Share

Bab 8

Author: Galih Rembulan
"Si bajingan nggak bermoral ini, minta banyak uang dari keluarga kita. Biar kuhajar dia sampai mati!"

Haris masih sangat marah. Dia mendorong putrinya, lalu bergegas memukuli Adrian, tetapi semua serangannya berhasil dihalau Adrian.

Ibu mertua Adrian tidak mendengar jelas apa masalahnya. Akan tetapi, dia juga bergegas mendekat untuk menengahi.

"Cukup! Kalian sudah cukup ributnya atau belum?"

Kamila berteriak dengan nada yang tegas, sehingga membuat ayahnya berhenti. Kamila lalu berniat menarik A
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 50

    Sebagai seorang dokter yang berjiwa mulia, Adrian tetap memeriksa pasien tersebut dan menemukan jika pria itu mengalami henti jantung akibat kegembiraan yang berlebihan.Dasar tidak tahu malu!Adrian mencibir, tetapi tetap melakukan resusitasi jantung pada pria itu dan memanggil ambulans. Setelah itu, Adrian kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Agar tidak ada lagi orang yang meneleponnya, Adrian mencabut kabel teleponnya.Keesokan harinya, saat berada di restoran prasmanan hotel, Adrian kembali bertemu dengan wanita paruh baya itu. Wanita itu justru meminta untuk duduk satu meja dengannya."Dokter Adrian, terima kasih. Kalau nggak ada Anda, aku benar-benar nggak tahu harus berbuat apa.""Nggak perlu sungkan. Jujur saja, suamimu sedang terbaring di rumah sakit, tapi kamu malah melakukan hal seperti ini. Aku benar-benar nggak bisa membenarkan tindakanmu."Adrian mengatakannya dengan cukup halus, padahal dia hampir saja mengatakan, "Wanita murahan kayak kamu, yang mengkhianati pernikah

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 49

    Malam makin larut, Kamila keluar dari ruang kerjanya sambil memijat lehernya. Bekerja membungkuk di depan meja dalam waktu yang lama memang melelahkan.Kamila menerima secangkir teh yang diserahkan Kak Mayang, lalu meminumnya sedikit. Melihat Kak Mayang tampak ragu-ragu hendak bicara, Kamila pun berkata, "Jangan bertele-tele, katakan saja langsung.""Pak Adrian membawa pergi mobil nomor dua dan sampai sekarang belum kembali. Waktu dia pergi, aku lihat dia bawa tas kerja, kotak medis dan beberapa setel pakaian ganti sekaligus. Ponselnya juga nggak bisa dihubungi. Sudah selarut ini, apa kita perlu cari dia?""Dia sudah dewasa, masa nggak tahu jalan pulang ke rumah? Biarkan saja dia, istirahatlah."Kamila merasa pusing. Jelas sekali penolakannya untuk memberikan uang tadi sudah membuat Adrian salah paham kepadanya. Selain itu, kelakuan Adrian yang seperti ini membuat Kamila merasa jika Adrian sangat kekanak-kanakan.Di dalam hatinya, Kamila merasa khawatir karena Adrian sudah berubah. Adr

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 48

    Willy tidak bisa langsung menjawab pertanyaan Adrian tersebut.Di tengah pembicaraan mereka, ada telepon dari Departemen ICU. Ada seorang pasien lansia yang sudah pensiun, yang tiba-tiba mengalami kondisi kritis dan memerlukan bantuan direktur. Begitu mendengar hal itu, Pak Willy langsung memahami kondisi pasien tersebut. Namun, karena dia merasa tidak yakin, Pak Willy pun ingin mengajak Adrian pergi bersamanya.Adrian menolak dengan alasan konfliknya dengan Henry. Adrian tidak ingin melakukan kesalahan sekecil apa pun dalam prosedur medis yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh Henry untuk menyerangnya. Adrian bukanlah orang yang pengecut atau takut menghadapi masalah. Hanya saja, dia sadar jika saat ini memang waktunya untuk menjaga jarak dan menghindari kecurigaan.Sesampainya di rumah, Adrian melihat istrinya sudah pulang. Hatinya merasa sangat kesal. Namun, Adrian berpura-pura seakan tidak terjadi apa-apa. Dia lalu mencuci tangan dan makan.Porsi makan Kamila sedikit. Tak lama kemudi

