Share

Bab 302

Author: Darrel Gilvano
Keesokan harinya, Jimmy dan Laura pagi-pagi sudah tiba di pengadilan negeri. Zaman sekarang, orang yang bercerai bahkan lebih banyak daripada yang menikah.

Meskipun mereka datang cukup pagi, masih ada orang yang datang lebih awal dari mereka. Setelah antre sampai sekitar pukul 10 siang, akhirnya giliran mereka tiba.

"Kalian yakin ingin cerai?"

"Sepertinya kalian baru nikah belum lama. Kenapa sudah ingin cerai? Gimana kalau dipikirkan lagi? Jangan sampai karena emosi sesaat malah merusak pernikah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 306

    Dalam perjalanan menuju Resor Scene, Laura baru tahu Howard sebenarnya berencana menjamu Leonel secara pribadi.Namun, di pihaknya tiba-tiba ada urusan penting, jadi dia hanya bisa mengatur beberapa eksekutif perusahaan untuk menemani Leonel.Rigen adalah wakil presdir eksekutif Grup Horizon. Di Grup Horizon, dia bisa dibilang adalah orang nomor dua. Ini benar-benar level eksekutif yang sangat tinggi. Harapan di hati Laura langsung menyala kembali.Dalam obrolan santai, Laura juga mengetahui bahwa sekarang Leonel adalah eksekutif di perusahaan investasi papan atas dalam negeri, Titan Capital. Kali ini, dia datang ke Bataram untuk membicarakan investasi dengan Grup Horizon.Kabarnya, nilai investasinya lebih dari 10 triliun. Mendengar semua itu, Laura sangat terkejut sekaligus semakin kagum pada Leonel.Leonel tidak memiliki keluarga besar yang kuat di belakangnya. Dia bisa mencapai posisi seperti sekarang sepenuhnya berkat usahanya sendiri. Dibandingkan dengan orang-orang seperti merek

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 305

    Namun, Bisma tetap bersikeras dan tidak mau mengalah sedikit pun.Pada akhirnya, Bisma benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi, jadi dia hanya bisa berkata, "Di tempatku ini, Grup Sucipto jelas nggak akan lolos. Kalau Bu Laura benar-benar ingin bekerja sama dengan kami, bisa coba cari Jimmy. Selama dia yang bicara, Pak Howard pasti akan setuju."Mencari Jimmy? Hati Laura langsung terasa seperti tertusuk. Dia baru saja resmi bercerai dengan Jimmy, lalu sekarang harus pergi mencarinya untuk meminta bantuan?Kalau begitu, bukankah benar seperti yang dikatakan ayahnya, benar-benar tidak punya harga diri lagi?Sambil tersenyum pahit, Laura kembali mencoba meyakinkan Bisma. Namun, sikap Bisma sangat jelas.Di tempatnya, Grup Sucipto pasti tidak akan lolos. Apa pun yang Laura katakan tidak ada gunanya.Laura tidak punya pilihan lain. Melihat sudah hampir waktunya makan siang, dia mengusulkan untuk mentraktir Bisma makan, tetapi Bisma menolak dengan alasan sudah ada janji lain.Laura kel

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 304

    Bisma yang mereka maksud ternyata adalah Bisma mantan karyawannya? Tidak heran Maruli mengatakan mereka bisa bernostalgia sebentar!Ternyata benar-benar bernostalgia! Dia sendiri yang salah paham! Hanya saja, semua ini terasa begitu tidak nyata ....Kalau ini bukan kantor pusat Grup Horizon, kalau bukan karena dia diantar oleh karyawan Grup Horizon, mungkin dia akan mengira Bisma datang ke sini untuk melamar pekerjaan.Saat ini, pikiran Laura benar-benar kacau. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa manajer divisi material adalah Bisma, mantan kepala keamanan di perusahaan mereka dulu. Bagaimana mungkin Bisma bisa duduk di posisi seperti ini di Grup Horizon?"Bu Laura, silakan masuk dan duduk." Menghadapi mantan atasannya, Bisma tetap menunjukkan sikap yang ramah.Kesan Bisma terhadap Laura memang selalu cukup baik. Ketika masih di Grup Sucipto, Laura juga tidak pernah mempersulitnya dan perlakuannya pun cukup baik.Meskipun sekarang dia sudah bisa dianggap berhasil, tidak perlu juga me

