Share

4. Imbalan

Penulis: Murlox
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-16 14:33:19

Di dalam pondok tua yang reyot, Li Zi duduk bersila. Ia sepenuhnya tenggelam dalam teknik kultivasi Sutra Pemurnian Qi yang baru saja terintegrasi dalam kesadarannya.

Hujan di luar masih menderu, tetapi suara itu kini hanya menjadi latar belakang yang samar, tak mampu mengalihkan fokusnya.

Energi spiritual di sekeliling tubuhnya mulai berputar, ditarik paksa menuju Li Zi. Energi itu tampak seperti kabut bintang tipis yang berkilap dengan kilauan tujuh warna.

Saat ia merapalkan formula terakhir dari teknik kultivasi tingkat Surga Rendah itu, Li Zi merasakan meridiannya, yang selama ini terasa buntu dan mati, mendadak bergetar hebat.

Arus hangat yang kuat dan bergelora mengalir melalui jalur-jalur yang sebelumnya buntu. Rasa sakit samar berubah menjadi kehangatan yang menyenangkan, sebuah sensasi hidup yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Boom!

Sebuah titik energi kecil, berkilauan dengan cahaya cemerlang yang dikelilingi pusaran kabut tipis kebiruan, terbentuk di dalam dantian-nya. Titik itu adalah fondasi kekuatannya yang baru. Li Zi tahu, bahkan tanpa konfirmasi sistem, bahwa dia telah berhasil.

Waktu berlalu tanpa terasa, tenggelam dalam proses kultivasi yang intens.

Beberapa jam kemudian, saat hujan mulai mereda menjadi rintikan lembut, suara mekanis yang familiar itu kembali bergema dalam benaknya.

[Anda telah berhasil memasuki ranah pertama dalam jalur kultivasi Tingkat Pertama (Tahap Penguatan Tubuh).]

[Selamat, Tuan! Tugas Utama: Bangun Basis Kultivasi Awal. Masuk ke Tahap Kultivasi Tingkat Pertama (Tahap Penguatan Tubuh)—Selesai!]

[Imbalan telah dikeluarkan!]

[Imbalan: Pembukaan Penuh Toko Sistem, Peningkatan Bakat.]

Di samping pemberitahuan sistem, Li Zi merasakan perubahan drastis dalam dirinya. Itu bukan hanya sekadar masuk ke ranah kultivasi, tetapi sensasi tubuhnya yang terasa ringan, otot-ototnya yang lebih kuat, dan pandangannya yang menjadi lebih tajam. Dia kini bisa merasakan aliran samar energi Qi di sekitar tubuhnya.

Ini adalah kekuatan!

Namun, kegembiraan terbesarnya datang ketika Peningkatan Bakat diaktifkan.

Tubuh dan pikirannya mendadak terasa berbeda, seperti ada sesuatu yang meluas dan diperbaiki.

Peningkatan bakat itu membersihkan sisa-sisa kotoran yang menghambat kultivasi, membuka sumbatan meridian yang bahkan tidak dia ketahui keberadaannya, dan menguatkan pemahamannya.

Otot maupun saraf pada tubuhnya kini terasa lebih mudah menyesuaikan diri, lebih siap menerima dan memproses energi.

Dia dulunya adalah individu dengan bakat kultivasi sampah, sering gagal bahkan hanya untuk merasakan Qi. Sekarang, setelah Peningkatan Bakat, fondasinya terasa kokoh dan potensialnya meluas tak terbatas.

"Dulu, hal seperti ini hanya akan menjadi mimpi kosong bagiku," gumam Li Zi, suaranya dipenuhi semangat yang membara. Ia mengepalkan tangan, merasakan kekuatan baru yang mengalir.

"Bahkan tak pernah kupikirkan akan mendapat berkah sehebat ini. Orang-orang yang meremehkanku... mereka akan terkejut sampai lutut mereka gemetar melihat perubahan ini."

Ia baru memasuki ranah pertama dari dua belas tingkat ranah kultivasi utama yang tercatat di dunia ini:

Tahap Penguatan Tubuh

Pemurnian Qi

Pembentukan Inti

Transformasi Jiwa

Master Formasi

Grandmaster Bela Diri

Leluhur Bela Diri

Takdir Bumi

Takdir Surga

Dao Sejati

Setengah Dewa

Dewa Sejati (Ranah Tertinggi)

Li Zi tahu bahwa dia baru berada di langkah pertama, tetapi langkah pertama ini jauh lebih kokoh dan cepat daripada yang dicapai kultivator lain dalam waktu bertahun-tahun.

Saat Li Zi tenggelam dalam euforia dan perencanaan masa depan, sistem bergema lagi, menariknya kembali ke kenyataan.

