Home / Urban / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 166 Lepaskan, sakit

Share

Bab 166 Lepaskan, sakit

Author: Miss Luxy
last update Huling Na-update: 2025-12-29 23:01:29

"Ah, sudah, sudah! Kalian sudah pasti capek, siapa yang ngantar?" Ramli langsung mengalihkan pembicaraan.

"Pak Dhe Romi," jawab Bagas.

"Pak Dhe Romi? Kok ayah nggak lihat dia?" tanya Ramli lagi.

"Udah pulang! Habis nganterin kami pak Dhe langsung pulang, katanya buru-buru mau ketemu sama Bu Dhe Wiwik di pematang sawah!" jawab Bagas dengan polosnya.

"Di pematang sawah? Ngapain?" Ramli nampak serius karena ia tahu salah satu asistennya itu sedang menjalin asmara dengan wanita bernama Wiwik.

"Katanya mau nanam timun, Yah!" celetuk Bagas yang tidak tahu apa-apa.

Mendengar jawaban putranya, Ramli nampak menggelengkan kepala. Ia tahu apa yang sedang dilakukan oleh sang asisten bersama pacarnya itu di pematang sawah, tidak mungkin Romi betul-betul menanam timun, pasti timun lainnya.

"Nanam timun, ya? Dasar Romi semprul!" gerutu Ramli.

"Kenapa, Yah? Kok ayah kesel gitu sama Pak Dhe Romi, bukankah nanam timun itu bagus?" sahut Bagas dengan ekspresi bingung.

"Ya...bagus sih! Tapi kalau timunnya
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 179 bertemu Monica

    "Serius!" Rangga sendiri juga antusias dengan laporan dari anak buahnya. "Kami sudah menemukan identitas mereka, hanya saja sekarang mereka tidak ada di desa. Sumber mengatakan mereka dibawa pria itu pergi ke sebuah tempat! Jadi, kami masih belum tahu di mana keberadaan mereka!" ungkap anak buah Rangga. "Pria? Apa itu Aland?" Rangga bertanya dengan sangat penasaran. Lebih-lebih Tuan Andreas yang juga ikut mendengarkannya. "Menurut informasi sepertinya begitu. Kata mereka, nenek tua itu dan anaknya menemukan pria yang sedang terluka parah dan bertepatan dengan hilangnya jasad Aland Orlando di sekitar lereng gunung itu. Dan kami sangat yakin sekali bahwa itu memang Aland Orlando, dan setelah kami berikan perbandingan foto Aland dan pria yang ditemukan, ternyata memiliki banyak kemiripan!" ungkap pria itu, mengingat saat ditemukan wajah Aland sudah rusak dan susah untuk dikenali. "Cari sampe ketemu! Aku ingin hidup Aland hancur seperti di dalam neraka, sebelum aku mati, aku ingin

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 178 menjadi obat untukmu

    Kedua tangan Ramli mengusap lembut pinggang sang majikan. Lalu bergerak turun hingga ke perut Vina yang mulai membuncit. Mengelusnya seolah ia sedang bermain dengan anak-anaknya. Di sisi lain, Vina masih melanjutkan membersihkan luka di dada Ramli. Sesekali Ramli meringis kesakitan saat Vina tanpa sengaja menyentuh luka yang terbuka. "Sakit?" sahut Vina saat melihat wajah Ramli yang terlihat seperti kesakitan. "Sedikit!" "Maaf, aku akan hati-hati!" Vina kembali melanjutkan nya dengan lebih hati-hati. Ramli terus menatap wajah sang majikan tanpa berkedip. Kedua matanya terus mengikuti ke mana pun Vina pergi. Sedangkan Vina, wanita itu terus sibuk memberikan obat setelah ia membersihkan lukanya. Saat obat itu diletakkan di luka sayatan itu, Ramli kembali meringis kesakitan karena rasanya sangat perih dan sedikit panas. "Kamu tahan, ya! Memang sedikit perih, tapi nanti juga nggak kerasa dan biasa!" kata Vina menenangkan sdng pelayan. Setelah itu Vina menutup lukanya dengan kain ka

