แชร์

Aku

ผู้เขียน: RajaFantasi
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-06 20:19:39

Pov Dien.

Aku terus berusaha mengontrol energi aneh yang meledak di dalam tubuhku, sebuah energi yang berasal dari ramuan sihir kebangkitan spiritual. Aku menyebutnya energi spiritual, sesuai dengan nama ramuan yang memicunya, lagipula hanya nama itu yang cocok untuk menjelaskan energi aneh tersebut.

Saat aku terus mencoba mengontrol energi spiritual, dalam bayanganku, aku melihat energi spiritual mencoba menyatu dengan pembuluh darah, tulang, jantung, dan setiap sel yang ada di tubuhku. Rasanya begitu menyakitkan, seakan-akan pembuluh darah, jantung, tulang, dan setiap sel di dalam tubuhku diiris dengan parutan kelapa. Rasanya sangat menyakitkan, rasa sakit itu semakin perih dan pedih seiring waktu, seperti luka yang disiram air laut terus-menerus.

Rasanya begitu pedih! Sangat pedih!

Tiba-tiba energi aneh lainnya (energi alam) menerobos masuk dan memperkuat energi spiritual yang mengamuk di dalam tubuhku. Energi alam perlahan-lahan menyatu dengan energi spiritual, dan membuat tubuhku tidak mampu menahannya. Aku merasa tubuhku perlahan-lahan membesar, akibat kelebihan energi spiritual dan energi alam. Aku dapat merasakan bahwa tubuhku akan meledak jika tidak ditangani dengan baik.

Aku sadar nyawaku sudah berakhir, namun senyuman ibu dan ayah, serta senyum penghinaan kedua adikku membuatku sadar bahwa aku tidak boleh menyerah. Aku tidak boleh mati sebelum membuat kedua orang tuaku bahagia, dan membungkam dua adik yang meremehkanku.

Aku berusaha keras mengontrol energi spiritual, dan membiarkan energi spiritual menyatu ke dalam pembuluh darah, tulang, jantung, hati, dan setiap sel yang ada di tubuhku, sembari mencoba menahan energi alam yang semakin brutal ingin masuk ke dalam tubuhku dan menyatu dengan energi spiritual.

Benar saja cara itu berhasil. Aku merasa tidak percaya bahwa aku mampu mengontrol energi spiritual.

Aku dengan cepat mengendalikan energi spiritual untuk berhenti menyerap energi alam yang sudah berlebihan, dan mengolah energi alam yang sudah terlanjur masuk menjadi energi spiritual yang baru. Dengan cara itu, aku merasakan bahwa tubuhku berangsur-angsur normal kembali.

“Inikah energi spiritual? Rasanya begitu menakjubkan. Aku merasa dapat melakukan apapun.” Ucapku tidak percaya sembari melihat energi aneh berwarna putih yang mengalir di dalam setiap sel tubuhku.

Aku merasa seperti terlahir kembali dengan dipenuhi energi spiritual.

Aku melihat Marcus dengan mata yang dipenuhi energi spiritual. Samar-samar aku melihat bayangan masa depan Marcus, dimana masa depannya adalah mendekat dan menepuk lembut pundakku, dan mengucapkan beberapa kata.

Benar saja, Marcus jalan mendekat dan menepuk lembut pundakku, lalu berbicara dengan senyuman.

“Bagus, anak muda. Aku senang kamu berhasil mengendalikan energi spiritual yang sangat ganas itu, bahkan kamu mampu mengolah energi alam menjadi energi spiritual padahal kamu belum mempelajarinya. Aku percaya kamu akan menjadi praktisi spiritual yang hebat.” Ucap Marcus lega, mengusap dahinya yang berkeringat dingin.

“Syukurlah bocah ini memiliki kehendak yang cukup kuat, dan mengalahkan kehendak monster sihir tingkat 8. Jika tidak, mungkin dia akan menghancurkan ruangan ini, bahkan menghancurkan markas tersembunyi pasukan malam.” Batin Marcus dalam hati dan menangis diam-diam.

