INICIAR SESIÓNDien membayar jajanannya ke pemilik warung dan jalan mendekati nenek Rose sekaligus gurunya tersebut. Dien tersenyum ramah kepada wanita tua tersebut sembari memasukkan tiga lempar uang kertas bernilai 100 ribu kertas emas. Nenek Rose tersenyum ramah, sebuah senyuman yang lebih terlihat seperti senyuman orang yang sangat lelah dan tak berdaya. "Katakan apa yang ingin kamu ketahui anak muda? Orang tua ini akan meramalnya." Tanya nenek Rose masih dengan senyuman lembutnya. "Guru, apakah aku akan terbunuh hari ini? Jika aku terbunuh apakah jasadku tetap utuh?" Tanya Dien penasaran. Nenek Rose tertegun, lalu tersenyum ramah. "Kamu sedang menjalankan misi dari pasukan malam?" Tanya nenek Rose tersenyum dengan mata sayunya.Dien mengangguk. "Ya, begitulah." Balas Dien apa adanya dan tampak santai. "Apakah misimu berhubungan dengan manusia yang berkhianat dan menjadi iblis?" Tanya nenek Rose kembali. "Iya. Aku..., kami ditugaskan untuk memburu iblis tingkat 8 yang memangsa manusia di
"Tidak perlu takut. Tingkatan praktisi spiritual hanyalah omong-kosong belaka untuk menakut-nakuti tingkat yang lebih rendah. Faktanya praktisi spiritual tingkat tinggi hanya memiliki sedikit keunggulan dari praktisi spiritual tingkat yang lebih rendah. Selama kita bekerja sama dan percaya satu sama lain, kita bahkan bisa membunuh dewa sejati." Ucap kapten Waden dengan percaya diri. "Kapten benar. Tingkat praktisi spiritual hanya sekedar ilusi yang tidak berguna untuk menakut-nakuti praktisi spiritual yang lebih rendah. Itu seperti siswa SMP melawan mahasiswa, selama siswa itu memegang pistol, maka mahasiswa akan mati tertembak bahkan jika dia membawa 20 orang mahasiswa lainnya." Ucap Kateline memberikan perumpamaan. "Dien, kunci kemenangan bukan hanya terletak pada kekuatan semata. Kemenangan ditentukan oleh strategi, banyaknya jumlah, jenis senjata, kemampuan beladiri, kemampuan menggunakan senjata, kemampuan spiritual, serta sedikit keberuntungan. Jika hanya mengandalkan kekuatan
Di gang sempit yang gelap dan mencekam. Di depan gang kecil itu terlihat beberapa orang berlalu-lalang sembari membawa beberapa kantong plastik yang terisi penuh belanjaan. Dinding tembok yang rapuh dan berbau pesing. Jalan gang sempit itu terlihat sangat kotor dan sampah yang berserakan. Suasana gang sempit itu sangat tenang dan sunyi di dalam riuhnya keramaian pasar tradisional Monday.Tiba-tiba tembok rapuh bau pesing di gang sempit itu terciprat darah segar. Cipratan darah yang berasal dari seorang pria muda yang diserang tangan daging yang aneh, menjijikkan, dan berbentuk duri jeruk yang panjang. Tangan daging panjang itu terpotong oleh sihir bilah angin. Pria muda itu segera berlari keluar gang dengan dikejar tangan daging yang memanjang mengincarnya, membuat beberapa warga yang tak sengaja terlibat ketakutan."Kekuatan iblis manipulasi tubuh? Sepertinya lawanku seorang iblis." Batin pria muda, dan langsung terbang keatas ketika dihadang monster daging yang tampak begitu menjiji
Markas Besar Pasukan Malam, Ibukota Kekaisaran Keleztial.Lima petinggi mengundang semua kapten pasukan malam seluruh kekaisaran untuk membahas dunia praktisi spiritual yang bergejolak. Mereka berdiskusi untuk menentukan langkah yang harus diambil dalam menanggapi fenomena spiritual yang terus bermunculan. "Bagaimana jika kita merekrut anggota baru untuk memperkuat pasukan malam dan memastikan keamanan seluruh masyarakat. Bila perlu kita buat divisi baru." Ucap kapten Medi yang setengah tubuhnya masih diperban. "Saran yang bagus! Ada yang lain?" Tanya Raka yang merupakan panglima tertinggi pasukan malam.Kapten Medi hanya diam sembari mengelus luka codet diwajahnya yang panjang dan melintang, serta terasa sangat gatal. Luka itu tidak mudah sembuh karena jiwanya ikut terluka saat melawan Bent Backpolt si pengkhianat. "Menurutku sebaiknya kita umumkan saja keberadaan dunia spiritual dan monster ke seluruh dunia, agar masyarakat dapat mengantisipasi segala kemungkinan jika terlibat pe