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 177 mengobati luka

    Mendengar ucapan putrinya. Sontak Ramli mencium aroma tubuhnya sendiri. Sedangkan Bagas dan Ayu langsung menutupi hidung mereka dengan ekspresi lucu. Di sisi lain, Vina nampak bingung melihat ekspresi wajah dua bocah itu yang sukses membuat Ramli panik. "Ah, masa? Tadi ayah barusan mandi kok!" kata Ramli sambil menciumi aroma ketiaknya sendiri. Ayu dan Bagas perlahan mundur, karena menurut mereka aroma bau badan sang ayah mirip sekali dengan aroma ayam di kampung mereka. Setelah Ramli mencium aroma ketiaknya, ia sendiri merasa aroma tubuhnya memang sedikit kecut lantaran ia baru saja berkelahi dengan Rangga. "Hehehe, ngga apa-apa lah, cuma acem dikit nggak bakalan bikin kalian pingsan, tadi kan ayah habis berantem sama Pak Rangga, makanya keringatnya jadi banyak, tapi masih sedep loh, nih! Tuh!" Ramli menggoda anak-anaknya sambil mengusap ketiaknya dengan tangan, lalu hendak ia ciumkan ke hidung keduanya. Bagas dan Ayu seketika lari dan tidak mau mencium aroma ketiak sang ayah. "

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 176 duda ting-ting

    Setelah berkata dengan Ramli. Lalu Rangga menatap istrinya nanar. "Dan kamu, Vin! Aku nggak nyangka kamu mengusirku hanya karena kamu bela mereka! Aku harap kamu tidak akan menyesal!" katanya sebelum keluar dari rumah. Vina tidak membalasnya dengan panjang lebar karena ia sudah malas bicara dengan suaminya. Namun cuma beberapa patah kata saja yang terucap dari bibirnya. "Sampai ketemu di pengadilan, Mas!" Singkat, padat dan sangat jelas. Kali ini Vina tidak main-main dengan ucapannya. Seketika Rangga langsung pergi tanpa pamit. Akhirnya pria itu meninggalkan rumah yang selama ini ia tempati bersama Vina selama lima tahun. Setelah Rangga pergi. Bagas dan Ayu lekas menghampiri ayah mereka yang sedang terluka. Terlihat darah cukup banyak keluar dari dada Ramli dan membasahi kaus yang dikenakannya. "Ayah, ayah terluka!" kata Bagas yang sangat khawatir dengan keadaan sang ayah. Begitu juga dengan Ayu yang justru terlihat sedang menangis. "Ayah, ayah nggak kenapa-kenapa, kan!

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 175 luka goresan

    "Apa!" Rangga melototkan matanya. "Kamu ngusir aku dari rumah kita?" sahut Rangga tak percaya dengan ucapan istrinya. "Sudah cukup kesabaranku, Mas. Seharusnya aku mengusirmu dari dulu. Aku sudah berusaha sabar dan ngasih kesempatan buat kamu agar bisa berubah, ternyata dugaan ku salah besar. Bahkan aku sampai cabut gugatan ceraiku, aku pikir kamu bakal bisa dewasa, tapi ternyata tidak! Aku menyesal kenapa aku tidak langsung menggugatmu saja waktu itu!" balas Vina. Kali ini wanita itu sudah habis kesabaran. Sepertinya Rangga memang harus disingkirkan dari rumah itu. Karena pria itu tidak akan pernah bisa bersikap baik kepada Ramli dan anak-anaknya. Lebih-lebih Vina memang ingin berpisah dengan suaminya. "Jadi kamu tega ngusir suamimu sendiri demi mereka! Pelayan miskin dan anak-anak itu!" balas Rangga dengan tatapan matanya yang dipenuhi dengan amarah. Vina menjawabnya lagi dengan tegas. "Iya! Aku nggak mau lihat mukamu di rumah ini lagi. Kita fix, cerai!" Sejenak Rangg

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 174 pergi kamu

    Sehari setelah kedatangan anak-anak Ramli. Rumah Vina menjadi tidak sepi lagi, wanita itu kerap bermain dengan mereka di saat Ramli sedang bekerja. Iya, seorang Aland Orlando rela melakukan pekerjaan rumah dari bersih-bersih sampai manjat genteng. Pria itu memang sedang cosplay menjadi pria-pria penurut dan lugu. Lebih dari itu, Aland bukan cuma bekerja tapi pria itu juga sedang mengawasi gerak-gerik Tuan Andreas karena saat ini anak-anak kesayangannya sedang berada di dekat pria itu. Vina sengaja memanggil guru privat ke rumah untuk anak-anak Ramli agar tidak ketinggalan pelajaran. Tentu saja hal itu ia lakukan agar kedua bocah itu tetap mendapatkan pendidikan yang baik selama tinggal di rumahnya dan jika bisa tinggal selamanya di sana. Satu hari, dua hari bahkan sekarang sudah satu bulan lebih Bagas dan Ayu tinggal bersama Vina. Kedua bocah itu pun makin dekat dengan wanita itu. Bahkan Vina membiarkan mereka makan satu meja dengannya seperti keluarganya sendiri. Bukan, tapi Vi

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status