Share

3. Tugas Pertama

Author: Murlox
last update Last Updated: 2025-10-16 14:31:15

[Simpelnya, Sistem seperti alat yang akan membantu anda bertahan hidup, mencapai tujuan, melampaui batas kultivasi, hingga menjadi yang terkuat sekalipun!]

[Cara kerja Sistem Leluhur Bela Diri cukup sederhana: Anda melakukan tindakan, Sistem memberikan Imbalan, dan Imbalan itu membuat anda kuat. Anda akan memahaminya seiring waktu.]

Li Zi mencoba mencerna kata-kata tak masuk akal itu. Alat? Imbalan? Menjadi kuat? Ini terdengar seperti kisah-kisah kuno dan dongeng para dewa, bukan realitas pahit seorang pemuda yang baru saja diusir.

"Apakah karena sambaran petir tadi otakku jadi kacau? Sampai-sampai mendengar bualan aneh seperti ini," gumamnya, tangannya mengusap-usap kening. Ia mencubit lengannya dengan keras. Rasa sakit itu nyata.

Layar transparan itu, suara mekanis itu—semuanya nyata.

"Jadi, kau bilang kau bisa membuatku kuat?" Li Zi berujar pelan, rasa skeptisnya beradu dengan harapan kecil yang tiba-tiba menyala di dalam hatinya.

[Tentu, Tuan. Sistem ini dirancang untuk mengubah takdir penggunanya.]

Suara itu terdengar meyakinkan. Li Zi teringat tatapan jijik pamannya, cibiran tajam Li Xihua. Sampah. Mereka menyebutnya sampah. Jika sistem ini benar-benar bisa memberinya kekuatan, maka dia akan menggunakannya!

Tekad yang membara setelah pengusiran kini menemukan jalannya, sebuah metode yang tak terduga.

"Baiklah, aku akan percaya padamu... untuk saat ini," ucap Li Zi. "Jadi, apa yang harus kulakukan sekarang?"

[Sederhana, Tuan. Temukan tempat berteduh. Itu adalah tugas pertama anda.]

[Tugas: Temukan Tempat Berteduh yang Aman.]

[Imbalan: Paket Hadiah Awal.]

Li Zi melihat hujan yang semakin deras. Tubuhnya memang mulai menggigil. Dia tidak bisa hanya berdiri di sini, pingsan lagi di pinggir kota hanya akan mengundang masalah—atau lebih buruk, membuatnya kembali diolok-olok klan Li.

Dia mengambil tas selempangnya yang tergeletak basah dan mulai berjalan.

"Kalau begitu, mari kita lihat seberapa 'membantu' kau ini," gumam Li Zi sambil melangkah.

Ia berjalan cepat, menyusuri jalanan setapak yang sepi karena hujan.

Beberapa menit kemudian, ia tiba di sebuah bangunan kayu reyot. Pondok itu kotor dan berdebu, tetapi atapnya masih utuh. Li Zi segera menyelinap masuk.

Saat ia menutup pintu kayu yang rapuh, suara mekanis itu kembali berdentang, diiringi kilauan cahaya biru dari layar di hadapannya.

[Selamat, Tuan! Tugas: Temukan Tempat Berteduh yang Aman—Selesai!]

[Imbalan: Paket Hadiah Awal telah dikeluarkan.]

Di layar transparan itu, muncul sebuah ikon kotak hadiah yang berkilauan.

"Paket hadiah awal?" Li Zi menatap ikon itu dengan penasaran.

[Ya, Tuan. Apakah anda ingin membuka Paket Hadiah Awal sekarang?]

"Buka!" jawab Li Zi tanpa ragu. Hatinya berdebar. Jika sistem ini benar, ini adalah momen pertama baginya untuk mendapatkan kekuatan.

[Membuka Paket Hadiah Awal…]

[Anda mendapatkan 3 Item berikut.]

1. [Teknik Kultivasi: Sutra Pemurnian Qi (Tingkat Surga Rendah)]

2. [Ramuan Pemulihan Tingkat Rendah (x5)]

3. [Poin Sistem : 10.000]

Mata Li Zi melebar. Dia terkejut, namun bukan karena jumlahnya, melainkan karena tingkatannya.

"Tingkat Surga Rendah? Sutra Pemurnian Qi?" Li Zi hampir tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya.

Dalam dunia kultivasi, teknik diklasifikasikan dari Tingkat Fana, Bumi, Surga, hingga Dewa. Mayoritas klan di Kota Tianhu, termasuk Klan Li, hanya mampu mengajarkan teknik Tingkat Fana dan paling tinggi Tingkat Bumi Rendah.

Sutra Pemurnian Qi Tingkat Surga Rendah adalah harta yang tak ternilai! Bahkan Kepala Klan Li Dalao mungkin tidak memiliki teknik kultivasi setinggi ini!

[Teknik Kultivasi: Sutra Pemurnian Qi telah otomatis diintegrasikan ke dalam kesadaran anda, Tuan. Anda dapat mulai berkultivasi kapan saja.]

