LOGINGRARGHHH!!!Raung monster kucing sembari menghancurkan beberapa rumah warga disekitarnya. Monster itu menghempaskan bongkahan bangunan ke arah beberapa warga yang berlarian panik, lalu memukul bongkahan lainnya yang langsung terhempas menghancurkan rumah warga. Monster kucing melihat beberapa orang yang bersembunyi di balik tembok rumah. Monster itu meraung lalu berlari menghampiri beberapa orang tersebut, lalu memukulnya dengan cakarnya yang sangat besar dan meninggalkan bekas yang cukup dalam. Monster itu terus mengamuk hingga melihat seorang wanita yang bersembunyi di balik pohon sembari melakukan siaran langsung. Monster kucing memukul sebuah mobil ringsek di sekitarnya. Mobil itu langsung terhempas dan menghantam sang wanita, beruntungnya orang itu berhasil menghindar dan lari menjauh. Monster kucing mengejar wanita itu dengan ganas, layaknya kucing mengejar tikus.Dari kejauhan terdengar mobil patroli polisi yang kebetulan lewat. Mobil itu segera menuju ke lokasi amukan mmonst
Markas besar pasukan malam, bawah tanah kantor kepolisian, kota Selabatu. Kapten Medi mengangguk-anggukkan kepala membaca garis besar laporan keberhasilan misi pasukan pemburu monster ke-3 yang dipimpin kapten Waden. Kapten Medi menghisap rokoknya dan menatap sekilas lima orang tersebut. "Kerja bagus! Kalian bisa pergi." Ucap kapten Medi menerima laporan kapten Waden, lalu meletakkan dokumen laporannya ke samping meja. Kapten Waden menundukkan kepala hormat, lalu pergi mengundurkan diri dari hadapan kapten Medi yang terlihat sangat kelelahan. Kateline, Eira, Luke, dan Dien juga mengundurkan diri dan pergi keluar dari ruangan sang kapten. "Lagi-lagi monster iblis! Ini adalah kasus ke-17 yang kami tangani bulan ini. Kenapa tiba-tiba banyak monster iblis di wilayah distrik timur?" Gumam kapten Medi mengusap wajahnya dengan kasar setelah tim pemburu monster ke-3 pergi keluar.Kriing!Kring! Kring! Telepon kantor tiba-tiba berdering nyaring di dalam ruangan. Kapten Medi dengan malas
Eira diam menonton kebrutalan klon Freya menusuk Luke yang menolak bantuannya. Eira tidak lagi berniat membantu akibat penolakan sebelumnya, namun mengingat mereka satu tim Eira pada akhirnya mencebikkan bibirnya dengan malas."TOLONG AKU, EIRA!!!" Pekik Luke memohon."Yayaya. Aku mengerti, tidak perlu berteriak!" Balas Eira acuh, mengangkat tangan, dan mengarahkannya ke posisi klon Freya dan Luke.Eira melepaskan sihir tombak tanah dari bawah kaki dua orang tersebut, memaksa Freya mundur menjauh menjaga jarak. Eira dengan cepat melindungi Luke di belakangnya. "Senior lain kali jangan sok kuat jika kamu lemah!" Ucap Eira mengingatkan. Luke hanya bisa terdiam sembari mengeluarkan gulungan segel. "Haha." Klon Freya tiba-tiba tertawa jaim seperti wanita feminim. "Haha. Akhirnya aku mengerti kekuatanmu bocah sialan!" Ucap Freya sangat senang, karena menemukan kelemahan Luke yang terus dia cari di sepanjang pertarungan. Luke muntah darah dan menyembuhkan dirinya sendiri seadanya denga
Monster iblis tingkat 1 membangkitkan energi iblis yang bersifat jahat dan haus darah. Monster iblis tingkat 2 memiliki regenerasi super dan bisa melakukan regenerasi secara otomatis, tanpa perlu diperintah oleh otak. Monster iblis tingkat 3 memungkinkan monster iblis berubah menjadi gumpalan energi iblis yang bisa masuk kemanapun layaknya hantu. Monster iblis tingkat 4 memungkinkan monster iblis dapat meniru dan menyamar menjadi manusia. Monster iblis tingkat 5 membuat monster iblis dapat mengendalikan energi alam dan menggunakannya untuk menciptakan sihir yang berhubungan dengan energi alam. Dan monster iblis tingkat 6 memberikan iblis kemampuan energi iblis tak terbatas saat malam hari. Warga desa melihat petir terus menyambar area yang sedang didatangi kelompok pemburu monster ke-3 yang dipimpin kapten Waden. Dari kejauhan warga desa dapat merasakan betapa mengerikannya tempat tersebut. Beberapa warga desa bahkan berencana untuk memeriksa, namun entah mengapa setiap kali mereka m
