ホーム / Male Adult / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 3 Matikan lampunya

共有

Bab 3 Matikan lampunya

作者: Miss Luxy
last update 公開日: 2025-10-24 14:51:11

Ramli segera berlari ke arah Rangga dan Vina. Malam ini, pria itu terlihat sangat kharismatik, berwibawa dan pastinya lebih macho dan seksi dari penampilannya yang sehari-hari.

Benar kata pelayan salon, Ramli terlihat seperti bos besar ala-ala mafia. Wajahnya yang tegas dengan tatapan matanya yang tajam, semakin membuat penampilan Ramli lebih memukau dari Rangga.

"Ramli? Kenapa mukanya jadi beda?" gumam Vina terkejut dan pangling.

Wanita itu yang semula tidak terlalu memperhatikan wajah sang pelayan, hari ini entah kenapa wajah Ramli tidak bosan untuk dipandang.

Tapi tetap saja, Vina tak ingin menjatuhkan dirinya. Ia masih menganggap Ramli adalah pria desa yang menjadi pelayannya. Dan baginya hanya Rangga pria paling tampan dan tidak ada yang menandinginya.

Rangga melihat kedatangan Ramli.

Lalu setelah Ramli sampai di depan mereka. Pria itu mengajak Ramli untuk masuk ke dalam hotel.

"Maaf, Pak Rangga, Bu Vina. Tadi saya tidak melihat kalau Bapak sama ibu sudah datang," ucap Ramli sambil menundukkan kepalanya layaknya seorang pelayan.

"Tidak apa-apa, lagipula aku dan istriku baru saja datang. Ayo kita masuk, aku akan daftar dan cek in!" jawab Rangga sambil menggandeng istrinya masuk ke dalam hotel.

Ramli mengangguk dan berjalan di belakang mereka.

Sementara itu, Vina yang berjalan di samping sang suami, sejenak ia menoleh ke belakang di mana Ramli sedang berjalan mengikuti mereka.

Ramli tersenyum sambil mengangguk saat Vina menoleh padanya. Vina langsung memalingkan wajahnya dan menatap ke arah depan.

"Issh, kenapa aku noleh sih. Dasar bodoh!" gerutu Vina yang saat itu sedang memakai gaun berwarna hitam dengan siluet A line dengan belahan sampai ke paha, menunjukkan bentuk tubuhnya yang ramping bak gitar spanyol. Rambutnya yang panjang disanggul ke atas, memamerkan leher jenjangnya yang seksi dan menggoda.

Ramli melihat penampilan sang majikan yang sangat menggoda. Sebagai pria normal apalagi seorang duda, tentu saja Ramli dibuat menelan ludah melihat kecantikan dan keanggunan istri majikannya.

"Wanita secantik ini, bagaimana bisa Pak Rangga tega menyerahkann pada pelayan miskin seperti aku! Kasihan sekali, harusnya dia disayang suaminya, tapi suaminya malah membayar pria lain untuk menghamilinya. Aku sendiri tidak bisa nolak, kebutuhan anak-anakku paling utama. Maafkan bapak anak-anakku, ini semua bapak lakukan demi kalian. Pekerjaan yang sangat mudah, bikin adek untuk kalian. Tapi, nanti adek kalian akan dibawa sama mereka!" gumam Ramli dalam hatinya.

Sesampainya di meja resepsionis, Rangga segera mendaftar untuk cek in menggunakan identitasnya sendiri. Ia memesan kamar VVIP untuk istri dan pelayanannya.

Setelah ia memesan kamar, Rangga membawa Ramli dan istrinya untuk pergi ke kamar.

Di lantai atas nomor 201 adalah kamar VVIP yang akan dibuat sebagai tempat untuk mentransfer benih Ramli ke rahim Vina.

Rangga membuka kunci pintu dengan menggesek kartu khusus untuk pembuka pintu kamar tersebut.

Pintu pun terbuka, Rangga membawa masuk istri dan pelayan pria itu.

Kamar yang luas dan dipenuhi oleh fasilitas mewah. Ramli tercengang saat melihat kemewahan kamar kelas atas itu.

Sesuai permintaan Vina, Rangga ingin istrinya merasa nyaman saat berhubungan intim dengan pelayannya.

Entahlah, seolah rasa cemburu itu sudah tidak ada lagi dalam kamus hidup Rangga. Pria itu justru memberikan fasilitas yang mewah saat istri dan pelayan rumahnya akan melakukan aktivitas gila yang biasa dilakukan oleh suami istri.

"Waduh, Pak. Kamarnya besar sekali. Kamar ini lebih luas dibandingkan rumah saya di desa!" kata Ramli yang baru pertama kali masuk ke dalam kamar hotel mewah.

"Ya, jika tugasmu berhasil, kamu bisa membangun rumah yang lebih besar dari kamar hotel ini. Pasti anak-anakmu sangat senang, ayahnya sukses dan bisa membangun rumah baru di desa!" kata Rangga.