Li Zi merasakan gelombang informasi membanjiri benaknya. Seketika, ia memahami setiap detail dari teknik Sutra Pemurnian Qi—cara memutar Qi, menyerap energi alam, dan yang paling penting, bagaimana menggunakan tubuh sebagai media pemurnian Qi.

Ini bukanlah bualan! Sistem ini nyata!

Perasaan gembira yang tak terlukiskan membanjiri benak Li Zi, melenyapkan semua rasa dingin dan kesedihan karena pengusiran.

"Sistem," panggil Li Zi, suaranya kini dipenuhi kegembiraan dan antusiasme yang membara, "bagaimana cara menggunakan Poin Sistem dan Ramuan itu?"

[Ramuan Pemulihan dapat dikonsumsi untuk menyembuhkan luka dan memulihkan stamina secara instan. Poin Sistem adalah mata uang eksklusif sistem yang dapat digunakan di Toko Sistem untuk membeli sumber daya, teknik, atau bahkan Roh Bela Diri.]

[Tugas selanjutnya telah diperbarui. Silakan periksa Daftar Tugas.]

Li Zi, dengan senyum tipis yang pertama kali ia tunjukkan hari ini, membuka antarmuka Tugas.

[Tugas Utama: Bangun Basis Kultivasi Awal. Masuk ke Tahap Kultivasi Tingkat Pertama (Tahap Penguatan Tubuh).]

[Imbalan: Pembukaan penuh Toko Sistem, Peningkatan Bakat.]

[Catatan: Kultivasi adalah jalan panjang. Langkah pertama sangat krusial. Gunakan Sutra Pemurnian Qi untuk memulai.]

Membuka Toko Sistem... Peningkatan Bakat. Kata-kata itu berputar di benak Li Zi. Bakat adalah hal yang paling tidak ia miliki.

Li Zi segera duduk bersila di lantai pondok yang berdebu. Dia tidak peduli dengan lingkungan kotor. Yang penting sekarang hanyalah kekuatan.

"Klan Li mengusirku karena aku sampah tanpa bakat. Mereka bilang aku pecundang abadi..." Li Zi menarik napas dalam, matanya menyala. "Mereka akan menyesal!"

Malam itu, di tengah hujan yang belum juga reda, Li Zi memulai perjalanan kultivasinya. Di dalam pondok reot itu, sampah yang terbuang dari Klan Li mulai menyerap energi surgawi, Qi spiritual pertama yang pernah ia rasakan, membangkitkan sebuah legenda yang ditakdirkan untuk mengguncang seluruh dunia kultivasi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   31. Mengambil Resiko

    Li Zi mundur setapak, mencoba kabur tanpa memprovokasi. Namun, beruang itu peka terhadap gerakan mangsanya. Tak mungkin ia membiarkan Li Zi lolos begitu saja. Makhluk raksasa itu meraung ganas, memperlihatkan deretan taring menguning. Kedua cakar depannya menghentak tanah keras, mengirimkan debu beterbangan tinggi seperti kabut.Li Zi menyadari peluang untuk kabur sangat tipis sekali. Ia terasa seperti terperangkap di antara tebing curam tanpa celah keluar. "Sial! Siapa pun yang menarikku tadi, dia harus bertanggung jawab. Karena ulahnya, aku terjebak di sini!" geramnya dalam hati, adrenalin memompa darahnya lebih kencang.Dengan cepat, Li Zi memutar tubuh dan melesat sekuat tenaga. Ia menghindari konfrontasi langsung, memanfaatkan kelincahan tubuhnya. Tapi beruang gunung itu ternyata cukup gesit melebihi ukurannya. Setiap langkahnya mengguncang bumi, menutup jarak dengan kecepatan menakutkan.Cakar tajamnya terayun ke depan, memantulkan cahaya bulan pucat. Sabetan itu mengenai batan

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   30. Kemunculan Beruang Gunung

    Setelah keadaan mereda, para murid dari kelompok Chen Long langsung berkumpul dan mengepung murid lain yang baru saja keluar dari hutan bersamaan dengan binatang buas itu. Anak muda tersebut nyaris dikeroyok habis-habisan, tapi Chen Long dengan sigap mengambil alih situasi. Ia menyuruh semua anggota kelompoknya untuk tenang dan mundur.Di sisi lain, Li Zi berdiri agak jauh dari kerumunan. Matanya menangkap siluet hitam samar di balik pohon besar di pinggir hutan perkemahan. "Siapa itu?" gumamnya pelan. Namun, ia memilih untuk tidak menyelidiki lebih lanjut dan berpura-pura mengabaikannya demi menghindari masalah baru.Di depan matanya, panel sistem mengambang tenang. Setelah berhasil mengalahkan seekor serigala abu-abu, ia memperoleh imbalan 100 poin dari sistem. Tak lama kemudian, pemberitahuan baru muncul dengan kilauan samar.[Tugas biasa telah diperbarui.]Li Zi langsung menyentuh panel antarmuka itu dan membuka menu tugas tanpa ragu.[Tugas: Temukan Reruntuhan Kerajaan Langit Ku

