Beranda / Urban / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 4 Bagaimana rasanya, enak?

Share

Bab 4 Bagaimana rasanya, enak?

Penulis: Miss Luxy
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-24 15:52:20

Pintu akhirnya tertutup, untuk terakhir kalinya Vina melihat wajah suaminya sebelum ia melihat wajah pria lain.

Wanita itu menarik napas panjang sebelum ia memulainya. Hati kecilnya berkata tidak, namun rasa cintanya yang teramat besar kepada sang suami, membuat wanita itu melakukan hal yang gila. Berhubungan badan dengan pelayannya.

Udara di kamar itu memang dingin, tapi bagi Vina, rasanya masih sangat panas. Sepanas hatinya yang ingin segera keluar dari kamar ini.

Hingga akhirnya, suara berat seorang pria memanggil wanita itu.

"Bu Vina, mari minum dulu!"

Ramli menawarkan minum untuk wanita itu. Minuman yang sudah disediakan khusus untuk mereka.

Rangga sengaja memesan bir untuk mereka berdua.

Vina menoleh dengan wajah dingin.

Sesungguhnya wanita itu tidak pernah ingin melakukan hal gila ini. Tapi tuntutan dari suami dan keluarganya, membuatnya nekad untuk menerobos dosa paling terlarang yang konon katanya, rasanya sangat nikmat dari pasangan sah.

"Bu Vina tidak minum?" tawar Ramli lagi.

Wanita itu memegangi kepalanya yang pusing, merutuki dirinya yang saat ini terjebak dalam hubungan yang rumit.

Ramli tahu apa yang ada di dalam hati wanita itu. Ia juga tidak serta-merta memaksanya untuk mau berhubungan dengan dirinya.

"Bu Vina sedih, ya? Apa Bu Vina menyesal dengan perjanjian kita? Jika Bu Vina menyesal, saya tidak keberatan untuk membatalkan kerjasama kita dan uangnya akan saya kembalikan saja ke Pak Rangga!"

"Jangan! Kamu tidak usah melakukan itu. Aku tidak akan membatalkan kerjasama kita. Aku cuma butuh waktu sebentar, tolong! Kepalaku sangat pusing sekali. Bisa kah kamu biarkan aku tenang dulu!" mohon Vina.

Ramli mengangguk dan mengerti. Pria itu pun tidak akan bertanya macam-macam lagi. Hanya saja ia merasa kasihan melihat kondisi Vina yang kurang fit malam ini.

Bagaimana bisa wanita itu menerima benihnya dengan baik jika Vina dalam keadaan seperti itu.

"Maaf Bu Vina. Saya lihat Bu Vina kurang enak badan. Kalau Bu Vina mau, saya bisa bantu pijitin kepala dan area leher. Biasanya otot-otot di daerah itu suka tegang dan bikin pusing! Dulu, waktu di desa saya sering mijitin kepala Emak saya yang suka pusing, setelah saya pijit katanya udah nggak pusing lagi dan sembuh!" tawar Ramli yang masih bersikap hormat seperti pelayan Vina biasanya, meskipun penampilannya saat itu terkesan sangat macho dan gagah.

Sejenak, Vina berpikir, apa yang dikatakan oleh Ramli ada benarnya.

Tidak ada salahnya jika ia meminta bantuan kepada pria itu untuk memijit kepalanya.

"Beneran kamu bisa mijitin kepala?" jawab Vina. Ramli mengangguk sambil tersenyum.

"Kalau Bu Vina tidak percaya, bisa dicoba sekarang!" jawab Ramli percaya diri.

Vina menggerakkan bola matanya ke kanan-kiri untuk memastikan dirinya mengizinkan sang pelayan menyentuh kepalanya.

Setelah beberapa saat setelah berpikir, Vina pun setuju bersedia untuk dipijit.

"Oke, silakan dipijit! Terus, aku harus duduk di mana?" jawab wanita itu tampak memilih posisi yang tepat.

"Bu Vina duduk di situ saja, biar saya yang naik ke ranjang!" jawab Ramli bersiap untuk naik di atas ranjang ukuran Big size itu.

"Oke!" Vina masih duduk di tempatnya.

Lalu, perlahan Ramli naik dan memposisikan dirinya di belakang sang majikan.

Aroma harum dari tubuh Vina cukup membuat konsentrasi Ramli sedikit terganggu.

Wangi itu sangat lembut namun membuat hidung ingin sekali menciumnya lebih dalam.

"Tubuh Bu Vina sangat harum, pasti wanita ini sangat pandai merawat dirinya. Astaga, kulitnya sangat mulus tanpa cela. Kalau aku jadi suaminya, aku tidak akan membiarkan laki-laki lain menatap kecantikannya apalagi sampai berhubungan badan. Pak Rangga memang suami yang sangat aneh!" batin Ramli.

Vina belum merasakan tangan Ramli memijit kepalanya, wanita itu pun langsung protes sambil menoleh ke samping.

"Ramli, kenapa lama sekali? Apa yang kamu pikirkan?" tanyanya dengan tegas.