GRARGHHH!!! Raung monster kucing menghancurkan rumah-rumah warga disekitarnya. Monster itu menghempaskan bongkahan bangunan ke arah beberapa warga yang berlarian panik, lalu memukul bongkahan lainnya yang langsung terhempas menghancurkan rumah warga. Monster kucing melihat beberapa orang yang bersembunyi di balik tembok rumah. Monster itu meraung lalu berlari menghampiri beberapa orang tersebut, lalu memukulnya dengan cakarnya yang sangat besar dan meninggalkan bekas yang cukup dalam. Monster itu terus mengamuk hingga melihat seorang wanita yang bersembunyi di balik pohon sembari melakukan siaran langsung. Monster kucing memukul sebuah mobil ringsek di sekitarnya. Mobil itu langsung terhempas dan menghantam sang wanita, beruntungnya orang itu berhasil menghindar dan lari menjauh. Monster kucing mengejar wanita itu dengan ganas, layaknya kucing mengejar tikus. Dari kejauhan terdengar mobil patroli polisi yang kebetulan lewat. Mobil itu segera menuju ke lokasi amukan monster kucing
Markas besar pasukan malam, bawah tanah kantor kepolisian, kota Selabatu. Kapten Medi mengangguk-anggukkan kepala membaca garis besar laporan keberhasilan misi pasukan pemburu monster ke-3 yang dipimpin kapten Waden. Kapten Medi menghisap rokoknya dan menatap sekilas lima orang tersebut. "Kerja bagus! Kalian bisa pergi." Ucap kapten Medi menerima laporan kapten Waden, lalu meletakkan dokumen laporannya ke samping meja. Kapten Waden menundukkan kepala hormat, lalu pergi mengundurkan diri dari hadapan kapten Medi yang terlihat sangat kelelahan. Kateline, Eira, Luke, dan Dien juga mengundurkan diri dan pergi keluar dari ruangan sang kapten. "Lagi-lagi monster iblis! Ini adalah kasus ke-17 yang kami tangani bulan ini. Kenapa tiba-tiba banyak monster iblis di wilayah distrik timur?" Gumam kapten Medi mengusap wajahnya dengan kasar setelah tim pemburu monster ke-3 pergi keluar.Kriing!Kring! Kring! Telepon kantor tiba-tiba berdering nyaring di dalam ruangan. Kapten Medi dengan malas
Setelah ledakan berakhir, kapten Waden menarik sihir ratusan tombak tanah raksasa miliknya, membuat matahari yang tertutup tombak tanah raksasa kembali menyinari area pertarungan, dan terlihatlah area tersebut sudah menjadi kawah besar yang sangat dalam. Dien terlihat terluka bakar parah akibat le
Luke bertahan dengan perisai kura-kura, sebuah senjata sihir tipe pertahanan yang dia miliki. Luke dengan cepat mengambil gulungan segel yang tergeletak di lantai, karena terlalu terburu-buru mengeluarkan perisai kura-kura, lalu memasukkannya ke dalam kantong celana depan.BANG! Dien sudah di depa
Dien pulang larut malam. Dia bertemu ibu yang menunggunya di ambang pintu, wanita tua itu tersenyum hangat melihat kedatangan Dien. Wajah keriputnya yang pucat pasi menjadi cerah ketika melihat Dien pulang. Melihat ibunya, Dien tersenyum, lalu menyerahkan buah-buahan yang dibelinya kepada ibu yang
Kantor kepolisian, kota Selabatu.Dien Moretz keluar dari markas pasukan malam yang berada di bawah tanah kantor kepolisian kota Selabatu. Dia bertemu beberapa polisi yang berlalu-lalang, melihat beberapa polisi yang bermain judi, melihat beberapa polisi tidur di jam kerja, melihat beberapa polisi







