Home / Urban / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 262 gigolo Nyonya Vina

Share

Bab 262 gigolo Nyonya Vina

Author: Miss Luxy
last update Last Updated: 2026-01-28 23:11:26

Sonya memejamkan matanya, membayangkan jika dirinya berada dalam pelukan Aland. Apalagi dirinya pernah melihat Aland sedang memuaskan dirinya sendiri di kamar. Gadis itu, yang awalnya sangat polos dan lugu. Akhirnya, ia ingin merasakan juga sentuhan seorang pria dewasa yang selama ini hanya bisa ia pandang saja.

"Tuan, jika Tuan inginkan kehangatan, aku bersedia memuaskan Anda, aku nggak mau Tuan ketemu sama wanita itu lagi. Aku hanya ingin Tuan berada bersamaku. Kelihatan tidak mungkin, tapi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 297 seperti bercinta dengan Ramli

    "Seperti yang aku bilang tadi. Aku akan memberimu kepuasan seperti yang kamu inginkan!" jawab pria. Vina makin panik. Ia tidak ingin pria itu melakukan sesuatu yang kurang ajar padanya. Dirinya akan sangat kotor jika Aland sampai menyentuhnya. "Lepaskan aku! Atau aku akan teriak!" "Toloooonnggggg! Toloooonnggggg!" Vina berteriak sekencang-kencangnya agar ada yang mendengarnya dari dalam kamar yang sudah dilengkapi kedap suara itu. "Berteriaklah sekencangnya. Tidak akan ada yang bisa mendengarmu, Nyonya. Sebaiknya kita nikmati saja waktu yang berharga ini. Mumpung kita sedang berdua saja. Aku tahu kamu pasti merindukan ini, kan?" kata Aland sembari menyentuh area pribadi Vina dengan miliknya yang sudah tegak menantang. Apalagi pria itu masih mengenakan baju pasien atau surgical gown. Memudahkan dirinya menjamah tubuh Vina yang sangat dicintainya. "Jangan sentuh aku! Aku jijik sama kamu!" Vina benar-benar menolaknya. Ia semakin memberontak untuk turun dari ranjang pasien i

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 296 jangan dekat-dekat, brengsek!

    Vina melototkan matanya mendengar ucapan Aland. Wanita itu langsung mengerahkan seluruh tenaga agar bisa terlepas dari cengkeraman Aland yang bisa saja melakukan sesuatu yang buruk kepadanya. Apalagi Vina tahu riwayat kehidupan Aland yang merupakan seorang Casanova kelas kakap. "Lepas!" Wajah Vina memerah sambil berontak. Seberapa besar tenaga wanita itu, toh akhirnya ia tidak bisa menang dari tenaga Aland yang lebih besar sepuluh kali lipat. "Tidak usah memberontak, Nyonya. Aku tidak akan menyakitimu. Justru, aku akan memberikan kenikmatan yang Nyonya inginkan!" Suara Aland terdengar seperti bara api yang membakar telinganya. Sangat risih dan membuatnya makin jijik pada pria itu. "Brengsek kamu! Kamu memang lelaki keparat!" umpatnya dengan napas tersengal-sengal. Bagaimana tidak, Aland berhasil mengungkung tubuh Vina dan membuat wanita itu tidak bisa bergerak. Padahal, saat itu Aland masih dalam masa pemulihan pasca operasi pengambilan peluru dari punggungnya. Tapi, hasra

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 295 membuatmu mendesah

    Vina tersenyum sinis dan menatap pria itu penuh kebencian. "Tidak usah pura-pura lagi, Tuan. Hari ini aku akan memenuhi janjiku pada papa, kematianmu akan menjadi kemenanganku. Bersiaplah untuk mati!" kata wanita itu penuh intimidasi. Tangannya bergetar karena akhirnya ia bertemu dengan orang yang telah menghilangkan nyawa sang Papa. "Pura-pura? Maksud Anda apa, Nyonya?" Aland masih pura-pura tidak tahu. Wajah polosnya ia pasang semelas mungkin untuk menunjukkan jika dirinya benar-benar tidak tahu maksud ucapan Vina. "Masih mengelak? Kamu pikir masih bisa membodohiku lagi, begitu? Fuck you!" umpat wanita itu dengan tatapan matanya yang menyalakan kemarahan membara. "Maksud, Nyonya? Saya masih tidak mengerti, sungguh!" "Cukup! Jangan memutar balikkan fakta lagi di hadapanku, Tuan Aland Orlando!" Vina langsung menyebut nama Aland di hadapan pria itu. Tentu saja Aland terdiam sambil menatap wajah Vina tanpa berkedip. Pria itu hanya memperhatikan bola mata Vina dalam-dalam s

