Compartir

Minum Tinggal Minum

Autor: RajaFantasi
last update Fecha de publicación: 2026-01-06 20:19:39

Marcus mengatur nafasnya dan mengelap keringat dingin di dahinya.

“Anak muda! Ini ramuan kebangkitan spiritual atribut bawaan melihat masa depan milikmu. Minum dan seraplah.” Ucap Marcus menyerahkan ramuan itu dengan senyuman mengembang di wajah tuanya.

Dien terdiam melihat ramuan aneh dan tampak beracun itu, lalu menoleh melihat Bent yang belum pergi.

“Apakah tidak masalah aku meminumnya?” Tanya Dien menunjuk ramuan di tangan Marcus.

Bent mengangguk.

“Kamu yakin?” Dien bertanya tidak yakin.

Bent sekali lagi mengangguk.

Ramuan yang mendidih itu meledakkan gelembung dan menyebarkan uap panas yang mencekik pernafasan.

“Apakah kamu tidak menginginkan kemampuan melihat masa depan ini?” Tanya Dien kembali dan membuat Bent bingung sesaat.

Pertanyaan itu memang ditujukan kepada Bent, namun sebenarnya Dien ragu untuk meminum ramuan kebangkitan spiritual tersebut. Apa yang Dien khawatirkan membuat Marcus dan Every mengerutkan kening marah, mereka berdua tampak tidak puas dengan sikap Dien.

“Meskipun aku menginginkannya, aku jelas tidak bisa meminumnya. Seseorang hanya bisa meminum ramuan kebangkitan spiritual satu kali dalam seumur hidupnya. Tidak ada yang kedua kali.” Ucap Bent menjelaskan kesulitannya.

“Jika ada yang minum ramuan kebangkitan spiritual untuk kedua kali, maka orang itu berpotensi kehilangan kendali dan dikalahkan oleh kehendak monster. Pada akhirnya dia akan bermutasi menjadi monster tanpa akal dan hanya memiliki satu akhir, yaitu kematian. Aku jelas tidak ingin kehilangan kendali dan menjadi monster. Tidak akan ada yang akan mencegahmu mendapatkan kekuatan tersebut. Minumlah!” Ucap Bent mendorong Dien agar meminum ramuan itu.

Dien mengerti dan melihat ramuan yang mendidih itu sesaat. Dien baru saja membuka mulut hendak bertanya kembali, namun tiba-tiba Every menyumpal mulutnya dengan ramuan sihir kebangkitan spiritual.

“Minum tinggal minum. Apa susahnya?” Ujar Every mencekoki Dien secangkir ramuan sihir kebangkitan spiritual.

Dalam waktu singkat Dien dipaksa meminum ramuan kebangkitan spiritual hingga habis tanpa sisa. Setelah dipaksa menenggak habis ramuan kebangkitan spiritual Dien tampak oleng, kepalanya pusing dan berdenyut-denyut seakan dunia berputar dengan kecepatan tinggi, langkahnya sempoyongan, dan keseimbangannya terganggu.

Dien memegang tenggorokannya yang terasa terbakar api.

Dalam kesakitan dan hampir kehilangan kendali Dien merasakan bahwa ramuan sihir segera meresap ke dalam tubuh, aliran darah, tulang, dan setiap sel tubuhnya. Energi spiritual dari ramuan sihir membangkitkan energi spiritual asli Dien, lalu menarik energi alam secara gila-gilaan, membuat energi alam berkumpul di jantungnya dan menimbulkan rasa sakit yang mengerikan.

“Kontrol energi spiritualmu dan kelola energi alam menjadi energi spiritual!” Pekik Marcus mengarahkan.

“Apa yang kau lakukan wanita gila? Kenapa kau memaksanya?” Bent tidak percaya dengan tindakan Every yang sangat tergesa-gesa.

Every tidak peduli.

Dien oleng dan meledakkan energi spiritual yang sangat kuat hingga tiga orang itu terpental jauh membentur dinding, serta membuat dinding ruangan retak perlahan-lahan, membuatnya terlihat seperti jaring laba-laba.