[Tugas selanjutnya telah diperbarui. Silakan periksa Daftar Tugas.]

Li Zi, tanpa menunggu, menyentuh panel antarmuka dan membuka menu tugas.

[Tugas Utama: Masuk ke Tahap Kultivasi Tingkat Menengah (Tahap Penguatan Tubuh)]

[Imbalan: Kesempatan Memiliki Roh Bela Diri Ganda!]

[Tugas Biasa: Berburu Inti Binatang Buas dab Ambil Inti Roh dari binatang buas!]

[Imbalan: 100 Poin Sistem / Inti Roh.]

Melihat deretan tugas itu, mata Li Zi terbelalak pada Imbalan Tugas Utama.

"Roh Bela Diri Ganda? Mustahil! Hal seperti itu tidak mungkin ada!" serunya, suaranya memantul di pondok kecil itu.

"Setahuku, setiap orang hanya bisa memiliki satu Roh Bela Diri, dan itu pun jika mereka berhasil membangkitkannya!"

[Bukan hal yang mustahil, Tuan. Dunia ini masih terlalu luas untuk dipahami oleh akal pikiran manusia biasa. Banyak hal tersembunyi yang bahkan tak semua orang ketahui. Selain itu, Sistem sendiri mampu melakukan apa yang belum pernah terjadi, karena ia adalah warisan dari ranah yang jauh lebih tinggi.]

Mendengar konfirmasi yang menantang akal sehat itu, tangan Li Zi mengepal penuh semangat. Jika sistem ini bisa melakukan hal seperti itu untuknya, maka dia bukan lagi sekadar sampah yang bangkit, melainkan seseorang yang muncul menentang hukum alam dan takdir.

Memiliki satu Roh Bela Diri sudah menjadi penentu nasib dan status. Jika ia memiliki dua, itu akan mengubahnya menjadi anomali, seorang jenius yang tak tertandingi di masanya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   31. Mengambil Resiko

    Li Zi mundur setapak, mencoba kabur tanpa memprovokasi. Namun, beruang itu peka terhadap gerakan mangsanya. Tak mungkin ia membiarkan Li Zi lolos begitu saja. Makhluk raksasa itu meraung ganas, memperlihatkan deretan taring menguning. Kedua cakar depannya menghentak tanah keras, mengirimkan debu beterbangan tinggi seperti kabut.Li Zi menyadari peluang untuk kabur sangat tipis sekali. Ia terasa seperti terperangkap di antara tebing curam tanpa celah keluar. "Sial! Siapa pun yang menarikku tadi, dia harus bertanggung jawab. Karena ulahnya, aku terjebak di sini!" geramnya dalam hati, adrenalin memompa darahnya lebih kencang.Dengan cepat, Li Zi memutar tubuh dan melesat sekuat tenaga. Ia menghindari konfrontasi langsung, memanfaatkan kelincahan tubuhnya. Tapi beruang gunung itu ternyata cukup gesit melebihi ukurannya. Setiap langkahnya mengguncang bumi, menutup jarak dengan kecepatan menakutkan.Cakar tajamnya terayun ke depan, memantulkan cahaya bulan pucat. Sabetan itu mengenai batan

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   30. Kemunculan Beruang Gunung

    Setelah keadaan mereda, para murid dari kelompok Chen Long langsung berkumpul dan mengepung murid lain yang baru saja keluar dari hutan bersamaan dengan binatang buas itu. Anak muda tersebut nyaris dikeroyok habis-habisan, tapi Chen Long dengan sigap mengambil alih situasi. Ia menyuruh semua anggota kelompoknya untuk tenang dan mundur.Di sisi lain, Li Zi berdiri agak jauh dari kerumunan. Matanya menangkap siluet hitam samar di balik pohon besar di pinggir hutan perkemahan. "Siapa itu?" gumamnya pelan. Namun, ia memilih untuk tidak menyelidiki lebih lanjut dan berpura-pura mengabaikannya demi menghindari masalah baru.Di depan matanya, panel sistem mengambang tenang. Setelah berhasil mengalahkan seekor serigala abu-abu, ia memperoleh imbalan 100 poin dari sistem. Tak lama kemudian, pemberitahuan baru muncul dengan kilauan samar.[Tugas biasa telah diperbarui.]Li Zi langsung menyentuh panel antarmuka itu dan membuka menu tugas tanpa ragu.[Tugas: Temukan Reruntuhan Kerajaan Langit Ku

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   29. Serangan Binatang Buas