Wanita iblis laba-laba melancarkan tusukan kuku beracun ke leher Dien, namun Dien menunduk menghindar dan melepaskan tinju guntur saketi ke perut bawah sang lawan. Iblis wanita itu menyemburkan racunnya yang sangat kuat dan bersifat korosif, memaksa Dien untuk mundur menjauh dan menjaga jarak. "Cakar petir hitam!" Pekik Dien mengayunkan tangan menciptakan cakar petir hitam. Wanita iblis laba-laba menghentakkan kaki ke tanah menciptakan dinding pelindung, lalu memukul dinding tanah menciptakan tusukan tombak lurus dari dinding tanah tersebut. Dien dengan reflek menghindar ke samping, lalu bergerak cepat dan teleportasi di belakang sang wanita iblis. BANG! Wanita iblis menjadi gumpalan energi, membuat tinju guntur saketi Dien menghantam dinding tanah. Dien mengarahkan tangannya ke samping, petir dari langit langsung turun menghantam tanah yang bertepatan dengan gumpalan energi wanita iblis lewat. Sambaran petir itu membuat sang wanita iblis terluka cukup parah dan keluar dari bawah
Ledakan api raksasa yang menghancurkan gua dan menciptakan kawah besar itu berakhir tanpa meninggalkan jejak apapun. Di tengah kawah besar yang tercipta akibat ledakan terlihat kura-kura bayangan yang terluka cukup parah, tubuhnya seperti kertas yang dibakar. Kura-kura bayangan itu perlahan-lahan menjadi butiran abu, lalu menghilang dan kembali ke dalam buku 100 bayangan. Dien batuk-batuk menghirup asap pekat akibat ledakan. Pria itu melihat sekelilingnya yang rata dengan tanah dan hanya menyisakan beberapa orang saja yang selamat. Dimana mereka semua ditutupi abu debu yang sangat tebal. Kapten Waden yang tidur telungkup segera berdiri dan batuk-batuk sembari memukul-mukul bajunya yang kotor. Kapten melihat Dien dengan tatapan tidak percaya sekaligus lega. "Kamu memang bocah sialan! Jika kami tidak memakai cincin ini, maka kami juga akan hancur menjadi abu akibat sihirmu itu. Sepertinya kamu tidak pernah memikirkan keselamatan kami." Ucap kapten Waden marah. "Untuk apa aku memikir
Setelah ledakan berakhir, kapten Waden menarik sihir ratusan tombak tanah raksasa miliknya, membuat matahari yang tertutup tombak tanah raksasa kembali menyinari area pertarungan, dan terlihatlah area tersebut sudah menjadi kawah besar yang sangat dalam. Dien terlihat terluka bakar parah akibat le
Luke bertahan dengan perisai kura-kura, sebuah senjata sihir tipe pertahanan yang dia miliki. Luke dengan cepat mengambil gulungan segel yang tergeletak di lantai, karena terlalu terburu-buru mengeluarkan perisai kura-kura, lalu memasukkannya ke dalam kantong celana depan.BANG! Dien sudah di depa
Dien pulang larut malam. Dia bertemu ibu yang menunggunya di ambang pintu, wanita tua itu tersenyum hangat melihat kedatangan Dien. Wajah keriputnya yang pucat pasi menjadi cerah ketika melihat Dien pulang. Melihat ibunya, Dien tersenyum, lalu menyerahkan buah-buahan yang dibelinya kepada ibu yang
Kantor kepolisian, kota Selabatu.Dien Moretz keluar dari markas pasukan malam yang berada di bawah tanah kantor kepolisian kota Selabatu. Dia bertemu beberapa polisi yang berlalu-lalang, melihat beberapa polisi yang bermain judi, melihat beberapa polisi tidur di jam kerja, melihat beberapa polisi