“Kuat sekali. Jantung monster sihir tingkat berapa yang menjadi bahan ramuan itu?” Gumam Every menahan sakit, melirik Bent yang juga meringis kesakitan.

Ruangan alkimia yang diperkuat formasi sihir penguat ternyata tidak mampu menahan ledakan energi spiritual Dien. Dinding ruangan alkimia yang retak jaring laba-laba perlahan-lahan hancur akibat tekanan besar energi spiritual Dien.

“Sepertinya kita membutuhkan formasi sihir penahan kerusakan yang lebih kuat dan lebih kokoh lagi.” Ucap Every melihat ruangan yang sangat mudah hancur.

“Sebenarnya monster sihir tingkat berapa yang kamu dapatkan? Kenapa tekanan energi spiritualnya sangat kuat?” Tanya Marcus kepada Bent.

Bent terlihat muntah darah menahan tekanan mengintimidasi energi spiritual Dien Moretz yang sangat kuat.

“Itu… itu jantung monster sihir tingkat 8. Kami mendapatkannya saat dia terluka parah akibat bertarung melawan monster lain.” Balas Bent setelah ragu-ragu.

Sontak Marcus kaget bukan main.

“Pantas saja, tekanan energi spiritualnya begitu kuat. Kenapa kamu tidak mengatakannya lebih awal?” Tanya Marcus tidak habis pikir.

“Maaf aku lupa memberitahumu, tuan Marcus!” Balas Bent merasa bersalah.

“Jika kamu mengatakannya lebih awal, aku akan memasukkan rumput seribu kehidupan untuk menahan efek energi spiritual monster tersebut. Maka hal ini tidak akan terjadi. Dasar bodoh!” Pekik Marcus benar-benar marah kepada Bent yang lalai.

Bent menundukkan kepala, merasa sangat bersalah. Marcus juga merasa sangat bersalah, karena terlalu terburu-buru membuat ramuan tanpa memperhatikan kelengkapan bahan. Disisi lain Every tidak peduli dan bahkan terlihat sangat senang, tampaknya wanita itu sangat membenci Dien Moretz. Apalagi dia yang menyembunyikan rumput seribu kehidupan.

Dien yang kurus seketika kembung akibat terlalu banyak menyerap energi alam, membuat jantungnya membesar dan mempengaruhi tubuhnya. Tubuhnya terutama jantung terus membesar dan membesar. Dien seperti bom energi yang terus membesar dan membesar hingga pada akhirnya akan meledak dan menghancurkan semua hal jika dibiarkan begitu saja.

Kejadian itu disaksikan oleh kapten Medi yang berada di ruang kantornya. Kapten Medi menghisap rokok dengan acuh, lalu membuang abu rokok ke dalam asbak yang sudah disiapkan, dan asapnya dihembuskan ke atas.

Asap rokok itu segera menghilang di kehampaan udara tanpa memicu sirine kebakaran.

“Seharusnya aku tidak merekrut orang awam ini. Mentalnya tidak siap untuk mendapatkan kekuatan spiritual.” Gumam Kapten Medi melihat layar monitor CCTV yang terhubung dengan ruangan alkimia.

Bersambung.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Akhir Sarjana Pengangguran

    Ledakan besar tercipta dan menyapu habis perumahan khusus pasukan malam hingga sejauh 5 km dan membunuh ribuan manusia yang berada di dalam jangkauannya. Tidak ada manusia yang berhasil hidup termasuk praktisi spiritual, kecuali beberapa orang yang cepat tanggap menggunakan sihir pelindung untuk melindungi diri dan keluarganya. Seorang anak perempuan yang sedang bermain ponsel di balkon rumah melihat ledakan bom atom di kejauhan. Bocah perempuan itu menunjuk ledakan bom atom dengan takjub. “Ibu ada kembang api besar sekali!” Ucap sang bocah bersemangat. Sang ibu melihat ke arah yang ditunjuk putrinya. Hawa panas mulai menyerbu dan membakar kulit mereka. “Panas!!! Ibu panas!!!” Pekik bocah perempuan kepanasan dan rumah mereka hancur dihantam gelombang kejut ledakan bom atom. Setelah ledakan bom atom berakhir, pusat ledakan meninggalkan kawah besar dan sangat dalam. Bent yang merupakan penyebab bom atom selamat karena melindungi dirinya dengan kubah tanah berlapis-lapis. Kapten Me