Sesekali pria itu melihat ke arah jam tangan. Hari itu ia juga sedang ada janji dengan kliennya untuk makan malam di hotel itu.

Vina sendiri masih menggandeng tangan suaminya seolah ia tidak mau ditinggal pergi oleh sang suami. Rasanya sangat tidak nyaman berada di dalam satu ruangan dengan pria lain.

Sungguh, sebenarnya Vina merasa sangat takut.

"Baiklah, aku tinggal sekarang. Klien kita sudah menunggu di lantai bawah. Baiklah sayang, aku tinggal sebentar ya, setelah aku dan Mr. Edward selesai makan malam, kita akan segera pulang. Dan tentunya kamu juga sudah selesai dengan Ramli!" kata Rangga sebelum pria itu pergi.

"Tapi, Mas! Aku takut!" jawab Vina yang terlihat gugup.

"Jangan takut! Anggap saja kamu sedang bercinta denganku, bayangkan wajahku saja, bila perlu matikan lampunya, oke!" ucap Rangga meyakinkan sang istri.

Ramli sendiri masih terpesona dengan desain kamar hotel mewah itu. Sebagai orang desa, tentunya desain mewah itu tidak pernah ia jumpai di sekitar tempat tinggalnya.

Akhirnya setelah berhasil merayu istrinya, Rangga keluar dari kamar. Meninggalkan sang istri berdua saja dengan sang pelayan.

"Daaah, aku pergi dulu. Ingat kata-kataku! Bayangkan wajahku dan matikan lampunya!" Kalimat terakhir sebelum Rangga menutup pintu.

BERSAMBUNG

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
コメント (37)
goodnovel comment avatar
Aminah Nel
bagus lanjut
goodnovel comment avatar
Dahlia Lia
lanjutkan ceritanya bagus
goodnovel comment avatar
Udin Bima
lanjut....seru bangat
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 565 Ulang tahun pernikahan (TAMAT)

    Sepertinya pertemuan Aland dan Erick itu membawa kebahagiaan tersendiri. Sesampainya di rumah, Aland langsung bercerita kepada sang istri bahwa dirinya bertemu dengan Erick dan anaknya. Apalagi Erick sudah menikah dengan Ani. "Ohhh ya? Jadi Ani dan Erick udah nikah?" sahut Vina yang begitu antusias. "He em, dan sekarang katanya si Ani sedang hamil tua!" jawab Aland lagi. "Ya ampun, udah lama nggak denger kabar mereka. Sekarang mereka sudah menikah. Syukurlah, Ani bisa mendapatkan kebahagiaannya, semoga saja rumah tangga mereka langgeng sampai kakek nenek ya, Mas!" balas Vina. "Ya, aku pun bahagia mendapatkan istri sepertimu. Jika saja kita tidak pernah bertemu. Mungkin aku tidak akan pernah menjadi orang baik. Aku pasti akan tetap menjadi pria brengsek!" balas Aland. Tiba-tiba suasana menjadi melow. Vina menatap wajah suaminya yang sudah enam tahun ini menjadi suaminya. "Jangan bilang seperti itu. Justru, aku yang beruntung memiliki suami pengertian sepertimu. Dulu aku sa

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 564 minta ditabok

    Lucunya, Ezra menjawab pertanyaan Aland langsung. "Makan nasi lah, Om. Masa makan ati!" jawabnya apa adanya'. Aland langsung melongo mendengarnya. Bisa-bisanya bocah itu bicara demikian. "Wah! Iy, iya, bener juga kamu. Makan ati emang nggak enak. Om sering ngerasain itu dulu!" jawabnya ikutan absurd seperti Ezra. Ezra menatap wajah Aland dengan serius. Pipinya yang terlalu gembul membuatnya seperti sedang mengunyah bakso. "Oh iya, Om lupa. Kita belum kenalan, boy!" ucap Aland sambil mengulurkan tangannya pada bocah laki-laki itu. Ezra tersenyum. Sepertinya bocah itu mulai nyaman. Ia membalas uluran tangan Aland dan menyebut namanya. "Saya Ezra, Om. Anaknya ibu Ani sama ayah Erick yang paling ganteng dan paling rajin satu kampung," ucap bocah itu dengan kalimat yang lancar. Sepertinya ia memang sengaja menghafal kata-kata itu. Aland menaikkan kedua alisnya sambil menoleh ke arah Erick. Erick sendiri mengulum senyumnya sambil garuk-garuk pelipisnya. "Ohhh, jadi namamu