Ramli terkesiap, lamunannya buyar seketika saat suara Vina memanggilnya.

"Emmm iya Bu, maaf! Saya cuma kagum sama ibu. Bu Vina sangat mencintai Pak Rangga rupanya, sampai-sampai Bu Vina harus mau berada di kamar ini bersama saya!" kata Ramli.

Vina menghela napas dan kali ini ia tidak ingin membicarakan itu lagi.

"Sudahlah, aku sedang tidak ingin bicara tentang itu. Cepat pijitin, udah pusing banget ini!" desak Vina yang bersiap untuk mendapatkan pijitan spesial dari sang pelayan.

"I-iya, Bu!"

Tangan kekar Ramli, mulai menyentuh kepala Vina.

Lalu menekannya pelan-pelan, pria itu tahu di mana titik saraf untuk meringankan sakit kepala.

Tangannya turun ke bawah, tepatnya di pangkal leher sebelah luar.

"Ahhhh lumayan juga pijatan tangan Ramli, kepala jadi nggak tegang lagi!" gumam Vina sambil menikmati pijatan lembut itu.

Vina semakin memejamkan matanya saat pijitan Ramli membuatnya sangat rileks.

Hingga akhirnya, entah kenapa pijatan tangan Ramli tiba-tiba membuat Vina sedikit gugup. Pasalnya, pria itu memijit dengan sangat lembut dan begitu dekat, apalagi saat tangan Ramli menekan pangkal lehernya lalu turun ke pundak dan dada bagian atas.

Kedua bola mata Vina melirik ke bawah di mana tangan besar Ramli hampir saja sampai pada dua gundukan kenyal miliknya.

Napasnya mulai tak beraturan, seolah Ramli tahu di mana letak titik-titik syaraf yang bisa membuat rileks bahkan keenakan.

"Bagaimana rasanya Bu, enak?" bisik pria itu di telinga Vina.

BERSAMBUNG

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (9)
goodnovel comment avatar
Only
teruskan usaha hingga berjaya
goodnovel comment avatar
Only
mantap teruskan usaha
goodnovel comment avatar
Akieno Watanabe II
belum ada lanjutan alur cerita..waduh
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 367 suara kambing kejepit

    Ramli tidak peduli. Pria itu juga tidak menampik jika dirinya sudah sangat tergila-gila pada Vina. Apa pun yang terjadi, wanita itu harus menjadi miliknya untuk selamanya. Sentuhan yang Ramli berikan makin dalam dan cepat. Tentunya hal itu membuat Vina makin ingin berteriak keras. Ia mengangkat punggung dan kepalanya, dilihatnya kepala Ramli yang berada di antara kedua pangkal pahanya. Sedangkan di titik itu. Ramli semakin gencar menekan, menggelitik bahkan mengulumnya sampai terasa lembab. Karena gelombang puncak kenikmatan itu semakin naik. Spontan Vina meremas rambut Ramli agar pria itu segera berhenti karena dirinya sungguh sudah sangat lemas. "Oh no Ramli... Aaaahhhhh kamu sudah membuatku gila!" rintihnya disela-sela ia mengapit kepala Ramli dengan kedua pahanya. Tubuhnya hendak bergetar. Aliran kenikmatan itu semakin lama semakin memenuhi otaknya yang sudah dipenuhi oleh gairah cinta. Iya, gelombang kenikmatan itu mulai muncul semakin besar dan membesar. Hingga akhirny

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 366 Ah, Ramli stop!

    Sementara itu, salah satu anak kembar Vina, Nala. Bocah perempuan itu terjaga dari tidurnya dikarenakan sedang mimpi buruk. Ia bermimpi jika sang Mama sedang dikejar-kejar ular besar sekali. "Mama!" teriakan bocah itu yang seketika membuat semua terbangun. Nathan sang kakak, Rendra, begitu juga dengan Bagas dan Ayu, gadis itu juga sangat terkejut dan berusaha untuk menenangkan Nala. "Nala, kamu nggak apa-apa, kan?" tanyanya sambil mengusap-usap lembut punggung Nala. Nala, bocah itu masih sangat takut seolah mimpi yang ia alami baru saja tadi bisa terjadi secara kenyataan. Ular sebesar itu ingin menangkap mamanya. "Nala, kamu kenapa? Kamu pasti mimpi buruk, ya?" tanya Ayu kepada bocah perempuan itu. Nala menoleh dengan ekspresi bingung dan takut. Gadis itu cuma mengangguk lemah dengan suaranya yang lirih. "Nala mimpi buruk. Tadi Nala lihat Mama dikejar-kejar ular gedeeee banget!" katanya. Bagas sebagai kakak tertua. Bocah laki-laki itu pun berusaha untuk menenangkan adik-adi

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 365 kenapa berhenti?

