LOGINMalam gelap perlahan turun digantikan pagi dengan cahaya matahari yang cerah.Segala sesuatu di sekitar mulai terlihat jelas. Medan yang bobrok oleh pertarungan semalam. Tenda perkemahan yang didirikan, semuanya hancur.Di pinggiran tanah lapang area perkemahan, Li Zi duduk bersila di atas batu besar. Ia sudah berjuang keras semalaman, beruntung dirinya masih hidup.Energi spiritual berputar pada satu titik di atas perutnya. Li Zi menarik nafas dalam dan menyerap semua energi itu ke dalam tubuh.Kultivasinya sudah mencapai puncak tahap menengah, hanya sedikit lagi ia akan bisa mencapai lapisan akhir ranah Penguatan Tubuh."Karena sudah begini maka tak ada pilihan lain. Aku hanya bisa bergerak sendiri mulai sekarang. Ini juga lebih efisien daripada bergerak secara berkelompok. Walaupun bahaya kemungkinan besar meningkat." gumam Li Zi.Sesaat kemudian ia membuka antar muka sistem dan melihat barang apa yang bisa ia beli di toko sistem dengan jumlah poin sistem saat ini."Alam Reruntuhan
Li Zi mundur setapak, mencoba kabur tanpa memprovokasi. Namun, beruang itu peka terhadap gerakan mangsanya. Tak mungkin ia membiarkan Li Zi lolos begitu saja. Makhluk raksasa itu meraung ganas, memperlihatkan deretan taring menguning. Kedua cakar depannya menghentak tanah keras, mengirimkan debu beterbangan tinggi seperti kabut.Li Zi menyadari peluang untuk kabur sangat tipis sekali. Ia terasa seperti terperangkap di antara tebing curam tanpa celah keluar. "Sial! Siapa pun yang menarikku tadi, dia harus bertanggung jawab. Karena ulahnya, aku terjebak di sini!" geramnya dalam hati, adrenalin memompa darahnya lebih kencang.Dengan cepat, Li Zi memutar tubuh dan melesat sekuat tenaga. Ia menghindari konfrontasi langsung, memanfaatkan kelincahan tubuhnya. Tapi beruang gunung itu ternyata cukup gesit melebihi ukurannya. Setiap langkahnya mengguncang bumi, menutup jarak dengan kecepatan menakutkan.Cakar tajamnya terayun ke depan, memantulkan cahaya bulan pucat. Sabetan itu mengenai batan
Setelah keadaan mereda, para murid dari kelompok Chen Long langsung berkumpul dan mengepung murid lain yang baru saja keluar dari hutan bersamaan dengan binatang buas itu. Anak muda tersebut nyaris dikeroyok habis-habisan, tapi Chen Long dengan sigap mengambil alih situasi. Ia menyuruh semua anggota kelompoknya untuk tenang dan mundur.Di sisi lain, Li Zi berdiri agak jauh dari kerumunan. Matanya menangkap siluet hitam samar di balik pohon besar di pinggir hutan perkemahan. "Siapa itu?" gumamnya pelan. Namun, ia memilih untuk tidak menyelidiki lebih lanjut dan berpura-pura mengabaikannya demi menghindari masalah baru.Di depan matanya, panel sistem mengambang tenang. Setelah berhasil mengalahkan seekor serigala abu-abu, ia memperoleh imbalan 100 poin dari sistem. Tak lama kemudian, pemberitahuan baru muncul dengan kilauan samar.[Tugas biasa telah diperbarui.]Li Zi langsung menyentuh panel antarmuka itu dan membuka menu tugas tanpa ragu.[Tugas: Temukan Reruntuhan Kerajaan Langit Ku
Ketika malam semakin larut, gemuruh mendadak datang dari arah utara perkemahan. Beberapa murid yang berjaga di sekitar hutan langsung berkumpul."Ada yang datang!?" seru seorang murid.Tak lama Li Zi dan Chen Long beserta yang lainnya tiba. Lalu tak berselang lama seorang murid berlari tertatih-tatih ke arah mereka, ia keluar dari hutan dengan wajah panik."Siapa bocah ini? Kenapa dia lari ke sini membawa binatang buas bersamanya." seru Gu Heng kesal.Dan benar saja, setelah murid itu mendekati perkemahan, tampak segerombolan serigala abu-abu seukuran sapi betina muncul. Jumlahnya mencapai selusin serigala.Chen Long segera memerintahkan setiap murid untuk waspada. "Dia kemungkinan berasal dari anggota kelompok lain. Semuanya, bentuk formasi penyergapan!"Segera lusinna murid dalam kelompok berpencar, membentuk formasi pertahanan di segala arah. Geraman kasar serigala abu-abu menggema. Mereka semua adalah binatang buas tingkat Fana yang setara dengan kultivator pada puncak ranah Pen
Kelompok Chen Long akhirnya tiba di sebuah tanah lapang yang cukup luas di wilayah lapisan luar Alam Reruntuhan Langit. Hamparan tanah berwarna kelabu kehijauan membentang sejauh mata memandang, dikelilingi hutan lebat dengan pepohonan tinggi. Udara di tempat itu terasa berat, seolah mengandung tekanan halus yang terus menekan tubuh para murid tanpa henti.Begitu memastikan area tersebut relatif aman, Chen Long segera memberi instruksi singkat.“Dirikan kemah. Kita bermalam di sini.”Para murid segera bergerak. Ada yang mengumpulkan ranting, ada yang menyiapkan api unggun, sementara sebagian lainnya memasang tenda pelindung dari kain tebal khusus. Meskipun ini adalah pertama kalinya banyak dari mereka menginjakkan kaki di Alam Reruntuhan Langit, gerakan mereka cukup terlatih.Li Zi ikut membantu tanpa banyak bicara. Tatapannya beberapa kali menyapu sekitar, mengamati setiap detail. Alam ini terasa berbeda dari wilayah hutan di luar sana. Seolah tempat ini telah lama ditinggalkan oleh
Tiga hari berlalu. Pagi itu, halaman utama Akademi Shutian dipenuhi para murid dari kelas pemula hingga kelas menengah. Suasana tegang namun semangat menyelimuti udara. Banyak wajah menunjukkan antusiasme, sebagian lagi pucat karena cemas menghadapi ujian besar yang menanti.Hari ini adalah pembukaan Gerbang Alam Reruntuhan Langit—tempat yang hanya terjadi beberapa kali dalam setahun.Di tengah kota, bangunan tinggi menyerupai gerbang raksasa berdiri megah. Bentuknya seperti pintu batu setinggi menara, dipenuhi ukiran-ukiran kuno yang berkilap samar di bawah sinar matahari. Banyak murid baru melihatnya dengan mata terbelalak. Meskipun bangunan itu telah berdiri sejak zaman leluhur kota Tianhu, aura yang memancar darinya tidak pernah kehilangan ketegasan yang membuat setiap orang merasa kecil.Konon, gerbang itu bukan sekadar bangunan, melainkan segel yang menghubungkan dunia luar dengan wilayah misterius yang ditinggalkan leluhur kuno.Sebuah alam rahasia.Sebuah ruang terpisah yang