“Sekarang kau pergi dari sini.” Ucap Every mendorong Dien keluar dari ruangan alkimia yang hancur sebanyak 90 persen.

Dien hanya bisa pasrah diusir secara kasar oleh wanita itu.

“Kenapa kamu begitu sensitif kepadanya? Apa dia ada salah kepadamu?” Tanya Marcus penasaran juga dengan sikap dingin Every Kingston kepada Dien Moretz.

“Aku benci orang sumbing.” Balas Every dingin dan melanjutkan kesibukannya.

Mendengar itu, Marcus dan Bent hanya bisa menggeleng tidak percaya.

“Sebaiknya kamu hati-hati mulai sekarang.” Dengus Bent dingin dan berlalu pergi dari ruangan alkimia.

Every dan Marcus terdiam mendengar ancaman Bent yang tiba-tiba. Every tampaknya tidak peduli dan melupakannya begitu saja, lalu lanjut meracik ramuan sihir.

Marcus segera mengejar Dien yang sudah keluar ruangan alkimia, karena melupakan sesuatu yang cukup penting bagi praktisi spiritual.

“Dien, tunggu!” Panggil Marcus mengejar Dien yang hendak berbelok.

Dien yang hendak pergi menemui kapten pasukan malam, segera menoleh saat dia dipanggil Marcus. Pria tua dengan tengah kepala botak itu berlari ringan, lalu memberikan sebuah botol ramuan aneh kepada Dien yang heran.

“Apa ini?” Tanya Dien bingung.

“Itu ramuan ribuan bahasa. Dengan meminum ramuan itu, kamu akan dapat memahami semua bahasa dan suara yang ada di dunia ini, kecuali bahasa binatang dan suara hati. Ramuan ini juga membuat orang lain mengerti apa yang kamu katakan, meskipun berbeda bahasa. Dengan meminum ramuan ini, para praktisi spiritual bisa berkomunikasi tanpa terkendala bahasa dan suara saat sedang menjalankan misi. Kamu harus meminumnya.” Ucap Marcus dengan senyuman ramah.

Dien ragu dan tidak percaya.

“Sebagai contoh, kami mengerti apa yang kamu ucapkan meskipun suaramu tidak jelas dan membuat sakit telinga. Hal itu terjadi, karena kami telah meminum ramuan ini.” Ucap Marcus menjelaskan khasiat ramuan, tidak bermaksud menghina.

"Meminum ramuan ini tidak akan membuatmu rugi." Tambah Marcus dengan senyuman.

“Ini… baiklah. Terima kasih, paman.” Dien sedikit tersinggung, namun karena kenyataannya memang seperti itu, dia hanya bisa mengucapkan terimakasih dan menenggak ramuan tersebut.

Markas Tersembunyi, Kantor kapten pasukan malam.

Setelah melewati beberapa lorong koridor dan belokan, Dien sampai di depan pintu kantor kapten Medi Gusting. Dia mengetuk lembut pintu kantor kapten pasukan malam yang berada di ujung lorong tersebut.

“Masuk!” Balas kapten datar.

Dien segera membuka pintu dan masuk ke dalam kantor dengan langkah hati-hati. Dia langsung melihat kapten yang duduk santai di kursinya, sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok dengan ditemani koran mingguan.

“Salam hormat, Kapten!” Ucap Dien menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan.

Kapten Medi tersenyum kecil, melambaikan tangan mempersilahkan Dien duduk di kursi yang ada di depannya, lalu membuat kopi dengan pengendalian energi spiritual dengan santai dan acuh tak acuh. Dengan pengendalian energi spiritual yang baik, kapten membuat air panas, kopi, dan gula bergerak sendiri di udara, lalu bergabung dan menciptakan satu kesatuan yang dikenal sebagai kopi panas. Cairan hitam pekat itu segera diarahkan untuk tertampung di sebuah gelas.

Kapten melambaikan tangan, membiarkan segelas kopi itu melayang dan mendarat di depan Dien Moretz.

