Beranda / Urban / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 225 sentuh aku, cepetan!

Share

Bab 225 sentuh aku, cepetan!

Penulis: Miss Luxy
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-15 22:48:15

Napas Aland mulai berat, ditambah gesekan di bawah sana yang makin liar. Meskipun hanya berlapis kain, tetap saja gelombang kenikmatan itu merambat terus dan akhirnya ingin sekali melakukannya lebih dalam.

"Vina, Vina... jangan gini terus, plis! Ouhh shit!" rintih Aland kala Vina memaksanya untuk memainkan ujung cerrinya dengan mulut pria itu.

"Emmmm iyaaa... Teruskan, Tuan! Aku suka mulut dan lidahmu!" racau Vina yang tak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya. Yang penting dirinya bisa memuaskan dirinya sendiri karena efek obat perangsang itu.

Sungguh, pucuk dicinta ulam pun tiba. Aland yang sedang merindukan kehangatan tubuh Vina, akhirnya pria itu menikmatinya juga meskipun cuma menyusu saja. Tapi, bagi Vina ini sangatlah kurang dan dirinya ingin disentuh lebih dalam.

Sang sopir harus fokus agar tidak tergoda dengan suara desahan-desahan dari arah kursi belakang. Yang jelas sang bos sedang mengasah senjata pamungkasnya agar lebih tajam dan tidak berkarat.

Tak sampai di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 240 mencoba perawan

    Aland tercekat, ucapan Vina langsung membuatnya panik, namun ia harus tetap berusaha tetap tenang. "Bu-bukan, Nyonya. Saya tidak pernah seperti itu. Logika saja, kambing sama manusia itu aromanya beda. Kambing bau kambing, kalau Nyonya bau wangi. Ya pasti apapun yang dikeluarkan dari badan sesuai dengan aroma masing-masing. Susu kambing aromanya tentu bau kambing, kalau susunya Nyonya tentu saja bau wangi, masa bau kambing!" Kali ini kata-kata Aland seketika membuat Vina sedikit menaikkan ujung mulutnya. Rasanya ingin tertawa namun ia sangat gengsi mengakuinya. Sedangkan Nancy, wanita itu justru tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Aland yang benar-benar pintar mencari alasan. "Ya ampun Tuan Aland. Nggak nyangka dibalik wajahnya yang garang, ternyata bisa bercanda juga, pasti nyonya Vina juga nggak kuat nahan tawa, tuh kan! Beneran kayak ketawa!" batin Nancy saat melihat wajah Vina yang panik dan berusaha untuk menyembunyikan tawanya. Tersadar dirinya cukup terhibur dengan pe

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 239 lebih manis susu Nyonya

    Seketika Nancy panik, hampir saja ia mengatakan sesuatu yang sangat sensitif. Bagaimana jika rahasia pelayan yang bernama Bastian ini terbongkar, jika sebenarnya pria itu adalah pria yang paling dibenci oleh Vina yang tak lain adalah Ramli, pria yang juga dicintai oleh wanita itu. Pasti Vina akan emosi dan semarah-semarahnya. Aland sendiri membulatkan matanya mendengar ucapan baby sitter suruhannya itu. "Emmm, maksud saya, baby Nathan merasa nyaman seperti digendong sama ayahnya sendiri, maaf jika ucapan saya salah. Tapi kalau saya boleh berpendapat, sepertinya Bastian ini cocok sekali jadi bodyguard anak-anak Nyonya, mengingat si kembar sering Nyonya tinggal untuk urusan bisnis, sudah pasti aman kalau dia yang jagain anak-anak, apalagi baby Nathan sudah nunjukin sendiri kalau dia suka sama Bastian. Bayi itu nggak bisa bohong, Nyonya. Mereka masih suci jadi mereka tahu siapa-siapa saja orang yang baik yang ada di sekitarnya." Kali ini ucapan Nancy cukup masuk akal. Karena Vina s