    Desahan dan suara manja Vina adalah semangat untuk Ramli. Pria itu makin bergairah dan tentunya ia tidak ingin malam ini berakhir dengan cepat. Setiap detik, setiap waktu ia hanya ingin bersama Vina mengarungi indahnya lautan percintaan. Pria itu menghentikan sejenak gerakan indahnya yang memabukkan. Ia melihat rona merah pada wajah Vina yang tampak malu-malu meong. Mereka masih dalam posisi berdiri dengan punggung Vina yang bertumpu pada dinding di dalam kamar yang temaram itu. "Kenapa berhenti?" tanya Vina dengan napas tersengal-sengal. Rasanya denyutan di bawah sana tak bisa dihentikan begitu saja dan ia ingin Ramli terus melakukannya. "Masih ingin lanjut?" tanya pria itu dengan suara seraknya. Vina menjawabnya tanpa suara, ia hanya mengangguk lemah tapi tubuhnya ingin sentuhan lebih. Ramli mengulum senyumnya. Pria itu melepaskan Vina dan menurunkan salah satu kaki Vina yang sebelumnya terangkat ke atas. Vina bingung, kenapa Ramli berhenti sebelum finish. Vina takut jika

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 364 nggak bisa hidup tanpa kamu

    Vina menangis. Bukan karena wanita itu tidak suka Ramli sentuh. Tapi, ia merasa tubuhnya begitu kotor dan ia merasa kasihan pada pria itu. Dirinya sudah berkhianat dengan Aland yang sudah pernah menikmati tubuhnya. Begitu besar cinta Ramli pada Vina. Pria itu menikmati kebersamaan mereka dengan penuh gairah. Namun, ada sesuatu yang membuat pria itu berhenti. Tubuhnya yang sedang sibuk menusukkan cinta yang begitu dalam. Tiba-tiba berhenti di tengah jalan saat mendengar suara tangis Vina. "Kenapa? Sakit? Apa aku yang terlalu keras? Maaf, aku tidak bisa mengendalikan diri. Aku terlalu bersemangat!" ucap Ramli sembari mengusap air mata dari pipi wanita itu. Vina menggelengkan kepalanya. Tatapan matanya begitu sendu. Ingin sekali ia berterus terang pada Ramli jika dirinya pernah dipaksa Aland untuk bercinta. Tapi, ia tidak mungkin tega melihat wajah polos Ramli yang pastinya akan kecewa dengan pengakuan nya. Terpaksa Vina harus berpura-pura. "Aku tidak apa-apa. Hanya saja, aku sed

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 363 Suka sama suka

    Sadar jika mereka hampir berciuman. Spontan Vina mendorong dada Ramli dengan keras sehingga membuat pria itu bergerak mundur."Jangan sentuh aku, Ram! Aku mohon jangan pernah lakukan itu lagi!" kata Vina dengan wajah gugupnya."Tapi kenapa, Vin? Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu saat ini. Tapi aku merasa kamu sudah berubah. Jangan-jangan kamu sudah tidak mencintaiku lagi. Oh iya, mungkin ada pria lain di hatimu, hmm? Katakan itu tidak benar, katakan!" desak Ramli.Vina menggelengkan kepalanya dengan cepat."Enggak, bukan itu! Ah iya maksudnya iya, aku sudah tidak mencintaimu lagi Ram. Seperti yang pernah aku bilang kemarin. Cintaku sudah mati saat kamu memutuskan untuk pergi dari rumahku. Dan itulah kenapa aku jadi seperti ini!" jawab Vina pura-pura. Tapi hatinya sangatlah rapuh.Ramli tahu jika itu bukanlah dari hati nurani Vina. Pria itu makin mendekat hingga akhirnya tubuh Vina terpojok pada dinding."Kamu mau apa, Ram? Jangan macam-macam!" pekik Vina tatkala tubuh besar itu h

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 362 Kamu udah nyakitin aku

    "Tidak ada, tidak apa-apa. Udahlah, aku akan tetap bangunin anak-anak. Aku nggak bisa tidur kalau nggak ada mereka!" jawab Vina tanpa melihat wajah Ramli yang menderita. "Nggak bisa tidur tanpa mereka? Memangnya seserius itu, ya? Sampai-sampai kamu harus tidur bareng anak-anak! Justru kamu harus biarkan mereka mandiri. Lagipula anak-anak tidur barengan, nggak usah khawatir!" kata Ramli. "Nggak usah nasehatin aku segala deh. Aku ibunya, dan aku lebih tahu siapa anak-anakku!" sahut Vina. Ramli tersenyum miring mendengar pernyataan Vina. "Terus, kamu pikir aku siapa mereka? Aku ayahnya, aku juga tahu apa yang terjadi pada anak-anakku. Toh, buktinya mereka tidur nyenyak, kan? Nathan dan Nala tidak mencarimu!" ucap Ramli sambil menyipitkan kedua matanya. Sayangnya, pernyataan pria itu tidak membuat Vina senang. Entahlah, ia hanya ingin Ramli tidak terlalu dekat dengan dirinya dan juga anak-anaknya. Wanita itu menoleh ke arah Ramli yang sedang bersandar pada dinding dengan salah s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status