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Anita

    Kapten Medi mengejar Bent dengan kecepatan sihir elemen petir. Seorang bawahan yang bernama Ruslan mengikuti dari belakang dan melepaskan tembakan. Bent dengan cepat terjun ke bawah, lalu menciptakan duri tanah untuk menghambat pergerakan kapten Medi dan Ruslan yang mengejarnya. Bent dengan cepat berlari keluar dari perumahan dengan menjadikan tanah layaknya selancar, namun sayangnya beberapa orang mengepungnya dari berbagai arah. Bent menghentikan langkahnya dan melihat sekeliling hanya untuk menemukan bahwa dia dikepung dari berbagai arah. “Aku dikepung ya. Informasinya cepat tersebar. Wajar saja sih! Soalnya ini adalah perumahan khusus praktisi spiritual.” Bent tersenyum tipis dan mendongak melihat kapten Medi yang menatapnya tajam dari atap rumah. “Menyerahlah Bent! Kau sudah terkepung!” Kapten Medi menatap tajam Bent dan meminta agar pria itu menyerah. “Menyerah? Haha.” Bent menutup wajahnya dan tertawa“Setelah apa yang terjadi kepada Anita kau memintaku menyerah?” Bent mena

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Kabur

    Bent tersenyum kecil, mengingat hari dimana rekannya terbunuh oleh tangannya sendiri. Hari itu Bent tampak syok dan merasa sangat bersalah karena telah membunuh rekan seperjuangannya. Meskipun merasa sangat bersalah Bent nyatanya tidak menyesal sama sekali. Bagi Bent pengorbanan rekannya harus dilakukan demi mewujudkan ambisinya. “Ada apa senior? Ayo makan!” Dien menegur Bent yang belum mulai menyuap nasi di piringnya. Bent yang mengingat kenangan kematian rekannya hanya tersenyum. “Haha. Junior yang menarik.” Bent tertawa dan tiba-tiba melepaskan aura pembunuh yang sangat besar. Ayah, ibu, dan Helena menghentikan makannya. Mereka menatap Bent dengan ketakutan dan sangat terintimidasi. “Kita langsung saja, karena aku tidak pandai bernegosiasi.” Ujar Bent memperkuat tekanan energi spiritualnya. “Junior jika kamu menginginkan mereka tetap hidup, maka patuhilah perintahku!” Bent menatap tajam Dien yang menyuap dan mengunyah nasi. “Pak tolong jangan keluarkan kekuatanmu atau apapun

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Sang Pengkhianat

    Taman bunga. Reni datang menemui ayahnya yang bersantai di taman bunga sembari menikmati secangkir kopi pagi. Reni memeluk ayahnya dari belakang dengan senyuman ceria dan terlihat seperti gadis kecil yang sangat merindukan ayahnya. Gorg Dereck tersenyum dan mengelus lembut rambut kepala Reni. “Apa yang kamu inginkan putriku?” Gorg tahu betul Reni datang menemuinya pasti menginginkan sesuatu. “Ayah lupa? Aku menginginkan kepala Leonard, Helena, dan bajingan yang membantu mereka?” Reni mengutarakan tujuan kedatangannya dengan wajah cemberut. “Apakah ayah berhasil mengambil kepala mereka? Dimana kepala mereka?” Tanya Reni dengan mata berbinar melihat sekeliling taman yang hanya ada bunga. Reni kecewa karena tidak menemukan kepala tiga orang yang dia benci. Gorg tersenyum dan mengelus lembut tangan putrinya tersebut. “Bersabarlah sayang! Saat ini anak buah ayah sedang menyerang mereka. Jika kepala mereka berhasil diambil, ayah akan langsung mengirimkannya ke kamarmu.” Gorg hanya b