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 47

    "Istriku itu wanita penghibur!"Informasi yang terkandung dalam kalimat itu membuat para dokter yang hadir di sana terkejut, termasuk Pak Wisnu. Mereka tidak menyangka jika Adrian akan mengatakan hal seperti itu. Tidak ada orang yang sanggup menoleransi aib istrinya sendiri, apalagi sampai mengungkapkannya secara terang-terangan di tempat ini!Henry dan teman-temannya ingin menjatuhkan Adrian. Sementara orang lain yang tidak terlibat juga ingin ikut menonton drama ini. Namun, kini mereka semua justru merasa kecewa. Jika wanita itu benar-benar istri Adrian, tindakannya yang datang menemui Adrian untuk urusan suami istri, meski dilakukan di asrama rumah sakit sekalipun, sama sekali tidak ada salahnya.Melihat kata-katanya berhasil membungkam semua orang, Adrian pun terus memojokkan Henry. "Pak Henry, sekarang kamu harus memberikan penjelasan kepadaku. Kenapa kamu diam-diam merekam waktu aku sedang berhubungan intim dengan istriku? Apa tujuanmu sebenarnya? Kalau hari ini kamu nggak bisa a

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 46

    Begitu Adrian datang melapor ke rumah sakit, Willy langsung membawanya ke ICU untuk segera menyelamatkan seorang pasien lanjut usia yang kondisinya sudah di ambang maut. Pasien tersebut menderita kanker stadium lanjut dan sedang menjalani perawatan konservatif. Pria tua itu adalah seorang mantan tokoh besar yang sangat berpengaruh dan disegani di masa mudanya. Kini, baik pihak keluarga maupun bawahannya tidak ingin dia meninggal dunia dan berusaha dengan segala cara untuk memperpanjang hidupnya. Pagi tadi, kondisi pria tua itu tiba-tiba kritis. Pak Wisnu dan timnya sudah mengerahkan segala upaya untuk menyelamatkannya, tetapi tidak berhasil memulihkan kondisinya. Willy tahu jika Adrian memiliki kemampuan, sehingga dia meminta Adrian untuk mencobanya.Adrian tidak banyak bicara. Demi tanggung jawabnya sebagai seorang dokter, dia mengerahkan segenap kemampuannya untuk melakukan upaya penyelamatan. Dua jam kemudian, Adrian berhasil menstabilkan kondisi pasien tersebut sepenuhnya. Willy me

  • Kebangkitan Sang Patriark   Bab 45

    Adrian masih ingin terus memancing emosi Rani. Namun, tiba-tiba Kak Mayang datang dan meminta Rani untuk menerima telepon dari Kamila."Bu, aku cuma ambil barang sebentar. Aku akan segera kembali ke sekolah …."Rani tidak bisa menghindar. Dia mungkin berani melawan Adrian, tetapi tidak berani membangkang kepada Kamila. Jika dia membangkang, Kamila akan memotong uang sakunya dan mengirimnya untuk bersekolah ke tempat yang terpencil dan jauh dari mana pun. Jika itu sampai terjadi, Rani benar-benar akan berada dalam situasi di mana tidak ada yang bisa menolongnya sama sekali.Kak Mayang khawatir Adrian akan terus mengganggu Rani, sehingga dia baik secara sengaja maupun tidak, berusaha menghalangi Adrian."Kak Mayang, kamu harus tahu posisimu. Dalam urusanku dengan Kamila, mending kamu pura-pura nggak tahu. Kalau nantinya tiba saatnya Kamila harus memilih antara aku dan kamu, atau bahkan antara kamu dan anak-anak, menurutmu apa kamu masih bisa tetap tinggal di rumah ini? Kalau kamu cukup c

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status