ログインLi Zi akhirnya membuka mata dan bergegas menjauh dari tengah danau begitu energi spiritual yang meresap dalam tubuhnya dimurnikan semua.Kekuatannya meningkat cukup pesat sehingga ia hampir menembus ambang batas puncak ranah Penguatan Tubuh. Hanya tinggal sedikit lagi untuk membuka pintu dan melangkah ke tahap selanjutnya.Namun bukan itu yang terpenting sekarang. Li Zi justru mendongak ke arah gumpalan asap setelah ia mendarat dengan posisi waspada."Kau mengawasiku cukup lama tapi masih belum bertindak. Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?" tanya Li Zi.Sosok arwah itu tertawa getir."Oh? Aku kira kau tak menyadarinya. Kamu memang unik," balasnya."Aku menginginkan tubuhmu, kau harus menyerahkannya," ucapnya lagi seolah ia adalah penguasa yang tak boleh dibantah."Kau gila, arwah gentayangan sepertimu mencoba melahapku agar hidup lagi? Hidupmu dulu pasti sangat buruk sehingga jiwamu tak diterima surga maupun neraka."Walaupun Li Zi mewaspadai sosok arwah itu, namun ia tak merasa
Sosok arwah itu tak lebih kecil dari anak kecil berusia dua tahun. Namun arus energi spiritual dari dasar danau membuat gerakannya semakin lincah saat melesat menuju permukaan.Di atas sana Li Zi masih duduk terpejam, tak menyadari sesuatu yang berbahaya mendekat.Karenanya arwah tersebut memanfaatkan momen itu untuk langsung menyergap Li Zi dari belakang. Begitu dia meluncur menembus permukaan danau, ia langsung melesat ke arah punggung Li Zi yang terbuka.Namun ada hal yang tak arwah itu perhatikan dengan baik.Teknik rantai penaklukan yang menciptakan empat naga jiao dari energi ungu miliknya entah mengapa berhasil dimusnahkan oleh siluet energi roh bela diri milik Li Zi.Kera gunung itu meraung ganas, menaungi tubuh Li Zi saat ia menghancurkan naga jiao terakhir lalu melahapnya dengan rakus."Oh? Roh bela dirinya menatapku seolah-olah dia makhluk hidup... Menarik."Sosok arwah tersebut tak jadi menerjang masuk ke tubuh Li Zi dengan gegabah. Ia justru semakin tertarik dan penasaran
Li Zi merasakan sensasi hangat mengalir dari tengkuk, lalu menjalar naik hingga memenuhi kepalanya.Rangkaian pemahaman ilmu alkimia membanjiri benaknya, seolah-olah ia telah mempelajarinya selama ratusan tahun.Namun alih-alih sibuk merenungkan hal itu, Li Zi kembali mengalihkan perhatiannya pada Danau Spiritual di hadapannya.Energi yang terpancar dari sana masih sangat pekat, bahkan tak berkurang sedikit pun meski baru saja ia serap untuk menerobos batas kultivasinya.Sumber energi spiritual memang sangat sulit ditemukan. Bahkan di dunia luar, mengandalkan keberuntungan semata pun masih terasa mustahil.Namun kali ini, Li Zi cukup beruntung menemukan sesuatu yang begitu berharga di tempat ini."Potensi Danau Spiritual ini masih belum terukur. Kalau saja aku bisa memurnikan seluruh energinya, bukan tidak mungkin aku langsung menerobos ke ranah berikutnya."Tak ada keraguan sedikit pun di mata Li Zi. Hanya saja, ia tak tahu pasti berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyerap energ
Malam gelap perlahan turun digantikan pagi dengan cahaya matahari yang cerah.Segala sesuatu di sekitar mulai terlihat jelas. Medan yang bobrok oleh pertarungan semalam. Tenda perkemahan yang didirikan, semuanya hancur.Di pinggiran tanah lapang area perkemahan, Li Zi duduk bersila di atas batu besar. Ia sudah berjuang keras semalaman, beruntung dirinya masih hidup.Energi spiritual berputar pada satu titik di atas perutnya. Li Zi menarik nafas dalam dan menyerap semua energi itu ke dalam tubuh.Kultivasinya sudah mencapai puncak tahap menengah, hanya sedikit lagi ia akan bisa mencapai lapisan akhir ranah Penguatan Tubuh."Karena sudah begini maka tak ada pilihan lain. Aku hanya bisa bergerak sendiri mulai sekarang. Ini juga lebih efisien daripada bergerak secara berkelompok. Walaupun bahaya kemungkinan besar meningkat." gumam Li Zi.Sesaat kemudian ia membuka antar muka sistem dan melihat barang apa yang bisa ia beli di toko sistem dengan jumlah poin sistem saat ini."Alam Reruntuhan
Li Zi mundur setapak, mencoba kabur tanpa memprovokasi. Namun, beruang itu peka terhadap gerakan mangsanya. Tak mungkin ia membiarkan Li Zi lolos begitu saja. Makhluk raksasa itu meraung ganas, memperlihatkan deretan taring menguning. Kedua cakar depannya menghentak tanah keras, mengirimkan debu beterbangan tinggi seperti kabut.Li Zi menyadari peluang untuk kabur sangat tipis sekali. Ia terasa seperti terperangkap di antara tebing curam tanpa celah keluar. "Sial! Siapa pun yang menarikku tadi, dia harus bertanggung jawab. Karena ulahnya, aku terjebak di sini!" geramnya dalam hati, adrenalin memompa darahnya lebih kencang.Dengan cepat, Li Zi memutar tubuh dan melesat sekuat tenaga. Ia menghindari konfrontasi langsung, memanfaatkan kelincahan tubuhnya. Tapi beruang gunung itu ternyata cukup gesit melebihi ukurannya. Setiap langkahnya mengguncang bumi, menutup jarak dengan kecepatan menakutkan.Cakar tajamnya terayun ke depan, memantulkan cahaya bulan pucat. Sabetan itu mengenai batan
Setelah keadaan mereda, para murid dari kelompok Chen Long langsung berkumpul dan mengepung murid lain yang baru saja keluar dari hutan bersamaan dengan binatang buas itu. Anak muda tersebut nyaris dikeroyok habis-habisan, tapi Chen Long dengan sigap mengambil alih situasi. Ia menyuruh semua anggota kelompoknya untuk tenang dan mundur.Di sisi lain, Li Zi berdiri agak jauh dari kerumunan. Matanya menangkap siluet hitam samar di balik pohon besar di pinggir hutan perkemahan. "Siapa itu?" gumamnya pelan. Namun, ia memilih untuk tidak menyelidiki lebih lanjut dan berpura-pura mengabaikannya demi menghindari masalah baru.Di depan matanya, panel sistem mengambang tenang. Setelah berhasil mengalahkan seekor serigala abu-abu, ia memperoleh imbalan 100 poin dari sistem. Tak lama kemudian, pemberitahuan baru muncul dengan kilauan samar.[Tugas biasa telah diperbarui.]Li Zi langsung menyentuh panel antarmuka itu dan membuka menu tugas tanpa ragu.[Tugas: Temukan Reruntuhan Kerajaan Langit Ku







