MasukMengira bahwa Crysta akan marah, nyatanya Cryta malah terkekeh. Bahkan mengalungkan tangannya di leher Pascal.''Kau bisa lakukan apapun yang kau mau, Prince. Aku milikmu. Semua yang ada padaku adalah milikmu. Jangan ragu. Aku adalah milikmu. Aku adalah milikmu, Pascal Tristan.''Indah. Ini benar-benar indah.Namun, Pascal tidak langsung melakukannya meski telah diberi izin. Seperti ada yang menahannya. Memikirkan apa yang akan dialami tubuh Crysta nntinya, Pascal khawatir Crysta tidak akan mampu melayani nafsunya.''Tidak. Aku tidak bisa.''Memahami akan keraguan yang masih berada di dalam diri Pascal, Crysta mengambil langkah lebih dulu. Mencium bibir Pascal tanpa rasa malu. Membuka atasan sang pangeran dengan berani. Sontak hal tersebut membangkitkan birahi pria yang Pascal miliki.Terutama saat Crysta berjalan mundur dengan ekspresi yang sangat menggoda, mendekati tempat tidur seraya melepa
Kembang api di tengah kota kembali menyala. Sementara Pascal berpura-pura menikmati cahaya kuning yang naik ke angkasa, tapi tidak dengan Crysta. Gadis itu masih memfokuskan pandangannya pada makhluk di sebelahnya.Crysta yakin dengan dugaannya. Ia yakin Pascal menaruh rasa padanya. Tapi, pangeran kejam itu seolah-olah tak memperdulikan tatapan meminta penjelasan Crysta.Pascal tahu benar maksud dari pertanyaan Crysta setelah gadis itu melihat mutiara berwarna merah muda yang dibawa oleh anak buahnya. Crysta pernah meminta benda itu padanya.‘’Acaranya sudah dimulai. Pergilah dengan Natasha. Beberapa prajurit yang mengawal, mereka akan mengenakan pakaian seperti rakyat biasa. Jadi rakyat Valliant tidak akan menyadari bahwa ada seorang tuan putri di tengah-t
Kembang api di tengah kota kembali menyala. Sementara Pascal berpura-pura menikmati cahaya kuning yang naik ke angkasa, tapi tidak dengan Crysta. Gadis itu masih memfokuskan pandangannya pada makhluk di sebelahnya.Crysta yakin dengan dugaannya. Ia yakin Pascal menaruh rasa padanya. Tapi, pangeran kejam itu seolah-olah tak memperdulikan tatapan meminta penjelasan Crysta.Pascal tahu benar maksud dari pertanyaan Crysta setelah gadis itu melihat mutiara berwarna merah muda yang dibawa oleh anak buahnya. Crysta pernah meminta benda itu padanya.‘’Acaranya sudah dimulai. Pergilah dengan Natasha. Beberapa prajurit yang mengawal, mereka akan mengenakan pakaian seperti rakyat biasa. Jadi rakyat Valliant tidak akan menyadari bahwa ada seorang tuan putri di tengah-t
Bukannya marah, Pascal malah tertawa. Bahkan semua orang yang berada di radius suara tersebut dapat mendengarnya. Suatu hal langka yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Pascal dikenal dingin. Minim senyum. Namun kehadiran Crysta membawa perubahan di diri pangeran Valliant tersebut. Wajar bila semua orang tampak terkejut.‘’Aku mencintai seseorang. Sangat. Bahkan aku selalu mendambakannya setiap malam.’’Mendadak Crysta terbakar api cemburu. Cara Pascal mengatakannya, membuktikan bahwa Pascal benar-benar mencintai wanita tersebut. Dan Crysta tak bisa menerima itu.‘’Siapa wanita yang beruntung itu?’’ tanyanya dengan nada tak sedap.‘’Aku akan memberitahukannya padamu bila waktunya tiba.’’‘’Memangnya kalau sekarang kenapa?’’‘’Karena sekarang, aku belum berhasil mendapatkannya. Tunggulah ketika aku bisa menikahinya. Menjadikan ia sebagai putri mahkota Valliant. Saat itu terjadi, aku akan memberitahumu.’’Crysta tertunduk. Tanpa sadar air matanya berlinang. Aku lebih baik mati daripada
Melihat Monic kelelahan mengejarnya, membuat hati Crysta tersentuh. Tak hanya karena Monic, keningnya yang berpeluh juga menggerakkan Crysta untuk menghampiri ayunan kembali. Mendudukkan diri di sana. Memegang tali besar di kanan dan kirinya dengan kedua tangannya yang mungil. Meninggalkan Monic yang tertinggal di belakang.‘’Dorong aku, Monic.’’Ketika mendapat perintah tersebut, wanita itu sedang mengatur napas, tubuhnya dibungkukkan dengan kedua tangan memegangi lutut. Sepertinya ia benar-benar kelelahan. ‘’Beri aku waktu satu menit, Princess.’’‘’Tidak mau,’’ ujar Crysta sambil tertawa. Berpura-pura tidak mendengarkan suara Monic yang terengah-engah.‘’Kalau begitu, beri aku waktu empat puluh detik.’’ ‘’Tidak. Aku mau sekarang!’’ teriaknya.Suara keras itu membuat Crysta tak mendengar bantahan Monic lagi dan langsung merasakan pergerakan dari ayunan. Membuat Crysta terkekeh karena membayangkan ekspresi Monic saat ini.‘’Lebih kencang, Monic!’’ imbuh Crysta. Ayunan kembali men
‘’Berapa jumlah prajurit pasukan barat?’’ Berdiri di tengah-tengah para jenderal dan kapten pasukan.‘’Setiap kerajaan setidaknya memiliki tiga puluh lima ribu prajurit. Tiga di antaranya memiliki lima puluh ribu.’’ Jenderal Alvar memberikan data akurat, menunjukkan kertas-kertas yang dikirim dari Argorn dan Calvard. ‘’Jadi totalnya tiga ratus ribu.’’‘’Dan berapa yang kita punya?’’‘’Tujuh puluh ribu, Your Highness. Dengan Calvard dan Argorn, jumlahnya genap menjadi seratus lima puluh ribu prajurit.’’‘’Itu belum cukup,’’ ucap Pascal, memindahkan bidak-bid