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 294 jangan main pistol

    Vina tetap pergi untuk bertemu dengan Aland. Wanita itu sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan pria itu. Ia harus menyudahi permainan Aland. Vina datang sendiri ke rumah sakit tanpa didampingi oleh siapa pun. Sungguh, wanita itu sangat berani datang sendirian, ia tidak takut sama sekali. Jikalau dirinya dipenjara karena telah membunuhnya. Vina tidak peduli asalkan dendamnya telah terbalas. Di sisi lain, sesaat Vina pergi. Sarah segera menghubungi nomor Aland untuk memberitahukan kedatangan Vina yang tidak main-main. Beruntung, Aland segera mendapatkan informasi tersebut dan pria itu pun cuma tersenyum simpul. "Tuan harus hati-hati. Tadi saya lihat Nyonya Vina bawa senjata. Saya takut dia menyakiti Anda, Tuan!" kata Sarah dalam telepon. Suara wanita itu terdengar sangat khawatir. "Jadi, dia susah tahu siapa aku?" "Sepertinya begitu, Tuan. Nyonya Vina pergi ke rumah Bastian asli dan dari sana akhirnya semua rahasia Tuan terbongkar!" Kali ini Aland tidak bisa mengelak l

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 293 memberitahu Aland

    Air mata gadis itu tiba-tiba keluar dengan derasnya. Membasahi pipinya yang pink merona. Ia mengusapnya cepat sambil memalingkan wajahnya dari Aland. "Ma-maaf Tuan, saya tidak bermaksud bicara seperti itu." Sonya mengusap langsung air matanya dengan lengan bajunya. Tanpa menunggu lama ia bersiap keluar dari kamar tersebut karena dirinya merasa teramat sakit dengan ucapan kasar Aland padanya. "Baiklah, kalau begitu saya keluar saja dari kamar ini, sebaiknya Tuan istirahat supaya kondisi tubuh Anda segera pulih dan Tuan bisa kembali pulang, permisi!" lanjutnya sambil terus berjalan menuju ke pintu keluar. "Sonya, tunggu!" Aland tersadar jika ucapannya sudah menyingung perasaan gadis itu. Gadis itu tidak kembali dan ia terus pergi meninggalkan kamar itu. "Ah sial! Dasar perempuan, dikit-dikit marah, dikit-dikit ngambek!" gerutu pria itu sesaat Sonya menutup pintu. Kondisi Aland kian membaik, dokter sudah berhasil mengambil jenis peluru 9 mm dari dalam tubuhnya. Mungkin dala

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 292 bodoh sekali

    Tubuh Vina lemas, ia berharap ini hanya sebuah mimpi. Dirinya sudah berjanji di pusara sang ayah untuk membalas kematiannya pada pria itu. Tapi ternyata, pria itu justru datang padanya dengan berpura-pura menjadi pelayan restoran. "Tunggu, tunggu! Kamu pasti salah orang, bukan? Itu pasti bukan dia! Aland Orlando tidak mungkin dia yang melakukan itu!" sahut Vina yang terlihat begitu geram dan sangat menyesal karena dirinya telah begitu baik pada pria itu selama ini. "Untuk apa saya bohong, Nyonya. Demi putri saya, saya tidak mungkin berbohong. Sebenarnya Tuan Aland menyuruh saya untuk tutup mulut. Tapi karena Nyonya sudah tahu indentitas saya. Saya tidak mungkin bisa menyembunyikan nya!" kata pria itu lagi. Pria itu juga melanjutkan ceritanya saat awal pertemuan dan akhirnya terjadi kerjasama mereka. Aland memberikan uang satu koper padanya untuk biaya pengobatan putrinya asal identitas Bastian, ditukar dengan Aland. "Begitulah, Nyonya. Karena saya tidak punya pilihan lain,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status