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 303

    Sambil berkata begitu, Zisel kembali bersandar pada Jimmy, sama sekali tidak peduli dengan tatapan aneh Laura. Dulu saja dia tidak pernah menghindar, apalagi sekarang.Tubuhnya menempel erat pada Jimmy, sampai terasa seolah-olah mereka hampir menyatu.Melihat keakraban mereka, Laura tidak bisa menahan diri untuk sedikit mengernyit. Naluri seorang wanita mengatakan kepadanya bahwa Zisel bukan sedang sengaja membuatnya kesal. Zisel benar-benar begitu tidak sabar ingin menikah dengan Jimmy?"Bukankah masih terlalu pagi untuk makan?" Jimmy mencoba melepaskan Zisel, tetapi Zisel malah memeluk lengannya semakin erat."Bukan berarti langsung makan sekarang!" Zisel mendengus manja, lalu diam-diam mencubit Jimmy dan berbisik pelan, "Nggak boleh nolak! Kalau kamu berani membuat Laura mentertawakanku, aku akan ... menggigitmu sampai mati!"Dia sudah membawa dokumen dan datang sendiri untuk mengajak Jimmy mengurus akta nikah, tetapi malah ditolak tanpa ampun. Itu saja sudah sangat memalukan.Kalau

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 302

    Keesokan harinya, Jimmy dan Laura pagi-pagi sudah tiba di pengadilan negeri. Zaman sekarang, orang yang bercerai bahkan lebih banyak daripada yang menikah.Meskipun mereka datang cukup pagi, masih ada orang yang datang lebih awal dari mereka. Setelah antre sampai sekitar pukul 10 siang, akhirnya giliran mereka tiba."Kalian yakin ingin cerai?""Sepertinya kalian baru nikah belum lama. Kenapa sudah ingin cerai? Gimana kalau dipikirkan lagi? Jangan sampai karena emosi sesaat malah merusak pernikahan." Petugas menasihati dengan serius."Kami sudah memikirkannya dengan matang." Jimmy tersenyum."Benar." Laura juga mengangguk. "Kami memutuskan cerai setelah mempertimbangkannya dengan serius. Terima kasih atas niat baikmu, tapi nggak perlu membujuk kami lagi."Melihat tidak ada lagi yang bisa dibujuk, petugas itu akhirnya mulai memproses perceraian mereka.Setelah mengurusnya sampai sekitar pukul 10.30 siang, mereka akhirnya resmi mendapatkan akta cerai.Sambil memegang akta cerai itu, kedua

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 301

    Mendengar penjelasan Maruli, hati Laura langsung terasa dingin setengahnya.Namun, dia tahu betapa pentingnya mendapatkan kontrak ini bagi Keluarga Sucipto. Karena itu, dia kembali berusaha memperjuangkannya dan berharap bisa bertemu langsung dengan Maruli untuk membicarakannya secara lebih rinci."Aku juga hanya menyampaikan pesan. Mencariku pun nggak ada gunanya."Maruli menghela napas tak berdaya. "Kalau kamu masih ingin mencoba memperjuangkannya, kamu bisa datang ke perusahaan dan bicara dengan Pak Bisma. Mungkin masih ada kesempatan.""Baik, baik!" Laura segera menyetujuinya. "Kalau begitu, aku akan datang sore ini!"Selama masih ada sedikit peluang, dia tidak akan menyerah."Hari ini nggak bisa, sore ini kami ada rapat penting." Maruli berpikir sejenak, lalu berkata, "Begini saja, nanti aku tanyakan dulu kepada Pak Bisma kapan dia punya waktu. Kalau sudah ada kabar, aku akan kabari.""Baik, terima kasih, terima kasih banyak!" Laura sangat berterima kasih."Nggak perlu sungkan." M

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 108

    Menyaksikan Rizal dan rombongannya pergi, wajah Laura dan Ervina langsung menjadi muram saat menatap Jimmy."Siapa yang menyuruhmu menyamar sebagai Rafael?" Ervina menatap Jimmy dengan marah. "Kamu ini benar-benar licik dan nggak tahu malu. Kamu mau mencelakakan Rafael, ya?"Jimmy mengatupkan bibirn

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 101

    Jarum Semesta dianggap sebagai teknik jarum paling sulit dalam dunia akupunktur. Bukan hanya menuntut kemampuan akupunktur yang sangat tinggi dari sang praktisi, konon teknik ini juga mengharuskan penggunanya memiliki pencapaian luar biasa dalam ilmu bela diri.Karena syaratnya yang terlalu tinggi b

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 103

    "Baiklah." Sabrina mengangguk pelan.Setelah urusan mereka selesai dibahas, barulah Sabrina mengobrol dengan Zisel tentang rencana Zisel sendiri. Zisel sebenarnya tidak benar-benar ngotot mencari industri dengan keuntungan besar. Dia hanya ingin menemukan bidang yang punya prospek dan memang menarik

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 109

    "Nggak usah, nggak usah." Jimmy buru-buru menggeleng menolak."Hanya makan saja kok," Livia langsung maju dan menarik tangan Jimmy. "Jangan sungkan sama kami. Ayo cepat ikut!"Jimmy berkali-kali menolak, tetapi Livia malah mencengkeram tangannya erat-erat, seolah takut dia kabur. Pada akhirnya, Jimm

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status