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Klon

    Dien tiba-tiba merasakan perutnya sangat sakit dan terasa dingin. Dien melihat perutnya dan menemukan sebuah tangan wanita yang berdarah-darah menembus perutnya. Tangan itu adalah tangan Karin si pembunuh yang dikirim Gorg Dereck. Karin tersenyum tipis dan mencabut tangannya dengan sangat kasar hingga Dien tersentak menahan sakit. Dien jatuh berlutut memegang perutnya yang bolong, bahkan mengeluarkan ususnya. Karin tersenyum kecil dan jongkok hingga wajahnya sejajar dengan wajah Dien.“Apakah gurumu tidak pernah mengajarimu untuk waspada dengan teknik bawaan orang lain?” Karin menatap mata Dien dan bertanya dengan penasaran. Dien melotot menahan sakit, lalu muntah darah memegang perutnya yang terus mengeluarkan darah.“Kau… bagaimana bisa kau masih hidup?” Tanya Dien menatap tajam dan secara diam-diam mengambil kesempatan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. “Bukankah aku telah membunuhmu sebelumnya?” Tanya Dien tidak percaya Karin terlihat baik-baik saja bahkan terlihat seperti ti

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Melihat masa depan x Kecepatan super

    Jauh di rumah tersembunyi terlihat Demma berkumpul dengan anggota Organisasi Jalan Suci. Demma terlihat memperhatikan kelabang merah yang merayap di tangannya. Kelabang merah itu masuk ke dalam pakaian dan keluar dari atas kepala Demma. Demma tersenyum tipis melihat tingkah peliharaannya tersebut, lalu melihat ke pintu khusus dimana pemimpin organisasi akan datang. Klize pemimpin organisasi akhirnya datang dengan senyuman kecil menyapa 9 anggota organisasinya termasuk Demma. Dua pengawal Klize dengan sigap dan sikap waspada melindungi sang tuan. “Maaf aku terlambat!” Ucap Klize tersenyum meminta maaf kepada 9 anggota organisasinya. Klize menciptakan meja lengkap dengan kursi menggunakan sihir tanah, lalu duduk dan mempersilahkan semua rekannya untuk duduk sebelum membahas beberapa hal penting mengenai kelanjutan organisasi. Semua orang mengangguk mengerti dan duduk di kursi tanah buatan Klize. “Mari kita mulai rapatnya!” Klize sebagai pemimpin memulai rapat darurat organisasi.“K

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Sarjana Pengangguran

    Kota Selabatu, Kerajaan Keleztial. Dien Moretz menatap lelah foto keluarganya di dinding ruang tamu. Foto itu menjadi saksi abadi kesuksesannya dalam menempuh pendidikan di Universitas. Foto itu mengabadikan dirinya yang tersenyum penuh kebanggaan karena telah berhasil menjadi sarjana muda. “Sudah

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Dunia Monster

    Dien pulang larut malam. Dia bertemu ibu yang menunggunya di ambang pintu, wanita tua itu tersenyum hangat melihat kedatangan Dien. Wajah keriputnya yang pucat pasi menjadi cerah ketika melihat Dien pulang. Melihat ibunya, Dien tersenyum, lalu menyerahkan buah-buahan yang dibelinya kepada ibu yang

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Ramuan Sihir Kebangkitan Spiritual

    Ramuan sihir kebangkitan spiritual adalah ramuan sihir yang mengandung kekuatan spiritual dan atribut bawaan monster. Jika jantung monster yang menjadi bahan utama pembuatan ramuan memiliki atribut bawaan elemen api, maka orang yang meminum ramuannya akan mendapat atribut bawaan elemen api, jika ja

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Iklan

    Markas Tersembunyi, Kota Selabatu. Byurrr! Seseorang menyiram Dien yang tak sadarkan diri dengan seember air dingin, membuatnya terbangun seketika. Pemuda itu batuk-batuk sembari melihat sekelilingnya yang tampak suram dan mencekam, terlihat tempat itu dipenuhi lilin yang hidup dan menyinari selu

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status