“Kamu sudah mendapatkan ramuan kebangkitan spiritual yang kamu inginkan?” Tanya kapten menatap lurus dan pura-pura tidak tahu apapun.

Dien mengangguk.

“Aku sudah meminum ramuan kebangkitan spiritual. Aku mendapatkan kemampuan bawaan melihat masa depan.” Balas Dien apa adanya sembari menyesap kopi.

“Ouh. Melihat masa depan, kah?” Kapten tersenyum kecil.

Tiba-tiba kapten melempar koran ke wajah Dien hingga membuatnya terjungkal ke belakang dan hidung berdarah. Beruntungnya segelas kopinya tidak tumpah, sebagai gantinya kopi itu melayang di udara karena dikendalikan oleh kapten.

Kapten mengendalikan segelas kopi itu untuk mendarat dengan sempurna di meja.

“Katanya mendapatkan kemampuan bawaan melihat masa depan, kenapa bisa terkena lemparan koran?” Tanya kapten, tidak memberi Dien kesempatan untuk protes.

“Kapten aku belum mengaktifkan kemampuanku, anda sudah melempar koran dan membuat hidungku berdarah.” Balas Dien tidak terima.

“Oh… kalau begitu aktifkan kemampuanmu sekarang. Aku ingin melihatnya.” Balas kapten acuh saja.

Dien berdiri dan mengaktifkan kemampuan untuk melihat masa depan. Terlihat matanya sedikit bercahaya emas dan mengubah warna pupil mata menjadi warna biru laut keemasan. Sebuah mata yang seakan-akan bisa melihat apapun.

Saat itu juga sebuah tinju lurus melayang ke wajahnya dengan kecepatan mengerikan. Dien dengan reflek tinggi cepat mundur menghindari tinju tersebut, namun kapten berhasil mendaratkan tinju energi yang langsung menghempaskannya hingga menghancurkan dinding kantor.

“Aku bahkan belum bergerak. Kamu terlalu cepat menghindar dan memberiku kesempatan untuk melancarkan serangan yang paling efektif. Kamu sepertinya belum benar-benar mengendalikan atribut bawaanmu. Ya wajar saja, karena bagaimanapun kamu baru saja membangkitkannya.” Ucap kapten tersenyum dan hampir tertawa karena berhasil mempermainkan Dien si anak baru di dunia praktisi spiritual.

Dien mengelap darah di bibirnya dan menatap dendam kapten yang tersenyum. Terlihat dinding kantor yang hancur pulih dengan sendirinya, seakan-akan waktu diputar ulang beberapa detik lalu.

“Dien Moretz, kamu harus banyak belajar dan memahami kemampuan atribut bawaanmu. Kamu harus menguasai kekuatan melihat masa depan dan menggunakannya di waktu yang tepat, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.” Ucap kapten memberikan saran.

Kapten Medi melambaikan tangan ringan, membuat sebuah buku melayang di samping kanannya, lalu diarahkan ke depan wajah Dien yang terlihat masih kesal. Buku itu memiliki judul “Dasar-Dasar Dunia Spiritual.”

“Bacalah buku ini untuk memahami dunia spiritual lebih jauh. Kamu tidak boleh terlalu buta tentang dunia spiritual.” Ucap kapten Medi penuh perhatian.

Dien hanya bisa mengangguk mengerti dan mengambil buku tersebut.

“Baguslah jika kamu mengerti.” Ucap kapten tersenyum ramah, mengambil sebuah amplop di laci mejanya.

“Ini adalah gaji pertamamu sebagai pasukan malam. Ambillah!” Ucap kapten menyerahkan amplop tersebut.

Dien dengan senang hati menerimanya dan segera melihat gaji pertamanya. Ternyata gaji pertamanya berbentuk cek dengan nilai 10 juta kertas emas, sebuah nilai gaji yang sangat fantastis dan tergolong sangat tinggi di kota Selabatu.

“Terimakasih, kapten.” Balas Dien tersenyum dan menundukkan kepalanya hormat.

Kapten mengangguk saja.

