Compartilhar

Bab 73

Autor: Darrel Gilvano
Sambil berkata demikian, Bisma kembali mengangkat gelas dan menenggak birnya dengan ganas.

Jimmy tersenyum dan berkata, "Nggak apa-apa, aku akan cari orang untuk membantu mencarikan sekolah buat anakmu."

Bisma adalah perantau yang datang bekerja dari luar daerah. Meski sudah menetap di Bataram, kota ini belum sepenuhnya menerima mereka. Jimmy juga sudah mendengar perihal anaknya yang sulit mendaftar di sekolah.

Dengan koneksi dan pengaruh Argani, mencarikan sebuah sekolah dasar yang bagus untuk
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 629

    Tidak mungkin semua itu ulah arwah. Sabrina berdiri di sini dalam keadaan sehat walafiat, dari mana datangnya arwah?Setelah menceritakan berbagai kejadian aneh itu, sang nenek masih tak lupa mengingatkan mereka, "Hari sudah hampir gelap. Jangan di sini lagi, cepat pergi! Aku ini bukan mau nakut-nakuti kalian. Kalau nggak percaya, coba saja tanya orang-orang di kota. Pokoknya jangan sekali-kali berniat menguasai rumah itu.""Baik, baik, kami ngerti. Terima kasih atas peringatannya, Nek," jawab Jimmy sambil mengangguk berulang kali.Nenek ini berniat baik mengingatkan mereka. Mustahil Jimmy membantah dan mengatakan semua itu omong kosong.Orang lain boleh percaya. Yang jelas, mereka tidak percaya.Nenek itu memang berhati baik. Karena khawatir mereka tidak mendengarkan, dia bahkan menunggu sampai melihat mereka pergi dengan mobil sebelum akhirnya menghela napas lega dan meninggalkan tempat itu.Setelah kembali ke Kota Hijoar, mereka mencari sebuah rumah makan sederhana untuk makan malam

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 628

    Ketiganya menoleh ke belakang dengan heran, memandang seorang nenek yang memanggul keranjang kecil di punggungnya.Usia nenek itu sudah cukup lanjut, tubuhnya sedikit membungkuk. Rambutnya pun hampir seluruhnya memutih. Sekilas, usianya mungkin sekitar 70 tahun.Apakah nenek itu sedang berbicara kepada mereka? Ketiganya saling memandang dengan bingung.Akhirnya, dari kejauhan Jimmy bertanya kepada sang nenek, "Nenek bicara sama kami?""Dasar anak ini, kalau bukan sama kalian, sama siapa lagi?" timpal sang nenek sambil melambaikan tangan kepada mereka. "Cepat kembali! Jangan dekati tempat angker itu!""Tempat angker?" Sabrina sedikit mengernyit, lalu menunjuk reruntuhan yang hampir tertelan rumput liar dan bertanya, "Maksud Nenek rumah tua ini?""Iya, iya!" Nenek itu mengangguk berulang kali, lalu mengingatkan dengan sungguh-sungguh, "Tempat itu aneh sekali! Kalian masih muda, jangan main-main sama nyawa sendiri."Aneh? Ketiganya kembali saling berpandangan. Rumah reyot seperti itu mema

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 627

    Dahulu, Argani diusir dari keluarganya dan terusir dari ibu kota bak anjing yang kehilangan rumah.Kini, meski sudah mengalahkan Daffa dalam perang bisnis, simpul di hatinya masih belum terurai. Cepat atau lambat, dia pasti akan kembali ke ibu kota untuk memulihkan kehormatannya dan membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.Jimmy sudah memahami hal itu sejak lama. Karena itulah, dia tidak pernah sekali pun berniat membujuk Argani untuk mengurungkan niatnya.Sama seperti tak seorang pun bisa membujuk dirinya agar berhenti mencari Purbaloka dan Ervon.Mendengar perkataan Jimmy, Sabrina langsung terdiam. Bagaimana mungkin Sabrina tidak memahami hal itu?Justru karena memahami, dia tahu dirinya sama sekali tidak akan bisa membujuk Argani. Karena itulah dia berharap Jimmy mau membantu membujuknya.Kalau Jimmy saja tidak mampu mengubah keputusan Argani, kepulangannya ke ibu kota sudah menjadi sesuatu yang tak terelakkan.Karena tahu tak ada gunanya memaksakan hal yang mustahil, Sabrina pun t

