memang tidak punya niat apa pun terhadapnya.Yasmin sendiri tidak ingin menjalankan perjodohan itu, dan Jimmy juga sama. Dari sudut pandang itu, mereka bisa dibilang sekutu. Dengan pikiran itu, Yasmin kembali bertanya dengan penasaran, "Dulu kamu kerja apa?""Bukannya kamu sudah tahu?" Jimmy menjawab tanpa menoleh."Maksudku sebelum kamu hilang ing

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 438

    Hal yang paling dibenci Yasmin adalah sikap tidak tahu malu Jimmy. Namun, Jimmy malah bersikeras ingin menjadi orang yang tidak tahu malu.Yasmin sudah susah payah menenangkan diri untuk bicara baik-baik dengannya, tapi sampai di titik ini, percakapan itu tidak bisa dilanjutkan lagi. Setelah menghela napas dan menggeleng beberapa kali, Yasmin akhirnya tidak berkata apa-apa lagi.Malam ini dia memang kembali menemukan sisi baik dari Jimmy. Namun, dia tetap memandang rendah orang yang tidak punya ambisi dan hanya ingin menjadi sosok tidak tahu malu seperti itu.Jimmy punya kemampuan?Tentu saja ada.Bagaimanapun juga, kemampuan medisnya jelas terlihat.Meski Yasmin meremehkan orangnya, dia tetap tidak bisa menemukan kekurangan dalam kemampuan medis Jimmy. Namun, kemampuan adalah kemampuan, karakter adalah karakter. Kalau hanya punya kemampuan tanpa karakter, apa gunanya?Setelah menghela napas dalam hati, Yasmin perlahan tertidur.Awalnya dia hanya berpura-pura tidur, ingin melihat apaka

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 437

    Tiba-tiba, Yasmin menemukan sisi baik pada Jimmy. Setelah terdiam lama, akhirnya Yasmin membuka suara lebih dulu, "Jimmy, kita ... berdamai saja.""Berdamai?" Jimmy menoleh dan meliriknya. "Ini namanya kamu baru sadar, ya?""Bisa dibilang begitu." Yasmin jarang menunjukkan rasa bersalah, wajahnya sedikit meminta maaf. "Aku tahu temperamenku buruk. Contohnya malam ini, kalau orang lain, mungkin sudah nggak peduli sama nyawaku.""Kamu sedang beruntung." Jimmy tersenyum sambil menggeleng. "Kalau lima tahun lalu, dengan sikapmu seperti itu, entah sudah berapa kali kamu mati.""Nggak bisa kalau nggak membual, ya?" Yasmin mendecak, lalu melanjutkan, "Sebenarnya kamu membual juga nggak masalah. Asal nggak terlalu nggak tahu malu, kamu ini masih bisa diajak bergaul.""Kamu dari tadi bilang aku nggak tahu malu, memang aku nggak tahu malu di mana?" Jimmy menatapnya dengan tertarik. "Apa aku pernah melecehkanmu atau mengintip kamu mandi?"Ini benar-benar aneh. Dia sendiri tidak merasa pernah mela

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 149

    Di perjalanan, Zisel kembali mulai memberi "pemanasan" untuk rencana menginap malam ini."Laporan apaan sih?" Kepala Jimmy menggeleng seperti mainan bandul. "Aku cuma mau bagi hasil, nggak mau urus, juga nggak bisa urus."Zisel tersenyum sambil mengatupkan bibir. "Mau kamu urus atau nggak, aku tetap

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 148

    Pada akhirnya, Zisel tetap tidak berhasil mengubah keputusan keluarga Laura.Memikirkan bagaimana dia dan Jimmy sudah membujuk dengan niat baik, tetapi malah dianggap punya maksud tersembunyi, amarah Zisel langsung meluap.Biar saja mereka melompat ke lubang itu! Nanti juga ada saatnya mereka menang

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 146

    Penjaminan pinjaman? Enam ratus miliar?Mendengar itu, kening Jimmy berkerut semakin dalam.Bukankah Keluarga Kusuma sudah hampir tamat? Untuk apa mereka meminjam 600 miliar? Masa iya mau bertarung habis-habisan dengan Keluarga Tanoewan?Dengan kemampuan Keluarga Kusuma yang seperti itu, jangankan p

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 135

    Mendengar ucapan Zisel, wajah Jimmy langsung tampak canggung.Daya imajinasinya benar-benar terlalu liar, ya?"Apa dasar pemikiranmu?" tanya Jimmy dengan penasaran.Zisel mengangkat alis dan tersenyum. "Di novel-novel 'kan memang selalu begitu ceritanya."Jimmy langsung kehabisan kata-kata.Setelah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status