“Besok, jam 9 pagi datang kembali ke markas dan menerima misi pertama. Kamu tenang saja, misi untuk pemula sepertimu tidak terlalu berat. Paling-paling hanya menangkap beberapa praktisi liar yang lemah atau baru masuk ke dunia praktisi spiritual.” Ucap kapten tersenyum.

Dien mengangguk mengerti.

“Itu saja, kamu bisa pergi. Oh iya, besok jangan sampai terlambat." Ucap kapten tegas dan menyemburkan asap rokoknya ke atas layaknya bos mafia.

“Aku mengerti, kapten!” Balas Dien singkat, lalu beranjak pergi dari ruang kerja kapten pasukan malam tersebut.

Bersambung.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Entitas Agung

    Kapten Medi mendengar penjelasan Dien Moretz tentang penyerangan yang mereka bertiga alami di bundaran simpang lima gajah putih. Kapten sesekali mengetuk rokok di asbak, membuang abu rokoknya yang sudah berlebihan. Pria itu mengangguk dan merenung mendengar penjelasan Dien yang sangat rinci.“Kekuatan apa yang orang itu gunakan?” Tanya kapten menghisap rokok, lalu menyemburkan asapnya beberapa detik kemudian. Dien tampak berpikir dan mengingat-ingat pertarungan. “Dia bisa menggunakan sihir regenerasi, dan dapat mengubah hewan menjadi monster brutal. Aku melihatnya mengubah beberapa kelabang menjadi monster brutal tingkat 2-4.” Balas Dien apa adanya setelah mengingat-ingat. Kapten mengangguk, dan membuang abu rokok ke asbak. “Apakah dia memiliki rekan atau orang yang membantunya?” Tanya kapten memperbaiki duduknya. “Tidak! Dia tidak memiliki rekan. Orang yang bernama Demma itu menyerang kami seorang diri.” Balas Dien yakin. Kapten Medi menunjukkan lukisan yang dia kerjakan saat m

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Serangan

    Taksi melaju dengan sangat kencang, melewati beberapa mobil yang terjebak kemacetan, dan hampir bertabrakan dengan kendaraan yang berada di lawan arah. Aamon, Freya, dan Dien tampak santai di dalam mobil, mereka seakan-akan sudah terbiasa dengan cara pengemudi taksi melaju di jalan raya. Sopir taksi berbelok ke gang sempit, lalu keluar gang di sisi lainnya, menerobos lampu merah, dan berhenti di bundaran simpang lima tugu gajah putih. Terdengar suara klakson bersahutan, karena taksi menghalangi jalan. Sopir taksi yang berambut keriting itu tersenyum kecil, dan meledakkan mobil dengan energi spiritualnya yang sangat kuat. Mobil taksi itu meledak dan menghancurkan kendaraan yang ada disekitarnya, membuat suasana jatuh dalam kepanikan dan ketakutan. Dien dan kedua rekannya berhasil menyelamatkan diri dengan melapisi tubuh mereka dengan energi spiritual. “Selamat datang di acara pertarungan antar praktisi spiritual, para praktisi spiritual resmi sekalian. Acara ini aku buat khusus untu

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Formasi Sihir Istana Dunia Teleportasi

    Nicholas membawa Dien berkeliling markas tersembunyi pasukan malam, untuk mengenal lebih dekat beberapa hal yang ada di pasukan malam. Dia membawa Dien berkeliling di divisi Alkimia, ruang komunikasi dan informasi, ruang perawatan, ruang makan, hingga akhirnya sampai di ruang gudang senjata sihir pasukan malam cabang kota Selabatu.Di dalam ruangan gudang senjata sihir terlihat ratusan pedang, tombak, busur, tameng, palu, senjata api, hingga sepatu sihir tersusun rapi di tempatnya. Nicholas menyentuh sebuah pistol dan berkata dengan senyuman. “Ini adalah gudang senjata sihir biasa.” Nicholas mengambil pistol, lalu terlihat sebuah tombol merah di dinding tempat pistol ditempatkan sebelumnya. Dia menekan tombol, membuat dinding yang dipenuhi senjata api itu terbuka dan memperlihatkan ruangan tersembunyi lainnya.Ruangan itu terlihat suram dan hanya berisi belasan senjata sihir. Empat lilin terlihat di empat penjuru ruangan, menjadi satu-satunya penerangan di dalam ruangan. “Ini adala

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Apakah Gratis?