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   29. Serangan Binatang Buas

    Ketika malam semakin larut, gemuruh mendadak datang dari arah utara perkemahan. Beberapa murid yang berjaga di sekitar hutan langsung berkumpul."Ada yang datang!?" seru seorang murid.Tak lama Li Zi dan Chen Long beserta yang lainnya tiba. Lalu tak berselang lama seorang murid berlari tertatih-tatih ke arah mereka, ia keluar dari hutan dengan wajah panik."Siapa bocah ini? Kenapa dia lari ke sini membawa binatang buas bersamanya." seru Gu Heng kesal.Dan benar saja, setelah murid itu mendekati perkemahan, tampak segerombolan serigala abu-abu seukuran sapi betina muncul. Jumlahnya mencapai selusin serigala.Chen Long segera memerintahkan setiap murid untuk waspada. "Dia kemungkinan berasal dari anggota kelompok lain. Semuanya, bentuk formasi penyergapan!"Segera lusinna murid dalam kelompok berpencar, membentuk formasi pertahanan di segala arah. Geraman kasar serigala abu-abu menggema. Mereka semua adalah binatang buas tingkat Fana yang setara dengan kultivator pada puncak ranah Pen

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   28. Misteri Kerajaan Langit

    Kelompok Chen Long akhirnya tiba di sebuah tanah lapang yang cukup luas di wilayah lapisan luar Alam Reruntuhan Langit. Hamparan tanah berwarna kelabu kehijauan membentang sejauh mata memandang, dikelilingi hutan lebat dengan pepohonan tinggi. Udara di tempat itu terasa berat, seolah mengandung tekanan halus yang terus menekan tubuh para murid tanpa henti.Begitu memastikan area tersebut relatif aman, Chen Long segera memberi instruksi singkat.“Dirikan kemah. Kita bermalam di sini.”Para murid segera bergerak. Ada yang mengumpulkan ranting, ada yang menyiapkan api unggun, sementara sebagian lainnya memasang tenda pelindung dari kain tebal khusus. Meskipun ini adalah pertama kalinya banyak dari mereka menginjakkan kaki di Alam Reruntuhan Langit, gerakan mereka cukup terlatih.Li Zi ikut membantu tanpa banyak bicara. Tatapannya beberapa kali menyapu sekitar, mengamati setiap detail. Alam ini terasa berbeda dari wilayah hutan di luar sana. Seolah tempat ini telah lama ditinggalkan oleh

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   27. Alam Reruntuhan Langit

    Tiga hari berlalu. Pagi itu, halaman utama Akademi Shutian dipenuhi para murid dari kelas pemula hingga kelas menengah. Suasana tegang namun semangat menyelimuti udara. Banyak wajah menunjukkan antusiasme, sebagian lagi pucat karena cemas menghadapi ujian besar yang menanti.Hari ini adalah pembukaan Gerbang Alam Reruntuhan Langit—tempat yang hanya terjadi beberapa kali dalam setahun.Di tengah kota, bangunan tinggi menyerupai gerbang raksasa berdiri megah. Bentuknya seperti pintu batu setinggi menara, dipenuhi ukiran-ukiran kuno yang berkilap samar di bawah sinar matahari. Banyak murid baru melihatnya dengan mata terbelalak. Meskipun bangunan itu telah berdiri sejak zaman leluhur kota Tianhu, aura yang memancar darinya tidak pernah kehilangan ketegasan yang membuat setiap orang merasa kecil.Konon, gerbang itu bukan sekadar bangunan, melainkan segel yang menghubungkan dunia luar dengan wilayah misterius yang ditinggalkan leluhur kuno.Sebuah alam rahasia.Sebuah ruang terpisah yang

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   26. Peningkatan Roh Bela Diri

    Tetua Chen Hong meninggalkan perpustakaan. Setelah itu, perpustakaan kembali hening. Rak-rak tinggi, tumpukan kitab kuno, dan aroma debu tua menyelimuti ruangan, menyisakan Li Zi dan Xian Yue berdiri berhadapan.Xian Yue menarik napas perlahan. Beban yang menahan kultivasinya selama ini akhirnya terpecahkan—dan semua itu berkat Li Zi. Ia menunduk sedikit, senyumnya lembut namun tulus.“Terima kasih banyak, Li Zi,” ucapnya. “Hampir saja aku mengganti teknik kultivasiku jika kamu tak membantu menerjemahkan teknik itu. Aku tak tahu harus bilang apa.”Li Zi mengibas tangan. “Tidak perlu sungkan. Kalau kau menemukan kitab kuno lain yang sulit kau pahami, datangi saja aku. Aku tidak akan keberatan membantu.”Ucapan sederhana itu membuat wajah Xian Yue sedikit merona. Cahaya senja yang masuk dari jendela memantul pada rambut hitamnya, menciptakan siluet lembut yang membuatnya tampak seperti lukisan hidup. Momen itu sempat membuat Li Zi terpaku beberapa detik—meski ia cepat menahan diri dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status