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 238 dicongkel linggis

    "Dia! Bagaimana bisa kamu ngomong gitu, Nancy! Dia itu orang lain bukan pelayanku! Lagipula mana mungkin aku mau diatur-atur sama dia!" Vina menolaknya mentah-mentah. "Tidak apa-apa, Nyonya. Kan ada saya di sini, lagipula dia kan niatnya cuma menolong, nggak mungkinlah aneh-aneh, daripada baby Nathan nangis terus kasihan, Nyonya!" bela Nancy agar Tuannya bisa semakin dekat dengan kedua anak kembarnya. Untuk sejenak, Vina mulai berpikir. Mungkin apa yang dikatakan oleh baby sitter nya ada benarnya juga. Daripada anak-anak kembarnya menangis di malam buta, lebih baik ia melakukan itu meskipun ia terpaksa harus dibantu oleh pelayan yang baru dikenalnya. "Ya sudah, tapi awas kalau matamu macam-macam. Aku nggak main-main dengan ucapanku, aku congkel beneran pakai linggis, camkan itu!" Vina mengancam lagi agar Aland tidak menatap payudaranya secara berlebihan. Aland pun mengangguk, justru pria itu meminta Vina untuk merealisasikan ucapannya. "Jangan khawatir, Nyonya. Jika perlu, N

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 237 mimpi basah

    "Ramli!" Aland sengaja menyebut nama samarannya dulu. Berharap ia bisa membangkitkan gairah Vina terhadap sosok pelayan itu yang sebenarnya kini sedang berada di hadapannya. "Iya, namanya Ramli bin Sanusi, dia pelayan yang sangat rajin, ulet, dan pekerja keras!" jawab Vina dengan tatapannya yang jauh menerawang. Jika teringat akan Ramli, wanita itu tidak bisa menahan kesedihannya dan juga kerinduannya yang begitu besar pada pria itu. "Sepertinya pelayan itu sangat baik dan bertanggung jawab, sampai-sampai Nyonya berkaca-kaca mengingatnya." "Iya, kamu benar. Dia pelayan yang sangat baik, bahkan saking baiknya dia bersedia untuk memberiku an...!" Vina langsung tersadar dan tidak melanjutkan kata-katanya lagi. "Memberi apa, Nyonya?" tanya Aland pura-pura. "Bukan apa-apa, lupakan! Dan sekarang aku mau ngomong lagi soal tadi!" Vina sengaja mengalihkan pembicaraan karena dirinya tak ingin terlalu larut dalam kesedihannya. "Ya sudah kalau begitu, terserah Nyonya saja. Silakan!"

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 236 anu becek

    Vina mengerutkan keningnya, ia tahu jika pandangan mata pelayan itu tertuju ke arah kedua kakinya yang terbuka. "Lihat aku!" Tiba-tiba Vina meminta Aland menatap dirinya. "Nggak apa-apa nih saya lihat, Nyonya!" sahut Aland yang masih belum berani menatap wajah Vina. Ia khawatir wanita itu marah dan berteriak lagi khawatir jika membuat baby Nala menangis lagi. "Iyaaa! Daripada mata kamu jelalatan lihatin kakiku, dasar!" sahut wanita. Seketika Aland mengangkat wajahnya dan terpaksa menatap wajah Vina dengan tatapan canggung. Sengaja ia melakukan itu agar wanita itu tidak menatapnya terlalu dalam, khawatir jika Vina akan mengenali dirinya lewat tatapan mata. "Maaf, Nyonya. Baiklah, apa yang ingin Anda katakan! Mengingat sudah malam dan saya harus pulang, anak-anak saya pasti sudah nungguin di rumah!" kata Aland. "Memangnya di rumah nggak ada ibunya? Sampai-sampai anakmu harus nungguin kamu!" sahut Vina. Aland menggelengkan kepalanya. "Sa-saya duda merana, Nyonya. Istri saya

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 235 jangan dekat-dekat

    Aland langsung menundukkan wajahnya dan berpura-pura takut, padahal ia sangat bangga dengan karyanya yang luar biasa. "Maaf, Nyonya. Sa-saya tidak bermaksud untuk melihatnya, saya cuma khawatir sama putri Nyonya, pasti kaget lagi dengar suara ibunya yang kayak petir!" jawab Aland apa adanya. Vina makin geram, ingin rasanya dia menjambak rambut pria itu tapi ia harus tenang karena sedang menyusui bayinya. "Kamu tuh memang pelayan yang menyebalkan, ya!" umpat wanita itu, meskipun begitu ia masih penasaran dengan apa yang terjadi padanya beberapa waktu yang lalu. "Dimohon jangan sering-sering marah, Nyonya. Saya khawatir nanti air susunya mampet, nggak lancar keluarnya, kasihan anak-anak Nyonya masih butuh ASI eksklusif dari Anda!" sahut Aland yang masih menundukkan wajahnya seolah ia sedang berbicara dengan lantai marmer di ruangan itu. Kali ini kesabaran Vina sedang diuji. Pertemuannya dengan pelayan restoran itu memang tidak terduga. Namun entah kenapa dirinya merasa jika pelay

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status