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 626

    Malam akhirnya berlalu.Keesokan paginya, mata Yunan dan Yasmin sama-sama merah. Jelas terlihat bahwa keduanya tidak tidur nyenyak. Entah apa yang mereka bicarakan semalaman.Fakta bahwa Yasmin bisa mengobrol akrab dengan Yunan benar-benar di luar dugaan Jimmy.Setelah sarapan, Yasmin pun berpamitan. Jimmy baru saja memberinya hadiah sebesar itu. Dia harus segera kembali untuk memanfaatkannya dengan baik.Begitu Yasmin pergi, Jimmy langsung tak bisa menahan rasa penasarannya. "Kalian semalam ngobrol apa?""Apaan?" Yunan mengerucutkan bibirnya, menjawab dengan kesal, "Dia yang terus ngajak ngobrol. Aku jelas-jelas nggak ladenin, tapi dia tetap saja cerewet. Bikin kesal."Jimmy tertawa geli. "Kalau begitu, lain kali gantian kamu yang ganggu dia.""Kamu mau ngusir aku ya?" Yunan langsung memelotot dengan tidak puas.Jimmy sempat terdiam sesaat, lalu tertawa canggung. "Bukan begitu. Aku cuma takut kamu bosan."Yunan mendengus pelan, lalu bertanya, "Sekarang kita balik ke Bataram?"Tujuan m

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 625

    Setelah mengalami insiden Hog, mereka akhirnya menyadari bahwa kekuatan mereka tidak sehebat yang selama ini dibayangkan. Bahkan bisa dikatakan, mereka masih cukup lemah. Bergabungnya ketiga keluarga besar ini justru akan menjadi tambahan kekuatan yang sangat berharga bagi mereka.Setelah Jimmy sampai melakukan semua ini, kalau mereka masih memperlakukan tiga keluarga itu dengan baik, berarti mereka memang bodoh atau tidak punya harga diri."Kalau begitu, urus saja sesuka kalian." Jimmy tersenyum santai.Yasmin perlahan berdiri. "Apa pun alasannya, kali ini kamu telah memberi kami begitu banyak bantuan yang kuat. Kami memang harus berterima kasih kepadamu. Nanti kalau ada waktu, kami akan mentraktirmu makan.""Di resormu.""Nggak perlu." Jimmy menggeleng sambil tersenyum. "Bagaimanapun juga, aku menggunakan mereka untuk melunasi utang kepadamu. Soal makan-makan, lupakan saja. Asalkan nanti kamu nggak lagi mengungkit masalah itu.""Jangan mimpi!" Wajah Yasmin langsung memerah. Dengan na

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 624

    Untuk serangan seperti itu, Jimmy sudah terlalu terbiasa. Bahkan bisa dikatakan sudah mati rasa.Saat Yunan mengayunkan pedangnya, Jimmy langsung mengulurkan jarinya dan menjentik bilah pedang itu hingga menyimpang.Setelah satu serangannya gagal, Yunan juga tidak melanjutkan serangan berikutnya. Dia hanya mendengus kesal dan memelototi Jimmy. Kemudian, dia berbalik dan berlari masuk ke kamarnya sendiri.Jimmy mengangkat bahu, lalu menutup pintu kamar. Saat berbalik, dia mengeluh kepada Yasmin dengan wajah pasrah. "Menurutmu, nasib apaan sih aku ini? Kenapa aku selalu bertemu gadis-gadis yang nggak bisa diajak bercanda?"Yasmin tahu bahwa dirinya juga termasuk dalam kategori "tidak bisa diajak bercanda" yang dimaksud Jimmy. Wajahnya langsung memerah saat berkata, "Dengan cara bicaramu yang selalu menggoda orang, memangnya siapa yang tahan?""Dia boleh menggodaku, tapi aku nggak boleh godain dia?" Jimmy melemparkan tatapan kesal kepadanya. Lalu, dia kembali duduk di hadapan Yasmin. "Sud

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 50

    Setengah jam kemudian, Jimmy yang menaiki taksi sampai di Rumah Sakit Diloam. Kala ini, keluarga Andra dan Marcus sudah menunggu di depan pintu rumah sakit.Begitu Jimmy turun dari taksi, Zisel yang tidak puas mengeluh kepada Laura, "Suamimu ini benar-benar sombong, padahal dia itu cuma satpam! Masa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 54

    "Jangan, jangan ...."Wajah Zisel langsung pucat pasi. Tangan yang mencengkeram baju Jimmy pun bergetar tanpa henti. Jimmy menatap Zisel dengan ekspresi tak berdaya.Bukannya dia pongah sekali waktu di perusahaan Keluarga Sucipto dulu? Kenapa sekarang malah ketakutan setengah mati?Wajah Wirya tampa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 47

    Melihat sosok Jimmy yang menghilang dari pandangannya, Sabrina merasa penasaran. Jelas-jelas Jimmy adalah orang hebat, kenapa dia berpura-pura lemah? Apa tujuan Jimmy berbuat seperti itu?Orang suruhan Sabrina sangat profesional. Mereka membawa mayat-mayat itu pergi dengan cepat, bahkan noda darah d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 48

    Sesudah kembali ke vila, Jimmy terus duduk di halaman. Jantungnya mulai berdegup kencang saat memikirkan momen dia membunuh orang tadi.Jimmy bukan takut, melainkan antusias. Bahkan dia makin antusias setiap memikirkannya, seakan-akan naluri membunuh yang sudah tidur sangat lama kembali dibangkitkan

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status