    Setelah melaporkan keberhasilan misi mereka di desa Sukahati, Dien, Freya, dan Aamon pulang ke rumah masing-masing. Tiga orang itu pulang tanpa saling bertegur sapa, tanpa mencoba mengakrabkan diri, atau hanya sekedar berbasa-basi. Mereka bertiga tampak seperti orang yang tidak saling kenal. Dien kembali jalan-jalan di pasar tradisional untuk menemui nenek Rose, demi mendapatkan beberapa pencerahan tentang ilmu ramalan. Setelah berjalan dan menelusuri pasar selama satu jam, Dien akhirnya melihat nenek Rose yang membuka lapak di pinggir gang sempit. “Yoo, kita bertemu lagi anak muda. Tampaknya kamu mendapatkan senjata sihir yang sangat unik dan berbahaya.” Ucap nenek Rose menyapa Dien yang mendekat. Dien tidak terkejut nenek Rose mengenalinya yang sudah memiliki wajah sempurna tanpa cacat. Dien tersenyum dan memasukkan beberapa lembar uang ke mangkuk yang menampung uang di depan nenek Rose. “Guru, siapa yang menjaga rahasia ilahi?” Tanya Dien penasaran. Nenek Rose tersenyum, menat

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Kita Tidak Pernah Bermusuhan

    Steven bertepuk tangan, membuat dinding tanah muncul di kedua sisi Dien dan menggepreknya. Dien menahan dua dinding tanah yang menekannya dari kedua sisi, disaat yang sama Steven melancarkan serangan petir berbentuk naga menerkam.Dien terkena serangan petir dengan sangat telak. Serangan petir itu membuatnya terluka cukup parah, dan tidak mampu menahan dua dinding tanah yang mengapitnya. Dua dinding tanah langsung menghimpit Dien, seperti tangan menepuk nyamuk. Dien merasakan tulang-tulangnya remuk, tangannya patah, dan darahnya dipaksa keluar dari setiap lubang yang ada di tubuhnya. Steven dengan acuh membersihkan debu yang menempel di bajunya, lalu melangkah melewati Dien yang terhimpit dua dinding tanah. “Seharusnya kamu tidak mencoba menghentikanku.” Ucap Steven melirik sekilas Dien yang pingsan. Tebasan energi! Tiba-tiba sebuah tebasan energi hampir memotong tubuh atas Steven. Beruntungnya pria itu berhasil menghindar dengan membungkukkan badan. Sambaran petir! Steven melep

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Ujian Kedua Freya

    Setelah mendapatkan ganti rugi dari Freya, Aamon mengejar Steven dengan panduan pak tua di dalam tubuhnya. Aamon bergerak lincah mengikuti petunjuk pak tua, dia benar-benar percaya dengan orang tua yang berada di alam bawah sadarnya tersebut. “Kakek Zu, apa kamu tahu kemampuan yang dimiliki wanita itu?” Tanya Aamon melompati dahan pohon, lalu mendarat di atap sebuah rumah. Rumah itu adalah rumah dimana Dien melakukan ritual mengintip rahasia ilahi, dan berlatih mengolah energi spiritual. Aamon dapat melihat pertarungan Dien melawan Steven yang tidak seimbang, karena Steven mampu menggunakan sihir yang merupakan keunggulan praktisi lima elemen. “Wanita itu sepertinya mewarisi kekuatan dewa.” Ucap kakek Zu setelah diam sesaat. “Kekuatan dewa?” Tanya Aamon mengerutkan keningnya. “Kakek tidak berusaha menipuku, kan?” Tanya Aamon memastikan. “Anggap saja seperti itu." Balas kakek Zu santai dan tidak peduli. Aamon terdiam, melihat pertarungan sengit Dien dan Steven. Rumah warga, tid

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status