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 563 Vina ukuran sachet

    Raisya tak mau kalah. Bocah perempuan itu mencubit tangan gembul Ezra. Bocah laki-laki itu langsung menangis sambil berjalan ke arah ayahnya. "Huaaa ayah, aku dicubit sama si keriting!" omel Ezra dengan raut wajahnya yang memerah sambil menunjukkan tangannya yang habis dicubit oleh Raisya. Erick memeluk Ezra sambil tertawa kecil. Betapa menggemaskannya anak-anak itu. Sedangkan Aland tampak menasehati putrinya. "Raisya, nggak boleh gitu, Nak! Ayo minta maaf!" ucap Aland. Raisya mengerucutkan bibirnya karena ia merasa tidak bersalah. Ezra lah yang memulainya terlebih dahulu. "Nggak mau! Dia duluan talik-talik lambutku, Yah. Masa Laica yang minta maaf!" sahut bocah itu sambil menyilangkan kedua tangannya seperti orang dewasa. Aland cuma garuk-garuk pelipisnya karena rasanya seperti ia sedang menghadapi Vina, istrinya. "Hah! Rasanya sedang menghadapi kemarahan Emaknya. Ini sih Vina ukuran sachet!" gumam Aland. Namun sebisa mungkin ia merayu putrinya agar mau berdamai dengan E

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 562 kawin berjamaah

    "Ya nggak lah, Bro. Aku bukan pria seperti itu. Itu anak sambungku dari istri pertamaku!" ungkap Erick. Lagi-lagi Aland menyipitkan matanya. "Istri pertama? Itu artinya masih ada istri-istri yang lain? Eh, kamu ini kawin berjamaah atau gimana?" tanya Aland dengan ekspresi wajah yang serius. Erick tertawa lagi. Sepertinya sepupunya itu belum tahu jika dirinya telah menikahi Ani. Pasalnya saat mereka menikah, Aland dan Vina memang tidak diberitahu dengan alasan tidak ingin merepotkan Aland yang tentunya sibuk dengan pekerjaannya. "Kawin berjamaah, ada-ada saja kamu!" ucap Erick. "Ya itu pokonya, menikahi lebih dari satu wanita, apa sih itu namanya?" Aland terlihat garuk-garuk pelipisnya, mencoba mengingat-ingat. "Poligami!" jawab Erick dengan cepat. "Nah, iya itu. Kamu poligami, bro?" Pertanyaan Aland sungguh serius. Erick menggelengkan kepalanya lagi. "Enggak lah. Istriku masih satu untuk saat ini!" Jawaban Erick lagi-lagi membuat Aland kali ini garuk-garuk tengkuknya. "Masih sa

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 561 bertemu Erick

    Aland memang menoleh ke belakang. Tapi pria itu sedang tidak menoleh ke arah tiga wanita itu. Justru, ia terpaku pada seseorang yang sedang bersama seorang anak laki-laki yang seusia putrinya. Iya, dia melihat seorang pria yang sedang menggandeng anak laki-laki yang memakai seragam sekolah yang sama dengan Raisya. Di sisi lain, ketiga wanita itu nampak percaya diri jika Aland sedang melihat mereka. Ketiganya nampak salah tingkah dengan merapikan rambut dan bulu mata mereka. Seolah-olah Aland sedang memperhatikan netes. Nyatanya, kedua mata Aland tertuju pada seorang pria yang sangat dikenalnya. Pria itu nampak akrab dengan seorang anak kecil yang bertubuh gembul. "Erick!" panggil Aland. Ya, sosok itu adalah Erick Hermawan, anak kandung Nyonya Ratna yang tak lain adalah sang Tante. "Erick!" panggil Aland lebih keras. Pria itu pun menoleh. Aland tidak salah lihat karena pria yang diduga Erick itu memang dia. Erick sendiri juga sangat terkejut saat melihat wajah Aland di

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 560 benar-benar pria idaman

    Aland tidak bisa menyangkalnya karena sang istri lebih tahu kekurangannya ketimbang dirinya sendiri. "Udah, udah. Jangan bicarakan rambut lagi. Ayo berangkat! Biar Mama di rumah saja!" ajak Aland pada Raisya. Bocah perempuan itu jingkrak-jingkrak kegirangan karena keinginannya untuk ditemani oleh sang ayah akan dituruti. "Tapi apa kamu nggak ke kantor, Mas? Gimana dengan kerjaan kamu? Katanya ada rapat?" tanya Vina yang sudah tahu jadwal sang suami. "Tidak apa-apa, aku bisa wakilkan ke Romi!" jawab Aland sambil menggandeng tangan putrinya, bersiap untuk mengantarnya pergi ke sekolah. "Jangan khawatir, aku pasti bisa!" imbuh pria ini itu lagi. Vina lebih percaya pada suaminya. Meskipun nantinya orang melihatnya sedikit aneh, orang tua murid laki-laki datang ikut menunggu putrinya yang sedang sekolah. "Ayo, salim dulu sama Mama!" titah Aland kepada anaknya itu. Raisya pun segera menurut, ia salim dan mencium tangan sang ibu. Vina mencium kening putrinya dan memberikan nasehat pada

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status