    Ketika malam semakin larut, gemuruh mendadak datang dari arah utara perkemahan. Beberapa murid yang berjaga di sekitar hutan langsung berkumpul."Ada yang datang!?" seru seorang murid.Tak lama Li Zi dan Chen Long beserta yang lainnya tiba. Lalu tak berselang lama seorang murid berlari tertatih-tatih ke arah mereka, ia keluar dari hutan dengan wajah panik."Siapa bocah ini? Kenapa dia lari ke sini membawa binatang buas bersamanya." seru Gu Heng kesal.Dan benar saja, setelah murid itu mendekati perkemahan, tampak segerombolan serigala abu-abu seukuran sapi betina muncul. Jumlahnya mencapai selusin serigala.Chen Long segera memerintahkan setiap murid untuk waspada. "Dia kemungkinan berasal dari anggota kelompok lain. Semuanya, bentuk formasi penyergapan!"Segera lusinna murid dalam kelompok berpencar, membentuk formasi pertahanan di segala arah. Geraman kasar serigala abu-abu menggema. Mereka semua adalah binatang buas tingkat Fana yang setara dengan kultivator pada puncak ranah Pen

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   28. Misteri Kerajaan Langit

    Kelompok Chen Long akhirnya tiba di sebuah tanah lapang yang cukup luas di wilayah lapisan luar Alam Reruntuhan Langit. Hamparan tanah berwarna kelabu kehijauan membentang sejauh mata memandang, dikelilingi hutan lebat dengan pepohonan tinggi. Udara di tempat itu terasa berat, seolah mengandung tekanan halus yang terus menekan tubuh para murid tanpa henti.Begitu memastikan area tersebut relatif aman, Chen Long segera memberi instruksi singkat.“Dirikan kemah. Kita bermalam di sini.”Para murid segera bergerak. Ada yang mengumpulkan ranting, ada yang menyiapkan api unggun, sementara sebagian lainnya memasang tenda pelindung dari kain tebal khusus. Meskipun ini adalah pertama kalinya banyak dari mereka menginjakkan kaki di Alam Reruntuhan Langit, gerakan mereka cukup terlatih.Li Zi ikut membantu tanpa banyak bicara. Tatapannya beberapa kali menyapu sekitar, mengamati setiap detail. Alam ini terasa berbeda dari wilayah hutan di luar sana. Seolah tempat ini telah lama ditinggalkan oleh

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   27. Alam Reruntuhan Langit

    Tiga hari berlalu. Pagi itu, halaman utama Akademi Shutian dipenuhi para murid dari kelas pemula hingga kelas menengah. Suasana tegang namun semangat menyelimuti udara. Banyak wajah menunjukkan antusiasme, sebagian lagi pucat karena cemas menghadapi ujian besar yang menanti.Hari ini adalah pembukaan Gerbang Alam Reruntuhan Langit—tempat yang hanya terjadi beberapa kali dalam setahun.Di tengah kota, bangunan tinggi menyerupai gerbang raksasa berdiri megah. Bentuknya seperti pintu batu setinggi menara, dipenuhi ukiran-ukiran kuno yang berkilap samar di bawah sinar matahari. Banyak murid baru melihatnya dengan mata terbelalak. Meskipun bangunan itu telah berdiri sejak zaman leluhur kota Tianhu, aura yang memancar darinya tidak pernah kehilangan ketegasan yang membuat setiap orang merasa kecil.Konon, gerbang itu bukan sekadar bangunan, melainkan segel yang menghubungkan dunia luar dengan wilayah misterius yang ditinggalkan leluhur kuno.Sebuah alam rahasia.Sebuah ruang terpisah yang

  • Kebangkitan Sistem Leluhur Bela Diri   26. Peningkatan Roh Bela Diri

    Tetua Chen Hong meninggalkan perpustakaan. Setelah itu, perpustakaan kembali hening. Rak-rak tinggi, tumpukan kitab kuno, dan aroma debu tua menyelimuti ruangan, menyisakan Li Zi dan Xian Yue berdiri berhadapan.Xian Yue menarik napas perlahan. Beban yang menahan kultivasinya selama ini akhirnya terpecahkan—dan semua itu berkat Li Zi. Ia menunduk sedikit, senyumnya lembut namun tulus.“Terima kasih banyak, Li Zi,” ucapnya. “Hampir saja aku mengganti teknik kultivasiku jika kamu tak membantu menerjemahkan teknik itu. Aku tak tahu harus bilang apa.”Li Zi mengibas tangan. “Tidak perlu sungkan. Kalau kau menemukan kitab kuno lain yang sulit kau pahami, datangi saja aku. Aku tidak akan keberatan membantu.”Ucapan sederhana itu membuat wajah Xian Yue sedikit merona. Cahaya senja yang masuk dari jendela memantul pada rambut hitamnya, menciptakan siluet lembut yang membuatnya tampak seperti lukisan hidup. Momen itu sempat membuat Li Zi terpaku beberapa detik—meski ia cepat menahan diri dan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status